Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
169: Egois?


__ADS_3

Luna menganggukkan kepalanya menatap jendela luar yang masih tampak gelap karena jam masih menunjukkan pukul 5.25 di ponselnya. Luna kembali menoleh ke arah Valen yang bertanya hal yang tak suka di dengarnya. "Lo ngapa sih tadi acara ribut sama si Lisa? Perkara tempat duduk doang jadi besar! "


"Salah dia sendiri bawa nama bokap gw! Lagian lo ngapa sih nanya kek gitu? " tanya Luna balik dengan nada tak suka. Valen menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. "Lo broken home ya? Atau bokap lo udah gak ada? " cicit Valen dengan nada pelan.


Sontak Luna menatap Valen dengan tatapan tajamnya. "Bukan gitu maksud gw.. Gw cuman nanya doang! Matanya tolong kondisikan! " lanjut Valen cepat. Luna menghela dan menatap jendela luar. "Bokap gw gak ada! Dan gw gak terima aja nama bokap gw diseret! Padahal bokap gw gak ada salah! "


Luna menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi dengan pandangan yang tertuju ke luar jendela. Begitu juga dengan Valen yang menatap Lisa tak tega. "Gw gak bermaksud ikut campur nih ya, tapi gw tau perasaan lo! Gw juga pernah rasain! "


Luna menatap Valen tak percaya. Dirinya baru tahu jika lelaki yang dikenal sebagai wakil ketua OSIS yang tegas dan ceria memiliki kisah yang menurutnya pahit. Valen menggeleng dan tersenyum simpul. "Baru lo satu cewek yang tau soal ini! " Luna mendelik. "Serius? "


Valen mengangguk. Dirinya menatap kosong arah depannya dan menghela nafasnya. "Gw gak punya orangtua! Bahkan keluarga! " lirih Valen. Luna menepuk pundak Valen dan menyodorkan nya earphone yang dia bawa. "Mau denger musik? "


Alis Valen terangkat. "Hah? " Luna menyodorkan satu earphone dan memasangkannya di telinga Valen. Sementara satu earphone nya sudah terpasang di telinga manisnya. "Kata Lesya, kalo lo butuh ketenangan dengan semua masalah lo, mending lo denger musik aja! " ucapnya.


Perlahan mereka terbuai dengan alunan musik yang terdengar di telinga mereka. Entah musik apa itu, mereka hingga tertidur dengan kondisi memeluk satu sama lain. Co cwitt!


Letha yang tak sengaja melihat Luna dan Valen berpelukkan menutup mulutnya tak percaya. "Omaigad! " lirihnya. Farel yang bosan dengan suasana saat ini berdiri di tempatnya dan tak sengaja melihat Letha di depannya tak tertidur. "Tha? Lo gak tidur? "


Letha menoleh ke arah Farel di belakangnya. "Harus ya? " Farel mengangguk. "Sampe di sana mulai aktivitas gak ada istirahat, jadi sekarang mulai istirahatnya! " Letha mengangguk. "Eum.. Oke, thanks ya! " Farel mengangguk.


Tatapan Farel teralih oleh Leon dan Lisa yang saling menyender dan tertidur. Sejenak dia menghela nafasnya dan beralih menatap Valen dan Luna yang tertidur dan teralih oleh Elvan. "Van, itu Lesya yang tidur? " Elvan mengangguk. "Hem! "

__ADS_1


Farel menautkan keningnya bingung. "Kayaknya semua orang di sini udah mulai akur! " ucapnya dapat di dengar oleh Elvan namun Elvan tak menanggapinya. "Dah lah gw tidur! " gumamnya kembali duduk bersandar dan memejamkan matanya menuju alam mimpinya.


~o0o~


Matahari sudah bersinar hingga membangunkan beberapa siswa yang mulai turun. Yah! Mereka sudah sampai di tujuan mereka. Hanya tersisa Elvan dkk, Letha dkk, dan Lesya dkk saja di dalam bus. Tak lupa dengan pak Rio dan bu bunga yang hendak membangunkan mereka.


