
Luna menarik Lesya ke bagian lainnya, "Mau gw make up-in gak? " Lesya menggeleng, "Gak usah" tolak Lesya halus.
Luna mencibir, "Serah lo dah! Kita beli apaan ya yang cocok? " Lesya berpikir sejenak, "Menurut lo make up Nayla kan banyak! Baju juga banyak! Em.. Make up aja dah"
Lesya dengan asal mengambil salah satu set make up. Setelah merasa cukup untuk dijadikan kado, Lesya dengan cepat membayar belanjaannya dengan scan id-nya.
Luna juga dengan asal mengambil sepaket lengkap perawatan wajah sebagai kado. Kali ini, belanjaan-nya dibayar oleh Lesya.
"Cafe yok! " Lesya mengangguk saja. Di saat dirinya dan Luna akan pergi dari hadapan kasir, Lesya menatap dua orang dengan tatapan datarnya.
Dia terus mengamati pergerakan orang tersebut. Gilang! Yah, orang itu Gilang. Luna menatap Lesya yang memberhentikan langkah nya.
Luna mengalihkan pandangan-nya menuju arah mata Lesya. Bisa dilihat dari mata kepala nya sendiri bahwa dengan mesra Gilang menggandeng wanita lain entah itu siapa.
Elvan yang tak sengaja menatap Lesya yang terbengong menatap arah pandang Lesya. Dia menatap datar Gilang yang mengelus wanita yang dipastikan dirinya tak mengenal wanita itu.
"Brengs*k!! " geram Lesya sinis menghentakkan sekali kakinya keluar dari toko tersebut meninggalkan Luna sendiri di sana.
Luna menatap kepergian Lesya, "Syaa... Wait mee.. " Gilang menoleh mendengar suara melengking Luna yang menyebut nama anak tirinya.
Gilang langsung meninggalkan wanita yang menemaninya dan berjalan cepat ke arah Lesya yang masih terlihat. Jujur saja jika Gilang hanya ingin mengancam anak tirinya itu.
Setelah tiba di belakang Lesya, Gilang langsung mencekal tangan Lesya, "Yoo.. Ke mana aja hm? Jarang pulang ke rumah ya sekarang? "
Lesya menatap dingin Gilang. Dia berbalik ke belakang dan dengan cepat menepis cekalan Gilang, "Kenapa? Peduli apa lo sama gw hah? "
"Tentu saja! Karena kau adalah pelampiasan amarahku! Paham?! " Lesya tertawa. Luna langsung berhenti dan mundur perlahan mendengar tawa Lesya.
"Lampisan? Bangs*t lo anj*ng!! " Lesya membentak Gilang tepat di depan mukanya.
Gilang yang tak terima diperlakukan seperti itu, menampar Lesya dengan keras. Bahkan Luna sudah berada di samping Lesya.
"Heh!! Mau lo apa sih?! " bentak Luna.
Gilang yang mengangkat tangannya guna menampar Luna berhenti karena tangannya di cekal oleh Lesya, "Jangan sentuh sahabat gw! " dinginnya menghempas tangan Gilang kasar.
Lesya ditarik begitu saja oleh Gilang, "Ikut saya! " Lesya memberontak begitu ditarik Gilang. Bahkan rambutnya dijambak dengan kasar.
__ADS_1
Valen, Frans, Farel, dan Ken jauh masuk ke dalam toko tersebut hingga tak melihat perdebatan yang terjadi. Namun tidak dengan Elvan!
Elvan menghampiri mereka dan melepas kasar tarikkan Gilang. Elvan menarik Lesya segera ke belakang nya, "Jangan sentuh dia! " dingin Elvan.
Gilang tercekat. Dia berpikir siapa orang yang di depannya itu? Pikir Gilang. "Anda siapa? Saya bapaknya! "
"Apa pantas anda di sebut seorang bapak hah? " emosi Lesya. Kali ini emosinya sudah tak terkendali. Beruntung suasana di sana sedang sepi.
