Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
421: Est Perdu


__ADS_3

Episode 421: Est Perdu


...✎﹏﹏﹏﹏﹏﹏...


Hari ini hari sabtu. Namun, pihak sekolah sama sekali tak memberikan keliburan untuk para muridnya. Bukan kejam namun, mereka hanya mau para siswa-siwi dapat menggunakan waktu mereka kali ini untuk menjadikan sebuah potret kenang-kenangan dengan baik.


Koridor saat ini tampak lumayan sepi karena lebih banyak murid memilih untuk berada di lapangan basket. Ada juga yang memilih makan di kantin. Ada juga yang berada di kelas namun sekedar tidur saja. Ada pula yang memilih di ruang seni. Bahkan, ada juga yang masih menghabiskan waktu untuk membaca di perpustakaan. Karena bagi mereka, kali ini mereka dalam situasi bebas.


Guru-guru memang menyuruh mereka masuk sebagai absensi. Lagi pula hal ini juga dilakukan sebagai momen kenang-kenangan bersama di masa SMA mereka. Tradisi yang unik dan cukup mengesankan bukan? Yaiyalah!


Kreengg…


"GOLLLLL!"


Suara sorakan para perempuan lebih terdengar dibandingkan lelaki. Lapangan basket kini sedang digunakan para most wanted mereka untuk menghilangkan rasa bosan. Di barisan kursi depan, sudah ada tiga gadis remaja yang duduk tanpa ikut sorak-sorak dengan hebohnya.


"Gabut anj*r kalau ngeliat beginian doang. Kuping gw budeg lama-lama denger suara cempreng di belakang." sungut Lisa berdecak sebal.


"Enggak kok! Gw justru bahagiaaaa bangett liat PACAR gw main basket."


Luna menyahut dengan menekankan kata 'PACAR' seolah Lisa menjadi bahan ledekannya. Lisa mendengus sebal. Selalu saja diledek begitu. Jika ditanya alasannya mengapa selalu meledeknya begitu, jawabannya sudah pasti begini.


Gak papa, gw kan cuman mau ngembaliin gimana rasa sakit hati di saat menjadi nyamuk lo dulu. —Luna.


Seru aja. —Lesya.


WHAT THE HELL?!


Seru? Balas dendam? Sungguh, Lisa tak habis pikir dengan jalan pikiran merek. Namun, walau begitu dia tak terlalu menyimpan di hati. Selagi tak menghina, dia tak marah. Lisa kan anak sabar, baik, dan sangat tidak sombong :)


"Kayaknya lo bahagia ya PACAR lo itu direbut." sahut Lesya mengagetkan keduanya yang hendak berdebat.


Luna yang bingung dengan maksud sahabatnya, ikut menoleh ke arah pandangan Lesya. Matanya terbelak kaget melihat pemandangan yang cukup membuat hatinya panas. Bibirnya kini sudah maju beberapa centi melihatnya.


"Kayaknya lo bukan bahagia deh liat basketnya, tapi lo bahagia waktu PACAR lo dikasih minum sama cewek lain, hahaha…"


Lisa yang ikut melihat pemandangan yang membuat hati Luna panas, berniat balik meledek sahabat barunya. Iya, kemaren mereka baru sahabatan secara resmi. Dan pemandangan yang dilihat ketiganya adalah di mana sosok Valen sedang ditawari minuman oleh ketua OSIS baru mereka. Sebut saja Rika, itu nama ketua OSIS baru mereka.


Dengan penuh rasa kesal Luna beranjak untuk segera menghampiri lelaki yang saat ini membuatnya merasa panas. Terlebih pada Valenyang justru sama sekali tak menolak pemberian dari ketua OSIS yang baru-baru saja menjabat.


Lisa dengan segera ikut menyusul. Lumayan kan dia dapet tontonan gratis. Pikir Lisa cukup ngawur. Berbeda dengan Lesya yang ikut-ikutan menyusul karena sebagai penjaga siaga sewaktu Luna benar-benar akan mengamuk nanti.


Benar saja dugaan Lesya.


