
Setelah pelajaran selesai, perlahan sekolah GG mulai sepi. Tapi tidak dengan Lesya yang masih di sana karena melihat orang bertopeng mulai dari kepala hingga kakinya.
Dia heran mengapa orang itu mengikuti dirinya. Selama ini, hanya Vannya, Dila, Gilang yang menjadi musuhnya. Selain itu? Hanya Ice blue saja.
Namun, ice blue tipikal gengster yang bermain dari belakang bukan depan. Bahkan dia sempat heran dengan kehilangan orang tersebut dan mendapatkan surat misterius lagi.
Tak hanya Lesya yang berada di sana. Namun, ketua dan anggota OSIS juga masih berada di sekolah karena rapat dan penyelesaian tugas sebelum acara ulang tahun yang diadakan esok.
Lesya mengambil surat tersebut. Kini dia berada di koridor lantai 2. Lebih tepatnya, di depan ruangan ujung, ruang OSIS, dia melihat sosok misterius meletakkan satu paket di sana.
Dengan cepat Lesya berteriak, "WOYY! NGAPAIN LO!! " Sontak anggota intim OSIS keluar dan melihat keributan.
Orang tersebut berlari menghindari Lesya yang mengejarnya. Anggota intim OSIS juga mengejar orang misterius tersebut, "Pencar! " tegas Elvan.
Semua mengangguk. Mereka berlima berpencar mengelilingi sekolah. Elvan berhasil mengejar Lesya yang mengejar orang tersebut.
Tak lupa Elvan juga membawa kotak box yang diletakkan orang itu. Mereka terus berlari lari di lorong, memanjat pagar belakang sekolah tanpa mereka sadari.
Hingga Lesya berhasil menangkap pelaku dengan memukul punggung belakangnya. Elvan berhenti dan menyaksikan perdebatan yang akan dimulai sebentar lagi.
Benar saja! Pelaku menendang Lesya hingga terpentok ke tembok. Lesya tak menyerah begitu saja. Dia terus melakukan perlawanan hingga pelaku lengah tak berdaya.
Lesya menginjak punggung pelaku dan membuka paksa topi pelaku. Hingga netra mata cokelatnya melotot melihat tato di jidat pelaku.
Tato tersebut bergambar es warna biru dengan tulisan 'IB' di sana. Lesya yang sudah tau siapa pelaku, memukul tenguk leher pelaku. Namun, gagal!
Karena pelaku mengambil pistolnya dan beranjak menodongkan ke arah Lesya. Elvan langsung beranjak dan menghampiri Lesya diikuti teman-temannya yang baru saja bertemu Elvan.
Pelaku sudah menggunakan topinya lagi. Lesya sama sekali tak mengangkat tangannya ke atas. Jelas! Karena otaknya menolak itu semua.
__ADS_1
Otaknya berpikir, mengapa dia mengangkat tangan sementara dia tak bersalah sama sekali! Jadi, jangan angkat tangan jika tak salah!
Elvan menarik Lesya hingga mentok ke dada bidangnya. Lesya dan teman-teman Elvan terkejut dengan perlakuan Elvan yang di luar nalar.
Bahkan Elvan mengambil alih pistol pelaku dan menodongkan nya tepat di kepala pelaku. Panik? Tentu saja pelaku panik!
Dia bod*h mengikuti perintah dari atasannya. Dia tak mau mat* sia-sia di tangan Elvan. Pelaku mengangkat tangannya panik.
Dia mencoba kabur namun tak mampu karena Valen, Farel, Ken, dan Frans mengelilingi dirinya. Lesya masih sama di posisinya yang tadi.
Elvan berbisik di telinga Lesya, "Tutup telinga lo! " Lesya menurut saja. Dia menutup kedua telinganya menggunakan kedua tangannya.
Dorrr!!
Dengan mudahnya, Elvan menembak kepala pelaku dengan pistol yang ada di tangannya itu. Lesya berteriak tak percaya jika Elvan akan membunuh orang itu, "Arghh! "
Dia menutup matanya erat-erat. Walaupun dia seorang pembunuh atau bisa disebut dengan psychopath. Tapi, sejak dua tahun belakangan ini dia tak membunuh satu orang pun.
Tadi memang terlihat takut, tapi berbalik dia menyadari dirinya dapat membunuh sekejam psychopath, dia sadar bahwa dia juga pembunuh. Jadi apa yang ditakutkan?
Teman-teman Elvan cengo mendengarnya. Ini pertama kalinya menemukan gadis seperti Lesya. Bisa dibilang jika Ken sedikit takut dengan aksi Elvan tadi.
Elvan mengangguk dan melemparkan pistol yang dia gunakan ke arah tubuh pelaku. Keadaannya tak baik-baik saja. Kepalanya berceceran darah segar miliknya.
Lesya berjalan dan menghampiri pelaku yang sudah tiada. Dia mengecek saku celana dan menemukan surat kecil di sakunya.
Sontak saja mata mereka membulat. Seorang gadis perempuan melihat aksi pembunuhan mereka. Tak ada rasa takut yang ditunjukkan oleh Lesya.
Lesya membaca surat tersebut dengan nada biasanya, "Maaf jika saya mengusik ketenangan anda! " ucapnya.
__ADS_1
"What!! Ganggu ketenangan gw gak bakal selamat bro! " gumam Lesya melemparkan kertas yang dia baca tadi.
Yah, bisa dibilang orang tersebut sudah menyediakan surat permohonan maaf kepada Lesya sewaktu dia tiada. Benar saja!
Bukan hanya dia! Namun seluruh anggota ice blue yang diperintahkan oleh atasan mereka untuk mengirim surat berupa teroran untuk Lesya.
Lesya beranjak dan memasukkan satu tangannya mengambil kertas kecil yang dia temukan di koridor tadi.
Saat dia membuka, dia terkejut melihat isinya bukan surat! Namun dua foto yang sudah sobek bersimbah darah.
Lesya menatap datar kedua foto tersebut. Satu foto yang menggambarkan lelaki tak jelas itu siapa karena darah yang ada.
Foto yang satunya lagi, menggambarkan wajah Mila yang sudah dicoret dengan spidol bertinta merah.
Lesya tak tahu apa tujuan atasan ice blue mengirim itu kepadanya. Lesya langsung merobek foto tersebut dan membuangnya sembarang arah.
Dia langsung pergi begitu saja meninggalkan Elvan dkk di sana yang menatap heran kepergiannya. Lesya pergi ke parkiran dan mengambil motornya di sana.
Dia melihat motor sport kesayangannya masih di sana, "Kapan-kapan gw bawa balik elu dah! Gw bawa nih motor dulu" gumam Lesya.
Lesya melajukan motornya dengan santai. Hingga dia melihat dua mobil yang mengikutinya dari kaca spion nya, dia menyunggingkan senyum miring nya.
Sejujurnya Lesya sudah tahu mobil yang satu milik siapa. Namun, dia menjebak mobil yang satunya lagi.
"Heh! " Lesya melajukan motornya di atas rata-rata. Bahkan satu mobil dari mereka kehilangan jejak.
Lesya tersenyum sumigrah saat tiba di kediaman Grey. Dia memarkirkan di halaman depan dan turun dengan senang hati.
Dia bisa lihat mobil Elvan mulai memasuki perkarangan kediaman Grey. Dia menatap sekilas Elvan yang turun dari mobilnya.
__ADS_1
Sedetik pandangan mereka bertemu hingga Lesya mengalihkan pandangannya dari sana. Dia langsung masuk begitu saja meninggalkan Elvan.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