Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
372: Préparation de Guerre


__ADS_3

Di sebelah sisi lain, seorang gadis yang disekap di sebuah mobil besar tampak terbaring sejajar dengan tangan yang terikat dan mulut yang tersumpal cloth tape alias lakban hitam. Kali ini bukan itu masalahnya. Tangan gadis itu diikat sekaligus diborgol kearah satu tangkai di bagasi mobil agar tak kabur.


Kejadiannya berlangsung saat di sekolah hingga begini. Dan alasan para anak buah Vion memborgol tangan Lesya adalah agar tak kabur. Mereka mengira Lesya tak akan dapat terlepas. Sementara jika mereka menggunakan tali, pasti gadis cerdik yang mereka tangkap dapat terlepas.


"Gilee, pas nangkep tadi bodynya bagus ya gak? Gimana kalau kita main dulu sama dia? " usul salah satu anak buah Vion. Faris yang mengendarai mobil hanya terkekeh pelan mendengarnya.


Ingat siapa Faris? Dia mantan ketua sniper devisi satu dan dia juga diangkat menjadi tangan kanan Vion di markas Ice Blue. Sebenarnya dia sudah ditahan di markas Tiger Wong. Namun entah mengapa dia dapat kabur begitu saja dengan jalur pintas bantuan Ice Blue. Terlebih parahnya lagi, sama sekali tak ada yang menyadari mengenai hal itu.


"Nanti dong, setelah boss main sama dia baru kita icip-icip, ya gak? " usul Faris diangguki setuju dengan yang lainnya.


—Flashback on—


"Ohhh? Lo mau bukti? Okey, karena gw gak bawa buktinya jadi wajar dong lo gak percaya sama gw. Tapi tunggu di rumah lo nanti, gw kirim anak buah gw buat nganter bukti itu ke rumah! Udah kan? " ucap Lesya datar.


"Oh iya, gw gak perlu lagi kan di sini? Secara lo sendiri yang gak percaya sama semua ucapan gw. So, pourquoi(untuk apa) gw di sini? Sorry yah, by the way pipi gw gak sakit walaupun lo tampar! " sinis Lesya lalu berjalan meninggalkan mereka di sana. Bahkan niatnya tak ingin ke ruang dagangnya, melainkan rooftop.


Namun saat hendak berjalan ke arah rooftop, Lesya tiba-tiba saja merasakan banyaknya langkah kaki yang mengikutinya. Dia yang lumayan tak curiga hanya menganggap bahwa ini adalah hal santai saja. Toh dia di sekolah tak sendiri kan? Masih ada siswa-siswi pasti di sekitaran sekolah.


Greepp!


Mata Lesya membola kaget. Karena terlanjur menghirup obat bius yang membekap mulut dan hidungnya, Lesya akhirnya pingsan. Sebelum dia pingsan, pandangan matanya yang sedikit menghadap ke belakang dapat melihat siapa yang membekap dirinya. Dia Faris!


Faris mengangkat Lesya ala koala dan menutup wajahnya dengan kantung hitam yang besar. Dia dan yang lainnya diam-diam pergi ke parkiran yang kebetulan saja sedang sepi. Lewat mana? Bukannya sekolah tampak ramai? Ya, mereka melalui sebuah jalan yang melalui UKS lalu berjalan ke arah parkiran. Dan yang lebih kebetulan lagi di jalan sana sangat sepi tanpa satu orang pun.


Dan saat sudah diletakkan di bagasi mobil, mereka mengikat dan menyumpal mulut Lesya seperti penculikan umumnya. Namun yang bertambah adalah tangan Lesya yang diborgol dengan satu tangkai besi yang disiapkan sebelumnya.


"Foto dulu gak nih? Terus kirim ke boss." ucap salah satu mereka dengan nada mengusulkan ide. Faris tersenyum licik dan menjentikan jarinya. Dengan cepat dia memotret dan mengirim foto Lesya langsung kepada Vion, boss nya.