Sewaktu sudah berada di lantai bawah, hampir saja sang pemilik nama Luna mengamuk di tempat. Untung kedua sahabatnya yang baik itu, dengan sigap menahan. Beruntung saja mereka berdua berhasil menahan dengan segera aksi gadis yang terbilang cukup nekat jika dipancing terlebih dahulu.


"Luna jangan gegabah! Gw punya cara."


Sang pemilik nama sontak terhenti dan sedikit memicingkan matanya curiga ke arah Lisa yang tiba-tiba angkat suara. Padahal jelas-jelas Luna tahu jika Lisa mengikutinya untuk mencari ledekan untuk topik barunya. Aneh memang, tapi ini adalah lingkungan circle pertemanan mereka. Tertawa lalu membantu.


"Apa tuh?"


"Biasanya cowok sejati itu ngerasa aneh kalau dicuekin. Kalau dia nanya tapi lo nya gak balas omongan dia, berarti dia lumayan peka. Dan kalau karena lo gak jawab tapi dia marah sampe bentak lo, berarti ada dua kecurigaan, menurut gw."


"Dua?" beo Luna.


"Antara dia gak suka dicuekin sama lo atau gak dia yang punya tempramen yang kurang bagus. Tapi, kalau dia sabar ngadepin lo, mungkin artinya dia gak mau lo yang sakit hati." jelas Lisa memberi wejangan walau sama sekali tak dimengerti oleh lawan bicaranya.


"Skip, gw gak paham."


"Gimana ya? Pokoknya lo liat aja nanti. Saran gw jangan terlalu jatuh, kalau ditinggal rasanya sakittttt banget." cakap Lisa menyarankan namun terdengar seperti seseorang yang sedang curhat.


"Dari pandangan mata gw, gw bisa tebak Valen ada di opsi pertama pilihan kedua. Walau dari dulu sampai sekarang dia sosok humble, gw yakin dia gak se-humble itu." lirih Lesya menyahut.


"Maksud lo Sya?" bingung Luna.

__ADS_1


"Gak tau! Itu cuman tebakan gw doang, udahlah mending ke kantin daripada ngurus mereka. Buang-buang waktu."


"Beehhh, nyelekit di hati! Tapi ada benernya juga sih. Kuy gas ke kantin."


...✎﹏﹏﹏﹏﹏﹏...


Di koridor yang saat ini lumayan sepi, kini seorang gadis sedang berjalan santai tanpa adanya halangan sedikitpun. Suasana cukup hening kecuali beberapa kali suara dari dalam kelas terdengar.


Kedua bodyguard rusuhnya kali ini tidak mengintili dirinya. Jadi kali ini cukup aman untuk mencari situasi damai. Namun, saat mendengar namanya dipanggil, dengan segera dia berbalik.


"LESYA!"


Rupanya itu adalah suara Amel yang cukup melengking membuat Lesya terpaksa terhenti. Dapat Lesya tebak dari raut wajah Amel dan Nayla yang menghampirinya sedang dalam suasana kurang baik alias sedang panik.


"Kenapa?" tanya Lesya tanpa basa-basi.


"Letha gak masuk? Dia sama lo kan?"


Lesya mengeryitkan alisnya bingung di kala Nayla mempertanyakan mengenai keberadaan sang adik kembarnya. Dia menggeleng pelan sebagai jawaban pertanda dia tak tahu di mana Letha.


"Bukannya Letha kemaren sama lo ya? Dia yang kasih tau kok sama gw kemaren." bingung Amel membeo.


Lesya hanya menggeleng singkat karena memang benar-benar tak tahu di mana keberadaan sang kembaran. Melihat Amel yang menyodorkan ponselnya, dengan segera Lesya menerima dan membaca layar ponsel Amel.


...***...


📩Etha📍


Amel, gw izin pulang duluan ya.


Makasih sebelumnya.


Gw udah dijemput kakak di pinggir Mall.


Mungkin gw bakal balik sama kakak gw.


^^^Tumben Tha?^^^


^^^Oke, hati-hati deh lo ya!^^^


^^^[centang biru]^^^


...***...


"Jadi tuh kemaren kita pas pulang sekolah niat refreshing. Kita keliling mall dan Letha waktu itu izin ke toilet. Udah hampir setengah jam dia gak nongol-nongol, kita curiga tapi dia tiba-tiba ngabarin gw kayak gitu." jelas Amel mulai menceritakan pada Lesya.


