Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
115: Telepon!


__ADS_3

Memori dimana Mila dan Mily bertengkar terlintas jelas dibenak Lesya. Kejadian yang membuat dirinya tak dapat berkata-kata apapun tentang itu.


Dengan cepat dia berbalik menghadap Letha. "Heh! Gw juga gak suka punya kembaran yang niru sebagian muka gw! Gw juga gak peduli kalo lo anggep gw ada atau gak ada! "


Lesya kali ini benar-benar pergi meninggalkan Letha yang mengepalkan tangannya erat. Ada satu pasang mata yang menatap keributan mereka seraya menyunggingkan senyum jahatnya.


Lesya tak benar-benar pergi menuju kelasnya. Dia mempir ke taman belakang sekolah sebelum itu agar merilekskan pikirannya yang sedang kacau.


Dirinya melihat terdapat piloks yang ada di sana. Tak hanya satu saja! Ada beberapa botol piloks dengan warna yang berbeda.


Dengan ide jahilnya yang kembali bersinar terang, Lesya mengambil dan menyemprotkan ke arah dinding gudang yang tak jauh dari sana.


"Hehe.. Good job Sya! You very intelligent! " Lesya membanggakan dirinya yang sangat cerdas menurutnya memilih ide.


Tak membutuhkan waktu lama, wajah bu bunga yang sengaja diberikan kumis di gambar wajahnya sudah terpampang jelas di sana. Bahkan rambut bu bunga yang harusnya sebahu justru tak dilukis.


Alhasil gambar yang Lesya lukis dengan piloks di dinding gudang sekolah, hanya menggambarkan bu bunga yang botak berkumis. Gimana tuh hasilnya?


Lesya tersenyum sumigrah dengan hasil karyanya. "Sksk, pinter bener lo Sya! Orang yang bilang kalo lo gobl*k iri sama lo! " gumamnya terkikik kecil.


Lesya bersendul ria duduk kecil di rerumputan gudang belakang tanpa merasa takut kotor sama sekali. "Du du du! Enaknya ngapain ya? Mager gw kena hukum ato masuk kelas! "


"Kerja aja kali ya? Eum.. Enggak deh! Gak tau mau ngapain mending tidur aja! " Lesya merebahkan dirinya di balik pohon besar yang rindang di sana.


Berbeda dengan Luna yang di sana merasa bosan apa lagi dirinya melihat pemandangan dimana Leon selalu mengusili bahkan menggombali Lisa di depannya.


Bahkan Lisa yang mendengar tersenyum tipis mendengar gombalan yang terlontar di mulut Leon, teman sebangkunya. "Tau gak bedanya ipin sama aku? " bisik Leon.


"Tau lah! Kalo ipin itu botak! Kalo elo ada rambut! " jawab Lisa. Luna memajukan wajahnya ikut menimbrung pembicaraan Leon dan Lisa ke berapa kalinya. "Salah! "


Lisa menatap sengit Luna yang ikut menimbrung. "Emang lo tauk?! " Luna mengangguk membanggakan dirinya. "Kalo ipin itu gak gede-gede sementara Leon udah gede! "


"Salah! " Lisa menahan tawanya kecil. Luna menatap malas Leon yang menyahut jika tebakkannya salah. "Trus apa dong? "


Leon tersenyum kecil dengan pertanyaan Lisa. Bahkan bu Sumi yang mengajar terdiam mendengar jawaban Leon diikuti murid kelas 12 B.

__ADS_1


Sejak tadi, bu Sumi ingin menegur mereka namun dia berhenti dan menyimak diikuti yang lainnya. Alhasil pembelajaran terhenti sejenak. "Jawabannya.. " jeda Leon sengaja.


"Kalo ipin betul-betul kalo aku, betul-betul mencintaimu sayang.. " Sontak jawaban Leon membuat Luna bertambah malas.


* "Ciee... Jadian dong biar makan-makan! "


"Mamak.. Mengapa aku terbang hiyakk! "


"Sisain yang kayak dia ya gusti! " *


Sorokkan terus menggema kepada Leon dan Lisa di kelas. Hingga bu Sumi memijit kepalanya pening. "Udah-udah! Diam semua! Kamu Leon, ke sekolah niat belajar gak sih?! "


"Niat kok bu sekaligus niat ketemu bidadari cantik di samping! " Lisa mengalihkan pandangan nya salah tingkah. Luna memutar bola matanya malas.


