
Lesya mengangguk. "But, i fine now! " Cakra mengelus dadanya lega. "Udah itu doang! Buat masalah nyokap lo, dia dikurung lagi! " Lesya menghembuskan nafasnya berat mendengar kabar dari Cakra jika Mila kembali dikurung.
"Oh iya! Akhir ini juga tante lo sering main ke rumah uncle lo Sya! Soal kegiatan gw gak tau mereka ngapain! Gw udah nyuruh beberapa mata-mata kita jadi pembantu di sana dan mengawasi pergerakan mereka! " jelas Cakra kembali menerangkan.
Lesya mengangguk paham saja. "Yaudah! Kalau ada info lain kasih tau ke gw aja bang! " Menepuk pundak Lesya, Alam mengangguk. "Pasti! Udah gw pergi dulu! Kalian balik kemah kalau kelepasan mungkin ponakan gw jadi! " canda Cakra.
Lesya hendak mengejar Cakra yang kebirit pergi menuju helikopter sebelum singa marah mengaum. "Aw! " ringis Lesya kecil saat hendak berjalan.
Dengan sigap Elvan menahan agar tak jatuh membentur bebatuan yang ada di sana. "Gak usah banyak gerak! " Lesya mencebik setelah kembali berdiri dan menatap kepergian helikopter yang ada.
"Lo ngapain ke sini? " Lesya menatap Elvan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dirinya. "Gw tadinya mau ke toilet! Tapi karena gw ngerasa ada yang ikutin gw.. Ya jadi gw jalan terus nyampe ke sini! "
Elvan menautkan alisnya bingung. "Letha? " Lesya mengedikkan bahunya tak tahu. "Mana gw tau! Waktu gw noleh ke belakang, ada dia! Perasaan waktu gw noleh gak ada orang! "
Elvan dengan cepat membekap mulut Lesya dan dan melangkah menarik tangan Lesya bersembunyi di balik semak-semak dan pohon rindang. "Aemmpphh! "
"Husst! Ada orang! " Lesya terdiam mendengar bisikan Elvan yang sangatlah serius. Tiba-tiba saja dirinya mendengar suara orang dan menunduk menyembunyikan wajahnya di dada bidang Elvan agar tak ketahuan. "Amandel? " gumam Lesya kecil.
Yap! Amanda! Tadi, dia hendak berjalan-jalan di malam hari dan tak sengaja menemukan Lesya yang hendak pergi ke toilet. Dirinya jugalah yang mengikuti dan bersembunyi di saat Lesya melirik ke arah belakang.
Dan di saat dirinya melihat adanya Letha yang tiba-tiba mengikuti Lesya hingga jurang, dirinya mengurungkan niatnya dan bersembunyi di balik pohon besar yang terletak lumayan jauh dari sana.
"Hiss! Mana lagi tuh anak?! " kesal Amanda. "Liat aja kalau ketemu.. Heh! Mari kita atur rencana! " ucap Amanda berambisi.
Ting!
Amanda menoleh ke arah ponselnya yang masuk nontifikasi. Yap! Anehnya Amanda memiliki sinyal yang terhubung karena ilmu Galang yang mengirimkan sinyal ke dalam ponsel Amanda.
Jangan pernah kalian meragukan dengan tingkat kecerdasan Galang dan Gilang! Mereka memang sangatlah pintar dan cerdas. Namun dikarenakan mereka badboy tingkat akut, alhasil mereka menyampingi kepintaran mereka.
__ADS_1
Amanda yang membaca pesan dari sang papa mendesis kesal. "Argh!! Sial*n!! Kenapa sih harus gw yang ngawasin bocah SMA!! Kuliah gw juga masih panjang! Ck, apa perlu gw bunuh langsung pembawa si*l biar mereka gak terus-terusan tekan gw layaknya hewan?! "
Seperti logika jika Amanda yang merupakan kakak kandung mendiang Vannya, otomatis umur dirinya dan Vannya berbeda karena mereka berdua tak kembar.
Saat ini Amanda sudah menjalani tahun terakhir S1 nya namun mendengar kabar jika adik kandung kesayangannya tiasa karena Lesya, membuat dirinya menghitung dan bertekad membalas semua agar setimpal.
📩Papa
Gimana camping nya?
Awasin terus jangan sampai dia kabur!
Ingat dia yang buat adikmu tiada!
