Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
293: Anak? pt. 2


__ADS_3

Luna hanya menyenye kecil saja. Dia meringis kecil juga saat Lesya menoyor kepalanya. Dia juga teringat tentang bagaimana dengan sadis Rio dibakar queen kebanggaannya itu. Keren!


"Eh bentar kemaren juga lo bakar Rio, keren weh! Masalahnya yang gw bingungin dari semalem lo ngapain aja sama si teh Rio? " tanya Luna bingung. Leon dan Lisa juga mengangguk setuju dengan pemikiran Luna. "Nah bener, habis ngapain lo sama Rio? " tanya Leon.


"Gw sama dia? Sebenarnya sih ya waktu gw mau pulang, dia nyegat gw! Nah karena tuh anak batu, yaudah gw ladenin nyampe bonyok! Habis tuh gw ke parkiran nyeret dia, trus dia gw iket di ban motor gw! Nah, waktu gw mau nyusul kalian, dia keseret trus gw tendang palanya nyampe gak punya bentuk! Gitu deh kurang lebih ceritanya! " cerita Lesya dengan entengnya. Namun perkataan enteng Lesya itu membuat merinding ketiga temannya. Santai amat ngomongnya tapi berasa mereka yang disiksa! Pikir mereka.


"Santai bener ngomongnya, merinding gw weh! " ucap Luna bergidik ngeri. Leon mengangguk setuju dan kembali menyahut. "Udah gw duga begini alurnya! Gak majikan, Lion pun jadi! " sahutnya.


"Lion saha teh? " tanya Lisa tiba-tiba. Memang dia tak mengenal siapa Lion. Dia kira Lion adalah seseorang yang sama seperti Lesya. Apa itu nama orang? Bingungnya bertanya.


"Anak Lesya! " kompak Luna dan Leon bersamaan.


Prutttt!


Lisa menyemburkan air yang dia minum ke arah bawah lantai. Sementara Lesya menepuk jidatnya pelan. Apalagi ucapan Luna dan Leon cukup kertas hingga membuat beberapa murid melotot tak percaya ke arah mereka. Terutama Elvan dkk dan Letha dkk. Hah anak?


"Gw tandain muka lo berdua! " kesal Lesya menunjuk ke arah Leon dan Luna secara bergantian.


Leon dan Luna hanya saling pandang dan melempar tatapan bingung mereka. "Lah? Emang bener kan? " bingung mereka. Lesya memegang kedua kepala sahabatnya itu dan menyatukan keningnya lalu melepasnya.


"Lah jambu, bukan anak beg*! Maksud mereka tuh anak anj*ng berupa singa! Lo pikir gw murahan apa pake acara bahas anak segala! " jelas Lesya dengan nada kesalnya. Rupanya kedua temannya tak paham maksud dari ucapannya.


"Lah? Si Lion kan emang komuknya serem tol*l! Lo emang anggep nya anak kali tapi dia tuh anak harimau bukan singa! Beda sama kita berdua yang diplototin terus sama tuh hewan! " kata Leon mengusap keningnya diikuti Luna yang meringis kecil karena kepala mereka sedikit dibenturkan oleh Lesya.


Luna mengangguk setuju dan membenarkan ucapan Leon. "Nah, bener tuh! Emang benerkan si Lion anak peliharaan lo? " lanjut Luna menimpali tanpa dosa. Lisa mengernyit bingung dengan bahasan di depannya ini. Dia bingung dengan kata anak? Dia juga bingung karena nama hewan juga dibawa-bawa. Apa maksudnya?

__ADS_1


"Luna beg*kk! Maksudnya dia emang anak gw tapi dia hewan tol*l! Dia anak harimau cantik plus imut tauk! " malas Lesya tiba-tiba memuji kecantikan yang dimiliki oleh harimau kesayangannya itu.


Luna berlagak hendak memuntahkan isi perutnya mendengarnya pujian Lesya untuk seekor hewan buas. "Hoekk, hewan aja di bilang cakep! Cakep dari mana sih cobak?! " kesalnya. Leon bergidik ngeri melihat wajah Lesya yang perlahan mulai menatap horor Luna.


"Beh, manusia dibilang masih belum selevel tapi hewan cuman Lion yang level atas! " lirih Leon terdengar. Luna mengangguk setuju dengan pemikiran Leon. "Nah bener tuh! Gw kasian sama pemilik rumah sakit jiwa kecolongan yang satu teman saya kabur tapi gak ditangkep-tangkep! " geleng Luna.


"Banyak cakap kalian! Mending lurusin dulu maksud anak apaan! Lo duain sepupu gw ya? Wahh, parah lo Sya gw aduin tante May sama om Angga lo! " ancam Lisa menatap tajam Lesya.


"K*mpret! Lo berdua rusuh mulu sih?! Nih gw jelasin ya kalau Lion tuh anak gw tapi dia anak harimau peliharaan gw, bukan manusia! Ya kali gw punya anak beneran! Masih muda gobl*g! " kesal Lesya tanpa sengaja mengumpat kasar agar mereka mengerti dengan ucapannya. Frustasi dia lama-lama dengan penjelasan kedua temannya yang kurang akurat berbicara.


"Jadi, intinya dia hewan gitu? " tanya Lisa memastikan. Lesya mengangguk menjawabnya. Akhirnya Lisa mengangguk paham sekarang. "Emang boleh pelihara harimau apa? Gak dilarang pemerintah gitu? " heran Lisa geleng-geleng kepala.


