Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
321: Kena Karma


__ADS_3

Berjalan cepat ke arah kedua gadis di depannya, Elvan. Lelaki tampan itu dengan cepat menarik kerah baju belakang Lesya dan Lisa. Mereka sudah berada di sekolah. Masa bodo jika orang lain memperhatikan mereka.


"Apasih?! Lo gak tau ya, nih gw lagi niat sekolah, niat belajar, niat nulis dan dimohon jangan ganggu keniatan seorang Lesya karena--- "


Lisa yang berbalik dan paham dengan raut wajah Elvan, menyenggol Lesya agar diam. Lesya menatap kesal Lisa. Mudah sekali dia moodyan akhir ini. Ahh, jangan-jangan... Jangan-jangan apa ya? Haiisss, langsung lupa Lesya!


"Diem dulu ih, kita kabur diam-diam dari pada dihukum sama kutub! " bisik Lisa kecil. Lesya mengangguk setuju. Di saat mereka hendak lari, dengan segera Elvan kembali menarik kerah kedua gadis itu. Yahhh, ketangkep deh!


"Mau kemana hem? Bukannya pengen dihukum beresin lapangan? " tanya Elvan menaikan satu alisnya. Lesya dan Lisa berpandangan satu sama lain. Saling mengkode satu sama lain, justru Elvan memecahkan keputusan kedua gadis itu walau lewat dari sorot mata saja.


"Sempet kabur, gw tambah satu minggu! "


Mamp*s!


Lesya lupa jika Elvan adalah cenayang andalan di saat dia terbengong. Walau hanya beberapa kali tertangkap basah, Elvan satu-satunya lelaki yang dapat membaca pikirannya. Eh, lebih tepatnya only one. Luna yang dekat dengannya saja tak mudah untuk sekedar menebak dengan cepat isi pikirannya. Mr.. Lim-bat?


YA KALI?!


Lesya dengan cepat menggigit lengan Elvan yang menahannya dan kabur begitu saja meninggalkan kedua sepupu itu. Lisa melotot kaget melihatnya. Wah-wah, dia yang ajak kabur justru dia yang ditinggal ya? Berbeda dengan Elvan yang meringis sakit dan menghempas-hempaskan lengannya. Saat dia tahu jika Lisa hendak pergi, tentu saja lelaki itu menahan dan beralih memegang tangan Lisa.


"Ehhh?! "


"Mau kabur, jangan harap Lis! Sebelum lapangan bawah rapi, lo gak bisa lolos dengan gampang! "


Lisa menahan nafas saja. Hukuman itu harus dia terima. Salah dia juga sih sebenarnya. Tapi Lesya juga ikut-ikutan kan tadi?! Ck, tidak adil bagi dia.


"Van, kita masih sepupuan kan? Plisss jangan lapangan ya? " pinta Lisa memelas. Sayangnya raut wajah imutnya tak cocok bagi Elvan. Ayolah, jika Leon pasti akan luluh. Berbeda dengan sepupunya Elvan ini yang justru kembali mengancam.


"Mau nambah gudang? " tawar Elvan.


Lisa berdecak kesal. "Tapi kan bukan cuman gw! Ada Lesya juga gimana tuh coba? Mau jadi ketua OSIS yang gak adil lo hah? " kesal Lisa. Elvan menautkan alisnya dan mengangguk paham. Niatnya akan mencari dan menghukum Lesya nanti. Tapi, di mana gadis itu?

__ADS_1


"Lo beresin lapangan nanti kalau gw ketemu Lele, dia beresin gudang! " jawab Elvan lalu berjalan pergi meninggalkan sepupunya itu. Lisa berdecak malas. Sulit sekali meluluhkan hati satu-satunya sepupu lelakinya. Yah, Elvan memang satu-satunya cucu laki-laki di antara keluarganya. Baik dari pihak Angga (Grey) maupun Mayang (Grizi).


Berbalik pada Lesya, gadis itu bersender pada satu lorong sekolah. Letih sekali sedari tadi dia berlari kabur dari tangkapan, Elvan. Ah iya, jangan lupakan tangannya memegangi perutnya erat. Lesya tak tahu kenapa akhir ini perutnya sering kali sakit. Ya kali dia sembelit?!


Puuk!


Lesya menoleh ke sampingnya. Rupanya ada pak Feri di sana. Ya sebenarnya pak Feri tak sengaja lewat dan bertepatan dengan Lesya di lorong. Lesya tentu saja bingung. Karena arah jalan lorong ini hanyalah ke toilet dan gudang belakang sekolah saja. Dilihat dari tubuh pak Feri, sepertinya rambut lelaki itu sedikit basah? Mandi kah? Di sekolah?!


"Bapak mandi ya? " tanya Lesya tanpa basa-basi. Tentu saja pak Feri tersentak kaget. Memang terlihat yah? Padahal dia hanya mencuci rambut saja di toilet tadi. Pak Feri juga kagum dengan cara penguncapan Lesya yang langsung berbicara terus terang tanpa basa-basi.


"Sebenarnya tadi rambut saya tiba-tiba kena kotoran burung di belakang, jadi saya cuci rambut deh. " jelas pak Feri.


Lesya mengangguk paham saja. Dia tahu banyak burung yang lewat di sekitar gudang belakang sekolah. Tapi arah jaraknya sangat jauh. Menurut pengalaman Lesya, biasanya burung di sana terbang sedikit tinggi. Apa mungkin nyampe? Kalau iya sudah pasti jorok!