Lesya masih terlelap tertidur dipangkuan Elvan. Sedari tadi, Elvan menutupi cahaya matahari yang ingin menerobos mata cantik Lesya. Elvan menoleh dengan hadirnya pak Rio ke arah mereka yang dibelakang. "Elvan? Kamu gak tidur semalam? " Elvan menggeleng.


Pak Rio menautkan alisnya paham. "Jagain Lesya ya? Bangunin kita udah sampai! " Elvan mengangguk namun tertahan oleh bu bunga. "Jangan! Bukan laki sejati namanya bangunin perempuan yang pules tidur! " ucapnya.


"Ya terus mau gimana? " tanya pak Rio bingung. Bu bunga menyunggingkan senyum simpul nya. "Ya gendong lah! " jawabnya enteng.


Hoam!


"Udah makanya bangun! " Luna beranjak dan menutup mulutnya kaget dengan pemandangan yang dirinya lihat di depan mata. "Omaigad! " cengonya.


Lesya terbangun mendengar samar-samar suara yang mengganggu tidurnya. "Siapa sih?! Berisik tauk gak! " ucapnya serak dengan nada sedikit kesal. Masih tak bergeming dari pelukkan Elvan, Lesya masih nyaman hingga bu bunga mencibir nya kecil. "Nyaman sih nyaman tapi gak gini juga! Udah nyampe nih! "


"Kode keras pak! " sahut Luna.


Lesya terduduk dan menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya. "Aduhh ibuk kayaknya ibu iri bener sama saya! Gak pernah ngalamin ya sama pak Rio? Wajar lah gak paham! " entengnya.

__ADS_1


Kesal, bu bunga menahan rasa kesalnya di pagi hari dengan mengalihkan ucapannya. "Saya gak iri! Dan semuanya ayo turun busnya harus pergi jemput makanan kalian di sana! " Mereka mengangguk dan satu per satu mulai turun dimulai dengan Frans.


Frans, Amel, Ken, Nayla, Leon, dan Lisa sudah turun dari bus. Lesya masih enggan meninggalkan tempatnya. "Hahhhhh! Udah nyaman ngapa harus keluar sih?! " decak Lesya sebal.


Luna perlahan mulai beranjak berjalan namun lupa dengan tasnya. "Gw lupa! Tas gw mana? " Bu bunga menghentikan Luna yang hendak berbalik. "Udah turun aja bus nya sibuk! Biar Valen yang bawa nanti! "


Mata Valen yang masih sedikit sayu karena kantuk membulat lebar. Seketika juga nyawanya terkumpul melihat Luna yang langsung turun dari bus. "JANGAN LUPA BAWAIN PAL! "


"Buk.. Kenapa saya? " tanya Valen menunjuk dirinya sendiri. Dengan santainya bu bunga menjawab. "Bukan cuman kamu doang kok! Farel, bawa tas Letha dan kamu Elvan bawa tas Lesya! "


Mata Lesya berbinar melihatnya dan seketika terdiam bungkam. Letha tak terima jika Elvan membawa tas milik kakaknya sementara dia dibawakan oleh Farel. "Buk kok gitu sih?! Enak di kak Lesya dong! " ucapnya tak terima.


Bu bunga mengangguk. "Dari pada kamu yang bawa? Berat-berat loh! Mending Farel yang bawa tas kamu! " Letha menatap kesal arah Lesya dan berlalu begitu saja. "Ck! "


Lesya mengangkat alisnya satu ke atas. Bukan salah dirinya kan? Dia juga tak tahu akan begini! Pikir Lesya berjalan keluar. "Jangan lupa bawain! " ucapnya sebelum turun.


*Kok gw ngerasa diri gw egois yah? Gak papa lah! Toh Letha juga egois bahkan dia gak sadar kalo dia egois! Sedikit egois demi diri sendiri gak salah bukan? * batin Lesya tersenyum tipis.


Lesya menoleh ke arah Leon dan Luna yang dengan cepat menghampiri dirinya. Wajah mereka sangatlah serius hingga Lesya dapat tahu jika ada masalah yang cukup serius. "Sya! " ucap mereka kompak.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


>>><<<


Ayo like! Gadang nih ngerjainnya! Always 1000+ kata loh kak! Tinggal pencet tombol like doang kak! Dan makasih buat yang like! See u later all😉


__ADS_2