Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
301: Otw Cafe


__ADS_3

Saat libur begini, Lesya kembali tertidur di kursi samping pengemudi. Hari ini Elvan sedang mengantar Lesya menuju kediaman Grey. Sesuai janjinya, Elvan sengaja membiarkan Lesya di kediaman Grey sementara dirinya akan pergi ke cafenya. Yah, dia akan berkumpul dengan teman-temannya.


Setibanya di kediaman Grey, Elvan menghela nafasnya melihat Lesya yang masih belum terbangun. Wajar saja karena pagi-pagi Lesya memang masih belum mengumpulkan nyawanya.


Elvan tentu saja dengan senang hati keluar dan berputar membukakan pintu untuk Lesya. Mengangkat Lesya ala bridal style, Lesya sama sekali tak terganggu justru menyandarkan kepalanya di dada bidang Elvan.


Jam masih menunjukkan pukul 7 pagi. Dan sudah dipastikan orang-orang yang ada di rumah mewah itu sudah terbangun dari tidur. Tentu saja dapat dilihat dari pintu utama rumah itu sudah terbuka.


Elvan berjalan masuk tanpa merasa keberatan dengan Lesya yang berada di gendongannya. Enteng kok! Lesya memang sering kali banyak makan saat setelah menikah. Namun berat badannya sama sekali tak bertambah. Justru masih tetap enteng saja bagi Elvan!


Saat hendak menaiki tangga ke kamarnya, tanpa sengaja dia bertepatan dengan Mayang dan Angga di tangga. Alis Mayang mengerut bingung melihat Lesya yang digendong oleh anak bungsunya.


"Lesya sakit Van? " tanya Mayang.


Elvan menggeleng kecil saja. "Ketiduran dia bun, " jawabnya. Kedua orang tua Elvan itu hanya mengangguk paham saja. Mereka mempersilahkan Elvan yang pamit pergi membawa Lesya ke kamar.


Di saat dia hendak memasuki kamarnya, dia mendengar suara yang sangat menyebalkan di telinganya. Siapa lagi kalau bukan Letha? Yah, saat ini gadis itu memang sudah bangun pagi-pagi dan hendak ke bawah. Namun tanpa sengaja dia melihat sang kakak digendong oleh Elvan membuat dirinya kembali merasakan sakit hati lagi. Dia tak pernah!


"Vano, itu kak Lesya kenapa gak masuk ke kamar ini aja? " tanya Letha menahan matanya yang berkaca-kaca. Dia juga tak paham mengapa Lesya tidur di kamar Elvan. Sementara dia? Jangankan tidur, masuk saja tidak! Dan Lesya bahkan dapat berbolak-balik keluar kamar tanpa beban.


"Dia anti hama! " jawab Elvan tanpa merasa jika perkataannya begitu menohok bagi Letha. Sebelum masuk ke kamar, Elvan menyempatkan untuk kembali angkat suara. Dan hal itu membuat Letha terdiam kaku mendengarnya.


"Berhenti kejar gw! Sekarang gw bukan Elvan yang dulu! Gw punya status dan tanggung jawab besar sama kakak lo! " ucap Elvan tegas. Letha masih terngiang-ngiang dengan ucapan Elvan itu. Sakit? Ya, bahkan sangat sakit!

__ADS_1


Letha beranjak pergi kembali ke kamar dan bercerita dengan kedua teman-temannya. Dia membutuhkan hiburan kecil saat ini. Dia tahu Elvan memang tajam begitu lidahnya namun dia tak tahu saja Elvan benar-benar serius dengan ucapannya. Karena dia sering sekali mendengar tolakan Elvan karena masih ingin lajang, alias tak pacaran.


~o0o~


Lesya meraba sekitarnya. Dia dapat merasakan jika sebelahnya kosong. Ditambah gorden yang hanya sebelah saja tertutup membuat matanya juga merasakan panas silau matahari hampir siang. Perlahan gadis itu mengerjapkan matanya dan melirik jam tangan yang ada.


"Huhh, udah jam segini bae! " dengus Lesya dengan nada khas bangun tidurnya. Yah, dia kembali bangun pukul 10.30 pagi. Dia tak beranjak namun mengambil ponsel lamanya. Walau dia memiliki ponsel baru dari Elvan, tetaplah dia memakai ponsel lamanya itu. Dapat dia lihat terdapat panggilan dari orang yang tak dikenal ditambah beberapa pesan masuk dari nomor orang itu juga.


