Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
197: Jaket?


__ADS_3

Setelah itu dengan cepat Elvan menyimpan ponselnya dan bergerak mengusap pipi seorang gadis yang berstatus istrinya itu. Selama beberapa menit, Elvan mengusap dan berpikir sejenak.


* Ada yang aneh! Kemarin siapa? Dan, maksud dari pesan itu apa? Apa LC memiliki masalah besar? Atau masalah pribadi lele saja? Dan apa masalah itu? Perkara geng Sakh? Vion? Gilang? Keluarga? Atau masalah lain? Mungkin! Gw tau gak mudah berurusan dengan banyak masalah, dan tanpa izin ataupun izin dari lo, gw bakal bantu sesuai janji gw sama bunda! * batin Elvan.


Yap! Elvan tahu masalah dan anggota geng Sakh, Vion, Gilang, dan keluarga Lesya yang di alaminya. Akar masalahnya masih belum ditemukan olehnya. Bahkan saat dirinya memiliki waktu luang, diam-diam dirinya mencari akar masalah tersebut.


Lesya perlahan membuka matanya, terbangun karena merasakan posisinya yang berubah. Selain itu, di alam mimpinya dia juga bermimpi perkara soal isi botol tersebut. "Kebangun? "


Lesya mengangguk. Padahal baru beberapa menit dirinya tenang, otaknya masih berpikir dengan jelas saja. Apa maksudnya ini? Apa ada kaitannya dengan dirinya yang dapat terhubung batin dengan Mila? Pikir Lesya.


Yah, memang Lesya dan Mila memiliki hubungan batin. Dimana jika salah satu dari mereka sakit atau terluka, maka salah satu dari mereka akan mengalami atau merasakan sesak di dada mereka.


Namun Lesya masih ragu jika Mila di seberang sana sedang terluka atau entah apa itu karena dadanya tak merasakan sesak dan tubuhnya juga tak merasakan apa-apa.


"Tau lah! Pusing gw! " gumam Lesya kembali duduk di kursinya dengan kakinya yang terangkat dan terlipat di kursi. "Minum obat sono! " balas Elvan.


Lesya melotot mendengarnya. "Maksud gw, gw pusing bukan beneran pusing yang harus pake minum obat! " balas Lesya sedikit kesal.


"Sya! " panggil Luna menyembulkan kepalanya dari balik kursi. "Lo dapet dari bang Cakra kan? " tanya Luna memastikan. Lesya mengangguk. "Udah baca lo? " tanya Lesya dibalas anggukan kepala Luna.


"Maksudnya apaan sih? " Lesya mengangkat bahunya tak tahu. "Kalau gw gak tau, lo pasti gak tau kan? " ujar Lesya.

__ADS_1


"Ya iyalah pe'a! Secara kapasitas otak gw rada gak gampang paham dan IQ gw beda sama lo! Ya--- " Lesya menutup mulut Luna yang hendak menyerocos. "Shut up! Gw udah tau apa maksud lo elah! "


Luna menyengir dan mengacak rambutnya. Jika Lesya tak tahu, dia juga tak tahu. Jadi, apa maksud dari semua ini. "Bagen dulu dah! Gw ke sini liburan bukan nambah beban pikiran! " malas Luna acuh.


Lesya mengancungkan jempolnya satu sekilas. "Cakep! Dah lah abaikan sejenak! Mari mengkece dengan ku! " Luna tertawa receh. "Kece gak tuh! Btw nih ya Sya, besok lo sibuk gak? " tanya Luna.


Lesya mengangkat satu alisnya bingung. "Enggak tau! " Luna mencebik. "Ngemall yok besok! Sekalian ke resto! Berdua doang tanpa gangguan siapapun! Jarang loh Sya! " pinta Luna dengan puppy eyes-nya.


Lesya sama sekali tak luluh walau dengan puppy eyes milik Luna. "Liat besok! Gw gak bisa janji! " balasnya santai. Luna mencebik kesal dan berbisik ke arah Elvan. "Van, izinin gek ya! Perwakilan dari istri lo noh! " bisik Luna kecil.


