
"Mau nyampe kapan lo di badan gw? " tanya Elvan. Lesya menoleh dan menatap Elvan. Kulitnya yang putih memudahkan Elvan menyadari Lesya yang sedang blushing. Pipi dan telinganya memerah bagai tomat.
Lesya kembali berdiri dengan kaku. Pertama kalinya dia dici*m di bagian wajahnya. Elvan meninggalkan Lesya yang terdiam dan memasuki kamar mandi.
Setelah Elvan selesai melakukan ritual mandinya, Lesya pun masuk ke dalam kamar mandi. Tak lupa membawa pakaian ganti dan handuknya.
Tak butuh waktu lama, Lesya pun keluar. Dia berjalan melewati Elvan menuju nakasnya. Lesya membuka laci dan mengambil satu tali yang terbuat dari emas asli.
Lesya melepas cincin nikahnya dan memasukkan cincin ke dalam kalung yang polos itu. Elvan yang melihat tingkah Lesya, mengernyit bingung. Mengapa jadi kalung? Pikirnya.
Lesya mengambil cincin yang diberikan oleh seseorang tiga bulan yang lalu. Dia tak tahu siapa orang tersebut. Namun dia menyayangi cincin pemberian orang tersebut. Cantik!
Lesya tersenyum melihat jarinya dihiasi dengan cincin pemberian orang tersebut. Elvan melirik sekilas Lesya dan kembali dengan laptopnya. Lesya menyimpan kembali box penyimpanannya ke dalam laci nakasnya.
Lesya melirik Elvan dan menatap kesal. Dia sangat bosan melihat Elvan yang selalu sibuk dengan laptopnya. Seraya mengisi baterai ponselnya Lesya menghadiri Elvan yang duduk di sofa.
"Gak bosen apa laptop mulu kerjaan lo? " Elvan melirik Lesya sekilas dan kembali dengan awalan aktivitas paginya.
"Ish! Orang ditanya dijawab ngapa! Gw gedeg liat lo yang hobinya main laptop mulu" kesel Lesya.
Kini Elvan angkat suara, "Gak usah liat gw! " Lesya mengepalkan tangannya sabar.
"Gimana gw gak liat lo, kalo lo ada di samping gw mulu?! " Elvan menghela nafas. Dia menyimpan hasil kerjanya dan menatap Lesya.
Saat Elvan hendak angkat bicara, teriakkan Elena terdengar dari luar. Elena menyuruh mereka ke bawah untuk makan bersama. Elvan menutup laptopnya dan menyimpan di nakasnya.
Sementara Lesya bergegas ke bawah meninggalkan Elvan yang masih menyimpan laptopnya. Hari ini merupakan hari sabtu dan sekolah GG libur. Hanya bersekolah dari Senin hingga Jumat saja.
...~o0o~...
Hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu saja yang beradu. Suasana sarapan di kediaman Grey tampak sunyi. Tak ada satu pun suara yang keluar.
Hingga suara bariton Angga memecahkan keheningan., " Hari ini keluarga Bryson akan datang melamar kamu Elena! "
Elena terkejut, "Bukannya pernikahannya minggu depan, Yah? "
"Harusnya begitu, tapi pihak keluarga memiliki urusan minggu depan, jadi dipercepat" Elena mangut-mangut paham saja. Toh dia tak masalah sama sekali.
Setelah selesai sarapan, keluarga Grey tampak sibuk. Mereka bersiap-siap menyambut kedatangan keluarga Bryson. Para asisten rumah tangga juga bersiap membersihkan tataan rumah agar rapi.
Menurut Lesya, kediaman Grey selalu tampak rapi dan bersih. Apanya yang mau dibersihkan lagi? Pikirnya heran.
Elena tampak cantik dengan gaun dress merah selutut dan make up yang cukup tebal. Dia merasa kurang percaya diri jika dirinya tak memakai make up sama sekali. Jangan lupakan rambutnya yang tergerai.
Berbeda dengan Lesya yang bod*amatan akan penampilannya. Dia hanya memakai atasan hitam dan celana hitam. Rambutnya terikat kuda dan yang pasti dirinya tanpa balutan make up.
__ADS_1
Lesya kini berada di kamar dan memandangi langit-langit yang tampak cerah. Matahari sudah berada di tengah. Hari sudah memasuki jam siang.
Sudah 5 jam terlewat begitu saja. Notifikasi ponselnya membuyarkan lamunannya. Rupanya ponselnya mengirimkan pesan dari Luna, sahabatnya.
📩 Lucinta Luna
Sya, gw denger bang Alam
mau ngelamar kakaknya si ketos ya?
^^^📩 Sasa kutub^^^
^^^Iy, tau dari mana lo?^^^
📩Lucinta Luna
Dari bang Andre, kemaren dia
nyeritain kronologinya
^^^📩Sasa kutub^^^
^^^Dsr! Tukang kepo!^^^
📩Lucinta Luna
(read)
Lesya terkekeh melihat sikap sahabatnya itu. Sama sekali tak berubah. Kekanak-kanakan dan berubah dewasa saat keadaan benar-benar serius. Walaupun seperti itu, Lesya sangat menyayangi Luna.