📩+6282693******


Gw Mily.


Kita ketemu di cafe sekarang


(send you location)


(read)


Lesya mendengus malas. Dapat dia lihat jika lokasi yang dikirim oleh Mily yang tak lain adalah cafe milik Elvan sendiri. Ngomong-ngomong tentang Elvan, gadis itu tersadar dan celingukan mencari keberadaan lelaki itu. Ternyata kamar itu sunyi tanpa sahutan Elvan! Dia menghela nafas dan mengambil satu kertas di atas nakas dan membacanya dalam hati.


‘Gw pergi ke cafe, lo hari ini bebas ngapain aja asal jangan telat pulang dari jam 5. Kalau mau sarapan udah gw titip di bi Lilis. Jaga diri lo baik-baik kalau ada gw. Dan kalau ada apa-apa telfon aja oke?’


Lesya tersenyum kecil melihatnya dan geleng-geleng kepala saja. Padahal dia dan Elvan bukan orang yang berpisah jauh hingga harus menjaga diri sendiri baik-baik. Dia tak menyangka jika Elvan akan berbuat ini dengannya. Sangat menggelikan, tapi dia menyukai hal itu!

__ADS_1


Lesya turun dari ranjang dan membersihkan dirinya. Dia berniat akan menemui Mily saja dibandingkan dirinya yang tak mempunyai pekerjaan. Lagi pula sekarang adalah hari libur!


Tak lama kemudian berselang, Lesya sudah siap dengan stylenya. Rambut acak-acakan, jaket crop hijau dengan sedikit mocca, kaus oblong putih dan celana cokelat mocca. Perfect! Lesya dengan cepat berjalan santai membawa dompet, kunci mobil dan juga ponselnya.


Berjalan ke arah ruang tamu, Lesya tersenyum manis melihat kue bolu kesukaannya berada di meja sofa. Duduk di sofa samping Mayang, Lesya sama sekali tak mempedulikan jarum jam yang sudah menunjukan pukul 10.57 saat ini. Menurutnya seharusnya yang butuhlah yang menunggu. Memang dia butuh?


Melahap kue buatan bunda mertuanya itu setelah menyapa, Lesya mengangguk-angguk merasakan kue yang lembut dan sangat pas di mulutnya. Mengambil kue sekali lagi, dia tak sengaja melihat Letha yang turun dari tangga dengan gaun merah muda. Kali ini dia tahu jika adiknya itu akan pergi bermain dengan teman-temannya jika libur begini.


"Tante, aku mau main sama temen dulu ya. " pamit Letha. Mayang menoleh dan mengangguk kecil saja. Dia memang sedari tadi tak sadar dengan keberadaan Letha. "Yaudah, mau ke mana memangnya? " tanya Mayang.


"Ke cafe Zeel tan! " jawab Letha.


Lesya mengangkat kedua alisnya. Dia juga akan segera ke sana kok. Hanya saja dia mampir untuk melahap kue bundanya itu. "Yaudah, sekalian aja barengan! Gw juga mau ke situ. " ucap Lesya menawarkan.


"Nah bagus tuh, biar gak boros juga naik taksinya! " antusias Mayang yang setuju. Mayang memang anak konglomerat. Namun jika mengenai sikap boros, dia sangat tak suka. Apalagi sombong!


Letha hanya tersenyum kikuk saja mendengarnya. Akhirnya dia mengiyakan saja tawaran sang kakak melihat suara Mayang yang antusias. Lesya kembali menyomot satu kue dan tertawa kecil mendengar ucapan Mayang.


"Hadeeehh, kamu tuh ya Sya langsung habisin separohnya! Laper kamu ya? " tanya Mayang geleng-geleng kepala. Lesya cengengesan saja mendengarnya. "Maaf bun, abisnya enak sih! Yaudah Lesya pergi dulu ya, bye-bye bundaa sayang.. " pamit Lesya menyalimi punggung tangan Mayang sopan diikuti Letha.


"Hati-hati! "


"Iya bunda! "

__ADS_1


Mayang hanya geleng-geleng kepala saja. Akhirnya dia melanjutkan menonton setelah melihat punggung sepasang kembaran itu perlahan mulai menjauh. Angga? Lelaki separuh baya itu sedang pergi bekerja. Berkas-berkasnya sangat menumpuk karena Elvan akhir ini memutuskan untuk tak terlalu mengurusi pekerjaan kantor saat ini karena situasi.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2