
Elvan mengusap kepala Lesya lembut, "Dia beda! We're legal! And no problem understand? " Di saat Lesya ingin angkat suara, Elvan terlebih dahulu memotong pembicaraan-nya.
"Masalah Letha biar dia sendiri yang mencari kebahagiaan dia oke? " Lesya mengangguk dan sedikit menunduk, "Tapi kalo Letha benci sama gw gimana? "
Elvan menangkup kedua pipi Lesya. Elvan tersenyum tipis dan menggesek hidung mereka berdua gemes, "Lo gak boleh benci sama dia karena dia adik lo! "
"Biarin kalo dia benci sama lo dan lo gak boleh benci sama dia! Gimana pun juga dia gak tau yang sebenarnya bukan? " Lesya melotot, "Lo tau? "
"Tau? " Lesya menggeleng, "Masalah siapa gw sebenarnya? " Elvan terkejut, "Jadi lo tau? Dari kapan? "
"Dari gw umur 5 tahun gw udah tau. Gw sekarang gak nyangka kalo lo tau masalah gw" Elvan mengencup kening Lesya singkat hingga Lesya terkejut, "Iya gw tau kenapa? "
Lesya terkejut tak percaya, "Jadi lo yang bobol data gw? " Elvan mengangguk singkat lalu menjauhkan dirinya dari Lesya, "Kenapa? "
"Sial*n! Dan berhubung lo udah tau, gw cuman mau minta lo jangan kasih tau sama Letha! Gw gak mau dia sedih lagi" pinta Lesya memohon.
Elvan menatap lekat Lesya lalu menggeleng, "Gak! Gimana pun juga dia harus tau" Lesya memegang kedua tangan Elvan sedikit memohon, "Pliss! "
Elvan tak mempedulikan Lesya yang memohon. Tekadnya sudah bulat akan memberitahukan siapa Lesya dan Letha sebenarnya kepada Letha.
Namun dia terkejut melihat Lesya yang memohon hingga berjongkok lalu kembali menangis. Dengan cepat Elvan berjongkok dan kembali mendekap Lesya ke dalam pelukkan nya.
"Iya-iya gak dikasih tau deh! " Lesya menatap Elvan lekat lalu mengusap kasar air matanya yang tersisa di dasi milik Elvan.
Elvan menghela nafas panjang melihat dasinya yang basah akibat ulah Lesya. Lesya mengangkat jari kelingking nya, "Promise? "
Elvan membatin sedikit aneh melihat tingkah kekanak-kanakan Lesya di depannya ini, "Kalo dia udah tau, jangan salahkan gw! "
Lesya mengangguk sebagai jawaban, "Iya! Mana kelingking lo? Gak punya ya?" Akhirnya Elvan mengangkat kelingking nya dan menyatukan dengan kelingking milik Lesya.
...~o0o~...
Candra keluar dari ruang UGD diikuti Sarah di belakangnya. Sontak mereka yang datang berdiri dan menghampiri kedua dokter tersebut.
__ADS_1
"Bang, gimana? " tanya Luna tak sabar. Luna hampir berteiak sekencang mungkin. Candra menyentil kening Luna pelan, "Brisik dek"
"Biasalah! Udah bang abaikan dia" Luna memukul lengan Leon, "Fck!"
Sarah memijit pelipisnya pusing, "Omaigad, Lesya mana? Tolong mereka bertiga dipisahkan Sya! " Luna menggeleng santai, "Gak ada dia di sini"
"Serah kalian dah! Gw laper bye" Sarah terkejut menyadari banyaknya orang di depannya ini. Dia kira hanya ada Luna dan Leon saja di sini.
Candra, Leon, Luna menahan tawanya melihat Sarah yang tersenyum kikuk. "Em, anu... Apakah ada pihak keluarga? " tanya Sarah formal.
Nayla menggeleng, "Kakaknya pergi nyari sugar daddy di luar! Udah skip caper dia(Lesya). Kita semua pihak nya! Tinggal ngomong aja susah amat"
Sarah melipat lengannya, "Heh! Lo bilang apa bab*? Adek gw gak pernah kayak gitu ya t*i! " toxic Sarah.
Lesya dan Elvan bersamaan datang di saat mendengar Lesya dihina oleh Nayla. Lesya langsung menahan Sarah agar tak mencari masalah.
Bahkan lima pistol diarahkan kepada Nayla karena dengan lantang menghina queen mereka, "Turunin senjata kalian! " perintah Lesya dingin.