Luna berusaha menenangkan Lesya. Amarah Gilang memuncak. Namun sedetik dia tersadar bahwa di depannya ini adalah anak dari perusahaan ternama.
Dia dengan geram meninggalkan mereka di sana, "Tunggu saja! Ibumu benar-benar saya hina! "
Deg...
Jantung Lesya berpacu cepat. Nama ibunya di bawa-bawa dalam permasalahan dirinya dan Gilang. Sebenarnya ada satu hal yang membuat mereka tak akur. Namun, entah itu apa!
Lesya menatap penuh benci ke arah Gilang yang pergi bersama wanita yang dia bawa tadi. Lesya mengepalkan tangannya erat-erat di bawah celananya.
Luna menatap Elvan yang menolong mereka tadi, "Eum.. a-anu eum.. " Elvan menarik Lesya berdiri di sampingnya.
"Gw bawa Lesya" Luna mengangguk kikuk saja. Dia menatap kepergian Lesya dan Elvan pergi hingga tak terlihat di pandangan-nya.
Sementara Lesya yang ditarik Elvan terus memberontak. Dirinya seakan melupakan rasa benci terhadap Gilang, "Lepas ish! Hobi bener lo narik gw?! "
Elvan tak bergeming bahkan pukulan Lesya di lengan-nya sama sekali tak dihiraukan nya. Setelah membawa Lesya ke parkiran, dia angkat suara.
"Masuk! " Lesya terdiam sejenak, "Motor g--- " Elvan dengan segera memotong pembicaraan Lesya, "Nanti dibawa"
Lesya mencibir dan masuk ke dalam mobil navy milik Elvan. Setelah masuk ke dalam, Elvan menyalakan mesin mobil dan segera menancap gas menuju kediaman Grey.
...~o0o~...
Lesya menaiki anak tangga diikuti Elvan di samping nya. Sejujurnya mereka tahu bahwa rumah mewah nan megah ini disediakan beberapa lift di sana.
Namun, mereka menggunakan lift tersebut disaat sangat mendesak saja. Jika benar-benar tak diperlukan, mereka akan menggunakan tangga saja.
Lesya yang tiba di kamarnya langsung melemparkan paper bag yang dia bawa dan masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Elvan hanya geleng-geleng kepala saja. Sepatunya saja belum dilepas. Elvan mengerjakan sebagian tugasnya sebelum pergi nanti.
Selang beberapa menit berlalu Lesya keluar dengan celana dan kemeja hitam. Walau penampilan Lesya terkesan tomboy, namun terlihat sopan.
Bergantian dengan Elvan yang hanya memakai kemeja navy, jaket hitam dan celana hitam. Kemeja samping nya sengaja dikeluarkan. Kali ini, penampilan Elvan sangat cool!
Lesya sampai pangling melihat itu. Biasanya Elvan hanya memakai baju yang rapi tanpa dikeluarkan. Namun, dia bisa melihat sisi nakal Elvan!
Sedetik Lesya tersadar dengan prinsipnya untuk tak terkagum atau tersentil dengan lelaki mana pun. Dia mengetik beberapa kata di ponsel nya kepada Luna.
^^^📩Sasa kutub^^^
^^^Lun, gw nebeng ya^^^
📩Lucinta Luna
Pake mobil gw?
^^^📩Sasa kutub^^^
^^^Enggak, pake truk mang udin.^^^
^^^Ya pake punya lo lah!^^^
📩Lucinta Luna
Canda beb, otw ke rumah lo!
(read)
"Pan, gw ntar bareng Luna ya" Elvan berdehem pelan saja. Dia sudah mengerjakan sebagian tugasnya. Em, ralat! Sudah selesai bahkan!
Lesya segera ke bawah setelah mendengar klakson mobil Luna di depan gerbang kediaman Grey.
Luna memang tak masuk dikarenakan satpam yang menjaga tak membuka gerbang. Lesya keluar dan menghampiri Luna. Tak lupa dia menenteng paper bag di tangannya.
"Yok, gas udh telat! " Luna menancapkan gas nya menuju tempat setelah memastikan Lesya sudah masuk.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