
Lanjut flashback kuyy!!
>>><<<
Leon tak menjawab. Dapat Luna perhatikan dari raut wajah Leon jika lelaki itu terlihat gugup. Bahkan tangannya terlihat bergetar. "A-anu!?.. Mungkin gw cowok yang sama sekali gak romantis tapi, gw sayang, gw cinta, gw suka sama lo Lis! So, will you be my girlfriend? "
Leon tak dapat mengontrol mimik wajah dan suaranya saat ini. Wajahnya berkeringat dingin dan suaranya sangatlah terburu-buru mengucapkan kata tadi hingga Lisa mengira jika Leon sedang menge-rap.
Bahkan tangannya yang terulur mengambil bunga mawar di belakang jaketnya terjatuh begitu saja saking gemetar nya. Saat hendak berjongkok mengambil bunga yang terjatuh, matanya melotot mendengarnya jawaban dari Lisa.
"Gw gak denger omongan lo! Ulangin coba! " Menghela nafas, Leon justru tak memberanikan dirinya menatap Lisa. Sikap pemalu nya mulai hadir dan menguasai tubuhnya hingga Luna memutar bola matanya malas.
* Inikah yang dinamakan cinta? Nyampe segini takutnya Leon? Cuman satu cara buat Leon gak takut! Mulut dan tatapan tajam silet Lesya! Rasanya gw pengen nabok si Leon nih! Mana ada pengakuan pernyataan dimana lelaki menembak hati perempuan kek gini! Kecuali Leon sih! Unik tapi bengek! Gw jamin tuh tangan gak bisa angkat apa-apa bentar lagi! * batin Luna gelang-geleng kepala.
Menghela nafas, Leon mencoba mengeluarkan suaranya namun tertahan. Suaranya sama sekali tak keluar sedikitpun. Seperti ada benda yang mengikat dan menarik ke bawah pita suaranya.
Pluukk!
Menepuk pundak Leon, Luna menghela akhirnya suara Leon dapat dikeluarkan. "Ehm, a-anu.. Gw tau kalo gw ungkapin nya sedikit aneh dari ungkapan lelaki pada umumnya! Tapi gw bener-bener tulus sama lo Lis! So Elisa Vellyna Grizi, will you be my girlfriend? "
Lisa mengembangkan senyumnya mendengar bagaimana Leon mengulangi ucapannya. Tanpa menjawab, Lisa mengangguk dan berjongkok mengambil bunga yang terjatuh. "Seriously? " girang Leon.
Lisa mengangguk. Leon justru memeluk dan menggendong Lisa berputar-putar saking bahagianya. Luna saja yang melipat dadanya mundur beberapa langkah. "Abaikan saya di sini! " tekan Luna mencibir.
Leon dan Lisa terhenti. "Iri lo? Bilang dong! " Luna melotot dan menatap tajam Lisa. "Siapa yang iri! Btw Yon, tangan lo apa kabar? " tanya Luna.
"Agak gementar! " jujur Leon berlagak polos.
Luna memutar bola matanya malas. "Ikan paus makan timun! Timun basi kelamaan! Kalian berdua jadian! Lah gw sendirian! " pantun Luna menyeleneh.
__ADS_1
Sontak Lisa dan Leon menatap satu sama lain dan tertawa lebar. Merasa tak cukup tenaga meredakan gemetar di tangannya, Leon menurunkan Lisa agar tak terjatuh. "Cari pacar sono lo Lun! " ledek Leon.
Luna mendengus. "Mentang-mentang udah punya pacar, sombongnya selangit! Gaya lo Yon! " kesal Luna.
Lisa mencolek dagu Luna hingga Luna berdecak sebal. "Mau gw cari? Valen? Farel? Frans? Atau Ken? " Leon terkikik kecil dan berkata. "Valen aja noh Lun! "
Luna bergidik ngeri mendengarnya. "Idih! Ogah gw mah sama dia! Bod* gw mau pergi bye! " pamit Luna meninggalkan pasangan baru jadian itu dengan kaki yang sengaja dihentak-hentakkan. Lisa dan Leon yang melihat hanya tertawa kecil.
Diantara Luna dan Lesya, Luna lah yang paling kekanak-kanakan. Jika Lesya, lebih memperlihatkan sifat mandirinya. Sementara jika memang situasi genting, semua berubah menjadi benar-benar serius.
