Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
192: Jantung gak aman!


__ADS_3

Lesya terkejut di saat tangannya ditarik oleh Luna. "Kalian di situ jangan pergi ke mana-mana!! " pekik Luna sedikit keras. Lisa membalas teriakkan Luna. "BURUAN KALIAN WEH!! "


"Jangan teriak-teriak bisa gak sih?! Sakit kuping gw dengernya! Kalau lo mau teriak, mending ke hutan sana! " kesal Letha menutup telinganya. Lisa membalas dengan nada ketusnya. "Emang ini hutan! Lo kira ini rumah apa?! Bebas gw teriak! "


Letha diam-diam mencuri pandangannya ke arah Lisa dan hanya dapat membatin kecil saja. * Iya juga ya! Aduh, kenalan gw beg* gini sih?! Tenang Tha, lo harus jaga sikap! Apalagi Lisa itu bakalan jadi sepupu ipar lo! Ambil hatinya pelan-pelan and keep calm ok? * batin Letha.


Lisa yang menyadari jika Letha diam-diam mencuri pandangannya ke arahnya hanya dapat membatin saja seolah tahu apa arti dari lirikan Letha.


*Ck! Dia kira gw bakal mau terima dia? Jangan berharap! Kalau memang Lesya masih belom bisa akur sama gw, apalagi adeknya! Kacang aja deket sama gw karena debat! Lah ini adeknya beda lagi, justru karena si kutub! Enak aja mau deket-deket sama gw! Iyyeehh, ogah gw! " batin Lisa bergidik.


Berbeda dengan Lesya yang berdiri menunngu Luna dari balik pohon. "Udah belom? " Luna berjalan menghampiri Lesya yang menunggu dirinya. "Udah! Yok! "


Mereka berjalan kembali dengan langkah kaki yang terlihat santai. "Sya.. Gw perhatiin akhir ini kok lo jadi pendiem sih? Gak cocok sama muka lo yang mendominasi ke tampang bad girl! " ucap Luna akhirnya berhasil mengeluarkan isi hatinya.


Lesya berhenti dan menatap ke arah Luna. "Really? Perasaan lo aja kali! Gw selama ini biasa aja tuh! " jawab Lesya tak paham.


Luna mengangguk dan menghembuskan nafasnya kasar. "Mungkin, tapi kalau lo ada masalah nih ya, jangan lo tutupin dari gw! Inget Sya, kita sahabat! Gw selalu dukung dan support lo kok tenang aja! "


Lesya terdiam dan tertegun dengan ucapan Luna. "Aaa.. Thank Lun! Terharu gw! " ucap Lesya dengan sorot mata terharunya. Luna mengusap satu matanya yang hampir terjatuh. "Aaa.. Jadi melow gini! Sini peyyukk! " balas Luna.


Kedua sahabat tersebut berpeluk kan satu sama lain seolah menyalurkan rasa sayang mereka dengan pelukan hangat yang mereka berikan. Memang menghadapi masalah dengan tegar tak harus sendiri, namun kita juga butuh support orang lain yang mampu membuat kita bertahan.


Sama halnya seperti kedua gadis remaja ini yang saling menyayangi satu sama lain. Rasa sayang mereka membuat mereka rela mengorbankan segala sesuatunya termasuk nyawa mereka.


Sudah ketiga kalinya Lesya melindungi Luna dari tembakkan peluru sementara Luna, sudah kedua kalinya melindungi Lesya dari tancapan benda tajam. Menyayangi orang lain memanglah butuh ketulusan hati yang kuat seperti mereka.


"Udah elah melow mulu! Kasian noh nanti yang lain nunggunya kek jemuran udah berjamur! " kata Lesya melepas pelukkan. Luna tertawa receh seraya mengusap pipinya. "Biarin! Lagian siapa suruh mereka berjemur malem-malem? Harusnya kan siang-siang! " balas Luna.


Lesya terkikik kecil mendengar balasan Luna. "Yaudah kuy lah! " Kedua gadis remaja itu berjalan menuju tempat dimana Letha dkk dan Lisa menunggu.

__ADS_1


"Yo gays, " panggil Luna saat sudah tiba di hadapan mereka. Lisa berdecak malas. "Lama lo tauk gak! " decak Lisa malas.


