Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
238: Gak cengeng!


__ADS_3

Lesya mendongkak dan melihat lelaki tegap seusianya yang berhasil mengalahkan 3 poin nilainya. Itu Elvan saat kecil! Elvan yang dahulu badboy dengan rambut acak-acakkan, baju dikeluarkan dan raut wajah datar duduk di samping Lesya dan mengejek tanpa dosa.


"Cengeng lo! Padahal beda 3 poin doang! Toh lo tetap megang piala kan? " ejeknya. Lesya melirik piala dan medalinya yang berada di sebelahnya. "Tetep aja gw kecewa! Kalau keluarga gw tau, bisa dipukulin gw nanti! " ketusnya.


Elvan geleng-geleng kepala. "Itu artinya keluarga lo sayang sama lo makanya keras gitu! Dia mau lo jadi orang yang tegar di masa depan! Bukan cupu kek gini! Cengeng lagi! " ejek Elvan lagi.


"Tau apa b*bi? Dia mirip kek lo! " ketus Lesya tak mau kalah. Elvan menjitak kening Lesya pelan. "Ngomong yang bener! Tadinya gw niat pacarin lo, dilihat dari mulut lo. . .Gw pertimbangan deh! "


Lesya berdecih sinis. "Gw sama lo? Ogah! Masih kecil jadi fuckboy nanti besar mau jadi apaan lo? " jutek Lesya sinis. Dengan ngawur Elvan menjawab santai. "Jadi suami lo! " celetuk Elvan ngawur.


Lesya menjitak balik kening Elvan hingga Elvan meringis. "Kalau pun jodoh ya gw setuju aja! " balas Lesya enteng. Lesya sendiri juga membalas tak kalah ngawur. Padahal jelas-jelas dia tahu jika Elvan hanya bercanda dengan ucapannya.


"Ouch! Tenaga lo kuat juga ya walau cengeng gitu! " cibir Elvan mengelus keningnya. Lesya berdecak malas. "Gw gak denger! Gw juga gak cengeng! " balasnya.


Elvan melirik jam tangannya dan berdiri menatap Lesya yang terduduk. Lelaki kecil itu mengulurkan tangannya. "Oy cengeng, nama lo siapa? Gw mau balik! " tanyanya.


Lesya membalas uluran tangan Elvan seolah saling menjabat satu sama lain. Karena dirinya yang tak percaya dengan orang asing, Lesya mengambil namanya dari kata ZELyra dan menambahkan huruf ‘i’ di depan huruf ‘e’. "Salken gw Ziel! " ucap Lesya tersenyum tipis.


Elvan mengangguk paham. Sama seperti Lesya yang tak mudah berkenalan dengan orang asing, Elvan mengambil kata mainan kesukaannya dahulu. "Oke ziel cengeng, kenalin gw hero lo! Panggil aja Ero! " bangganya dengan wajah songong.


Lesya tertawa renyah. "Heleh! Hero dari jonggol! Tapi gw gak masalah, Ero! " jawabnya mengiyakan kekonyolan Elvan. Alhasil dari sanalah nama kata Ero dan Ziel terbentuk. Kekonyolan Elvan!


"Ero mau pulang? " tanya Lesya polos menahan tangan Elvan yang hendak pergi. Elvan mengangguk singkat. "Bunda gw nanti nyariin! " jawabnya.


Lesya masih membutuhkan teman saat ini dan tak ingin sendiri. Elvan yang melihat raut wajah Lesya yang tak ingin berpisah dengannya dengan cepat mengencup kening Lesya sedikit lama sebagai tanda perpisahan. Lesya terkejut tentunya!


Cups!


Elvan menangkup kedua pipi Lesya. "Udah gak usah baper! Jadi orang jangan cengeng karena gw tau lo anak yang kuat! Jangan pernah menyerah sama kata dunia tapi jadilah orang yang berdiri di atas kaki dan memusnahkan orang yang menghina lo! Jangan buang juga pialanya, nanti gw marah! Satu lagi, nanti jangan pacaran sama siapapun selain gw oke? Bye! " ucapnya lalu mencolek dagu Lesya.


Lesya terdiam mengingat kata-kata Elvan yang dia panggil Ero itu. "Banyak bener! " gumamnya. Elvan mengacak rambut Lesya dan berjalan pergi dari sana. "Bye-bye Ziel cengeng! " ucapnya dengan nada meledek seraya pergi dari sana.


Lesya menghentakkan kakinya sebal saat mendengar teriakan Elvan lagi. "Inget nikahnya sama gw! " ucapnya lalu benar-benar pergi dari pandangan Lesya. Lesya tersenyum kecil mengingatnya. "Ero lucu! Ziel suka! " gumam Lesya.