"Awalnya gw bingung karena setau gw kalian gak sedeket itu. Tapi gw mikir positive thinking karena ngira kalian mau perbaikin hubungan. Dari tadi kita keliling sekolah tapi gak nemu Letha di mana pun. Lo gak bohong kan?" sambung Amel yang kini mulai dilanda kecemasan.


"Kok jadi gw sih? Perasaan gw sama sekali kagak dihubungin sama dia. Terakhir kali gw ketemu waktu di dalem ruang ujian akhir doang." kata Lesya dengan alis yang menyatu. Amel dan Nayla saling berpandangan karena sama-sama bingung seperti Lesya.


"Jangan bercanda lo, Sya! Lo gak ngumpetin atau nyembunyiin Letha di tempat lo kan?" sentak Nayla.


Nayla yang notabe nya mudah terpancing emosi jika menyangkut Letha, kini angkat suara. Dibandingkan Amel, Nayla lebih dekat bahkan lebih menganggap Letha sebagai saudara kandungnya. Suatu hal yang wajar bagi Nayla karena memang takut kehilangan sahabat sekaligus saudaranya.


Lesya dengan segera menepis tangan Nayla yang bertengger mengangkat kerah seragamnya. Beruntung Amel segera sigap menahan Nayla yang hampir terhempas oleh gadis yang dia ketahui identitasnya di dunia gangster.


"Gw gak tau dibilang! Lagipula, buat apa gw bercanda hah?! Selama ini yang gw tau, Letha tuh setiap hari bareng-barengan sama lo berdua. Kok jadi nyalahin gw sih?" kesal Lesya saat tuduhan mengarah padanya.


"Ya siapa tau lo nyembunyiin dia di gangster lo, Sya. Kita gak tau."


Lesya terdiam. Pikirannya kini berputar dengan cepat seolah menduga-duga. Gangster? Pandangannya kini mengarah bergantian pada Amel dan Nayla yang sibuk merapikan penampilan seragam mereka yang kusut akibatnya.


"Jangan-jangan ini ulah KetBok?"


Dua gadis remaja itu mengangkat kepalanya mendongkak menatap Lesya. Gumaman perempuan yang merupakan pendiri Lion Claws itu masih dapat didengar oleh mereka. Beberapa detik mereka terdiam dan menutup mulut mereka karena tak percaya.

__ADS_1


"Sya, gimana dong?" cemas Nayla.


"Kalian tenang dulu! Pastiin jangan nimbulin kecurigaan buat Elvan sama temen-temennya itu. Pulang sekolah nanti, gw yang bakal turun tangan sendirian. Gak mungkin gw pake markas gw karena Luna juga gak bakal setuju sama ide gw." jelas Lesya mulai menyusun rencananya dengan cepat.


"Tapi Sya, lo yakin sendirian?"


Kakak kembar dari Letha itu menatap Amel dengan pandangan datarnya. Secara tak langsung dia merasa tertantang dibuat oleh Amel. Padahal baginya, dia sama sekali tak kesulitan jika harus turun tangan sendirian.


"Lo lupa siapa gw?" datar Lesya.


"Ya maap," lirih Amel takut.


...✎﹏﹏﹏﹏﹏﹏...


Bugh! Krekk! Staakkk! Plaakkk!


Suara pukul dan tinjuan begitu menggema di sekitar rooftop sekolah. Dua sepasang remaja dengan gender berbeda kini yang mengisi rooftop tanpa adanya orang lain di sana.


Dan satu remaja bergender perempuan dengan panggilan ‘Devil’ itu, kini sedang meninju habis-habisan lelaki yang sedang dia mintai informasi. Korbannya kali ini sudah tersungkur lemah di pagar pembatas rooftop sekolah.


"Jawab gw, DIMANA LETHA?"


Nada tinggi dengan tatapan elang Lesya itu kini berhasil membuat satu lelaki remaja sudah babak belur. Wajah dari korban dari sosok gadis bernama Aleesya itu, kini sudah dibuat bonyok hingga memerah bahkan membiru. Tak lupa jika Lesya bahkan mematahkan tulang tangan kiri korbannya yang sedari tadi tak membuka mulut.


