Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
285: Galang VS Aleesya


__ADS_3

Bughhh!


Dorrr!


Dorrr!


Duakkk!


BUUUMM?!


Satu bangunan di sekitar mereka hampir roboh. Ditambah orang yang terpental tak lain adalah Elvan karena menghadapi banyaknya musuh dengan banyak senjata. Dan tanpa sengaja, tombol di gelang itu ikut tertekan hingga membuat interaksi panggilan dengan Lesya yang berada di ujung sana. Ini kejadian 3 jam yang lalu!


"ELVANNNNOOO?! " pekik Mayang. Elena menoleh dan berjongkok lesu melihat keberadaan Elvan yang kembali terlempar ke arah mereka. "Dekk" lirihnya lalu hendak berjalan namun ditarik oleh seseorang. Orang itu adalah Galang yang baru saja menyadari jika para sandera sudah terlepas dari tali.


"Lepasin?! " berontak Elena berusaha melepaskan tangan Galang yang semakin kuat hingga mencengkram dirinya. Mayang dan Maurine dengan cepat mendorong Galang lalu menarik Elena ke arah mereka. Tiba-tiba saja terlihatlah satu anak lelaki imut dan tampan berlari kecil dan menghadang Galang yang hendak kembali menyerang Elena.


"Apa maumu bocah?! " kesal Galang melihat anak lelaki itu yang merupakan adalah anak dari orang yang lebih atas darinya. Sontak saja Felicia menghentikan perdebatannya dengan Luna dan menghampiri anak kecil itu. Dia juga memberikan waktu buat Luna agar mengatur nafasnya karena lelah.


"Vayleen! Kamu ngapain di sini nak? " pekik Felicia lalu menarik sang anak yang tak lain adalah Vayleen. Anak lelaki yang pernah bertemu dengan Elvan dan Lesya di pasar malam saat itu. Vayleen hanya diam dan tetap kekeh menghalangi jalan Galang yang hendak menyerang Elena.


Namun dia kembali berlari kecil dan menghalangi orang yang hendak memukul kepala Elvan. Alhasil pergerakan itu terhenti melihat siapa yang menghalangi jalannya yang tak lain adalah Vayleen. "Stoopp!! " ucap Vayleen menghentikan pergerakan lelaki bermasker itu.


Bruuummmm! Srakkkk! Tuuuungg!


Satu ban motor mendarat tepat di kepala orang yang hendak memukul Elvan. Tentu saja orang itu terhuyung karena merasakan pusing di kepalanya. "VIOONN?! " pekik Felicia. Yah, orang yang hendak memukul kepala Elvan dengan tongkat kayu adalah Revion.

__ADS_1


Pertarungan berhenti dan mengarah pandangan ke arah Vion yang memegang kepalanya. Luna menatap sang pengendara motor yang masih tak bergeming namun masih melihat Vion yang perlahan membuka masker dan memuntahkan darah dari mulutnya.


"Papa?! " Vayleen dengan cepat datang menghampiri Revion yang tak lain adalah papa kandungnya.


For your information nih gays, Revion tak sengaja melecehkan Felicia yang mengakibatkan hadirnya Vayleen di dalam rahim Felicia setelah 1 bulan terjadi. Felicia mengancam Vion jika tak ingin berita busuk itu tersebar, Vion harus mau bertanggungjawab. Mau tak mau demi harga dirinya yang di ambang kejatuhan, Revion akhirnya bertanggung jawab lalu menikahi Felicia.


Namun sayangnya selama pernikahan, Revion mengacuhkan Felicia dan Vayleen. Bukan sibuk berselingkuh namun Vion sibuk dengan kerjaannya. Sementara Felicia sibuk dengan dunianya hingga Vayleen juga ikut dia acuhkan.


Jika Vayleen berbuat sedikit kesalahan, tentu saja Vion marah besar hingga tak segan-segan dia menyakiti darah dagingnya sendiri. Padahal Vion tahu jika Vayleen sangat mirip padanya bahkan dapat dibilang kembar beda usia. Karena wajah Vayleen sama seperti wajah Vion saat kecil. Catatt, bukan mirip tapi sama persis!


Sementara Felicia juga ikut menasehati sang anak walau tak sekasar atau sekejam Vion. Itu sebabnya salah satu alasan mengapa Vayleen kecewa dengan sikap kedua orang tuanya yang tak pernah memberikan kasih sayang untuknya.


Balik lagi ke cerita, Vayleen menatap bingung ke arah pengendara motor yang sengaja membenturkan kepala Vion dengan ban motornya. Sementara Felicia berlari kecil dan menepuk-nepuk pipi Vion. Gadis itu menatap geram ke arah pengendara motor itu. "Lo sengaja ya?! "


Pengendara motor itu membuka kaca helmnya dan menatap datar Felicia. "Menurut lo? " dinginnya. Luna yang mendengar nada bicara pengendara itu dengan tanggap menoleh. "Lesya?! "


"Haii, gimana rasanya? " polos Lesya lalu turun dari motornya menghampiri Elvan yang terduduk dengan banyaknya noda darah di seragam sekolahnya. Dengan cepat dia menepuk-nepuk punggung Elvan yang terus terbatuk-batuk.


