Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
394: Pengalaman


__ADS_3

A Story of Aleesya


Episode 394: Pengalaman


Setelah beberapa menit kemudian mereka terdiam, Lesya tiba-tiba saja mencakar kuat jarinya sendiri hingga tergores. Elvan yang sedari tadi memperhatikan Lesya, sontak mengangkat tangan gadis itu dan menyesap pelan darah yang keluar.


"Haiss, lo kenapa sih hobby banget lukain diri? " bingung Elvan setelah menyesap darah yang keluar. Lesya tak menggeleng. Dia baru sadar jika Elvan masih di sana. Dia kira, lelaki itu sudah pergi karena tak tahan dengan sikapnya.


"Jangan ulangin lagi! " kata Elvan.


"I'm sorry, " lirih Lesya tiba-tiba.


Elvan menautkan alisnya bingung. Dia bingung karena Lesya tiba-tiba meminta maaf. Seharusnya dia meminta maaf pada dirinya sendiri bukan pada dia. Hanya keheningan yang tercipta saat ini. Bahkan Elvan saja belum tak menyentuh makanan yang dibawanya sama sekali.


"Why you say sorry? (Kenapa kamu mengucapkan kata maaf?) Harusnya, lo bilang maaf sama diri lo sendiri." ucap Elvan memecah keheningan. Lesya menggeleng kuat. Bukan tanpa alasan dia melukai dirinya sendiri walau hanya sekedar menggores jarinya sendiri.


"Nooo, di sini gw bersalah. Gw repotin lo dan yang lainnya. Harusnya orang kayak gw gak pantes dapat perhatian segitu banyaknya. Walaupun selama ini gw butuh perhatian orang lain, tapi-- " kata Lesya dan sengaja menjeda ucapannya untuk mengambil nafas sejenak.


"Tapi kalau begini, sama aja gw yang ngerasa disudutin. Gw ngerasa gw yang paling lemah, padahal selama ini gw gak selemah ini. Dan gw ngerasa gw di sini cuman jadi beban doang! Ka--- "


Chupp..


Lesya terkejut dan sontak membulatkan matanya lebar. Dia belum selesai menyerocos meminta maaf. Namun dia merasakan benda tak bertulang bersentuhan langsung dengan bibirnya bahkan menggigit pelan bibirnya. Meringis kecil, menurut Lesya ini moment yang sama sekali tidak tepat.


"Jangan merendah! Lo gak repotin, lo lupa waktu kita ngucapin janji suci? Gw bersedia menemani lo dalam suka dan duka, dalam sakit dan sehat, dalam susah dan senang, mendampingi lo hingga akhir hayat gw dan mencintai lo dengan tulus seumur hidup gw, paham? "


Lesya mengangguk pelan saja saat Elvan justru menyerocos seolah sedang menceramahi dia. Tautan mereka juga sudah terlepas karena tadi Elvan hanya memberi pelajaran kecil saja.


"Udah, makan dulu besok lo harus pergi." kata Elvan. Lesya mengerjapkan kedua bola matanya pelan. "Pergi ke mana? Gw gak ada janji perasaan." kata Lesya.

__ADS_1


"Lo pergi bareng daddy, mommy, Gilang, sama aunty lo. Mungkin kalian emang butuh waktu berlima dulu" ucap Elvan rendah seraya mengambil piring yang berada di sampingnya. Lesya kembali mengerjap pelan alias tak paham dengan maksud dari ucapan Elvan barusan.


"Loh kok perginya berempat sih?! Gak mau, maunya bareng lo kalau gak Luna gitu." protes Lesya tak menerima.


Elvan yang mendengar secara reflek menautkan alisnya bingung. Pergerakan tangannya terhenti di saat dia mendengar jika Lesya ingin pergi bersamanya. Menggelengkan kepalanya kecil, dia bingung harus menggunakan alasan apa lagi agar Lesya tak curiga.


"Ya mana gw tau! Udah deh, besok aja tanya-tanya nya mending sekarang lo makan dulu, kasian perut lo dianggurin 2 hari yang lalu." kata Elvan yang memilih berbicara panjang kali lebar agar Lesya tak kembali bertanya-tanya lagi.


Lesya hanya mengangguk pelan saja. Dia masih bingung dengan ucapan Elvan namun dengan segera dia tepis perasaan bingungnya itu. Mereka pun akhirnya makan dengan satu piring, satu sendok, dan satu gelas. Elvan juga ikut makan walau Lesya tak dapat melihat dirinya yang mengunyah. Tentunya Lesya disiapkan oleh Elvan agar tak tumpah-tumpahan makanannya.


...〰〰〰〰〰〰〰✍...


Matahari sudah menyinari sebagian belahan bumi. Di negara asing dengan banyaknya penduduk berkulit putih, sudah tampak ramai berjalan ke sana ke mari. Dan di sebuah rumah mewah yang sama sekali tak memiliki tetangga di depan belakang dan samping kanan kirinya, sudah ramai duduk di ruang keluarga. Bahkan pemilik rumah pun sudah ada di sana dengan penjagaan hewan peliharaan kesayangannya.


