Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
408: Père et Fille


__ADS_3

Sesuai ucapan, kini kedua pasutri baru saja tiba di sebuah rumah mewah yang cukup luas. Karena pak satpam sudah cukup kenal walau hanya sebatas nama, mereka berdua diperbolehkan masuk.


Menenteng dua paper bag yang berukuran berbeda, kini mereka masuk ke dalam rumah dengan desain interior yang tak kalah canggih. Jangan kaget jika Lesya juga termasuk salah satu keturunan yang sangat mirip persis dengan Galang. Buktinya, selera dan hobby mereka berdua sama kok.


"Jas-jusss where are you boy? Your belle-sœur aînée (kakak tirimu) datang lagi bawa kado for youu... "


Suara yang cukup melengking itu membuat penghuni rumah menutup kuping dibuatnya. Oke fikss, gadis yang baru saja berteriak cukup melengking itu sama sekali tak cocok jika sedang dalam mode lebay juga alay begini. Geli!


"Aduhhh, kakak dateng-dateng bawa apa lagi sih? Kemaren masih banyak loh mainannya yang dibawa." sahut Sella yang datang dengan menggendong sang anaknya yang kini sudah dapat mulai membuka matanya dengan lucu.


"Gak papa dong, bagus biar jas-jus gak kesepian! " ngawur Lesya lalu dengan segera meletakkan dua paper bag yang dia bawa ke atas meja sofa. "Btw, daddy mana Tan? " lanjut Lesya celingukan mencari keadaan daddy kandungnya.


Ada perasaan sedih di saat Lesya masih menganggapnya orang asing. Namun dengan segera dia menepis segala pikiran negatifnya yang hendak merendahkan Lesya. Bagaimana pun juga Lesya butuh waktu untuk lebih akrab dengannya. Toh, dia bukan siapa-siapa.


"Ada di taman belakang, kayaknya lagi ngobrol sama Ronald." jawab Sella dengan bibirnya yang memaksa agar tetap terus mengembang manis.


Sang lawan bicara hanya mengangguk paham saja. "Okey, kalau gitu Lesya pergi ke taman belakang aja ya Mom," pamit Lesya lalu dengan segera pergi karena ingin segera bertemu dan membicarakan hal penting dengan Galang.


Sella membeku di tempatnya. Barusan, dia halusinasi atau benar-benar terjadi? Hanya cukup satu kata yang berisi tiga huruf namun mampu membuat Sella bahagia. Mom? Sungguh, rasanya ingin sekali Sella berteriak jika tak ada anaknya juga menantu tirinya di sana.


"Mom? Ini buahnya." ucap Elvan seraya menyerahkan satu kantung buah beranekaragam. Sella tersadar dan mengangguk saja. Dia menyuruh pelayan di sana mengambil alih bawaan yang dibawa oleh kedua pasutri itu.


...~o0o~...


Di taman belakang yang cukup luas Lesya dapat melihat kedua lelaki paruh baya sedang berbincang-bincang kecil. Lesya sudah tahu apa yang dibahas walaupun berjarak sedikit jauh. Memang apa lagi masalah mereka selain kantor?


Ditemani oleh kopi yang tersaji walau hanya satu. Ya satu, karena Galang kurang menyukai minuman berampas. Selain itu di sana juga ada beberapa cemilan kecil yang menemani mereka.


"Daddy! " panggil Lesya.

__ADS_1


Sang empu yang merasa dipanggil terdiam sejenak lalu menggerakkan satu tangannya untuk menggapai sang pemilik suara. Itu sebuah kode yang akhir ini sangat dipahami oleh Lesya.


Dengan segera gadis itu berjalan cepat dan menyatukan tangannya dengan jari Galang yang terangkat. Ronald yang cukup paham dengan situasi segera pamit pergi agar menjauh dan memberi ruang untuk mereka. Catat, hanya menjauh saja, bukan pamit pulang.


"Duduk atau mau berdiri? "


Lesya hanya menurut saja dan duduk di kursi yang ada. Selama ini juga dia tetap mencari pendonor yang tepat agar daddy nya itu dapat kembali melihat. Namun hingga saat ini, masih belum ada yang cocok untuk dijadikan pendonor.


"Gw bakal jawab! " kata Lesya seraya melahap satu cemilan yang tersaji di sana. Sementara Galang hanya diam dan menunggu kelanjutan dari ucapan sang putri dari satu gadis yang dia nodai dulu.


"Gw kasih kesempatan ke dua! "


"Gw mau ubah sikap gw yang sering buat rusuh. Mungkin gw sadar kalau kerusuhan yang gw buat sama sekali gak ada dampak positif. Pihak lain kena rugi dan gw sendiri ikut rugi dengan nama baik gw yang dapat cap buruk. "


"Jadi, karena gw mau mulai lembaran baru, gw mau semua permasalahan gw selesai. Gw gak mau karena masalah dulu, justru lembaran baru yang gw buka makin ribet. Ya gitu, gw juga bakal terima istri lo jadi mom sambung gw kok."


