Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
298: Wasabi


__ADS_3

Dapat dia rasakan jika tangan Lesya tergenggam erat membentuk sebuah kepalan. Menahan amarah? Sepertinya sangat lucu jika membuat singa di depannya ini mengamuk bukan? Wajah Elvan perlahan mulai mendekat namun sepertinya gagal!


Tok.. Tok.. Tok..


"Shitt! Masuk! " ucap Elvan mengumpat kecil. Lesya menoleh dan menghela nafasnya lega mendengar ketukan pintu yang membantunya di situasi seperti ini. Sebenarnya dia sudah cukup lapar sekarang. Dia juga tahu jika Elvan hendak menciumnya tadi namun terhenti oleh ketukan pintu. Dan saat ini Lesya menahan tawanya melihat ekspresi masam Elvan. Semasam lemon!


"Permisi boss, ini pesanannya! " ucap satu pegawai yang mengantarkan pesanan mereka. Lesya menatap aneh ke arah makanan pesanannya itu. Sepertinya, ada yang kelebihan di sana!


"Eh bentar, kok ada kopi sih? Kan gw gak mesen kopi tadi? " bingung Lesya. Pegawai itu hanya menunduk dan menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. Melihat ekspresi Lesya selanjutnya membuatnya bernafas lega.


"Tapi gak papa deh, kebetulan gw pengen rasain! " lanjut Lesya beralih meneguk sedikit kopi yang ada di sana. Namun betapa terkejutnya dia merasakan sensasi pedas di kopi itu hingga menyemburkan kopi itu ke bawah lantai ruangan Elvan.


Pruttt!


Elvan sedikit terkejut mendengar Lesya yang terbatuk-batuk. Bahkan tanpa sengaja Lesya menjatuhkan gelas kaca itu hingga pecah. Dapat Elvan lihat jika hidung Lesya sedikit memerah setelah meminum kopi itu. Ada yang aneh!


"Le, kenapa? " tanya Elvan berjalan ke arah Lesya dan menangkup kedua pipi gadis itu. Lesya hanya menggeleng dan sedikit mendorong Elvan. "Pedess! Uhuk.. uhuk... " keluh Lesya.


Mata Elvan membulat dan menatap tajam pegawai yang mengantarkan makanan itu. Rupanya masih di ruangannya. Dia menarik kerah pegawainya itu dengan kasar. "Siapa yang bikin? " dingin Elvan.


"S-saya gak tau bos serius! " ucap orang itu. Lesya berlari kecil dan menarik Elvan agar tak bertindak kasar dengan pegawainya sendiri. "Stopp!! Jangan ngamuk dulu ya Pan, uhuk.. Ehmm... Pedes! " keluh Lesya dengan mata yang mulai berair. Kepalanya sedikit pusing.


"Bawain susu ke sini! " perintah Elvan kepada pegawainya itu. Orang yang disuruh Elvan itu hanya mengangguk dan berlari keluar dari ruangan Elvan ke arah dapur. Cukup mengerikan melihat tatapan tajam boss nya itu, alias Elvan.


"Masih pedes? " tanya Elvan menepuk-nepuk pundak Lesya. Gadis itu mengangguk kecil dan bersin dengan tingkahnya yang lucu. Elvan sempat bingung karena bagaimana bisa seseorang yang sedang serius saat ini bersikap lucu begitu? Hanya Lesya saja yang dapat begini. Pikir Elvan menghela nafas.


"Yaudah sini duduk dulu! " Elvan dengan cepat memapah Lesya ke arah sofa dan mendudukan gadis itu. Tangan Elvan beralih memijit kepala Lesya agar pikiran gadis itu merasa lebih tenang. Tak lama pegawai yang tadi mengantar makanan mereka datang dengan membawa satu gelas susu putih ditangannya.

__ADS_1


"Ini boss susunya! " ucapnya.


Elvan menerima gelas itu dan dia memastikan rasa dari susu itu. Normal! Setelah memastikan dengan cepat dia memberikan kepada Lesya. Dengan cepat gadis itu meneguk hingga tandas dan menghela nafasnya lega. Rasa dari wasabi kopi yang dia minum perlahan mulai menghilang. Kembali menyerahkan gelas itu kepada pegawai yang ada Lesya merebahkan dirinya terbaring di sofa.


"Masih pedes? " tanya Elvan dibalas gelengan kepala Lesya. Elvan mengangguk paham dan beralih menatap tajam pegawai yang ada. Dia beranjak berdiri dan mengangkat satu alisnya. "Siapa yang taro wasabi di kopi? " tanyanya mengintimidasi. Pegawai itu melirik Lesya sejenak dan menunduk. Btw, dia cewek!


Melihat raut wajah Elvan, Lesya yang tak tega dengan pegawai wanita itu dengan cepat menggenggam tangan Elvan dengan posisi yang masih berbaring tidur.


"Maaf boss, waktu saya mau antar kopi ada satu cewek yang datang ke saya. Dia nyuruh saya ke belakang buat ambil sedotan setelah itu saya antar lagi deh ke sini! Pegawai yang lain juga gak tau kenapa bisa ada wasabi di dalam kopi itu karena memang kita buatnya seperti biasanya! " jujurnya.