Lesya menjentikkan jarinya enteng. "Selama pemerintah gak tau, kenapa enggak? Lagian aturan tuh ada untuk dilanggar! Kalau gak dilanggar, buat apa ada aturan di dunia ini? " santai Lesya mengangkat satu alisnya.


"Lah iya ya? " balas Lisa.


"Lesya! " celetuk Luna menyahut.


"Hah?! " pekik Letha tak menyangka.


"Go to the block, maksudnya Luna tuh anak anj*ng Tha, bukan manusia! Sjxhsnxuwn, tau lah ribet lo pada! " Lesya menggerutu kesal dan akhirnya memilih pergi saja. Bisa frustasi dan memecahkan otak jika di sana terus. Bahkan dapat dilihat Letha dkk dan ketiga teman Lesya jika gadis itu mengacak rambutnya.


"Haha.. Mamp*s lo Sya, emang enak gw kerjain! " tawa Luna. Yah, memang sebenarnya gadis itu hanya iseng-iseng saja membuat Lesya kesal. Benar saja kerjaannya itu! Leon hanya menggelengkan kepalanya. Jika Lesya tahu jika itu hanya iseng kerjaan Luna sudah pasti mengamuk di tempat.


"Jadi tadi lagi bahas anak anj*ng ya? Tapi kok gw denger kata harimau yah? " tanya Letha. Luna menoleh dan menyeruput sejenak es jeruknya. "Salah denger lo! Orang dari tadi kita ngomongin anak anj*ng kali! " elak Luna berbohong.

__ADS_1


Letha hanya mengangguk percaya saja. Padahal dia ingin bertanya lagi mengenai hal lain. Namun mendengar nada bicara santai sekaligus tegas Luna membuat nyalinya menciut. Orang yang dia panggil sebagai preman selain kakaknya ternyata adalah orang uang membuatnya sedikit segan. Ditambah tak ada sang kakak di sana membuat dirinya bertambah canggung. Letha tak seperti Lesya yang mudah bergaul walaupin orangnya dingin.


Sementara di sisi Elvan dkk mereka justru membahas kecil perkara tadi. Tentu saja dari awal mereka mendengar perbincangan keempat sekawan seblenng itu. Ken, Revan dan Valen lah yang terus berbicara karena pada dasarnya merekalah yang paling humoris di antara ke-enam lelaki itu. Tak seperti Farel dan Frans. Apalagi bos besar mereka, Elvan!


"Widih, gak nyangka gw coy! Apalagi masih kecil jenius bener nyampe punya pikiran tes DNA! " kagum Ken. Revan hanya geleng kepala saja. "Itu karena otak lo lebih rendah dari dia! " ledeknya.


Ken hanya mendengus malas mendengar lontaran ejekan Revan. "Tapi nih ya, kalau masalah pelajaran gw lebih tinggi dari dia. So, gw lebih di atas dong? " sombongnya.


Valen tertawa kecil dan menoyor kepala Ken pelan. "Hadehhh, itu karena emang dia males belajar doang Kenneth Dayvino.. Bukan karena kapasitas otaknya yang rendah kayak lo! Ada-ada aja lo ngarepnya! " ucapnya geleng kepala. Ken mendengus malas mendengar Valen yang membela Lesya dibandingkan dirinya.


"Jangan remehin bro! Bisa aja tuh anak punya banyak piala di rumahnya! " zahir Frans. Revan mengangguk setuju mendengarnya. "Ho'oh bener noh Ken! Siapa tau kalau lo nantangin dia waktu ujian, malah dia yang paling tinggi dari lo! Pupus nanti mimpi bayangan lo Kenn... "


"True! Dia hampir nembus skor gw waktu di Inggris! " ucap Elvan. Mereka semua menoleh dan sedikit terkejut dengan ucapan Elvan. Terutama Ken yang super heboh orangnya. "Lah? Yang mana? "


"Champion 2 Olimpiade Global Math and Sains in Inggris 2710, dia peringkat kedua dengan beda 3 poin sama gw! " ucap Elvan. Farel mengernyitkan alisnya bingung. "Lah, bukannya kata lo orang itu namanya Ziel ya? " heran Farel.


Yah, Elvan hanya bercerita jika dia bertemu dengan pemilik peringkat kedua saat itu kepada teman-temannya dengan nama Ziel. Dan yah, mereka masih ingat itu. Elvan hanya mengangguk pelan.


"Yah, dia Ziel! " ucap Elvan.


Ken mengangkat satu alisnya bingung. Terlintas di benaknya untuk menggoda teman kulkasnya itu. "Kok bisa tau kalau dia Ziel? Apa jangan-jangan. . . Lo udah PDKT-an ya sama Lesya? " godanya.


"Lo pengen ukuran berapa liang kuburnya? " tanya Elvan berbaik hati.


Sontak Ken menggeleng saja seolah menolak tawaran Elvan. Tawa dan canda terdengar di meja itu. Farel bahkan ikut tertawa kali ini. Sebenarnya Elvan tak ingin menyembunyikan statusnya dengan Lesya namun dia malas jika ujung-ujungnya, teman-temannya akan membahas hal yang seharusnya tak dibahas. Biarkan saja waktu yang memberitahunya. Dan juga biarkan saja hanya Revan dan Valen yang mengetahui hal mengenai siapa Lesya untuknya.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2