Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
165: Serius!


__ADS_3

Kening Elvan berkerut bingung. "Beda gimana? " Lesya mengangguk kecil dengan gaya imutnya. "Iya! Beda! Di sekolah sama ke kantor lo rapiiii banget! Giliran di rumah sama luar sekolah dan kantor lo gayanya mirip badboy! " jujurnya.


Sudut bibir lelaki tampan itu sedikit terukir mendengar kejujuran dari gadis di depannya itu. "Kenapa? Keren ya? " Lesya bergidik ngeri mendengarnya. Bahkan pelukkan Lesya terlepas. "Idih! Ogah! Keren kagak nyebelin iyak! "


Gemes, Elvan mencubit kedua pipi Lesya lalu menc*umnya sekilas hingga Lesya terhenyak kaget. "Iiiihh! Papaaann!! Kutub nyebelin lo!! " kesal Lesya memukul dada bidang Elvan berkali-kali.


"Apa sih? " tanya Elvan dengan wajah tanpa dosanya. Lesya ingin sekali mencakar wajah tampan milik Elvan. "Nyebelin juga ya lo?! " kesal Lesya.


Sudut Elvan terangkat ke atas hingga lagi-lagi Lesya mengalihkan pandangannya. Elvan memiringkan kepalanya berniat menggoda Lesya. "Kenapa? Ganteng ya? " godanya mengedipkan satu matanya.


Lesya menggeleng kesal dan menutup mata Elvan dengan tangannya. "Bod* gw mau mandi bye!! " kesal Lesya beranjak menghentakkan kakinya berjalan menuju kamar mandi.


Sejenak lelaki tampan tersebut semakin tampan dengan senyum simpul nya yang terukir jelas. "Dasar lele! " gumamnya merebahkan dirinya di ranjang.


Beberapa waktu telah berlalu dengan cepat. Baik Elvan maupun Lesya sudah membersihkan diri mereka masing-masing dan duduk di balkon kamar. "Besok jadi kan? " tanya Lesya.


Elvan mengangguk mengiyakan ucapan dari Lesya. "Jadi! " jawabnya. Lesya bersorak bahagia. "Yess! Akhirnya ada moment camping bareng huyy! " girangnya bertepuk tangan bak anak kecil mendapat permen.


Elvan menatap aneh Lesya. Pandangan dari laptopnya teralihkan hanya karena sorakkan Lesya saja. "Norak lo! " cibir nya. Lesya memeletkan lidahnya ke arah Elvan. "Suka-suka ku lah! Toh gw pertama kalinya camping dari sekolah! "


Elvan memutar bola matanya malas dan sibuk mengurusi keperluan yang akan dibawa oleh sekolah Gregus walau melalui laptopnya saja. Dia juga sudah tahu jika memang Lesya saat kelas 11 tak ikut outing camping karena masalah tugasnya.


Lesya mencebikkan mulutnya manyun. Dirinya tak suka diabaikan semenjak tinggal di kediaman Grey. "Sibuk amat! " Elvan melirik sekilas Lesya dan menghela. "Besok acaranya Le! "


"Iya-iya tauk! Urus aja noh! Mending gw lo cu--- " Ucapan Lesya terhenti mendengar deringan telepon dari ponselnya sendiri. "Luna? " gumamnya.


Dengan cepat Lesya menggeser tombol hijau yang ada di layar ponselnya itu. Sedangkan Elvan hanya menyimak saja seraya menyelesaikan tugasnya.


๐Ÿ“ž Halo ada orang? Jika gak ada saya tutup byee!


๐Ÿ“ž Sya.. OY MAEN MATIIN BAE LO!! Bentar dulu gw mau ngomong! *kesal


๐Ÿ“ž Itu lo lagi ngomong! *santai

__ADS_1


๐Ÿ“ž Bac*t elah! Gw cuman mau nanya tapi lo jawab jujur ya Sya! *mulai serius


๐Ÿ“ž Hem, kenapa?


๐Ÿ“ž Dari tadi gw denger suara tembakkan, nah gw agak bingung sih dari mana asalnya! Gw gak dibolehin sama mama keluar begitu denger suara tembakkan! Gw ngerasa itu dari rumah lo? Lo kena tembak? *berceloteh basa-basi


๐Ÿ“ž Hem.


๐Ÿ“ž Lah? Serius lo?! Emang ya gil* bener si Manda! Nekat bener!


๐Ÿ“ž Hah? Kok Manda sih? Amanda maksud lo?


๐Ÿ“ž Iya! Amanda Norwn! Kakak dari Vannya Norwn!


๐Ÿ“ž Lo salah! Pelaku yang nembak eh salah! Pelaku penembakan di rumah gw itu bukan Amanda! Tapi my uncle and aunty Lun!