Elvan melihat ke arah Lesya dan mengangkat kedua bahunya. "Terserah! " acuhnya. Senyum terbit dari wajah Luna. "Nah gitu dong! Deal ya Sya! " Lesya mengangguk pasrah saja. "Iya deh! "


Setelah banyaknya waktu terkuras dengan berbincang-bincang dan bercanda kecil, akhirnya bus mereka berhenti tepat di halaman sekolah mereka. Perlahan mereka turun dari bus dengan menenteng tas mereka masing-masing.


Sementara di kediaman Bryson, rumah dari pasangan Alam dan Elena, mereka melakukan aktifitas yaitu makan bersama. Kedua pasangan dari Elena dan Alam mengambil cuti sehari saja saat ini.


Elena terdiam dengan pemikiran nya yang bercamuk. Dirinya memikirkan jaket yang dia temukan di lemari Alam dengan logo cakaran singa dan bertulisan LC  right hand di bawah cakaran singa itu.


Walau dirinya bukan termasuk anggota gengster mana pun, dia paham logo gengster karena ayahnya adalah mantan ketua gengster di TW. Alhasil dirinya tahu dengan cepat logo apa yang tertera di jaket Alam.


* Jaket siapa itu? Kalau memang itu jaket Alam, apa mungkin Alam tangan kanan di markas Lion Claws? Enggakk!! Enggak mungkin! Tapi kalau bukan jaket Alam, trus jaket siapa dong?! Dan gw lihat juga di lemari Alam!! Gak mungkin kan ada orang yang masuk ke sini?! Posthink Len! Nanti tanya baik-baik, kalau memang itu punya Alam, suruh keluar dari Lion Claws aja kan! Iya, tanya baik-baik! * batin Elena.

__ADS_1


Alam yang memperhatikan jika Elena terdiam sedari tadi dan tak mengeluarkan suaranya saat ini. Dia yang tahu jika Elena periang heran sendiri melihat Elena yang pendiam. "Hon, kamu kenapa? " tanya Alam mengelus kepala Elena.


Elena tersadar di saat dirinya tertangkap basah melamun di makan siang mereka. Spontan Hera dan Hansen selaku orangtua dari mereka menoleh. "Masakan mama gak enak ya Len? " tanya Hera.


Elena menggeleng kikuk. "Enggak kok mah, cuman mikir aja gimana bahan skirpsi nanti! " jawab Elena berbohong.


Mereka mengangguk percaya saja. Setelah acara makan siang selesai, Elena mengajak Alam ke kamar untuk berbicara mengenai hal yang mengganggu pikiran mereka.


Alam duduk dengan santai di sofa yang ada di kamarnya itu dan menunggu Elena yang pamit mengambil sesuatu yang tak diketahuinya. "Aku mau nanya boleh gak? " tanya Elena mula-mula membuka pembicaraan seraya menghampiri Alam.


Alam berbalik dan melotot melihat Elena yang berdiri dengan jaket kesayangannya saat berada di dunia gengster nya. "Ini apa? Logo Lions Claws? Punya siapa? " tanya Elena dengan nada tak bersahabat.


Alam tercekat dan memutuskan untuk jujur saja. "Itu punya aku! Iya, itu punya aku! A-aku.. Sebenarnya aku itu tangan kanan queen Ellion dan queen Allion! "


Elena tak kuasa menahan emosinya saat ini. Dengan cepat dia melemparkan jaket kebanggaan Lion Claws ke permukaan lantai yang dimana membuat darah Alam mendidih. "Gw sekarang tanya, pilih mereka yang berperan aktif di dunia gelap atau gw yang berstatus istri lo! "


Elena dengan mata yang berkaca-kaca takut Alam memilih gengsternya dibandingkan dirinya. Dia tak ingin memiliki seorang suami yang berperan di dunia gelap seperti ayahnya, Angga.


Alam dengan cepat mengambil jaket kebanggaannya dan menatap tajam Elena. Jika kalian ingin tahu, Alam ingin menampar Elena namun tertahan karena rasa hatinya yang tak ingin menyakiti wanita yang dia cintai. Darahnya mendidih seketika mengingat Elena melempar ke bawah jaket kebanggaannya.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


>>><<<


Hayuu buat readers yang punya vote atau poin, hayuu vote dan kasih gif di novel ini! Kalau gak punya gak papa kok, asal tekan tombol likenya kak! Thanks🌹


__ADS_2