Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
7: Keluarga Elvan 2


__ADS_3

"Itu, kalian kenal mami? " tanya Lesya terlebih dahulu. Dia takut salah orang.


"Namanya siapa nak Lesya? " kali ini bunda Mayang yang angkat bicara. Dia merasa kenal dengan wajah Lesya.


Kali ini, Elvan dan Elena hanya sibuk menghabiskan makanan mereka sambil menyimak pembicaraan mereka. Mereka semua sedang makan malam di kediaman Grey termasuk Lesya.


Awalnya Lesya menolak, namun karena paksaan Elena dan Mayang, dia hanya pasrah saja. Toh selagi numpang ya kan? Numpang makan, awowok🤣


"Emila Fyo tan, " Mayang dan Arlangga terkejut saat nama sahabat mereka disebutkan oleh Lesya. Perlahan mereka tahu soal janji mereka dahulu.


"Mila? " tanya mereka memastikan. Lesya mengangguk dan yakin jika dia tak salah orang.


"Kami kenal mami kamu nak" jawab Arlangga yang biasa dipanggil Angga.


"Lalu Mila kemana? " tanya Mayang.


Lesya memudarkan senyumannya hanya sedetik saja. Lalu menerbitkan senyumannya yang berasa dipaksakan.


"Justru itu tan, mami minta tolong sama Lesya buat nyuruh tante sama om ikut Lesya ketemu mami" jawab Lesya.


"Ya sudah, habis makan kita pergi ketemu mami kamu ya nak" Lesya mengangguk dan menghabiskan makanannya perlahan.


...~o0o~...


Lesya, Mayang dan Angga berjalan melangkahkan kaki mereka ke ruangan Mila. Dengan Lesya yang memimpin di depan, sedangkan Mayang dan Angga dibelakangnya.


Sebenarnya Angga dan Mayang heran mengapa ke rumah sakit? Siapa yang sakit? Mana pemilik rumah sakit tersebut Mayang pula.


"Ini ada apa nak? kenapa kita kerumah sakit? " tanya Mayang bingung.


"Mami sakit tan" sontak Mayang menutup mulutnya tak percaya.


"Trus sekarang keadaannya gimana? " tanya Mayang khawatir.


ceklek...


Mayang terkejut melihat kondisi sahabatnya dari SMP hingga SMA itu terbaring tak berdaya di brankar. Mila membuka matanya yang tertutup melihat siapa yang datang. Sementara bi Ana yang baru saja tidur, terbangun kembali karena suara pintu terbuka. Mang mamat? Dia mampir ke kantin RS untuk nongki sambil minum kopi.


Mila tersenyum melihat sahabatnya yang berjalan menghampirinya. Perlahan mereka berdua berpelukkan walau Mila menahan sakit.

__ADS_1


Angga hanya menjadi penonton setia begitu pula dengan Lesya dan bi Ana.


drrttt...


Lesya mengangkat teleponnya melihat siapa yang menelepon. 'Papa brengs*k', Gilang adalah orang yang menelepon Lesya saat ini.


Dia menjauhkan dirinya dari yang lain. Tanpa disadarinya, Angga mengikuti Lesya secara perlahan. Angga juga mendengarkan percakapan Gilang dengan Lesya semuanya.


📲 Halo pa❄


📲 Cih, jangan jual mahal kamu! Saya tau kamu butuh uang bukan? Serahkan Lara, adikmu itu ke tangan saya.


📲 Sampai kapanpun saya gak akan nyerahin adik saya sama kamu perset*n dan soal uang? Saya sudah dapat selama saya kerja *bohong


📲 Bohong sekali kamu, gaji kamu kerja saja 2 jt per bulan dan bukannya kemaren sudah habis dikasih untuk Lara?


Bagaimana dia bisa tau? Apa dia mata-matain gw ya? —batin Lesya


Gilang yang di seberang telepon tersenyum smirk. Dia yakin sebentar lagi adik satu-satunya Lesya akan jatuh ke pelukkan nya. Dia tersenyum jahat merasa dia akan menang kali ini.


📲 Kalau begitu saya tinggal mencari pekerjaan tambahan saja bukan?


📲 Dan saya tak akan membiarkan kamu diterima di manapun.


tut..


Angga terkejut dengan papa sambung Lesya yang ternyata sangat kejam. Membiarkan seorang anak bekerja menghidupi kebutuhan keluarganya? Anak holkay weh!