Fyi, anggota-anggota Ice Blue masih belum tahu jika Vion di gangster mereka hanya memiliki jabatan pengganti ketua asli mereka. Dan bahkan mereka tak tahu siapa ketua asli mereka yang sebernarnya. Hanya Galang, Gilang, Vay, dan Felicia saja yang mengetahui saat tanpa sengaja sama-sama mendengar pembicaraan Vion dengan ketua asli Ice Blue dalam diam.


Setelah mengirim dan mendapatkan balasan singkat dari Vion, Faris merasakan bangga pada dirinya sendiri karena menjadi seseorang yang dapat diandalkan oleh Vion. Menyisir rambutnya ke belakang sejenak, Faris pun menutup pintu bagasi dengan cepat sebelum diketahui oleh seseorang di sana.


"Done nih, yaudah cuss kita berangkat ke markas." ucap Faris pada ke empat temannya yang lain.


Mereka mengangguk pelan dan perlahan masuk ke dalam mobil. Entah kebetulan atau tidak, setelah mobil yang mereka kendarai tiba, barulah gerombolan orang yang hendak menyusul keberadaan Lesya datang dengan wajah datar mereka masing-masing. Tak hanya itu, dan untuk orang-orang yang hendak kembali ke lingkup penjagaan ketat keluarga Grey juga akan kembali ke rumah mewah Grey tersebut. Diam-diam Elvan merasa sebuah kecurigaan terlintas saat melihat mobil yang baru saja berjalan di depannya.


* Mobil itu? Kok gw baru liat ya? Atau kebetulan aja di sini? Tapikan jam segini acara belum selesai semua, eh kok gw jadi curigaan gini sih? * batin Elvan.


"Pak boss liat apaan sih? " ucap Valen menepuk-nepuk pundak Elvan yang tiba-tiba melamun. Elvan tersadar dan menggeleng saja. Dia perlahan ikut masuk ke dalam mobil diikuti yang lainnya.


—Flashback off—


Lesya tiba-tiba yang mendengar suara itu hanya diam saja. Dia perlahan mengerjap dan bersikap seolah dia masih tertidur dibawah pengaruh obat bius. Diam-diam dia yang menyadari tangannya diborgol membulatkan matanya kaget. Namun dengan segera dia mencoba tenang agar tak menimbulkan keributan.


Lesya berpikir sejenak. Dia yang meraba gelang tangannya menjadi ragu untuk mengirimkan sinyal pertanda dirinya dalam bahaya kepada Elvan. Dia tak mau lelaki itu dalam bahaya. Dan dia juga menyadari ini kesalahannya sendiri.


Dia memaksa ikut.


Dia yang keras kepala.


Dan ini konsekuensinya.

__ADS_1


* Duh, jadi bingung gw buat kirim sinyal ke KetBok! Ini kan salah gw sendiri yang disuruh di rumah malah kelayapan lewat jendela pula! Kok makin ke sini lo makin pe*a sih Sya?! Jangan kirim sinyal deh, dia kan lagi marah sama gw. Tapi gw butuh pertolongan be-goooo?! Ck, gini banget masalah hidup gw, gak kelar-kelar! * batin Lesya menggerutu sebal.


Tanpa sengaja karena mengadahkan wajahnya ke atas, tanpa sadar Lesya menekan satu tombol pengirim signal dan juga location secara bersamaan. Dia menghela nafasnya pelan tanpa suara dan mengingat rencananya tadi pagi.


Semoga saja berhasil.


Semoga ini yang terbaik.


Apa ini ending dari hidupnya?


Apa dengan ini masalahnya berakhir?


Jika ya, dia akan segera melakukannya.


* Tuhan, jika ini akhirnya, Lesya pasrah deh. Tapi gimana nasib Ketboknya Lesya kalau gak ada Lesya? Jadi duda tajir gitu di usia muda? Jangan deh, Lesya masih mau hidup lagi juga! Lagian kenapa hidup gw tuh mumet kek bu bunga kasih tugas?! Satu kelar numbuh seribu! Kok jadi bu bunga sih yang dibawa? Bod*amat deh yang penting Lesya gak mau ma-ti sekarang, Tuhan! * batin Lesya yang anehnya justru merequest di situasi ini.