Elvan ngeri sendiri melihat Lesya yang sudah 2× tersenyum-senyum sendiri. Lesya merubah dirinya menjadi datar kembali di saat dia mendapatkan notifikasi dari orang yang tak dikenalnya.
📩+62821×××××××
***pictures***
Lesya memperhatikan dengan baik siapa yang berada di foto tersebut. Sebenarnya dia tahu dengan baik permasalahan keluarganya.
Namun dia mengurungkan niatnya membongkar itu semua karena dia mau semua terungkap dari mulut maminya sendiri.
Lesya sedikit sakit melihat foto tersebut. Namun dia mencoba untuk tegar dengan keadaan seolah tak ada masalah.
Foto tersebut menampakkan seorang punggung wanita yang terbaring lemas di ruangan yang gelap. Dan satu pria yang tampak bahagia melihat penderitaan wanita tersebut.
Hati Lesya sakit melihat itu semua. Namun, dia berusaha tegar namun tak mampu. Perlahan Lesya mengeluarkan cairan dari mata cantiknya. Cairan tersebut jatuh ke pipi mulus Lesya.
__ADS_1
Lesya tersadar dan menghapus cairan dengan kasar. Dia berusaha memunggungi Elvan. Dia tak mau di cap sebagai wanita lemah di hadapan Elvan.
Posisi Lesya sedari tadi memang memunggungi Elvan. Namun tanpa Lesya sadari, Elvan melihat itu semua. Entah apa itu yang membuat Lesya menangis, Elvan tak tahu.
Elvan berkutat dengan laptopnya. Tugas-tugas Elvan kini sudah selesai semua. Lesya melirik Elvan dengan tatapan seperti biasanya.
Namun Lesya mendengar suara ramai-ramai di bawah. Sepertinya keluarga Bryson sudah sampai. Lesya menetralkan wajahnya dan pergi ke bawah meninggalkan Elvan di kamar.
Elvan menatap aneh Lesya. Menurutnya, Lesya memiliki dua kepribadian ganda. Setelah tersenyum kembali menangis, aneh! Pikirnya.
Elvan menggelengkan kepalanya "Dsr! Lele! " gumam Elvan.
...~o0o~...
Suasana ruang tamu kediaman Grey sangatlah ramai. Kedua kepala keluarga membicarakan waktu yang tepat untuk melaksanakan pernikahan anak mereka.
"Baiklah, kami sudah banyak berbincang. Dan saya harap, lusa pernikahan akan dilaksanakan" tegas Hansen, selaku papa kandung Alam.
Kini Elena dan Alam resmi bertunangan. Tinggal menunggu waktu saja untuk melakukan pernikahan.
Keluarga Bryson pamit pulang ke rumah mereka saat hari menjelang sore. Mayang, Elena dan Angga mengantarkan keluarga Bryson hingga mobil mereka tak terlihat.
Saat Lesya ingin memasuki kamarnya, dia dipanggil oleh Elena.
"Sya! Tunggu bentar! " Elena berlari menaiki tangga dan menghampiri Lesya.
"Kenapa kak? " tanya Lesya. Tumben sekali Elena memanggilnya. Pikir Lesya.
"Kamu udah banyak kenal kan sama Alam? " Lesya mengangguk. Elena menghembuskan nafasnya. Jujur dia sangat gugup bertanya kepada Lesya.
"Kamu tau gak sifat asli orangtua Alam dan Alam? " Lesya berfikir sejenak. Kemudian dia mengangguk.
"Jujur kak, dia trauma dengan pernikahan. Dia tak mau jika dia menikah, dengan seenaknya dia mempermainkan pernikahan begitu saja. " Elena terkejut. Dia baru tahu tentang hal ini.
"Bahkan jika ada perempuan yang dekat sama dia, dia langsung menjauh. Dan aku sempet kaget karena kakak sama bang Alam tiba-tiba pacaran. Dua tahun malah! " jujur Lesya.
Elena masih menyimak ucapan Lesya. Kemudian dia bertanya, "Jadi yang tadi itu? "
Lesya mengangguk. Dia tahu pemikiran Elena saat ini. "Bener kak! Dia mama tiri dari bang Alam. Dia baik sama bang Alam. Dan aku bersyukur kalo papa sama mama kandung bang Alam pisah"
Elena mangut-mangut paham, "Selain itu, aku bersyukur karena bang Alam udah selera sama wanita dan itu kakak! Semoga langgeng ya sampe tua" ucap Lesya tersenyum.
Elena tersipu mendengar penuturan Lesya. Lesya terkekeh melihat wajah merah tomat Elena. Dia melupakan sejenak gambar dari nomor yang tak dikenalnya.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
__ADS_1