Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
297: Gagal


__ADS_3

"Kalian mau kemana? " tanya Letha bersikap biasa saja. Berbeda dengan suara hatinya yang panas. Ditambah lagi dengan style pakaian yang digunakan Lesya dan Elvan sama persis alias baju couple.


Lesya hanya menatap Elvan sekilas dan berbalik ke arah Letha. "Kita mau ke... Cafe! Ayok, keburu malem! " ajak Lesya menarik tangan Elvan.


"Ikutt! " pinta Letha memelas.


Lesya terhenti dan berbalik menatap wajah memelas sang adik. Haruskah? Namun mendengar jawaban Elvan membuat dirinya merasa lega. Dapat dia rasakan juga jika Elvan saat ini sudah merangkul pinggangnya seolah memberitahukan kepada Letha jika Lesya adalah miliknya. Letha panas gak tuh? Bukan panas lagi namanya tapi bertambah panas lagi melihatnya!


"Kita ada urusan berdua dan lo gak bisa ikut! " jawab Elvan datar. Letha memicingkan matanya bingung. Urusan apa yang dimaksud oleh Elvan hingga dirinya tak dapat ikut? Biasanya jika dirinya memelas begitu, Lesya pasti akan mengizinkan dirinya.


"Urusan apa? " tanya Letha dengan nada kecewanya. Lesya hanya diam dan membiarkan saja Elvan yang menjawab. Setelah itu mereka benar-benar pergi meninggalkan Letha yang diam di sana. Sakit memang jika melihat orang yang kita idamkan pergi bahagia dengan sang kakak.


"Urusan pribadi! " jawab Elvan datar.


Lesya mengancungkan jempolnya satu ke arah Elvan. "Keren! " pujinya. Elvan yang mendengar lontaran pujian dari Lesya hanya terkekeh kecil dan beralih merangkul pundak Lesya agar lebih nyaman. "Baru tau hem? " balas Elvan.


Lesya hanya mendengus kecil saja. Dia beralih kepada bundanya di ruang sofa dengan Arya. Yah, dia kenal dengan papa dari Lisa itu. Sebenarnya sudah sangat lama dia mengenal secara Arya adalah sahabat karib mendiang papinya.


"Bundaa.. Izin pergi ya bun, bentar aja? " pinta Lesya. Mayang menoleh dan berbalik melihat menantu kecilnya meminta izin padanya. Dia melirik ke arah Elvan yang menghampiri dan menyalimi tangan Arya.


"Mau ke mana sore gini? Udah mau makan malam loh! " tanya Mayang. Elvan hanya duduk dan menjawab dengan cepat pertanyaan bundanya. "Ke cafe Elvan bun sekalian cek perkembangan! " jawabnya.


"Yaudah, sana hati-hati! " pesan Mayang mengizinkan kedua pasutri itu pergi. Lesya beralih menatap Arya dan menyalimi punggung tangan Arya juga Mayang bergantian sebelum pergi.

__ADS_1


Hanya sekedar informasi sekilas saja kalau sebenernya Arya sudah tahu tentang hubungan Elvan dan Lesya. Dia juga datang ke acara pernikahan muda kedua remaja itu yang mendadak diadakan. Namun memang dia tak ditampilkan saja hari itu.


"Hadehh, jadi inget masa muda kita dulu ya dek? Yang Angga minta-minta buat kasih izin lo keluar jalan-jalan? " tanya Arya mengingat masa-masa mudanya. Memang Arya posesif dengan adiknya itu. Jika kalian bertanya apa hubungan Mayang dan Angga sama dengan Elvan dan Lesya? Jawabannya sama hanya saja bedanya Angga dan Mayang menikah karena memang dasar cinta walau masih SMA. Sementara Lesya dan Elvan atas dasar keterpaksaan alias perjodohan.


Mayang hanya tertawa kecil mendengarnya. Akhirnya mereka brdua larut dengan pembicaraan yang mengenang masa muda mereka. Angga? Masih sibuk dengan pekerjaannya karena memang akhir ini sangat banyak.


~o0o~


Setibanya di cafe, mereka disambut baik oleh para pekerja cafe itu. Tentunya hanya Elvan saja yang disambut karena mereka masih belum tahu hubungan Lesya dengan boss besarnya.


"Sore boss! " sapa mereka.


Karena Elvan hanya mengangguk sekilas tanpa membalas, akhirnya Lesya saja yang membalas sapaan dari belasan pekerja di cafe itu. "Soree semua.. " balas Lesya menyapa.