Angga langsung segera berbalik dan memasuki ruang dimana Mila dirawat. Saat Lesya kembali, Angga berpura-pura seperti orang yang tak tahu apa-apa.


"Gimana keadaan mami? " tanya Lesya saat sudah masuk ke ruang rawat Mila.


"Agak mendingan kok nak, oh iya tadi siapa yang nelpon? " tanya Mila balik.


Lesya tercekat sedetik dan berhasil merubah ekspresinya menjadi hangat. Dia tak akan memberitahu masalahnya kepada orang lain. Kecuali Luna, itupun terkadang. Yang lain? Biarlah hanya dia dan Tuhan yang tahu.


"Luna mih" Mila menganggukkan kepalanya mengerti.


Mayang menatap curiga kepada Lesya seperti ada yang disembunyikannya. Angga yang tahu soal tadi, hanya berpura-pura tak tahu saja.

__ADS_1


"May, ingat omonganku kan? " Mayang menatap balik Mila dan mengangguk paham.


"Inget kok Mil, oh iya aku seneng banget apalagi kayak Lesya orangnya" Mila tersenyum begitu pula dengan Mayang.


Angga yang tak paham, diberi kode dari mata Mayang 'Nanti ku ceritakan' kira-kira begitu arti dari sorot mata Mayang. Angga mengangguk paham. Sementara Lesya?


"Saya tan? Saya kenapa? " tanya Lesya menunjuk dirinya sendiri.


"Nanti juga tau nak, klo begitu aku sama Angga pulang dulu ya Mil, kasian anak-anak" Mila mengangguk paham.


"Saya antar tan? takut nyasar" Mayang tertawa kecil begitu juga dengan Angga.


"Gak usah nak, kami tau kok jalannya. Kami sering ke sini" Lesya mengangguk paham dan mempersilahkan mereka keluar dari ruangan Mila.


Setelah mereka pergi, bi Ana pamit keluar untuk pulang bersama suaminya. Sekarang tersisa Lesya dan Mila yang berada di ruangan rawat Mila. Tiba-tiba saja Mila bertanya sesuatu yang membuat jantung Lesya berdetak lebih cepat.


"Ra, klo mami gak ada lagi, kamu mau gak nurut sama satu permintaan mami? " tanya Mila hati-hati.


Lesya terkejut, "Mami bilang apa sih? Emang mami mau apa? "


Mila tersenyum, "Perjanjian itu ditagih nak" Lesya terkejut bukan main.


Dia belum siap menikah. Tapi mau bagaimana lagi? Lesya harus siap demi papi dan maminya.


"Kamu mau kan? " Lesya terdiam sesaat.


Mila kecewa dengan ekspresi sang anak yang nampaknya belum siap. Lesya yang melihat itu langsung mengangguk setuju dengan lapang dada. Dia tahu sejak kecil janji ini pasti akan terjadi dan sudah dibuktikan saat ini.


Mila tersenyum, "Makasih nak, kamu jangan kecewa ya. Dia orangnya baik kok, ganteng, masih muda kok"


Lesya menghela nafas lega atas ciri-ciri yang disebutkan maminya. Dia tahu pasti maminya sudah kenal dengan orang itu dan pasti pilihan maminya adalah pilihan yang terbaik. Lesya ikut tersenyum melihat maminya bahagia walau dirinya akan menanggung semua itu.


"Oh iya, papa kamu datang? " Lesya memudarkan senyumannya mendengar pertanyaan maminya.


Lesya menggeleng pelan menandakan tidak. Mila kecewa akan jawaban sang putri. Padahal dia sangat berharap suaminya itu memperhatikan anak dan dirinya.


"Tapi tadi papa nelfon kok mi, bilang mami cepet sehat" Mila tersenyum kecut atas hiburan Lesya.


Dia tahu itu hanya akal-akalan Lesya agar dirinya tak bersedih. Tapi mau bagaimana? Semenjak dia menikah dengan Gilang, Lesya menjadi tumbal untuknya dan Letha. Dan Letha malah tak tahu hal itu. Yang diketahui Letha hanya Gilang adalah papa yang bertanggung jawab dan baik.

__ADS_1


Mila tertidur dengan Lesya yang menggenggam erat punggung tangan Mila. Nampaknya mereka lelah atas aktivitas mereka tadi. Mereka sudah tertidur menyusuri alam mimpi mereka. Lesya tertidur di bangku dengan wajah yang diletakkan di satu lengan tangan atasnya.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2