๐Ÿ“ž Serius?! Tapi kok gw ngeliat dari jendela kamar gw ada mobil di depan gerbang rumah gw? Dan saat gw liat pake teleskop, dia itu Amanda dan satu cewek berjubah merah sama satu cowok berjubah hitam!


๐Ÿ“ž Maksud lo?


๐Ÿ“ž Lo sadar Lun lo ngomong apa barusan?


๐Ÿ“ž Gw? Eh? EH IYA!! Omaigad, kalo bener gimana?!


๐Ÿ“ž Kerahkan anak buah dari divisi 2 mantau mereka!


๐Ÿ“ž Siap queen! Btw, tanyain sama suami lo dong besok berapa hari camping nya!


๐Ÿ“ž Suami muatamu! Bentar dulu!


๐Ÿ“ž Nyeh!


๐Ÿ“ž Pan, besok camping berapa hari? Satu? Dua? Lima? Tiga! Ouh oke! Tiga Lun!

__ADS_1


๐Ÿ“ž Wokeh bye!


Tuttt!


Lesya menghela lalu menatap langit malam yang ada di atasnya. "Kenapa bawa nama Amanda? " tanya Elvan sibuk membereskan dokumen dan laptopnya.


Lesya menoleh dan menggeleng. "Enggak sih, cumen.. Hahhh! Gw bingung kenapa dia benci sama gw ya? " Satu alis Elvan terangkat. "Jelas! Dia mengira lo pelaku pembunuhan mendiang Vannya! "


Lesya tersentak kaget dengan alasan dua hal. Apa Elvan tahu jika Amanda adalah kakak dari Vannya? Apa kata-kata Elvan mengandung kalimat penuduhan jika dirinya pelaku pembunuhan Vannya?


Lesya terdiam tak tahu harus menjawab apa. Dirinya sangatlah kaku hingga bibirnya tak tahu harus berkata apa lagi. Lesya memilih memandangi langit malam dan mendengarkan baik maksud Elvan.


"Apa lo gak sakit jika tahu adik atau salah satu keluarga lo tiada? Begitu juga dia! Gw bukan berniat nuduh lo karena peninggalannya Vannya! Gw juga tahu penyebab Vannya tiba-tiba pergi gitu aja dan akhirnya tiada! "


Lesya melotot mendengarnya dan menatap tak percaya Elvan. "L-lo tau? Tau dari mana? Lo tau apa soal Vannya? Lo tau soal dia yang ham--- " Sadar, Lesya menutup mulutnya spontan.


Elvan mengangguk pelan saja. "Yah! Gw ngikutin lo yang mau ke kolam saat itu! Gw sempet kaget dengan pengakuan Vannya yang bilang dia hamil kan? " Lesya menutup telinganya agar dapat mengendalikan emosionalnya.


"Cara yang Amanda lakuin memang salah! Melampiskan amarah yang menyangkut pautkan Vannya dengan lo! " Lesya menunduk mendengarkan penjelasan Elvan.


Dengan jari yang menutup kedua telinganya, Lesya mendongkak menatap langit malam. "Gw juga bingung! Kenapa gw harus pelampiasan amarah dan kecewa seseorang? Bukannya manusia diciptakan untuk menghiasi dunia? " lirihnya.


Perlahan Elvan memegang dan membuka jari Lesya yang menutupi telinganya. Rambut bagian depan yang menutupi sedikit wajah Lesya segera ditiup nya.


Fyuuhh!


Mendadak kaku, Lesya tak tahu harus bersikap seperti apa sekarang. Jarak antara dirinya dan Elvan sudah sangatlah dekat. "Lo benar! Manusia diciptakan untuk menghiasi dunia! " ucap Elvan.


Lesya tak menjawab. Dirinya hanya terdiam karena dapat merasakan hembusan nafas Elvan saat ini. "Dan lo menghiasi dunia gw! " lanjutnya.


Melotot, Lesya tak tahu harus berbicara apa, bersikap bagaimana dan berbuat apa kali ini. Jantungnya benar-benar dibuat naik turun oleh Elvan seperti saat ini. "P-pan.. G-gw.. G-gw serius! "


"Gw juga serius Le! " Terdiam, Lesya masih tak percaya ada seseorang yang menerima dirinya di dunia ini selain Luna, Leon, Cakra, Alam, Mayang, Angga, dan Lion. Apa lagi orang tersebut adalah Elvan! Suaminya sendiri.

__ADS_1


* Gw harus apa sekarang? Papiiii tolong Lyra di sini! Dan buat jantung, tolong jangan ganti posisi sama ginjal! Pliss gw beneran nanya gw kenapa?! Perasaan apaan yang gw rasain sekarang? Apa arti semua ini? Mana damage nya beh ngak ngotak njem! * batin Lesya tanpa sadar mengakui jika Elvan sangatlah tampan.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif๐Ÿค—


__ADS_2