Para pekerja itu berbisik aneh membicarakan Lesya. Sementara Lesya sudah tahu apa bisikan yang menurutnya sangatlah dia tak pedulikan. Elvan hanya menghela nafasnya dan beralih merangkul Lesya. "Ngapain bales? Kan lo bukan boss nya? " tanya Elvan.


"Enak aja! Yaudah pesen noh gw tunggu di ruangan gw! " ucap Elvan. Lesya hanya mengangguk. Dan tentunya dia sudah tahu dimana ruangan Elvan. Dia membaca menu makanan dan memilih beberapa makanan yang enak dimakan menurutnya.


"Oy, lo punya hubungan apaan sama boss besar? " tanya satu pegawai yang mencatat pesanan Lesya. Gadis itu hanya mengangkat bahunya acuh saja. "Cuman temen satu sekolah! " bohong Lesya beralasan.


Pegawai tersebut hanya mengangguk paham saja. Setelah merasa pesanannya sedang disiapkan, Lesya akhirnya berniat menunggu di ruangan Elvan saja. Dia juga sudah memberitahu satu pegawai untuk mengantarkan ke ruangan Elvan saja.


Ceklek!

__ADS_1


Dapat Lesya tebak jika Elvan sangatlah sibuk. Ditambah banyaknya tumpukan berkas yang berada di meja lelaki itu. Tentu saja Lesya tak mengganggu dan hanya duduk di salah satu meja sofa di sana dan bermain ponselnya.


Elvan menghela nafasnya dan merenggangkan otot-ototnya. Dia tahu sudah ada Lesya di dalam ruangan. Namun sepertinya gadis itu memilih diam dan bermain ponsel saja.


Menyimpan beberapa berkas yang sudah dia kerjakan, Elvan beralih berdehem sengaja untuk menyadarkan Lesya yang tersenyum sendiri. "Ekhemm.. ' dehemnya. Lesya menoleh dan menutup ponselnya. Sebenarnya Lesya hanya menscroll aplikasi instagramnya saja dan menemukan beberapa hal lucu di sana.


Gadis itu beranjak menghampiri Elvan dan duduk di kursi depan lelaki itu. Dia melihat masih ada dua berkas lagi yang belum terselesaikan. Sesibuk itu kah?


"Harusnya jangan ajak gw ke sini kalau cuman ngerjain berkas lo! " ucap Lesya sedikit kesal. Elvan hanya menggedikan bahunya acuh saja. "Mending lo bantuin dari pada bengong liatin yang gak jelas? " ujar Elvan.


Lesya memutar bola matanya malas. "Enak aja harusnya lo tuh yang kerjain tugas lo! Lagian nih kan cafe lo bukan gw, berarti lo lah yang bertanggung jawab bukan gw! " celetuk Lesya.


"Lo juga boss nya di sini? " kata Elvan.


"Hah? G*la kali gw boss nya! Yang diriin aja bukan gw, main srebet jadi boss bae gw? " bingung Lesya.


"Iya, sayangnya . . . " Elvan sengaja menggantungkan kalimatnya dan beranjak berdiri mendekati Lesya. Lesya mulai waspada dengan gerakan Elvan yang memutar kursinya menghadap lelaki itu. Rupanya Elvan mendekatkan wajahnya ke arah telinga Lesya dan berbisik kecil. "Lo di sini sebagai bu boss dari pemilik cafe! " bisik Elvan.


Lesya memejamkan matanya dan mengigit bibir bawahnya. Sudah dia duga jika Elvan kembali membuat dirinya bergidik ngeri dengan berbagai kata bisikan di telinganya. Tahan, jangan marah! Jangan dengki, harus sabar! Itulah isi dari batin Lesya saat ini yang menahan emosionalnya. Elvan terkikik kecil melihat raut wajah Lesya yang imut dipandang.


Dapat dia rasakan jika tangan Lesya tergenggam erat membentuk sebuah kepalan. Menahan amarah? Sepertinya sangat lucu jika membuat singa di depannya ini mengamuk bukan? Wajah Elvan perlahan mulai mendekat namun sepertinya gagal!


Tok.. Tok.. Tok..

__ADS_1


"Shitt! Masuk! " ucap Elvan mengumpat kecil. Lesya menoleh dan menghela nafasnya lega mendengar ketukan pintu yang membantunya di situasi seperti ini. Sebenarnya dia sudah cukup lapar sekarang. Dia juga tahu jika Elvan hendak menciumnya tadi namun terhenti oleh ketukan pintu. Dan saat ini Lesya menahan tawanya melihat ekspresi masam Elvan. Semasam lemon!


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2