"Le! "


Mamp*s!


Lesya merasakan atmosfer sekelilingnya beralih pada satu lelaki yang baru saja memanggilnya. Tatapan tajam, tubuh tegap, dan jangan lupakan ya tampan! Jangan kalian kira Lesya penyuka sesama jenis! Tentu saja dia doyan lelaki tampan hanya saja sekedar kagum bukan suka.


"Kenapa? Mau kabur? " tanya Elvan.


Lesya tersenyum kikuk dan mengangguk saja. Namun perutnya kembali sakit hingga berjongkok karena tak sanggup menahan sakit lagi. Elvan menahan tubuh Lesya agar tak jatuh. Drama macam apa lagi ini? Abad ke berapa yang dimainkan Lesya? Ahh tidak-tidak, sepertinya kali ini Lesya tak bercanda apalagi raut wajahnya seperti sedang menahan sesuatu.


Tak jauh dari Elvan, pak Feri juga terkejut dengan raut wajah Lesya. Bahkan kedua lelaki itu mengerutkan keningnya bingung di saat Lesya justru berlari ke arah toilet. Elvan menatap sekilas pak Feri dan hendak berlari ke arah langkah Lesya. Sayangnya, pak Feri menahannya.


"Kamu tak ada urusan sama anak murid saya mending kembali ke kelas deh! " ucap pak Feri. Terpaksa berbalik, Elvan mengangkat satu alisnya seolah mengejek guru pengganti bu bunga itu. Pak Feri terdiam mengepalkan tangannya kuat mendengar ucapan menusuk Elvan. Beh, damage Elvan kali ini bukan maen!


"Cuman guru pengganti ngaca! " ledek Elvan. Setelah itu barulah Elvan pergi menyusul Lesya. Meninggalkan pak Feri yang terus mengumpatinya dengan banyaknya nama hewan. Masa bodo lah, yang penting bukan dia yang dosa.


...———...

__ADS_1


HOEKKM... HOEKK...


Lesya menghela nafasnya lega. Sedari tadi dia mencoba memuntahkan isi perutnya sayangnya, tak bisa. Sebenarnya ini dia kenapa sih?! Aneh sekali! Ahh, apa jangan-jangan. . . Dia kena karma karena mengerjai Elvan pagi-pagi tadi? No way?!


Menerobos pintu kamar mandi perempuan, Elvan membulatkan matanya terkejut melihat Lesya yang berjongkok bersandar pada tembok. Tak ada orang lain selain mereka karena takut berjalan ke arah belakang sekolah. Tentunya hanya anak-anak berandal saja yang tak takut. Itupun kalau ingin bolos!


Menhampiri Lesya, Elvan menyamakan tingginya berjongkok seperti sang... istri. Geli gak sih?! Oke, lanjut deh karena author gak mau lama-lama lagi.


"Lo kenapa sih? " bingung Elvan menepuk-nepuk pundak Lesya. Gadis itu hanya menggeleng tak tahu. Dia juga bingung dengan kondisinya ini. Mendongkak matap manik mata Elvan, rasanya ingin menangis sekarang juga Lesya. Lihatlah, mata Lesya sudah berkaca-kaca. Itulah satu hal yang membuat Elvan bingung sekarang.


"Jangan-jangan gw ham--- hatchi!! "


Dengan anehnya dan tingkah imut Lesya bersin. Tentu saja Elvan bertambah bingung sekarang. Kembali menepuk-nepuk punggung Lesya dari depan, Elvan masih berpikir menerawang dengan sikap aneh Lesya. Bersin? Ham? Hatchi? Lah? Apa maksudnya?


"Ham apa tadi? " ulang Elvan.


"Oh itu mau bersin! Maksud gw, jangan-jangan gw kena karma lagi gara-gara ngambil kartu kredit lo?! Ya masa sih lo dendam pribadi sama gw karena masalah credit?! " kata Lesya setengah galak. Menyatukan alis, justru Elvan tertawa lucu dengan perkataan Lesya. Dia tak dendam hanya saja... kesal!


"Dih? Apaan sih lo ketawa-tiwi?! Seneng banget liat gw menderita gini. " lirih Lesya lalu membenturkan kepalanya di tembok. Sayangnya sudah terdapat tangan kekar Elvan di sana yang sigap menopang.


"Gw kagak dendam tuh sama lo! Mending lo ke UKS deh atau mau pulang? Muka lo pucet. " ujar Elvan. Lesya menggeleng kecil. Dia tak ingin pulang dan tak ingin ke UKS. Seperti biasa Lesya hadir dengan kebiasaan 'ditawar belajar malah bolos! ditawar bolos malah belajar! ' kan aneh.


"Gak deh, gw mau ke kelas! Eh? Ke kantin deh, pengen makan gw laper... " kata Lesya justru merequest. Elvan hanya cengo saja. Diminta UKS ke kantin ya? Aneh memang, tapi sayangnya dia tak bisa menghukum Lesya karena kondisinya. Bukan hanya Lesya sebenarnya namun juga siapapun yang kena hukuman, jika benar-benar sakit harus beristirahat.


Baru sarapan di rumah makan lagi?


Gentong sih perutnya!


Eh, untung gak denger, wkwk!


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


>>><<<


Menurut kalian, Lesya tuh kenapa?


__ADS_2