Semua sibuk berkomentar ini dan itu karena asik menonton televisi yang menyala. Hanya yang berjenis perempuan saja. Sementara yang lelaki sibuk di belakang dengan berbincang serius. Mereka juga masih dapat melihat dan mendengar apa yang terjadi pada para perempuan yang asik mengghibah.


Sella yang tertawa pelan beralih menatap Lesya yang sama sekali tak berbicara. Senyumnya beralih pudar karena tak tega melihat anak tirinya hanya mengelus-elus bulu-bulu harimau yang sempat bertindak kasar dengan Gilang.


"Sya, ceritain dong gimana pengalaman kamu selama 3 hari yang lalu." kata Sella yang penasaran. Lesya terdiam dan yang lainnya hanya diam menyimak. Berbeda dengan Luna yang menganggap ucapan Sella patut dipertanyakan.


"Bener tuh Sya, gimana sih rasanya? " polos Luna justru penasaran dengan jawaban Lesya. Sang pemilik nama tak berbicara. Karena menyadari majikannya tampak tak suka dengan pertanyaan keduanya, Lion menggeram kecil.


Grrrrrrhhhh!!


"Apa sih Lion nga-ngerrr mulu dari kemaren! Gw penasaran doang bukan ngejitak majikan lo." kesal Luna yang menyadari maksud Lion. Harimau betina itu tampak menggeram tak suka alias ikut sebal dengan tanggapan sahabat majikannya. Memang mereka tak akur!


"Rasanya ya? "


Sang pemilik nama yang terus ditanyakan akhirnya angkat suara. Dan itu membuat yang lainnya diam menunggu jawaban lanjutan Lesya. Gelenggan kepala gadis itu membuat mereka semakin penasaran.

__ADS_1


"Rasanya kayak digentanyangin."


"Gentayangin gimana maksudnya? " tanya Mily yang ikutan penasaran. Lesya menautkan alisnya bingung. Dia merasa sedang membuat dongeng horror yang terinspirasi dari kisahnya sendiri.


"Ya gitu! Tiap malem gw ngerasa diawasin dan menurut pandangan gw sendiri, rasanya gw digentayangi sama orang yang sama sekali gak gw kenal." jawab Lesya yang membuat bulu kuduk mereka tertarik ke atas dalam artian mereka sedang merinding.


"Setiap malam juga gw mimpi buruk dan waktu gw bangun, mata gw serasa kaku." lanjut Lesya lagi. "Dan setiap pagi rasanya malam terus, gelap, gak ada lampu, gak ada benda. Ya semua rasanya kosong makanya ma-ti rasa kayak mau ma-ti." sambung Lesya lagi.


"Stoppp! Dah jangan ceritain lagi nanti nih novel ngubah genre jadi horror! " ujar Luna yang memang tak suka mendengar, membaca, menonton yang berbau hal mitis. Bukan maksudnya Luna takut tapi tak berani. Ehehe.. sama aja dong :v


"Heleh bilang aja lo takut." sahut Felicia yang sudah tahu menahu tentang kepribadian Luna. Gadis itu hanya menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal saja. Cukup malu mengatakannya!


"Ya terus gimana rasanya pas tau kalau lo udah punya pendonor Sya? " tanya Lisa yang kini sudah tak tersepuruk kemarin-kemarin. Untuk kabar Leon, kelai itu sudah stabil hanya menunggu lelaki itu kembali sadar saja.


Sang lawan bicara hanya mengangkat kedua bahunya acuh saja. "Entah! " jawabnya jujur. "Di satu sisi gw seneng sih, tapi di sisi lain gw kasian sama nasib orang yang jadi pendonor. Emang dia siap digentayangin kayak gw? " lanjut Lesya lagi dengan tampang polosnya.


"Kalau dia siap gimana? " tanya Felicia yang ingin menghancurkan rasa gengsi yang melekat pada diri Lesya.


Sang lawan bicaranya hanya menyatukan kedua tangannya saja. "Ya berarti dia orang baik! Buktinya dia mau donorin matanya buat gw, padahal kita berdua sama sekali gak kenal." jawab Lesya.


Galang yang mendengar dari sebrang tampak tersenyum tipis. Secara tak langsung putrinya menyebutnya ‘orang baik’ walau tak sadar. Kini pria berkepala empat itu sedang asik bermain dengan Justine yang memejamkan matanya di stroller bayi. Setidaknya saat nanti dia tak sia-sia berkorban untuk putrinya.


* Sesuai janji gw Ga, gw bakal ubah semuanya. Sorry kalau dulu-dulu gw gak sadar kalau lo adik gw yang hilang! Tapi gw janji, gw pasti bakal jagain anak kesayangan lo yang merupakan darah daging gw sendiri, termasuk Letha! * batin Galang dengan penuh tekad.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


>>><<<


Sorry kalau selama ini banyak typo, authornya ketik di laptop trus share ke handphone. Tapi setelah ke review dan author baca eh banyak ya kata-kata yang sering typo, so I'm sorry for it🙏🏻

__ADS_1


Jangan lupa jejaknya ya gays, thanks🌻


__ADS_2