Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
313: Ajakan Letha


__ADS_3

Tak tinggal diam, Lesya akhirnya berlari kecil ke arah Chatrin dan hendak mengambil bola yang terus memantul. Namun sepertinya kali ini Chatrin menghindar. Yah, mereka kembali bertemu setelah beberapa moment yang tertunda. Apa salahnya ngobrol sejenak?


"Kayaknya seru deh kalau tulang kaki lo patah dengan cara gw? " sinis Chatrin. Lesya hanya mengangkat satu alisnya menatap remeh Chatrin. "Kenapa? Takut gw ambil balik ya? " ledek Lesya.


"Inget, jangan berharap dengan apa yang udah jadi masa lalu lo! Karena masa lalu yang lo sia-siain itu is mine, paham? " tekan Lesya lalu merebut kembali bola.


"SIAL*N?! " sarkas Chatrin yang kaget dengan tindakan Lesya. Sementara Lesya, gadis itu mengacuhkan saja dan berputar keliling lapangan basket. Perdebatan mereka memang dilihat oleh banyaknya siswa-siswi namun percakapan mereka tak dapat di dengar. Setelah berputar, Lesya kembali pada posisi Chatrin saat ini. Berdiri di samping gadis itu dan meloncat melempar bola, sorakan begitu menggema dengan hebohnya di lapangan basket.


Krengg! GOLLL!! Kringgg..


[anggap aja suara bola masuk keranjang].


"You lose and I win! " kata Lesya dengan gaya tengilnya. Chatrin tak tinggal diam saja. Dia ingin kembali merebut bola namun sayangnya waktu mereka sudah habis dan mereka diharuskan kembali ke kelas masing-masing ataupun istirahat di kantin sekolah oleh guru olahraga.


Di saat lapangan hampir sepi, Lesya yang hendak pergi sebelumnya menatap dingin Chatrin terlebih dahulu. Luna dan Lisa saling bertos ria dan menghampiri Leon yang ada di sana. Tujuan mereka adalah pergi ke kantin dan mengisi perut.


Sreekk!


"OCH?! " ringis Lesya berteriak kecil.


Chatrin yang melihat Lesya akan pergi tentu saja menarik rambut gadis itu dari belakang hingga berteriak kesakitan. Rupanya Chatrin tak menerima kekalahannya tadi. Sementara Lesya tak tinggal diam. Gadis itu berbalik dan menarik rambut Chatrin juga dengan keras. Alhasil tarikan dari tangan Chatrin di rambut Lesya perlahan melemah. Tenaga Lesya sangat keras bagi Chatrin hingga rambutnya banyak yang rontok akibat ulah tangan Lesya. Bengis!

__ADS_1


"Eeh?! Anj*r stopp woy! " lerai Valen yang dengan sigap menengahi perdebatan kedua gadis itu. Sayangnya niat baik Valen diacuhkan oleh mereka. Baik Lesya dan Chatrin, tak ada yang mau sama-sama saling mengalah. Elvan yang melirik menghela nafasnya dan berjalan menengahi mereka. Pusing dia memang!


"Akhhh, sakit! " ringis Chatrin saat Lesya dengan kasar menarik ujung kepalanya terjungkal ke belakang. Sementara Lesya menggeleng-gelengkan kepalanya agar tak terasa nyeri dengan jambakan Chatrin tadi padanya. Kesal memang Lesya apalagi Elvan menariknya ke belakang agar berhenti berkelahi dengan Chatrin.


"Apa sih aelah?! " kesal Lesya menghempaskan tangan Elvan dari pundaknya. Sementara Chatrin memegang kepala yang terasa nyeri. Tak terasa pandangan Amanda memburam dan akhirnya terjatuh pingsan menahan nyeri di kepalanya. Sangat ampuh jambakan Lesya ini! Lihat saja anak orang dia buat hingga pingsan. Ada yang ingin mencoba mendaftarkan diri?


Bruuk!


"Ken, Val bawa! " kata Elvan menunjuk Chatrin dengan dagunya. Dengan terpaksa Ken dan Valen membawa Chatrin ke UKS dengan bantuan papan alas yang mereka sediakan. Sementara Revan yang paham dengan tatapan Elvan padanya, segera meminta semua yang ada di sana pergi.


"Ehmm, di mohon untuk semuanya pergi dulu biarkan mereka bicara empat mata! " kikuk Revan lalu menarik Letha dkk yang masih diam berjalan keluar dari lapangan basket itu. Frans tak tinggal diam, dia merangkul mesra sang kekasih nya, Amel dan pergi meninggalkan mereka yang masih di sana. Sementara Luna, Lisa dan Leon melambaikan tangan mereka ke arah Lesya dan berlari kecil menuju kantin.