—Flashback off—


Elvan membuka matanya dan mendekatkan wajahnya ke arah Lesya. Lesya memundurkan wajahnya. Rupanya Elvan hanya ingin membisikkan kata yang membuat Lesya berdecak sebal. "Ziel cengeng! " ejek Elvan.


Lesya berdecak sebal. "Gw gak cengeng ya Ero! " sebalnya. Elvan mengacak rambut Lesya dan terkekeh tipis. "Iya-iya! Sono mandi bau alkohol lo! " usir Elvan. Lesya berdecak malas dan menggeleng. "Gw gak bau ya! " kesalnya beranjak berdiri dan memasuki kamar mandi.

__ADS_1


Sebelumnya Lesya berhenti dengan kata-kata yang di lontarkan oleh Elvan. "Gw kan udah bilang, nikahnya sama gw bukan sama yang lain! " ucap Elvan menggoda Lesya dengan mengambil kata-katanya saat pertama kali bertemu dengan Lesya.


Lesya berdecak dan menghantakan sekali kakinya sebal. "Makin nyebelin lo lama-lama! " kesalnya berlalu pergi dengan cepat dari pandangan Elvan. Jelas dia malu! Kata-kata lontaran konyol Ero—Elvan sendiri terwujud begitu saja dan baru saja disadari oleh kedua belah pihak. Memang benar jika bumi itu sempit!


...※ ·❆· ※...


Elvan dan Lesya berjalan ke arah parkiran. Tanpa sengaja mereka yang berada di koridor apartemen, mendengar suara bising dari sebuah kamar yang mereka lintasi. Lesya hanya menatap datar kamar tersebut dan memutar bola matanya malas. "Zaman sekarang mulai gak peduli harga diri lagi! " gumamnya.


Elvan mengangguk setuju. Tangannya dia letakkan di pundak Lesya hingga Elvan merangkul Lesya layaknya sahabat. "Yang mereka tau bagaimana uang bisa di tangan mereka doang! " ucapnya dibalas anggukan oleh Lesya.


"Tapi keknya gw kenal deh sama tuh suara! " molognya berpikir siapa pemilik suara. "Kayak Chatrin gak sih? Suara dia kan rada songong sama gw! Tapi gw juga pernah denger suara dia yang asli! Iyah, mirip! " lanjutnya bermolog.


"Gak usah pikirin! Mending kita makan dulu! " ucap Elvan membawa Lesya ke arah kantin apartemen. Lesya hanya memutar bola matanya malas dan menurut saja. Dia juga bingung mengapa dirinya begitu penurut jika bersama Elvan? Sementara dengan Luna sahabatnya sendiri, dirinya agak kasar!


Lesya hanya diam setelah memesan makanan. Agar terlihat sibuk, Lesya merogoh sakunya dan membuka ponselnya. Betapa terkejutnya dia melihat banyaknya panggilan tak terjawab dari Luna sahabatnya. "Buju g*le! Auto ngelag handphone gw kalau gini caranya! " gumamnya geleng kepala.


📩Lucinta Luna


Lesya!


Lo dimana?


Lo marah sama gw?


12 panggilan tak terjawab


Sya jawab!


Sya!


16 panggilan tak terjawab


Echa lo dimana?


Jangan bikin gw cemas oy!


(read)


Lesya geleng-geleng kepala melihatnya. "Ini anak gak capek apa ya ngetik sama nelpon nya? " gumam Lesya lagi. Jari lentik Lesya menari di atas layar ponsel membalas pesan dari Luna.

__ADS_1


^^^📩Sasa kutub^^^


^^^Gw gak papa^^^


^^^Gw gak marah kok sama lo^^^


^^^Gw sekarang ada di apart punya gw^^^


^^^Gak usah cemas, gw baik-baik aja di sini^^^


^^^Ada ketos juga di sini nemenin gw!^^^


📩Lucinta Luna


Baguslah, gw jadi tenang dengernya.


Soal tadi gw minta maaf gak ngomong


sama lo.


Gw cuman gak mau nambahin beban


pikiran lo doang.


^^^📩Sasa kutub^^^


^^^Gak masalah, gw paham^^^


^^^Thanks ya udah ngebersihin sampah^^^


^^^dari anak-anak sekolah^^^


📩Lucinta Luna


No problem, btw udah dulu ya


Gw masih harus urus butik.


(read)

__ADS_1


Lesya hanya menghela nafasnya saat ini. Dia merasa sedikit bersalah membuat Luna cemas. Dia yakin jika Luna saat ini baru saja konsentrasi mengurus butik menggantikan Henny yang sakit.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2