Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
280: Lupa!


__ADS_3

Ken hanya meringis kecil. Sudah dapat toyoran dibonusi lagi dengan injakan kaki Revan. Beh, double kill dia mah! Revan menyetujui ucapan Valen. "Nah bener tuh kata wakil bapak ketua, berisik lo braderrr! Kalau warga demo nyebut nama lo gw gak ikut-ikutan aja! " ucap Revan.


"Widih, ini ceritanya kalian berdua baru balik dari mana nih? Pake acara pegang-pegangan segala lagi! Mau nyebrang lautan ya? " tanya Cakra berniat menggoda Lesya yang baru saja datang dengan Elvan dari arah samping mereka.


Sontak aja Lesya dan Elvan menjadi pusat perhatian di kawasan para lelaki yang masih memegang kayu bakar di tangannya. Pandangan para lelaki itu tentu saja ke arah tangan Lesya dan Elvan yang saling menggenggam erat. Maybe~


Lesya sontak saja melepaskan pegangan tangannya dan mengalihkan pandangannya. Elvan diam-diam berdecak kesal dan beralih melihat sekelilingnya. "Kok rada gelap? " tanya Elvan saat melihat satu per satu lampu di sepanjang jalan mulai meredup.


Lesya menoleh dan benar saja jika sekitaran sana lampu sudah padam. Alhasil mereka berdiri di tengah gelapnya malam. Desa tersebut memang tak memasang listrik di kawasan mereka untuk menjaga tradisi adat mereka. Itu sebabnya saat mereka yang datang menyalakan api unggun bukan lampu yang biasanya mereka gunakan.


"Senter-senter! " ucap Alam.


Leon yang kebetulan membawa senter menyalakan senter dan mengarahkannya ke arah sekeliling mereka. Revan dengan cepat menoyor kepala Leon yang justru akhirnya mengarahkan senter ke arah wajahnya. "Silau bege! Nyenternya jangan ke mata orang tapi ke jalanan noh! "


"Iye-iye aelah ngegas amat bro! Yaudah nih yok ke kemahan keburu mati yang lain lampunya! " ucap Leon. Lesya berjalan terlebih dahulu tanpa masalah karena memang matanya sangatlah jeli plus cerah. Mungkin ini keturunan dari ayah kandungnya. "Lama kalian! " gumam Lesya tanpa dosa.


"Woe Sya tiati lo! " peringat Alam namun tak dibalas oleh Lesya yang perlahan mulai menjauh. Cakra hanya memutar bola matanya malas. "Buruan susul tuh anak! Keburu hilang jejak malah nyasar yang ada kita! " ujar Cakra lalu berjalan melangkah mengikuti arah jalan Lesya.


Akhirnya mereka mengikuti langkah Lesya dan Cakra yang perlahan mulai memelan. Ketika mereka benar-benar tiba di perkemahan, mereka dapat mendengar suara teriakkan menggema di perkemahan. Bagaimana tidak? Arah senter yang Leon pegang mengarah pada wajah Leon sendiri. Alhasil di tengah malam gelap itu mereka mengira jika Leon adalah. . .


"Aaaa.. SET*NNN! " pekik Luna.


"Nj*r, ini gw woyy, Leonard Putra! Sembarangan manggil gw set*n, orang ganteng nih?! " ngegas Leon kesal. Revan, Ken, dan Valen tertawa mengejek. "Haha.. Cocok sama komuk lo noh! " ejek Revan.


Leon mendengus kesal sementara Farel dan Frans mulai menyusun kayu bakar. Luna mengelus dadanya melihat siapa yang memegang senter. "Gw kira siapa, lagian lo nyenter ke muka lo! " sungut Luna.


Lesya hanya menyimak saja obrolan itu. Matanya yang melihat sekelilingnya tersentak kaget melihat seseorang melintas di depannya. "Woyy, siapa lo? " ucap Lesya sedikit berteriak.

__ADS_1


Srekkk!


Luna beranjak dan menghalangi Lesya yang hendak mengejar orang tersebut. Mereka samar-samar mendengar bunyi orang yang bersembunyi di semak-semak. Lesya yang penasaran hanya mendengus kesal di saat Luna lagi-lagi menghalangi dirinya. Duduk dengan malas di samping Elena, dia menggerutu kesal di dalam hatinya karena tak dapat melihat siapa orang itu. Sudah kesekian kalinya Luna mencegah Lesya karena sahabatnya itu pernah terluka akibat mengejar orang dalam kondisi tanpa cahaya begini.