Kringg...


"Baik, kalian semua boleh beristirahat sekarang! Saya permisi! " Semua murid segera bergosip bahkan pergi ke kantin untuk menyaksikan berita yang baru-baru ini menyebar.


Letha yang berada di sana sedikit risih dengan ucapan dari bibir ke bibir yang banyak membicarakan dirinya dan Lesya. "Gays cabut ke kantin! "


Kembali kepada Lesya yang masih tertidur pulas di rerumputan yang berada di sekitar gudang. Hingga suara deringan ponselnya membangunkan dirinya yang tertidur.


Drrrrrttt..


Lesya mengambil ponselnya di saku celananya. Di saat dirinya ingin menjawab telepon, di seberang sana sudah menutup telepon. "Siapa sih?! Asal matiin aja! "


"Bod*lah! Mari ke kantin! " Lesya berjalan menuju kantin sesekali ponselnya berdering entah dari siapa karena nomor tersebut adalah nomor yang tak dikenalnya. "Siapa sih?! Gw bunuh mamp*s lo!! " gerutunya kesal.


Bagaimana tak kesal jika setiap ingin menjawab alias menekan tombol hijau, dengan cepat di seberang sana menutup sambungan ponselnya. "Sial*n! "


Lesya duduk di samping Luna seraya menyeruput es jeruk yang ada di sana. "Punya gw Sya! " ucap Luna sok sedih.


"Bagi dikit! Btw, gimana keadaan mama? " Letha yang berada di samping kanan meja Lesya berhenti makan. "Mama kembali normal kok Sya! Cumen gw butuh duit doang buat operasi kedua"


Lesya mangut-mangut paham. "Nanti ada balapan mau nonton kagak? " tanya Leon. Lisa mengangguk. "Iya! Khusus dari pihak TW malahan! "

__ADS_1


"Gw ikut! " kompak Luna dan Lesya bersamaan. Lisa menyunggingkan senyum miring nya. "Gimana kita taruhan! Kalo TW kalah, kita temenan! Gimana? "


Lesya berdiri dan menyodorkan tangannya kepada Lisa. "Dan kalo LC menang, lo bayarin biaya pengobatan mama Luna! Gimana? "


Luna yang mendengar nama mamanya dilibatkan menatap Lesya tak percaya. "Oke deal! " Luna terbatuk sendiri mendengar Lisa yang menyetujui kesepakatan Lesya.


"Uhuk! Gil*! Gw ikut no debat! " Lesya kembali duduk dan mengambil ponselnya yang kembali berdering. "Njek! Kalo dia tutup gw bakar hape gw! "


Drrrrtttttt!


📞 Halo! Siapa lo njek?! Nelpon mulu dikira pacaran! *emosi


📞 Hadohh! Apaan sih cil! Ini gw? Alam woy! Lo ngapa sih?! *kesel


📞 Ha? Bang Alam? Ya mangap gw kesel habisnya gw kena telpon mulu! Pengen gw angkat malah direject! Kurang kerjaan bener dia! Untung gw masih bisa sabar! *ngoceh


📞 Ya udah gw gak punya banyak waktu nih! Semua udah gw kirim! Kemungkinan besar dari si Vion!


📞 Lah? Berulah lagi dia?!


📞 Iya makanya lo liat udah ya bye..


tuuttt!


Lesya dengan cepat menyalin dan mengirim kembali dokumen yang baru saja di berikan Alam lewat ponselnya. Setelah selesai mengirim di laptopnya, Lesya kembali mencuri satu bakso milik Lisa yang berada di depannya.


Jika kalian ingin tahu apa kabar Letha dkk, mereka sudah pergi meninggalkan kantin menuju toilet. Bahkan makanan mereka masih utuh tak dimakan sama sekali. Baru saja kali ini mereka kembali ke meja mereka.


Lisa mengerang kesal melihat satu baksonya diambil. "Heh! Bakso gw ya! " Lesya melahap tanpa dosa bakso Lisa yang dia ambil.


"Kalo mau beli! Punya tangan dan kaki kan?! " Lesya memamerkan kedua tangan dan kakinya yang ada. "But* mata lo? Lagipula satu doang gak usah pelit! "


Ddddrrrttt!


Di saat Lesya ingin mengangkat telepon, dengan cepat orang yang di seberang memutuskan sambungannya sepihak kembali. Lesya yang sudah tersalut emosi kesal sendirinya. "Lah?! "

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2