Beberapa menit kemudian, mobil yang ditumpangi oleh Lesya berhenti. Mengintip sejenak, Lesya kini tahu jika markas Ice Blue. Merasa jika anak buah Vion yang membekap nya turun dari mobil, Lesya kembali berpura tidur seolah masih di dalam pengaruh obat bius.


* Perse-tan anj*ng! Enak aja asal pegang-pegang gw, liat aja gw gorok nanti tangan lo nyampe putus! Lagian ini TW gak ngecek si Faris apa nyampe kabur gini?! * batin Lesya menggerutu kesal saat merasakan tubuhnya terangkat.


...〰〰〰〰〰〰〰✍...


Di lain tempat, Elvan sedikit tersentak mendapat signal dari gelang tangannya. Sudah berbunyi tiga kali dan itu membuatnya dan yang lain sedikit resah. Di depan mereka sudah ada mobil Galang yang memimpin jalan karena memang jalan yang digunakan Galang adalah jalan pintas tanpa jebakan sama sekali.


Kali ini mobil sport yang dikendarai oleh Angga sebagai supir hanya memuat nampung Elvan, Alam, Leon, Luna dan Valen saja. Sementara Ken, Farel, Frans, Revan, Lisa berada di mobil Arya. Sisanya berada di mobil Galang. Dan untuk kali ini juga mantan gangster beberapa tahun silam kembali beraksi turun tangan.


Ting!


Elvan bingung karena dimanapun Lesya selalu tak aman. Dia juga merasa aneh karena musuh dan dendam Lesya tak habis-habis. Namun di sisi kain dia khawatir dan juga dia resah jika istrinya itu terjadi suatu masalah. Kan, jadi ragu!


"Apa itu bunyi-bunyi Vano? ' tanya Angga memecah keheningan di dalam mobil. Elvan menoleh sejenak dan menggeleng pelan. "Ini gelang yang Vano buat sebagai komunikasi kondisi. Kalau ini bunyi kayak tadi, berarti pengguna hubung lain dalam kondisi perlu bantuan." jelas Elvan datar.


"Lalu pengguna hubung lainnya siapa? "


Pertanyaan Angga membuat Elvan terdiam sejenak. Mengingat wajah Lesya membuat kekesalannya karena ketidakjujuran Lesya perlahan memudar. Bagaimana pun juga dia yakin pasti ada suatu alasan tersembunyi di balik ketidakjujuran gadis itu, maybe~


"Lesya Yah."


Angga terdiam. Dia kini paham maksud dari bunyi gelang tangan yang terus berbunyi. Dan setelah tiba di sebuah persimpangan, beberapa mobil hitam dari dua kubu datang dan menyahut belakang Angga. Mereka adalah kelompok persatuan Tiger Wong dan Lion Claws, hanya 50 orang saja. Mereka yang di dalam mobil tersenyum tipis melihat sebuah logo cakaran singa dan juga wajah harimau. Itu tandanya, gangster mereka sudah tiba dan akan ikut terlibat.


Ckiittt!


Beberapa mobil berhenti di sebuah jalanan sepi seperti arahan Galang. Satu per satu mereka keluar dan menggunakan jubah kebanggaan mereka masing-masing dari anggota mereka yang membawa. Kebetulan saja Cakra mengingatkan para anggota TW agar membawa jaket kebanggaan milik ketua mereka.


"Oke done, sekarang kita bagi rencana." ucap Cakra dengan wibawa khas kepemimpinannya. Mereka semua membuat pola lingkaran dengan wajah yang tampak serius. Eaa, serius nih :v


Btw, hanya Galang dan Gilang saja yang tak menggunakan jaket kebanggaan mereka. Dan mereka yang menggunakan jas ataupun almamater sekolah sudah dilepas dan digantikan jaket kebanggan masing-masing mereka.


"Oke, jadi pertama kita coba serang IB dengan metode berlapis. Mungkin ada pendapat lain dari pihak Tiger? " tanya Cakra. Elvan terdiam sejenak dan menggeleng singkat. "Kita juga setuju pake metode berlapis! " ucap Elvan.


