Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
303: Dapet Adek


__ADS_3

Puukk!


"Sembarangan lo kalau ngomong! " elak Mily. Lesya berdecak malas. Tangannya beralih mengambil foto USG yang dinamai oleh Emily Clarisna, aunty nya itu.


Dengan sengaja Lesya memamerkan hingga tepat di depan wajah Mily. Tentu saja wanita itu tambah terkejut dibuat Lesya. Di saat Mily hendak mengambil foto USGnya, Lesya dengan cepat berdiri dan berjalan meninggalkan Mily ke arah resepsionis cafe. Mily tentu saja menggerang kesal dan berusaha menahan enosionalnya. Benar USG itu miliknya!


Jujur saja sebenarnya Mily ternodai saat pergi ke luar negri oleh seseorang. Awalnya dia tak menyangka melihat orang itu. Namun saat dirinya diancam oleh orang itu, dia tentu saja tutup mulut agar menutup baik mengenai masalah ini. Bahkan dia juga merahasiakan hal ini dari ayah kandung anak yang dia kandungi.


Mily menggigit bibir bawahnya dan menyembunyikan wajahnya di meja. Hampir setengah jam berlalu tak ada tanda-tanda Lesya akan muncul. Hal itu yang membuat Mily sedikit khawatir dan kesal. Niatnya bertemu Lesya hanya karena dia memang mengidam saja. Entahlah, alasan lainnya karena Mily ingin memberikan sesuatu kepada keponakannya itu. Dan ini terkait dengan mendiang Mila.


"Aargghh! Siaalannn?! Terlalu pintar nyampe tau rahasia gw?! " geram Mily mengacak rambutnya frustasi. Dia tak menyangka sekilas saja Lesya dapat mengetahui kandungannya. Mily bahkan tak mempedulikan tatapan bingung dari sekitarnya. Dia lebih mementingkan rahasianya agar tak terbongkar saat ini. Dia tak mau sang ayah kandung datang dan menghancurkan kehidupannya.


Bruukk!


"Iya gw tau gw pintar nyampe lo emosi gini! Nih minum, gw tinggal bentar langsung nangess! " ledek Lesya yang kembali duduk di kursinya. Mily melirik sinis Lesya yang baru kembali dengan membawa botol di tangannya. Memutar bola matanya malas, Mily mengangkat tangannya seolah meminta sesuatu dengan tampang galak andalannya.


"Mana gak? "


"Apanya? "


"Fotonya balikin atau. . . "

__ADS_1


Lesya berdecak malas dan kembali merogoh sakunya mengambil foto yang dimaksud oleh Mily. Memang sekitar mereka mendengar semua pembicaraan mereka. Namun sayangnya, hanya samar-samar saja karena cafe Zeel milik Elvan itu di desain berjarak tiap mejanya.


Lesya kembali menarik tangannya dan mengambil foto USG kandungan aunty nya itu. Lesya menggeleng cepat menolak permintaan Mily. "Kasih tau dulu siapa bapaknya baru gw kasih! " ketus Lesya.


Mily mendesis kecil mendengarnya. Memijit kepalanya yang pening menghadapi Lesya, dia tak tahu lagi harus bagaimana menghadapi keponakannya yang satu ini. Jika Letha? Sedari kecil Mily tak dekat dengan Letha karena Mily tentunya terbayang wajah Arga yang sedikit mirip dengan wajah Letha. Jika Lesya, Mily dan gadis itu memang sering sekali beribut seperti ini contohnya.


"Mana gak?! " kesal Mily yang sudah tak tahan dipermainkan oleh Lesya. Eum, lebih tepatnya Lesya tak mempermainkan namun hanya bertanya saja. Itu hanya perasaan Mily saja! Lesya menggeleng kekeuh tak ingin mengembalikan kepada auntynya. Melihat auntynya sudah berkaca-kaca begitu, Lesya menghela nafas dan akhirnya mengembalikan foto USG itu kepada sang pemilik.


"Gini gek dari tadi! "


Mily tanpa mengubah nada bicaranya mengambil foto USGnya. Memang kali ini dia takut bahkan teramat takut. Apa ini rasanya menjadi Mila di saat dahulu? Usianya setengah abad namun dirinya hamil tua. Sementara mendiang Mila dahulu? Dalam usia mudanya mengandung dua anak sekaligus! Mily tak dapat menyangka mengenai hal itu.