Galang tersenyum mendengarnya. Dia merasa lega setidaknya kabar itu membuat hatinya tenang. Sementara Lesya menghela nafasnya. Setelah memberikan kesempatan kedua untuk Galang entah mengapa dia merasakan lega. Dan Lesya berharap, semoga saja ini pilihan terbaik untuk kedepannya.


"Lah emang bisa? Daddy aja masih belum bisa liat arah jalan." kata Lesya memelankan suaranya saat diakhir kalimatnya. Galang mengangguk kecil mendengarnya. "Bukan daddy tapi mommy mu. Sella pernah cerita ke saya kalau dia pengen rasain gimana jadi orang tua waktu anaknya kena masalah di sekolah." kata Galang meluruskan.


"Oh... Yaudah selesai ujian nanti kan masih ada waktu hari sekolah walau gak ngapa-ngapain. Buat rusuh, nanti dad gak masalah kan kalau masuk gw BK? Besok juga bisa soalnya tangan gw gatel buat rusuh dari tadi." antusias Lesya seolah melupakan ucapannya yang ingin menjauh dari kata 'rusuh' di hidupnya.


"Boleh, emang mau bikin apa? "


"Jambak ulet keket di sana! Udah nempel-nempel laki orang, rusakin rem gw nyampe blong, nyebarin foto gw jalan sama om-om pedo pula. Padahal om-om itu cuman mau nolongin gw di hotel punya daddy waktu itu." gerutu Lesya kesal karena kini cukup gemes dengan tingkah laku Chatrin yang sok polos.


"Hotel? " ulang Galang.


"Iya! Asisten daddy kan waktu itu ngarahin gw ke tempat nikahan uncle. Cumen ada yang hampir nyenggol terus asisten daddy cuman megang biar gw gak tabrakan sama orang. Tapi gw yakin kalau dia diam-diam foto gw terus nyebarin foto ke grup sekolah biar gw malu." cerocos Lesya menceritakan kejadian yang membuatnya ingin menjambak Chatrin namun tertahan.

__ADS_1


Bahkan tanpa sadar dia justru bercerita layaknya seorang anak sedang mengadu pada ibunya. Galang yang kini cukup serius mendengarkan cerita juga justru ikut menimpali setiap peristiwa yang diceritakan sang putri sulungnya.


"Ck, perlu hajar dia! Atau perlu daddy yang hajar? Berani-berani nya rendahin harga diri kamu. Anak dari pengusaha mana dia? Sini, biar daddy yang urus."


Dengan segera Lesya menahan tangan Galang yang hendak berdiri dari duduknya. "Bentar dulu dad... Belom selesai ceritanya! " kata Lesya menahan tubuh Galang. Mendengar hal itu, Galang hanya pasrah saja saat dituntun untuk kembali duduk. Toh dia masih ingin mendengar cerita anaknya yang satu ini.


"Oke, apa lagi? " tanya Galang penasaran.


"Nah, waktu gw pulang dari nikahan aunty juga uncle, rem mobil gw blong! Gw yakin tuh anak yang lakuin. Siapa lagi kalau bukan dia coba? Awalnya juga gw mau minta rekaman CCTV tapi gak bisa karena kata nya gak sembarang orang liat CCTV hotel." curhat Lesya yang entah sejak kapan berubah menjadi bergosip.


"Tapi untung berhasil gw retas jadi sekarang gw punya bukti buat nanganin tuh anak. Emak bapaknya juga emang gak ngedidik dia apa?! Suka amat ngusik hidup orang udah gitu dia sombong amat. Gara-gara dia niat sekolah gw tadi hampir hancur." lanjut Lesya kesal.


"Kalau bukan karena hadiah mobil lambo gw juga gak bakal seniat ini! " ucap Lesya lagi dengan sedikit berbohong.


Jujur saja Lesya sama sekali tak mengincar hadiah dari Galang. Mobil? Dia bahkan bisa beli sendiri hingga toko bahkan pabriknya. Namun kali ini dia hanya memanfaatkan waktu sebaik mungkin selagi masih sekolah.


Dukungan ini pertama kalinya keluar secara langsung dari mulut Galang membuat dia seketika dibuat harus mengejar piala ranking seperti dahulu. Dan selama ini, dukungan dari ayah kandung adalah salah satu impiannya.


"Oh, masih kuat ngejar 3 besar? "


"Kenapa enggak? "


Mereka tampak terkekeh pelan dengan percakapan yang mereka obrolan sedari tadi. Dalam hati, mereka mendoakan agar hubungan mereka tetap melekat walau harus diawali dengan suatu kesan juga pengalaman buruk. Bukan sekedar untuk hari ini saja, namun besok, lusa juga hingga salah satu mereka pergi terlebih dahulu kepada Sang Pencipta.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


>>><<<


Sweet ya hubungan ayah anak kali ini?

__ADS_1


Boleh minta kritik atau saran kalian? Atau dukungan sekedar bilang 'semangat, next, lanjut' boleh? Boleh jujur? Selama ini komenan kalian tuh penentu mood author. So, please jangan lupa ninggalin jejak baca kalian, thanks gayss🌻


__ADS_2