"Bye bye Sya! Kita tunggu di kantin ya. " ucap Luna diangguki oleh Lesya.


"Ck, apaan lagi sih?! " kesal Lesya.


"Setelah Chatrin sadar, minta maaf sama dia! " ucap Elvan. Lesya melotot tak terima. Meminta maaf untuk orang lain yang berkedudukan musuhnya sangatlah sulit bagi Lesya. Apa-apaan itu?! Lagi pula yang memulai terlebih dahulu adalah Chatrin, bukan dia. Enak di Chatrin!


"Gak mau! " tolak Lesya mentah-mentah.


Elvan menghela nafasnya. Memang sulit meminta Lesya agar berbicara maaf kepada lawan sendiri. "Oke kalau gak mau jangan harap lo bisa ke kantin kalau lapangan ini belum bersih! " ancam Elvan.

__ADS_1


Lesya tersentak kaget. Sedetik dia mengangguk paham dengan ucapan Elvan itu yang mengancam dirinya. Lapangan ini cukup besar namun bagi Lesya hanyalah setengah dari besar karena gadis itu sudah terbiasa dihukum lalu membersihkan ruangan yang lebih luas dari ini.


"Oke deal! Sekarang mending lo pergi deh jangan ganggu waktu gw yang mau beresin nih lapangan! " usir Lesya ketus. Elvan menautkan alisnya dan mengangguk setuju saja. Berjalan pergi dari lapangan, entah mengapa Lesya kesal melihatnya. "Hihh, ketos rese! Gw do'ain lo kena karma nanti! " gumam Lesya kesal.


...___...


Di kantin ricuhan tampak terdengar jelas karena banyak siswa-siswi yang memesan dan mengobrol tanpa beban. Di sinilah yang dinamakan surga dunia saat masa sekolah. Dan saat ini Letha dkk sedang bergosip ria di kantin. Dengan semangkuk bakso dan segelas es jeruk masing-masing mereka, akhirnya gosip mereka mengarah pada kejadian dimana Lesya menjambak rambut Chatrin. Hihh, ngeri!


"Njir gak bisa bayangin gw kalau seandainya Chatrin tuh gw! Jadi ngilu gw bayanginnya. " ucap Amel bergidik ngeri. Nayla tertawa lucu mendengarnya. "Mungkin lo bakalan botak Mel! Kayak gak tau aja tuh kakaknya Letha kayak preman pasar. Sekali narik kayak narik baja! " kata Nayla seraya mengejek temannya itu.


"Mungkin nanti Elvan kasih hukuman berat kali ya sama dia? " molog Letha. Nayla dan Amel menoleh dan menatap serius Letha. Biasanya Letha tak peduli dengan Lesya sekalipun. Dan ini? Apa Letha merasa kasian kepada Lesya?


"Lo kasian Tha sama Lesya? " tanya Amel. Letha menggeleng kecil. Rupanya dia bukannya kasian justru merasa senang. "Enggak, justru gw senang banget! Kan kalau gini itu artinya kakak gw masih di cap jelek sama Elvano and then, gw mulai kejar dia deh! " ucap Letha secara terang-terangan bicara enteng.


"Gile, kejam lo Tha! " geleng Nayla.


Letha hanya menggedikkan bahunya acuh saja. Dia bukan kejam hanya saja obsesinya terlalu besar untuk memiliki Elvan. Tak tahu saja jika Elvan dan Lesya sudahlah bukan dua tapi satu karena sudah sah secara agama dan hukum. Letha melirik sampingnya dimana Elvan yang baru saja datang ke kantin duduk bersama teman-temannya.


"Mel, kita ke tempat pacar lo yok! Sekalian gw ngapelin Elvan! " ajak Letha. Amel menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. Dia melirik ke arah Nayla seolah meminta pendapat. Nayla hanya mengangguk saja menanggapi lirikan Amel itu. Tentu saja dengan penuh keterpaksaan Amel mengangguk pelan.


>>><<<

__ADS_1


Belum tau ya Letha tentang hubungan PanLe (Papan Lele) kita? Bocoran sedikit khususnya untuk pembaca setia novel ini, MUNGKIN EPISODE YANG AKAN DATANG LETHA BAKALAN TAU TENTANG HUBUNGAN SAH COUPLE KITA GAYSS, kalau jadi ya hehe.. Oh iya jangan lupa siapin tisunya bakalan ada adegan sad maybe gays (kalaupun jadi), itu aja infonya bye semuaa tunggu update selanjutnya yaa besok😘


__ADS_2