"Berlapis kayak kue maksudnya? "

__ADS_1


Ucapan Ken yang merusak suasana sangat memalukan. Jika dengan sesama anggota tak masalah. Namun ini situasi sangat mencekam dengan hawa-hawa dingin dari beberapa orang. Lah, lelaki ini masih sempatnya bercanda!


#poorKen


"Gak nyambung gobl*k! Maksudnya metode berlapis tuh kita buat beberapa tim. Dan kita nyerang mereka sedikit demi sedikit terus kalau musuh makin banyak atau tim yang lagi perang mulai melemah, tim yang lain datang, gitu jamal! " ucap Revan menoyor pelan kepala Ken.


Sang empu yang ditoyor hanya meringis pelan saja. Dia mengangguk paham dan setuju juga dengan metode baru dia pahami ini. Berbeda dengan Valen yang justru mengusap wajahnya seolah lelaki itu sedang frustasi.


"Bukan temen gw! " gumam Valen.


"Udah-udah sekarang kita bagi tim. Dan semalam gw barusan ngelacak bareng Leon tentang ruangan penting di dalam markas. Buat tim yang lain harap serang anggota IB sementara yang menyelinap nanti hanya ketua kalian saja. Semua mengerti? " ucap Cakra tegas.


"Mengerti! " serempak mereka.


"Satu lagi, gw di sini mau mengingatkan kalian supaya tak pecah berai hanya karena mereka! Kelompok ini dibuat sengaja untuk saling menguatkan bukan saling mencerai beraikan! Dan gw di sini sebagai pemimpin Tiger Wong, menjunjung prinsip Bhineka Tunggal Ika: 'bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!'. Kita di sini gak cuman sekedar nyelamatin Queen Ellion tapi kita di sini juga harus bisa belajar membantu, menolong, menguatkan, dan menjunjung nilai kerja sama tim agar mencapai tujuan kita! Intinya semua tetap bareng-bareng, jangan kepisah atau keseret lebih dalam sama mereka, paham? " tegas Elvan panjang kali lebar menjelaskan dengan kharisma khas dirinya.


"Paham pak boss! " kompak mereka.


"Oke gays sama seperti boss Vano, jadi gw di sini mau sekedar ngingetin kalau untuk penyerangan kali ini jangan terlalu gegabah. Gimana pun juga kalau lawan banyak namun titik kelemahan mudah dilihat, langsung tebas aja oke? Jangan takut kalah atau takut ma-ti karena sebuah kema*tian itu ada ditangan Tuhan bukan ditangan peperangan! " ucap Luna lantang dibalas anggukan kepala mereka.


"Kalaupun kita kalah, jangan saling menyalahkan! Menurut perkataan Queen El: 'Jika mau menang dalam perang, harus punya kekuatan tim bukan kekuatan diri sendiri!' jadi di sini gw cuman ngingetin. Jangan ada yang lengah, bantu teman kalian yang kesusahan nanti. Kalau kita nyerang tanpa startegi logika, mungkin kekalahan ada. Jadi gw harap kerjasama kalian di sini diperlukan! Kita serang mereka juga pake otot, tapi logika berpikir kita juga harus ada! So, semoga kali ini kita yang mendapat kemenangan itu, paham semua? " lanjut Luna lagi tegas dengan mata berkaca-kaca. Leon yang tanggap mengelus punggung Luna.


"Paham Queen Al! " kompak mereka.


Dengan segera mereka mengumpulkan tangan mereka di depan hingga bertumpuk banyak. Saling menguatkan satu sama lain, lalu mereka dengan kompak melemparkan tangan mereka ke atas lalu bertepuk tangan sebagai simbol perang akan tiba.


Luna kini beralih mengambil sebuah pistol dengan ketana lipat kebanggaan Lesya. Ya, dia sengaja membawa sebagai alat perangnya nanti. Jaga-jaga juga untuk ketana dia akan memberikan pada Lesya nanti jika bertemu. Do'akan saja kali ini berhasil. Valen yang melihat raut wajah Luna yang berbuat drastis menjadi datar pun menghampiri dan mengelus anak rambut gadis itu seolah menyalurkan semangat untuk sang tunangannya.