Mereka menurut dan salah satu dari mereka meminta maaf kepada Lesya atas kelancangan mereka, "Maaf kami lancang queen! "
Termasuk Elvan yang menatap seksama saja tanpa berniat bertanya.
"Gimana? " tanya Lesya. Sarah memijit pelipisnya, "Tanya Candra sono! Gw kesel liat tuh orang(Nayla) "
Lesya dengan malas mengangkat alisnya kepada Candra. Sedangkan Sarah pergi begitu saja menuju kantin.
"Kepalanya sudah diperban! Dia gak boleh mikir yang macam-macam dan lukanya sudah diobatin. Namun, tadi kita mengoperasikan kaki pasien yang sedikit bengkok. Dia gak boleh terlalu lama berdiri dan diharapkan terus mengganti perban agar lekas pulih" jelas Candra.
"Pindahin ke VIP! " Mereka mengangguk dan mulai memindahkan Letha ke ruang VIP sesuai perintah Lesya.
Lesya duduk di samping Mayang dan menatap kosong depannya. Kini mereka berada di ruang kerja pribadi Sarah. Mayang mendekati Lesya dan mengelus punggung tangan Lesya berniat menguatkan Lesya.
Lisa menatap heran interaksi keduanya, "Tan, kok akrab ya? " Mereka menoleh. Mayang menatap Lesya apa dia harus berbohong? Pikir Mayang.
__ADS_1
"Dia yang nolongin tante dari copet waktu itu. Kita kenalan dan akhir nya dekat deh" bohongnya. Lesya menghela nafas lega.
Mereka semua paham saja mendengarnya. Angga geleng-geleng melihat istrinya yang berbohong. "Kalian (Teman² Elvan dan Leon) pulang gih! "
"Iya om, besok kita ke sini ya" Mereka segera kembali ke rumah mereka masing-masing termasuk Farel walau terasa berat.
Candra pamit akan merawat dan mengecek kondisi Letha di ruang VIP, "Dek, pamit ya" Luna dan Lesya mengangguk saja sebagai jawaban.
Tak lama Sarah datang dengan banyaknya makanan di tangannya, "Heyoo.. Liat gw bawa apaan guys.. Laper kan lo pada" tanyanya gaul.
Luna mengangguk dan menyerobot makanan yang ada di genggaman Sarah, "Mana? " Sarah juga menawari semua orang yang masih ada di sana, "Yang lain mau? "
Mereka semua makan bersama kecuali Nayla yang tak berselera. Nayla yang melihat Lesya makan, meyindirnya sengit hingga pistol mengarah ke arahnya.
"Ck, kakaknya kayaknya suka ya adeknya menderita? Gak punya malu banget! " Nayla terkejut pistol mengarah ke arahnya, "Diam atau kami tembak?! "
Nayla menelan ludahnya kasar. Para penjaga LC juga ikut makan bersama seraya menyodorkan pistol ke arah Nayla. Penjaga LC selalu diajak makan oleh pemimpin mereka entah Alam, Lesya ataupun Candra.
Mereka tak enak jika makan sendiri tanpa memikirkan orang lain yang melihatnya. Ditambah mereka lebih tua dari pada mereka membuat mereka mengajak makan jika mereka sedang makan bersama.
Lesya menatap tajam mereka hingga mereka menurunkan pistol mereka. Sarah menatap sengit Nayla yang berani menghina adiknya, "Gak usah sok tau lo soal Lesya kalo gak mau mat*! "
Lesya menghela nafas panjang, "Diem bisa kagak? " Sarah dan Nayla terdiam mendengar suara dingin Lesya.
Nayla langsung beranjak pergi ke ruang VIP disusul Amel. Sementara ruangan di tutup rapat oleh Sarah. Kelima anak buah LC kembali berdiri tegap di depan ruangan.
Mayang melirik Sarah yang berada di samping Luna, "Kamu adalah? " Mereka menoleh ke arah Mayang yang menunjuk ke arah Sarah.
"Ah, saya Sarah, kakak angkat Luna dan Lesya" Mereka mengangguk paham dengan jawaban Sarah. "Dan yang tadi, Candra, abang angkat Luna dan Lesya. Kita kenal udah beberapa tahun yang lalu"
Lisa yang sedari tadi diam angkat suara, "Tan, katanya Vano dijodohin. Mana calonnya? "
Prrruuuttt!
__ADS_1
Lesya menyemburkan air dari mulutnya. Dia tak menyangka jika Lisa akan bertanya seperti itu. Mayang langsung menepuk-nepuk pundak Lesya yang terbatuk-batuk.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