"L-lo? Bukannya lo ud--- "


Lesya dengan cepat menyela ucapan Felicia yang terkejut dengan keberadaannya. "Lo pikir gw murahan? Lo pikir gw bakal kegoda? Lo pikir gw bakal ngerasain hal yang sama mami gw rasain? Sorry, gak level! " sinis Lesya tajam.


"Syaa, gw pikir lo gak dateng tau" ucap Luna lalu beralih melihat keadaan Lesya. Lesya hanya diam saja dan menatap tajam Galang yang diam-diam mengambil sebuah pisau. Dengan cepat dia menghampiri dan berdiri tegap di hadapan Angga saat ini. Tentu saja rencana Galang gagal karena tindakan cepat Lesya yang sangat gesit.


"Kenapa? Bukannya dari dulu lo mau bunuh gw? Sekarang? Kenapa? " tanya Lesya dengan nada tenangnya. Matanya dan mata Galang berpandangan. Hal yang membuat Mayang, Angga, dan Arya tersadar adalah kemiripan keduanya.

__ADS_1


"Kenapa dad? " lanjut Lesya dengan matanya yang memerah. Galang hanya tetap diam dengan pemikirannya. Ada rasa bahagia di saat Lesya memanggilnya dengan sebutan ‘daddy’ saat ini.


"Bukannya lo yang buang gw gitu aja? Bukannya lo yang selalu nolak gw bahkan nyampe maksa mami aborsi gw? Bukannya lo yang selalu bilang gw pembawa s*al? Bukannya lo yang hampir bunuh gw dan mami saat gw masih usia 14 minggu? Dan sekarang, kenapa gak langsung bunuh? Bukannya itu yang lo mau? Bunuh sini! " tajam Lesya mengeluarkan unek-unek di dalam hatinya yang selalu tersembunyi.


"Sya? "


"Kakak? "


"Lesya? "


Lagi-lagi Lesya tak mempedulikan keberadaan orang lain termasuk Luna, Letha, dan Mayang yang memanggilnya. Dengan kembali dia mengarahkan tangan Galang yang memegang pisau ke arah lehernya. Elvan yang melihat berusaha berdiri dan menghentikan semuanya dengan langkah yang tertatih-tatih.


Leon, Lisa, keempat teman Elvan, Cakra, Alam, berjalan mendekat mengabaikan banyaknya orang yang masih diam mendengar ucapan Lesya. Mereka mendekat dan menemui para sandera yang sudah bebas dari ikatan tali.


"Gw lupa lo gak peduli sama gw! Sebagai ayah yang baik harusnya lo yang tanggung jawab atas semua kebutuhan anaknya! Dari dulu lo juga asal ninggalin mami di kamar gelap kan?! Kenapa dengan teganya lo kasih saran sama mami dan teror mami lewat pesan?! " lanjut Lesya lagi lalu menghempaskan tangan Galang kasar hingga pisau yang ada terjatuh ke aspal jalan.


"KENAPA GW BERHARAP DAPAT KASIH SAYANG DARI AYAH KANDUNG GW YANG JELAS-JELAS SAMA SEKALI GAK TERIMA GW?!! KENAPA GW HARUS HIDUP BEGINI DENGAN TIGA AYAH SEKALIGUS?!! KENAPA GW HARUS MASUK DUNIA GELAP YANG HARUSNYA GAK GW TEMPATI SEJAK KECIL?! KENAPA JUGA AYAH YANG BUANG GW TIBA-TIBA MUNCUL DENGAN NIATAN BALAS DENDAM PADA DARAH KANDUNGNYA SENDIRI?! "


Akhirnya, Lesya memejamkan matanya dan telinganya dia tutup erat setelah mengeluarkan sebagian isi hatinya. Masih sebagian namun dia lega setidaknya dia berbagi cerita walau dengan lantang dan keras dia teriakkan di depan wajah Galang, ayah kandungnya sendiri.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


>>><<<


Perlahan ya kebongkarnya jangan cepet-cepet biar seru alurnya, okey? Dan gimana rasa penasaran kalian dengan semua sikap Galang? Cari di novel di bawah ini aja gays ya walau di bawah ini cuman Mila dan Lesya kecil saja yang tahu siapa ayah kandung Lesya sendiri.

__ADS_1



Inget, kebongkarnya perlahan-lahan biar makin menantang rasa penasarannya, hehe.. Oh iya gays, besok aku izin gak update yah dikarenakan masih banyak tugas yang numpuk. Jangan lupa jejaknya ya kakak-kakak/ abang-abang/adek-adek yang cantik/ganteng... See u gays 🌹


__ADS_2