Flashback off
Lesya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar cerita dari Luna. "Emang aneh mereka mah! Trus tuh tangan apa kabar? " ledek Lesya.
Leon yang baru saja menhampiri mereka dan ikut berjongkok mendengus malas. "Tangan gw kabarnya baik! " ujarnya malas.
Lesya dan Luna tertawa kecil setelah menoleh dan mendengar suara malas dari Leon. "Mana pacar lo? " tanya Luna setengah meledek.
Lesya melempar batu yang ada ke dalam sungai dan tersenyum kecil. "Heleh, udah ngaku aja lo Lun! Kangen kan? " Luna melotot tajam ke arah Leon dan menggeleng. "Gw cuman heran doang karena biasa orang baru jadian, ya deket bener! "
Leon menganggukkan kepalanya setuju. Mengapa tadi dia tak mengajak Lisa keliling kemah ya? Mengapa baru terpikir di benaknya sekarang? Pikirnya bingung.
"Hayo lo belom ngajak dia pergi kan? Sono nanti kalo tuh anak bosen sama lo, nyari yang lain lagi dia! " ucap Luna polos memanasi suasana.
Terpancing, Leon segera beranjak dan melangkah meninggalkan Lesya dan Luna di sana tanpa satu kata patah pun. Lesya terkikik dan menoyor kepala Luna. "Parah lo! "
Luna meringis dan tertawa lebar melihat punggung Leon yang mulai menjauh. "Ouch! Bercanda Sya! " Lesya geleng kepala saja mendengarnya.
Beberapa saat mereka mulai berbaris dan menyimak dengan baik penjelasan pak Kevin yang di depan. "Baik anak-anak semua, kalian dapat melihat alam sekitar dan silahkan ditulis apa yang terdapat di sungai ini! Sekian terimakasih! "
__ADS_1
Sontak semua siswa-siswi berpencar dan mulai mencatat apa yang mereka temukan. Berbeda dengan Lesya, Lisa, dan Leon yang justru mengobrol sejenak. "Mager gw nyatet! " keluh Lisa.
Leon merangkul pujaan hati. Tangannya tak bergetar lagi. "Sama, aku juga mager beb! " Lesya hendak muntah mendengar kata-kata musibah di telinganya namun dia seolah menulikan pendengarannya saja.
Lesya memutar bola matanya malas. Akhirnya Luna yang mengambil pancingan datang menghampiri mereka. "Oy, nangkep ikan bareng yok! Gw bawa pancingan nih! " ucap Luna.
Lesya menggeleng tak setuju. "No! Kalo lo tenggelem, siapa yang mau nolongin? " Luna mencebik. Memang dirinya tak dapat berenang. "Ya elo lah! Lagipula dipinggir sungainya aja kali! Gak terlalu dalem! "
Lesya dengan cepat menggeleng. "Gak boleh! Berat lo tauk! " Luna mencebik kesal. "Yaudah di pinggirnya doang Sya! Nanti kalo gw tenggelem Leon yang nolong! "
"Nah oke tuh! Yok gaskeun! Udah lama gw gak mancing! " ucap Leon. Lesya melotot tajam ke arah Leon. "Enggak boleh! "
Malas, Lisa dengan cepat menggandeng Leon ke arah sungai dan Luna menggandeng Lesya ke arah sungai. "MANCING SLURR! " semangat 45 Luna berkobar.
Banyak pasang mata melihat ke arah mereka. Baik itu Amanda, Letha dkk, Elvan dkk, guru-guru, dan siswa-siswi.
Pasrah, Lesya menggulingkan lengan kaki dan tangannya lalu masuk ke tepi sungai. "Gak enak mancing kek gitu! Mending gini! " Memasukkan tangannya ke dalam sungai, Lesya berhasil menemukan satu ikan dan berusaha menangkapnya.
"IKAN WOY IKAN! " pekik Leon.
"TANGKAP BEGOK SYA! DEPAN MATA TUH!! " tambah Luna.
"SABAR BANGS*T!! " kesal Lesya.
"BAKAR IKAN NANTI MALEM SYA! " ucap Lisa.
"BISA SABAR GAK SIH LO PADA?! SUSAH NIH UWWAHHH!! " pekik Lesya.
Tertangkap satu ikan, Luna dengan cepat mengambil satu ember dan mengarahkannya ke arah Lesya. "MASUKKIN KE SINI SYA!! "
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