Lesya yang melihat raut wajah Mily sedikit merasa kasian. Bagaimanapun juga, wanita setengah abad ini adalah aunty nya, adik dari mendiang maminya. Dia tahu bagaimana rasanya walau dia tak mengalaminya. Namun dia adalah korban dari kisah Mila bukan? Akibat kesalahan dari kedua orang tua kandungnya membuat dirinya menjadi korban.


"Lo isi racun ya? "


Lesya menghela nafasnya. Sudah benar dugaannya jika dia akan dituduh yang tidak-tidak saja oleh Mily jika membawakan botol berisi susu itu. Mengelus dadanya sabar, Lesya berdecak malas kepada Mily. "Ini tuh susu bumil loh auntyyy.. Masa iya sih gw racunin calon adek sepupu gw! Kan gak level sama gw! " ujar Lesya sedikit kesal.


Mily hanya mangut-mangut paham saja. Menurunkan topinya karena gerah, Mily meneguk tandas susu yang diberikan Lesya tadi. Dia tak menyangka jika Lesya pergi untuk membelikan susu khusus untuk seseorang yang sedang berisi seperti dirinya. Namun dia tetap saja ingin menyekik leher Lesya melihat kemiripan wajah Lesya dengan Galang, 99,75% mirip! Dapat dilihat mulai dari hidung, mata, mulut, rahang, sifat juga ikut mirip!


"Beli lo? " tanya Mily.

__ADS_1


Lesya menggeleng kecil. "Enak aja! Buat calon dedek sepupu gw, dengan ikhlas gw buatnya! " jawab Lesya dengan nada sombongnya. Memang benar dia tak membeli namun membuat. Hanya saja dia menyuruh salah satu pelayan di cafe itu agar membeli susunya saja. Lalu dia buat!


Mily memutar bola matanya malas. Dia mengambil satu surat lalu dia berikan kepada Lesya. "Nih, baca! Gw nemu di laci ruangan rumah sakit waktu lo pada jengukin kakak! " cicit Mily di akhir katanya. Cukup sakit mengatakan kata ‘kakak’ lagi karena dia memang sangat terpukul kehilangan mendiang Mila.


"Makasih! "


Mily hanya mengangguk pelan saja. Dia dapat lihat raut wajah santai Lesya berubah drastis mendengar mendiang Mila yang di bawa-bawa. Tak langsung membaca, Lesya menyimpan surat ke dalam sakunya. Mereka kembali melahap makanan yang ada dengan tenang.


"Aunty, sekarang tinggal di mana? "


"Di rumah! "


Lesya sedikit kesal mendengar jawaban Mily. Ya dia juga tahu di rumah lah semua manusia tinggal. "Alamatnya! " kata Lesya membenarkan ucapannya. Mily mengangkat bahunya tak tahu. Jujur saja, dia memang baru saja pulang dari luar negeri semalam. Dan baru pulang kemarin saat hendak menemui Lesya karena dirinya yang sedang mengidam.


"Gw tinggal di apart, besok baru balik lagi ke Paris! " jawab Mily. Lesya melotot dan menggeleng cepat. Dia sudah tahu jika saat ini situasi penerbangan ke Eropa akan berhenti karena cuaca yang buruk, alias hampir memasuki musim salju. Bagaimana jika kenapa-kenapa?


"Nooo! Lo tau gak, di Paris hampir masuk musim salju! Dan kalau lo terbang trus kalau bayi lo kenapa-napa gimana? Gw gak jadi dong dapet adek?! Enggak, lo harus di sini nyampe lahiran pokoknya! Gw kan mau liat adek gw juga di sini aunty... " kesal Lesya menolak mentah-mentah jawaban Mily.


Terlihat wajah tak suka yang dipancarkan oleh Lesya kepada Mily. Tentu saja, dahulu dia kecil sangat ingin menantikan adik sepupu dari Mily langsung. Kalian tahu? Lesya tak suka jika merasa kesepian ditambah Letha dan dia tak sering berkomunikasi membuatnya ingin menantikan seorang adik dari rahim Mily dahulu. Yah walau mereka jarang akur, tetap saja bukan keinginan Lesya dikabulin oleh Mily saat ini? Dapat dibilang juga antara Mily dan Mila, Lesya lebih dekat dengan Mily. Why?


Fyi, kalian pasti tentunya tahu kan Mily merupakan seseorang yang lama sekali menyukai sosok mendiang Arga? Nah, secara logika Arga sangat menyayangi Lesya, Mily memang sering mengabulkan beberapa permintaan Lesya demi nama baiknya terlihat baik di hadapan Arga.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2