Luna mengarahkan senter nya ke arah Lisa. "Macet dijalan! " balas Luna. Lesya terkikik kecil. "Mana ada! Salah sendiri lama bener! Kalau ada yang ngintip gimana? " tanya Lesya menakut-nakuti Luna.


"Y-ya mana ada! Udah lah kita balik ke kemah lagi aja! " balas Luna sedikit takut membuat Lesya terkikik lepas. Mereka kembali ke kemah walau perjalanan mereka kali ini sedikit membosankan.


...~o0o~...


Baik siswa-siswi maupun guru-guru yang ikut camping kelas 12 mengelilingi api unggun yang berada di tengah-tengah pusat kemah mereka. Udara kali ini cukup dingin dengan api unggun yang lumayan menghangatkan suasana kemah mereka.


"Semua sudah berkumpul? Sekarang kalian bebas melakukan apa saja karena hari ini adalah malam terakhir kita! Siapa yang mau curhat, silahkan! Yang mau nyanyi juga silahkan! Semua bebas melakukan apa saja! Paham semua? " ucap pak Rio tegas dan dijawab kompak oleh siswa-siswi yang ada.


Arah mata menoleh ke arah Lesya yang justru mengangkat tangannya dan memanggil nama pak Rio. "Pak, kalau saya bakar-bakar boleh gak pak? " polos Lesya.


"Ya jangan lah! Kamu bebas melakukan apapun asal jangan melakukan hal yang nekat ataupun diluar batas! " jawab pak Rio malas dan dibalas anggukan paham oleh Lesya. "Enaknya ngapain? "


Pak Rio kembali angkat suara karena justru suasana kemah hening tanpa adanya suara bising. "Kenapa malah diem? Baiklah, harap yang ingin mencurahkan isi hati kalian berdiri dan bercerita mungkin, "


"Hah! A-anu.. Apaan ya? " bingung Leon. Sontak gelak tawa terdengar di area kemah tersebut. "Lah? Malah ngetawain! Kalau gak gara-gara Luna gak bakal gini nih gw! " gumam Leon berdecak malas.


Terlintas ide di benak Leon seolah menemukan jawaban. "A-anu saya gak mau curhat maunya dia! " tunjuk Leon ke arah Lisa membuat banyak sorokkan yang menggema.


* "Anj*r! Melehoy gw weh! "


"Jantung aman gak nih? Enggak lah masa iya! "


"Bawa ke KUA cok! " *


Lesya yang meneguk sedikit air memuntahkannya kembali ke bawah tanahnya. "Ohok!! Njem ngagetin! "

__ADS_1


Berbeda dengan Lisa yang berada di samping kanan Luna dan sebelah kiri Lesya tertunduk malu. "Hiyaa-hiyaa! Cepek-cepek jderr! " goda Luna tertawa.


Lisa memukul pundak Luna yang tertawa dan mencebik. "Gw gak mau sama lo Yon! Aku tuh maunya dia! " Dengan usilnya Lisa membalas dengan jari telunjuk yang menunjuk arah Leon.


"Tolong! Jantung gw gak aman! " gurau Leon berpura memegang dadanya yang dag-dig-dug ser.


* "Kyaaa! Gak kuat gw dengernya! "


"Mau mesra mohon jangan di sini?! "


"Ke tadika mesra sono kalau mau uwu-uwu! " *


Akhirnya Lesya angkat suara. "Hentikan! Gw termasuk manusia spesies uwu-phobia! Hentikan ini kawan! " ucapnya menyeleneh.


"Cari pacar makanya lo Sya! " ujar Leon. Lesya menggeleng tak setuju. "Ngapain nyari pacar kalau ujung-ujungnya gak berjodoh? " polosnya.


* "Korban buaya tertampar kata-kata! "


"Mental aman bosqu? "


"Aku gak kayak gitu sayang! Kita tuh berjodoh! Jangan dengerin ucapan dia! " *


Ken yang mendengar tertawa receh. "Ya gak papa kali! Sekalian buat kenangan playboy! " Lesya menggeleng tak setuju kembali. "Kenangan tuh bukan menyakiti perempuan tapi mengukir warna dengan perempuan! "


* "Tepuk tangan buat pendekar nasihat kelas kakap baru kita! "


"Cakep! Gw dukung! Kalau mau main sama boneka jangan sama perempuan! "


"Buat buaya darat di sini mental aman? " *

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2