Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
281: First request!


__ADS_3

"Gak bisa juga, gw yang repot! " jawab Elvan. Sontak saja Lesya menoleh dan terkejut melihat keberadaan Elvan di belakangnya dengan posisi masih menelepon dirinya. Dengan cepat Lesya mematikan panggilan itu dan menatap kesal Elvan. "Aelah, sekali aja yah-yah? " pinta Lesya dengan sengaja mengimutkan nada bicaranya agar Elvan luluh.


Namun usahanya sia-sia melihat Elvan yang sepertinya kebal dengan keimutannya itu. Mungkin orang lain akan pingsan melihat keimutan Lesya namun berbeda dengan Elvan yang menahan diri agar tak luluh.


"Lo lupa sekarang lo harus nurut sama gw? "


Mamp*sss!


Satu kata untuk Lesya yang lupa jika perjanjiannya dengan Elvan saat ini. Lain kali bolosnya deh! Takut ditambah hukumannya, Lesya tersenyum paksa melihat Elvan menaik-turunkan alisnya.


"Yaudah tapi jangan nyuruh gw masuk kelas yah! " pasrah Lesya. Elvan hanya menggedikkan bahunya acuh saja. Padahal bukan itu yang ingin Lesya turuti namun hal lain. Jika kalian mengatai Elvan licik, maka itu memang benar adanya pada diri Elvan, hehe...


Kringgg!


Lesya bernafas lega setidaknya pelajaran sudah berakhir. Dia tak perlu repot-repot mengulur waktu agar tak masuk ke dalam pelajaran pak Seto. Sangat bosan rasanya! Turun dari satu tangga atas perpustakaan, Lesya berjalan menghampiri seraya mengganti nama kontak Elvan menjadi ‘Singa kutub😾’ sangat cocok menurutnya panggilan itu. Galak dan dingin!


"Yaudah, sekarang lo minta gw ngapain? Awas yang aneh-aneh! " ucap Lesya lalu beralih menyimpan ponselnya di saku celananya. Elvan mengangguk enteng saja. Toh dia tak aneh-aneh permintaannya. "Selama di kantin lo jadi bodyguard gw! " kata Elvan.


"Hah? Bodyguard gimana maksud lo? Lagian gw juga cewek, ya kali cewek yang jagain cowok! " bingung Lesya yang tak paham dengan permintaan Elvan.


"Ya kan lo cewek dan orang yang paling gw gak suka juga cewek! Karena menurut logika cewek lawan cewek setara, jadi lo harus hindarin gw dari cewek-cewek lah! " jelas Elvan. Lesya mangut-mangut paham mendengarnya. Dia menyetujui ucapan Elvan saja dibandingkan kembali ribut yang menghabiskan banyak waktu.


Mereka berjalan beriringan menuju arah kantin. Lesya yang sibuk kembali memainkan ponsel di sepanjang jalan melihat siapa yang mengiriminya pesan. Rupanya Lesya berkomunikasi dengan Luna, sahabatnya. Entah mengapa nama kontak ‘Lucinta Luna’ berubah menjadi ‘Luna’ saja di ponselnya.


📩Luna


P


Oy, lo dimana?


^^^📩Lesya^^^


^^^Jadi babu ketos di kantin^^^


📩Luna

__ADS_1


Haha, gw kira lo diculik


^^^📩Lesya^^^


^^^Sembarangan lo!^^^


📩Luna


Yaudah urus noh


majikan galak lo, hehe😁


^^^📩Lesya^^^


^^^Sialan😑^^^


📩Luna


Haha, peace✌


sama Lisa.


(read)


Lesya mendesis kecil saat melihat ponselnya direbut oleh Elvan. "Jangan main handphone waktu jalan, bahaya! " peringat Elvan. Lesya hanya mendengus kesal saja. Dapat dipastikan jika batinnya menggerutu kesal mengumpat kecil dengan tingkah Elvan yang terlalu banyak kata ‘jangan’ di kalimatnya.


"Iya-iya, btw tuh nama kontak di handphone baru gw kok beda sama yang di handphone lama gw? " tanya Lesya.


Elvan hanya menggedikkan bahunya acuh saja lalu sedetik dia menjawab. "Biar lo gak salah kira orang! Lo tau Ice Blue mungkin udah nyusun rencana baru dan gw masih belum yakin apa rencana mereka! " ucap Elvan menjelaskan.


Lesya mangut-mangut paham saja dan beralih berusaha mengambil ponselnya. Namun sayang pergerakannya terlebih dahulu dihalangi oleh Elvan. Dimana Elvan mengangkat ke atas ponsel Lesya sementara Lesya yang lebih pendek dibandingkan Elvan harus menghela nafas dan berjinjit mengambil ponselnya.


"Ishhh, balikin gak?! " kesal Lesya.