"Farellio Vlorans, kapten basket SMA Gregus, lo masih cinta atau enggak sama adek gw hm?" dingin Lesya.


Farel, teman Elvan sejak Sekolah Menegah itu kali ini adalah korban dari Lesya. Lelaki yang menaruh hati pada sosok kembaran Lesya itu kini sudah tersungkur tak berdaya akibat banyaknya tinjuan yang tak dapat dia tolak. Dia hanya mengangguk lemah sebagai jawaban pertanyaan Lesya. Cukup sakit sudut bibirnya jika menjawab.


"Heh, masih? MASIH LO BILANG? TERUS KENAPA LO GAK JAWAB HAH?!"


"Lo punya mulut atau mau gw buat luka lagi di mulut lo itu hah?!"


"JAWAB GAK USAH DIEM LO DOG!"


Bentakan demi bentakkan terus menggema dari rooftop sekolah. Dan lelaki dengan nama Farel hanya dapat pasrah saja saat tubuhnya kembali ditinju oleh istri dari ketuanya. Dia tak punya kekuatan untuk melawan karena luka-luka yang ada di tubuhnya.


Niat awal dia ke rooftop adalah menenangkan pikirannya yang kacau karena alur asmaranya. Lalu semua buyar saat Lesya datang ke rooftop dan langsung memberikannya tinjuan yang cukup sakit. Dan alhasil beginilah dia saat ini. Tunduk pada istri dari ketuanya.


"D-dia… di m-mar-kas gw!" jawab Farel akhirnya walau dengan terbata-bata.


“Siapa yang bawa dia balik ke sana?”


Farel tak menjawab. Tangan kanannya terangkat dan menunjuk dirinya sendiri dengan jarinya. Satu tinjuan kembali melayang padanya. Farel yang mendapat serangan memang tak dapat mengelak. Tubuhnya kini benar-benar sangat sakit.


"Siapa yang suruh lo bawa dia hah? Elvan hm? IYA?"


Farel mengangguk lemah. Hal itu membuat darah Lesya mendidih. Gadis itu kembali meninju Farel tanpa ampun dan belas kasihan. Ringisan juga rintihan dari orang yang menyukai adiknya sama sekali tak dipedulikan olehnya.


Setelah puas melihat banyaknya luka di tubuh Farel, barulah Lesya berbalik meninggalkan rekan suaminya itu di rooftop tanpa membantunya. Kembali berbalik dan melihat saja Lesya tidak berniat sama sekali. Sifatnya yang lama, kini kembali menguasai tubuhnya.


>>><<<


2000+ word nih!


Heyyy gaysss! Gimana sama part ini hm? Baru tau Farel suka sama Letha hm? Padahal dari episode yang dulu-dulu banyak loh kode-kodenya. Termasuk yang waktu mereka berkemah. Sayang banget gak ada yang sadar, wkwk…


Ada kabar nih gays tapi gak tau baik atau buruknya. Episode selanjutnya mungkin mulai masuk KONFLIK lagi nih. Tapiii, tenang aja untuk kali ini konflik terakhir sebagai pemanis ending nanti. Jangan banyak protes-protes soalnya author udah punya ending tersendiri!


Dan spoilernya, konflik ini sedikit berat karena dibumbui kerenggangan hubungan persahabatan, persaudaraan, dan asmara sekaligus gays. Jadis tungguin aja karena author sengaja buat konflik supaya pemeran Letha di sini gak langsung berubah gitu aja jadi baik. Kan gak mungkin dong? Jadi author buat konflik biar nyambungin ke ending yang cukup memuasssskan, wkwk…


Anyway, maunya SAD or HAPPY ending nih? Kayaknya bakal happy deh, soalnya biar nyambung ke S2nya. Aduh-duh… Authornya baik kali buat curhatan hati sampai bocoran ending and pemberitahuan S2, wkwk…


Oke, jangan lupa JEJAKnya biar semangat update yaaa!!


See u and have a nice day to you!

__ADS_1


...Salam hangat dari Author ♡ !...


__ADS_2