Jari lentik Amanda menari dan membalas pesan dari papanya itu. Walau sakit hatinya membalas mengingat kesuciannya lenyap karena papanya itu, dia tak dapat membenci papanya sendiri.
📩Amanda
Tiba-tiba saja Lesya yang bergerak karena merasa pengap, tak sengaja menginjak ranting kayu kecil yang berada di sampingnya hingga menimbulkan bunyi.
Srekk!
Amanda menoleh ke asal suara. Sementara Lesya tanpa sadar menggengam dengan erat jaket Elvan dan memejamkan matanya berharap jika dirinya dan Elvan tak terlihat.
Elvan hanya menunduk seraya menahan kepala Lesya yang berada di dada bidangnya. "Woy!! Nguping lo ya?! Keluar atau gw tembak lo?! Ck, siapa sih?! " kesal Amanda yang mudah terbakar emosi.
Di saat Amanda melangkah perlahan menuju semak-semak dimana Elvan dan Lesya tempati, dirinya justru menembak dan melepas peluru dari pistolnya yang selalu dia bawa.
Meongg! Dorr!
__ADS_1
Lesya dan Elvan sedikit tersentak melihat bagaimana Amanda dengan cepat menembak satu kucing yang berjalan ke arahnya. Bahkan lebih parahnya, Amanda mencaci maki kucing tersebut bahkan membawa nama baik Lesya.
"Kucing sial*n! Injek dahan pohon, ngagetin orang, hidup lagi! Mending mati kek gini kan enak!! Haha.. Mirip sama bayangan gw dimana pembunuh Vannya bakal mat* dengan tangan gw sendiri! Injek lah! " tawa Amanda berdiri dan mulai menginjak kucing yang sudah tak hidup itu dengan keras hingga darah kucing itu mengalir deras.
Takk!
Setelah menginjak tanpa dosa dan salahnya, Amanda pergi dari sana tanpa berniat menolong kucing itu. Sksk, hati nuraninya di mana?
Kepergian Amanda membuat lega bagi Lesya yang dapat perlahan keluar dan melihat kondisi kucing yang menyelamatkan dirinya tadi. "Yahh, kucingnya udah mat* Pan! " cicit Lesya.
Elvan keluar dan melihat kondisi kucing itu. Dirinya menoleh ke arah Lesya yang memohon padanya agar mengubur kucing tersebut di bawah pohon rindang tengah malam itu. "Pan, kubur dia yo.. Kasian tau! " ucap Lesya kecil.
"Give me one reason! " tegas Elvan. Lesya menatap ke arah kucing tersebut seolah merasa kucing tersebut sama dengan dirinya. Tak bernasib baik!
Coba kalian bayangkan jika hewan peliharaan kalian sudah ditembak dengan peluru kemudian tiada! Sakit bukan? Justru lebih parahnya lagi, kucing hutan ini diinjak remeh oleh manusia yang tak memiliki hati nurani yang baik.
"Nasibnya malang sama kayak gw! Lagi pula, ini sebagai bentuk balas budi gw karena kucing ini udah nyelamatin kita dari Amandel! Kalau kucing ini gak ada, gimana gw sekarang? Dan kalau lo gak mau, gw gak maksa! " jawab Lesya.
Elvan tersenyum tipis mendengar alasan Lesya dan mengacak rambut Lesya kecil. "Ayo! " Lesya dan Elvan mulai menguburkan mayat kucing yang berjasa menolong mereka itu di dalam tanah galian Elvan lebih tepatnya di bawah naungan pohon rindang tersebut.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
>>><<<
Hye semua! Apa kabar? Semoga baik yah! Author di sini menyapa cuman mau kasih pesan buat kalian pembaca semua.
Kalian jangan pernah meniru kejadian yang Amanda lakukan baru saja. Perbuatan tersebut sangatlah tak pantas ditiru. Author buat perlakuan Amanda begitu bukan karena untuk kalian tiru!
Banyak pesan yang terkandung di novel author ini. Ambil yang baik nya saja oke! Semoga betah dan jangan lupa dukung terus ya novel recehan author!
__ADS_1
Maaf jika episode yang ini sedikit berkurang kata-katanya karena ide author sudah mentok hingga segini saja! Next time, author bakal tambah kata jadi 1000+ kok! Sekian, salam hangat dari saya🖤