Elvan menurunkan ponsel milik Lesya dan memasukkan ke dalam sakunya. Dengan cepat lelaki itu berjalan meninggalkan Lesya di sana. Reflek saja Lesya tak terima jika dirinya yang di tinggal dengan keadaan ponselnya masih berada di tangan Elvan. "Woeee, tungguin woy! "

__ADS_1


Lesya menggerutu kesal lagi-lagi dirinya di tinggal. Memang sekali Elvan melangkah sangatlah cepat karena kaki lelaki itu yang panjang. Bahkan dirinya saja harus berlari kecil mengejar lelaki itu.


Setibanya di kantin tentu saja sudah ramai karena jam istirahat sudah berlalu 7 menit yang lalu. Lesya menghela nafasnya dan duduk di sebelah Elvan dkk yang melongo melihat kedatangannya.


"Balikin handphone gw?! " kesal Lesya mengangkat tangannya seolah meminta. Elvan menggeleng kecil dan menunjuk ke arah penjual bakso yang ada di kantinnya. "Pesenin gw itu dulu baru gw kasih! "


Lesya berdecak kesal dan menurunkan tangannya. "Emang gw babu lo apa?! " decak Lesya sebal. Elvan menggedikkan bahunya tak tahu. "Kalau sekarang iya, sesuai perjanjian! " enteng Elvan.


Lesya menahan nafasnya dan menenggelamkan wajahnya di meja kantin itu. "Aelah yang lain aja dah! Kan gw ke sini bukan nganter jemput piring lo ke buk kantin! " malas Lesya.


Elvan mengangguk pelan. "Iya, tapi itu salah satu dari penurutan permintaan gw! "balasnya enteng. Lesya berdecak dan akhirnya beranjak dengan kesal berjalan mengantri di area penjual bakso sesuai dengan permintaan Elvan. Memang jika masalah saling mengerjai mungkin kali ini Lesya dibuat kesal oleh Elvan. Tapi bukan artinya Lesya tak membalas bukan?


Tentu saja Lesya melewati arah dapur kantin dan menerobos tanpa repot-repot mengantri seperti siswa-siswi lainnya. "Ibuuuk, beli buu.. Baksonya satu gak pake toge ya! " pesan Lesya diangguki oleh penjual kantin itu yang mulai membuat pesanan Lesya terlebih dahulu.


"Woy, jangan mentang-mentang lo preman lo bisa seenaknya ya nerobos tanpa ngantri! " kesal satu siswa. Lesya menatap tajam siswa itu. "Apa, bye one kita hah?! Bilang aja lo iri kan sama gw yang bisa nerobos masuk ke sini kan?! Asal lo tau ya gw punya surat izin langsung dari ibu kantinnya emang kayak lo hah?! " ngawur Lesya ketus.


Siswa itu berdecak kesal melihat pesanan Lesya yang sudah jadi dalam sekejap. Tentu saja sebelum membawanya Lesya menatap tajam siswa itu. Namun di saat dirinya tiba di meja Elvan dkk, dia hanya diam saja melihat keberadaan Letha dkk di sana. Bod*amat lah sekarang dia!


"Nah pesanan lo puas?! " malas Lesya lalu beralih duduk di samping Elvan dan bersebrangan dengan Letha. Elvan hanya mengangguk saja dan mengambil mangkuk bakso yang dibawa oleh Lesya. "Sorry gw udah ada! " ucap Elvan.


Letha hanya mendesis kecewa saja. Padahal selain ingin menemani Amel temannya makan bersama sang kekasih, Letha juga membawakan makanan pesanannya. Sama seperti Lesya, bakso namun berisi toge di dalamnya!


Lesya yang melihat dua mangkuk yang tersisa di sana mengambil dan mengarahkan dekat padanya. Itu pesanan Letha untuk Elvan tadi! Dari pada dibuang mubazir, lebih baik untuk dirinya saja bukan? Jadi tak sia-sia Letha pesan.


"Ini punya siapa? " tanya Lesya bingung.


"Tadinya punya Elvan tapi dia udah keduluan makan yang kakak bawa jadinya gak tau deh! " jawab Letha dengan nada kecewa. Lesya hanya membulatkan mulutnya saja. "Yaudah buat gw aja! Lagi pula Papan juga alergi sama toge kan? " ucap Lesya menyenggol sikut Elvan.


Elvan hanya mengangguk mengiyakan saja. Letha memicingkan matanya tak percaya. "Maaf aku gak tau kamu alergi toge! Terus lo tau dari mana kak kalau Elvan alergi toge? " curiga Letha.


Hayoloh! Dia juga hampir meletus mendengar pertanyaan itu. Beruntung Luna yang duduk di sebelah meja Elvan dkk angkat suara menyelamatkan dirinya dari pertanyaan menegangkan itu.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


>>><<<

__ADS_1


Bikin dag dig dug ser dulu deh baru Letha tahu hubungan pasangan utama novel ini deh. Bikin senam jantungan dulu biar terlatih kenal jantungnya, wkwk authornya jahil ya? Tapi gak papa deh😁


__ADS_2