Luna hanya tersenyum tipis melihat Valen yang peka dengan kondisinya. Dengan cepat dia memeluk sejenak Valen sebelum mulai berjalan ke satu gedung yang berjarak 5 m dengan mereka.


Dan untuk Elvan, lelaki itu sudah siap dengan beberapa perlengkapan alat tajam yang sudah disembunyikannya di kantung jaket kebanggaannya. Dia menoleh saat suara bariton Galang mengusik waktunya.


"Sudah siap? Tampaknya kamu sayang dengan anak saya sampai kamu rela ngorbanin diri masuk perang begini." ucap Galang tiba-tiba. Elvan hanya berdehem pelan saja. "Ya memang, saya sangat sayang dengan anak daddy, tapi dia sangat introvert pada saya! " balas Elvan santai bahkan tanpa ragu memanggil Galang dengan embel-embel 'daddy'.


"Saya bangga dengan kamu dan saya berharap jika kamu membuat anak saya berubah! Bukan apa-apa tapi saya akhir ini sering mendapat sebuah mimpi di mana Lesya di penuhi darah. Saya berharap itu hanyalah sebuah mimpi buruk, bukan kenyataan." ucap Galang datar lalu mengingat mimpi buruknya.


"Selain itu juga saya sering kali mendapati di mimpi saya dia menangis, bahkan saya juga pernah memimpikan wajah Arga bersimbah darah dengan tulisan Gatara yang terukir di tubuhnya. Dan setelah tau kalau Gatara ternyata Arga, dari mulut Lesya sendri, saya bersalah sangat besar. Ucapan Lesya memang benar, saya tak pantas disebut abang apalagi daddy! " ucap Galang lalu menatap langit berawan.


"Salah, daddy pantas hanya saja kesalahan daddy yang buat semua tak pantas! Saya berterimakasih sebelumnya karena daddy sempat memberika sebuah sikap baik seorang ayah pada Lesya. Saya tahu dan yakin, di lubuk hati Lesya, dia sangat menyayangi daddy. Semoga semua yang diucapkan daddy benar tanpa maksud lain." ujar Elvan bijak. Galang menatap Elvan dan menepuk-nepuk pundak lawan bicaranya. Jujur, Galang bangga.


"Semoga kamu tetap sabar hadapin anak daddy! Saya tahu sikap dia yang introvert sama kamu karena masa lalu dia yang memaksa dirinya tumbuh lebih dewasa dibandingkan yang lainnya. Semoga juga kamu dapat mengerti tentang moodnya yang sering kali berubah. Dan semoga, kamu tak menyakiti hati anak saya karena cukup saya saja jadi sebuah alasan dia kesepian." ucap Galang tulus.


"Saya tak bisa berjanji, tapi saya usahakan ucapan daddy terwujud! " mantap Elvan dibalas anggukan kepala Galang. Di belakang mobil, Arya dan Angga yang mendengar itu tersenyum simpul.


"Semoga saja tuh anak benar-benar berubah! " ucap Arya menunjuk ke arah Galang dengan dagunya. Angga mengangguk pelan dan menyetujui ucapan Arya. "Iya bang, semoga saja! " kata Angga ikut bahagia melihatnya.


"Walaupun lo boss gw dulu, tetap aja ya gw abang ipar lo! Abangnya Mayang! " tekan Arya. Angga hanya tersenyum tipis mendengarnya. "Iya-iya bang jago." canda Angga garing dengan ucapan Arya.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


>>><<<

__ADS_1


Maaf baru update. Untuk kali ini udah mencapai 2500+ kata loh, jangan lupa jejaknya ya. Jangan lupa juga akhir ini akan ada konflik di novel ini! So, peringatannya jangan dilupain gays... Maaf juga kalau banyak typo di novel ini, makasih untuk jejaknya all😘🌻


__ADS_2