Yah, pegawai Elvan itu memang sempat bercerita sejenak dan bertanya saat membuat susu untuk Lesya di dapur pada pegawai yang lainnya. Namun memang mereka tak mencampur apapun di dalam kopi itu mengingat Lesya yang sepertinya dekat dengan boss besar mereka. Takut!


Lesya melotot dan dengan sigap berdiri dan kembali bertanya. "Cewek? Inget gak, gimana ciri-cirinya? " tanya Lesya.


Pegawai tersebut berpikir sejenak dan menjawab dengan jujur lagi mengingat jika Elvan sudah marah seperti. "Rambutnya sedikit pirang tipis, mukanya pake make up tebel, punya pony sedikit di rambutnya, kulitnya putih, tingginya kira-kira sedagu kamu Sya! " jujur pegawai itu mempraktekan apa yang dia ingat tentang perempuan yang dia sebut tadi.


Menarik Lesya kembali duduk, Elvan perlahan mencicipi sedikit makanan demi makanan yang sudah tersaji di ruangannya. Tidak ada yang aneh dan itu membuatnya lega. Dengan cepat dia mengambilkan satu roti bakar di sana dan menyodorkannya kepada Lesya.


"Nah, makan dulu buat isi tenaga ngamuk! " ucap Elvan. Lesya mengerucutkan bibirnya manyun. Namun memang dia tak bisa menolak karena memang perutnya yang sudah minta diisi itu. Bahkan dalam sekejap banyak makanan yang tertata rapi di sana perlahan mulai kosong. Elvan saja hanya memakan sedikit karena membiarkan Lesya yang menghabiskannya.


Geleng kepala memang melihat cara Lesya makan dengan porsi besar. Dengan polosnya Lesya menatap aneh Elvan yang terus memperhatikan dirinya. Mengangkat dagunya, Lesya bagaikan orang yang tak tahu apa-apa. Padahal dapat dilihat dan dirasakan jika sekitar mulut Lesya saja sudah belepotan makanan. "Ada yang salah? " bingungnya.


Elvan menggeleng dan mengambil tisu yang ada. Dengan cepat dia mengangkat dagu Lesya dan membersihkan sisa makanan yang belepotan di sekitar mulut gadis itu. Lesya tahan nafas dibuat Elvan dengan jarak sedekat itu. Bayangkan saja jika mereka berdekatan hingga Lesya dapat melihat secara intens dan lekat sorot mata Elvan. Aaa.. Tolong Lesya bawa menjauh dari Elvan sekarang!


"Udah gede tapi makan doang masih belepotan! " ledek Elvan melepaskan pegangan dagunya dan membuang tisu ke arah tempat sampah mini di ruangannya. Lesya melotot tajam dan memukul lengan Elvan kesal. "Suka-suka gw dong! Lagian yang makan gw, bukan lo! " ketus Lesya.


Elvan hanya tertawa receh saja menanggapinya dan berjalan ke arah kursi besar miliknya di sana. Rupanya dia ingin memeriksa CCTV tersembunyi yang sama sekali tak diketahui oleh siapapun kecuali dirinya. Tangannya bergerak lincah dan gesit seolah tak ada kesalahan kata yang dia ketik. Sorot matanya memandang tajam dan akhirnya melihat siapa pelaku yang membuat wasabi di kopi Lesya tadi.

__ADS_1


Jika bertanya kabar kepingan gelas yang pecah, jawabannya saat ini sedang Lesya bereskan karena menganggu kebersihan lantai ruangan Elvan itu. Lagipula Lesya sudah selesai makan dan sudah merapikan piring sisa makannya. Gadis itu berjalan ke arah Elvan dan ikut melihat ke arah rekaman CCTV di samping Elvan.


Betapa terkejutnya mereka melihat seseorang yang sangat mereka kenal di sana. Mata mereka berpandangan sedikit terkejut dan sedetik geram dengan tingkah orang itu. Diam-diam melunjak!


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


>>><<<


Ada yang bisa tebak siapa? Wkwk, tulis di kolom komentar ya aja jawaban kalian. Buat visual orang yang sengaja menaruh wasabi di kopi Lesya nih di bawah orangnya👇🏼



Siapa tuh kira-kira pelakunya ya? Visual yang tepat buat pelaku wasabi siapa ya kira-kira? Cantik kan visualnya? Atau cantikan yang dibawah? Visual Lesya nih gays👇🏼


(Visual Zelyra Aleesya Michella Fyo: 👇🏼)



Suka Lesya yang:


A. Galak+Judes.


B. Dingin+Kejam (kayak bapaknya, wkwk).


C. Manja sama Elvan.


D. Tiga-tiganya deh yang penting authornya update tiap hari.

__ADS_1


Hayoo, kalian pilih siapa nih kira-kira? Komen aja deh soalnya author mau tau jawaban kalian🙈😄


__ADS_2