Luna hanya diam dan duduk di sebelah Lisa yang bersebrangan dengan Lesya. Menunggu api yang kunjung tak menyala, mereka hanya diam tanpa pembicaraan. Hingga satu panah melesat tepat di samping kepala Lesya, mereka semua dibuat terkejut dengan keadaan panah itu.


Slinggg! Hap!


Untung saja Elvan yang menyadari pergerakan orang yang bersembunyi itu dengan cepat menangkap tepat di samping kepala sang istri. Hanya tinggal beberapa centimeter saja, mungkin kepala gadis itu akan pecah. Lesya membulatkan matanya dan menoleh ke samping melihat Elvan yang menatap tajam arah semak-semak. Geram? Tentu saja! Tanpa basa-basi Elvan kembali menarik dan melempar anak panah itu tepat sasaran.


Sliingg! AKKHH!!


"Cewek? " gumam Leon. Ken mengangguk kecil menyetujui gumaman Leon karena pasalnya suara yang menggerang kesakitan adalah nada suara perempuan. "Lo benar, pelakunya cewek! "


Luna menggulungkan lengannya berniat menghampiri orang tersebut. Melukai sahabatnya? Lawan dia dahulu! Lesya mengkode Lisa agar menahan Luna. "Udah-udah bagenin palingan tuh sakit kena tusukan panah! " katanya.


Setelah insiden itu api unggun kembali menyala menemani mereka. Beberapa di antara mereka pergi tidur terlebih dahulu dibandingkan melawan nyamuk malam. Hari sudah tengah malam dan mereka harus kembali saat subuh nanti. Jadi mereka masih memiliki beberapa jam waktu sebelum kembali ke rumah.


~o0o~


Sekarang pagi sudah datang dan mereka yang berkemah sudah siap menahan kantuk di sekolah. Lesya yang pasalnya hanya tidur 2 jam saja saat ini berada di perpustakaan sekolah. Tentu saja gadis itu memilih di balik lemari lantai atas perpustakaan agar tak ketahuan.


Ting!


Merasa terganggu akhirnya Lesya membuka ponsel barunya yang baru saja dibeli oleh Elvan beberapa hari yang lalu saat di mall. Tentu saja nomornya juga baru mengakibatkan Lesya bingung siapa yang tahu nomornya itu. Tulisan kontak yang bernama ‘Oppa kiyowo❤’ membuat Lesya mengerutkan keningnya bingung siapa nama orang itu.


📩Oppa kiyowo❤

__ADS_1


Di mana?


Tak ingin bertambah penasaran dan menyulitkan pemikiran otaknya yang masih belum ingin berperang akhirnya Lesya memutuskan menghubungi nama kontak itu. Dari zaman kodok bercula hingga anak dinosaurus mengecil Lesya tak pernah menamai kontak ponselnya begitu. Bercanda, wkwk, tapi memang kenyataannya benar tak pernah!


📞 Siapa lo? Ngapa kontak gw namanya oppa kiyowo?!


📞 Gw Elvan!


📞 Hah? Oh, jadi lo orangnya? Ngapain namain nama lo di kontak gw oppa kiyowo?! Bukannya kiyowo tapi kiyoyo tau gak!


📞 Emang gak boleh? Btw, di mana lo?


📞 Mau gw di mana gek apa masalahnya buat lo sih? Kali-kali yah gw bolos gitu merem tidur!


📞 Gak boleh!


📞 Pleaseeee.. Ya, bolehin gek kali-kali? Lagian 10 menit lagi bell istirahat, tanggung!


"Gak bisa juga, gw yang repot! " jawab Elvan. Sontak saja Lesya menoleh dan terkejut melihat keberadaan Elvan di belakangnya dengan posisi masih menelepon dirinya. Dengan cepat Lesya mematikan panggilan itu dan menatap kesal Elvan. "Aelah, sekali aja yah-yah? " pinta Lesya dengan sengaja mengimutkan nada bicaranya agar Elvan luluh.


Namun usahanya sia-sia melihat Elvan yang sepertinya kebal dengan keimutannya itu. Mungkin orang lain akan pingsan melihat keimutan Lesya namun berbeda dengan Elvan yang menahan diri agar tak luluh.


"Lo lupa sekarang lo harus nurut sama gw? "


Mamp*sss!


Satu kata untuk Lesya yang lupa jika perjanjiannya dengan Elvan saat ini. Lain kali bolosnya deh! Takut ditambah hukumannya, Lesya tersenyum paksa melihat Elvan menaik-turunkan alisnya.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2