Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
14: Bertemu di taman


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa Lesya menjalankan aktivitasnya berangkat ke sekolah. Beruntung hari ini dia tak telat berangkat hanya saja dia tak sarapan. Sebelum berangkat ke sekolah, Lesya sempat bertemu dengan Gilang yang melontarkan senyum jahatnya.


Lesya yang tak paham maksud dari senyuman tersebut hanya menatap datar Gilang. Namun dia tahu bahwa akan terjadi sesuatu yang akan dilakukan Gilang entah apa itu. Tanpa rasa peduli akan kehadiran Gilang, Lesya langsung menancapkan gas menuju sekolah.


Disinilah Lesya saat ini, lapangan. Dia difitnah oleh seseorang mencuri kunci jawaban ujian dadakan bu Sumi. Seluruh tas bawaan siswa kelas 12 diperiksa. Dan kunci jawaban tersebut ditemukan di tas Lesya. Letha tak percaya jika sang kakak melakukan hal seperti itu.


Dia tahu jika Lesya sering keluar masuk BK karena sikapnya. Kelas 12 menyaksikan Lesya yang berhadapan dengan 5 anggota OSIS, wakil kepala sekolah dan kepala sekolah. Tak lupa guru kelas 12 yang ada di sana. Sambil berbisik menjelek-jelekan sikap Lesya yang patut dikeluarkan.


"LESYA APA-APAAN KAMU?! " Lesya menutup kupingnya panas mendengar geraman kepala sekolah.


"Saya gak papa kok pak" enteng Lesya.


"Kamu tau sikap kamu yang seperti ini akan merusak nama baik sekolah ini? " Pak Rio merendahkan suaranya.


Bukan karena dia takut dengan Lesya, tapi dia sadar jika berhadapan dengan Lesya harus membutuhkan kesabaran.


"Gak tau pak, emang apa salah saya? " tanya Lesya tak bersalah.


"Kamu tak tau? Kamu sudah mencuri jawaban ujian bu Sumi?! " Lesya menoleh ke arah bu Sumi mencari jawaban.


"Apa buktinya klo saya nyuri? " tanya Lesya. Pak Rio memijit pelipisnya dan menunjuk Elvan mengantikannya untuk mengurus Lesya. Elvan mengangguk.


"Tas lo" Lesya mengingat-ingat jika dia membawa tas apa tidak tadi pagi.


"Tapi gw gak bawa tas tadi" jawab Lesya malas.


Dia tahu ada seseorang yang memfitnahnya kali ini. Tasnya selalu di tinggal di sekolah. Itu membuat banyak musuhnya mudah memfitnah Lesya.


"Gak usah ngeles lo kali ini, jelas-jelas udah ada buktinya juga" kali ini Valen yang angkat suara.


Luna mendelik. Dia yang bersama Lesya sejak tadi dan berdiri di samping Lesya saat ini merasa Lesya tak bersalah.


"Eh Alien! Inget ya senakal-nakalnya sahabat gw, gak mungkin dia nyuri kunci jawaban" sahut Luna tak terima Lesya disalahkan.


"Luna diem! Ini urusan Lesya biar dia yang bicara" Luna mendengus sebal tak diperbolehkan bicara oleh bu bunga.


"Heh kalian mikir gak sih? Pake logika dong kalo nuduh! Gw udah pinter buat apa nyolong kunci jawaban? Gak guna tau gak"


Para guru membenarkan ucapan Lesya. Memang benar Lesya merupakan salah satu murid berprestasi di sekolah. Dan seharusnya dia masuk ke kelas A bersama Luna. Namun karena sikap mereka yang tak bisa diajak bekerjasama, mereka masuk ke kelas B.

__ADS_1


"Panggil ortu lo ke sini" Lima kata tersebut membuat Lesya terdiam sejenak. Tiga detik kemudian dia tersadar.


"Buat apaan? Gw gak salah gini kok" tanya Lesya.


"Gini, selama ini kami selalu memanggil orang tua kamu tapi mengapa mereka selalu tak datang? " tanya pak Kevin, wakil kepala sekolah.


"Sibuk" jawaban Lesya yang membuat Letha yang dibarisan tengah tak percaya. Sibuk?


"Jika memang orang tua kamu sibuk, mengapa tak pernah datang sama sekali ke sini? Sementara saat pengambilan raport datang? " selidik bu bunga.


"Entah" Lesya sangat malas jika membahas soal orang tuanya yang tak datang ke sekolah deminya.


"Panggil wali atau siapa saja ke sini! " Lesya binggung. Dia mempunyai satu tante yang masih jomblo tua sampai saat ini.


Emily, nama adik Mila, tante Lesya dan Letha. Dia kembaran Mila yang biasa dipanggil dengan sebutan Mily. Dia masih belum menikah walaupun dia sudah berusia setengah abad. Dia tinggal di luar negeri untuk mencari cinta sejatinya. Itu alasannya jika ditanya oleh Lesya dan Letha.


"Usahakan panggil orangtua ke sini! " Semua pasang mata menatap Elvan terkejut.


"Kenapa? " tanya Lesya terkejut dengan ucapan dadakan Elvan.


"Gini, kami sepakat untuk menghubungi orang tua kamu untuk ke sini lusa. Jika mereka tak datang, terpaksa kamu saya skors selama 3 hari" jelas pak Kevin.


Dia takut salah jawab dan berakhir dengan dirinya yang terkena skors. Saat pak Kevin ingin menjawab, Elvan memotong pembicaraan pak Kevin. Tapi jawaban Elvan membuat pak Kevin lega.


"Atas dasar sikap lo! " jawaban tegas Elvan membuat Lesya terdiam. Luna tergelak kaget.


"Gw usahain! " Dua kata sebelum Lesya pergi dari sana membuat mereka lega.


Akhirnya satu murid mereka yang terkenal sebagai badgirl membawa orang tuanya. Walaupun tak pasti datang. Yang terpenting jawaban Lesya. Mereka tahu Lesya tak akan lari dari ucapannya kecuali sedang bercanda.


Luna mengejar Lesya yang hampir menghilang. Murid-murid pun kembali ke kelas masing-masing seraya membicarakan Lesya. Termasuk Letha dkk.


Letha memikirkan sesuatu yang mengganjal di hatinya selama ini. Dia cukup aneh dengan sikap Lesya yang dari 14 tahun yang lalu. Contohnya pulang sekitar jam setengah sembilan bagi anak kecil bukankah hal yang aneh?


...~o0o~...


Lesya duduk di bangku taman yang cukup sepi sambil memegang surat dari sekolah untuknya. Sebelumnya dia pergi, Luna memberikan surat itu kepadanya.


"Hah! Taulah bilang aja mami sakit gampang kan?! " Lesya menghela nafas panjang mengingat kejadian tadi.

__ADS_1


Tanpa sengaja, dia mendengar seseorang yang berteriak meminta tolong. Dia menoleh ke kanan kiri dan mendapati seorang preman yang membawa satu tas wanita.


Dibelakang preman tersebut ada satu wanita yang familiar mengejar preman tersebut. Lesya lupa siapa dia karena wajahnya tertutup dengan masker hitam.


Entah adanya dorongan apapun, Lesya berjalan ke arah preman tersebut. Beruntung preman tersebut berlari ke arah Lesya. Preman tersebut langsung berhenti dan menarik wanita paruh baya yang menjadi targetnya dan mencekiknya.


"Arhh, Les-ya la-lari! " ucap wanita tersebut terbata-bata karena merintih kesakitan.


Maskernya jatuh ke tanah begitu saja. Lesya terkejut melihat Mayang yang dicekik.


"Tante Mayang! " Lesya memukul preman tersebut saat tahu bahwa pemilik suara adalah Mayang.


Mayang terlepas dari cekikikannya. Lesya membab* buta preman tersebut hingga bonyok. Mayang terkejut, calon mantunya jago bela diri? Pikirnya.


"Mana tasnya?! " galak Lesya mengambil tas Mayang dari tangan preman tersebut.


Preman tersebut lari karena tak tahan dengan tinjuan yang diberikan Lesya. Lesya memberikan tas tersebut kepada Mayang.


"Makasih nak, oh iya kamu bisa bela diri? " Lesya tersenyum kikuk.


Dia tahu pasti dia akan dijelek-jelekan oleh Mayang karena dia yang mirip lelaki. Namun dugaannya salah, ternyata Mayang memuji bakatnya yang dapat bela diri.


"Wah kebetulan, bunda suka menantu yang tipenya jago bela diri. Hebat kamu Sya" Lesya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Hehe, makasih Tan. Oh ya, tante ngapain di sini? " tanya Lesya.


"Tante tadi gak sengaja mampir di dekat taman mau refleksi. Kamu sendiri ngapain di sini? Bukannya masih jam sekolah ya? Bolos ya? "


Lesya gelagapan. Dia tak tahu harus bagaimana lagi saat dirinya ketahuan bolos sekolah. Mayang yang paham, terkekeh pelan. Dia menuntun Lesya duduk di bangku taman.


"Gak usah malu, anggap aja tante mami kamu. Kan sebentar lagi kamu bakal jadi istri Elvan" kekeh Mayang.


"Bukan gitu Tan, ini tempat aku sendiri. Klo ada masalah pasti aku ke sini buat nenangin diri" Lesya tak sengaja membocorkan rahasianya.


"Memangnya kamu punya masalah apa? Cerita sama tante" Lesya menutup mulutnya.


Hatinya merutuki betapa bodohnya dirinya yang asal main bicara. Tanpa sengaja Mayang melihat surat di tangan Lesya. Dia mengambil surat tersebut dan membacanya. Lesya terkejut namun tak bisa menolak.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2