Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
173: Jadwal!


__ADS_3

Lesya duduk di batang pohon yang terselonjor di dekat kemah seraya melihat bagaimana rajinnya siswi SMA Gregus membereskan alias merapikan dan membersihkan kawasan kemah dengan gigih dan rajin. Eak rajin!


Hingga suara Letha yang menghentikan aksinya membuat dirinya menoleh. "Kakak! " Lesya mengerutkan keningnya bingung melihat siapa yang memanggilnya. Letha? Tumben!


"Kenapa? " Letha duduk di sebelah Lesya dan menatap tajam sang kakak. "Kenapa sih lo terima saat Elvan bawa tas lo?! Harusnya tadi lo nolak karena kalian musuhan! "


Lesya tampak berpikir sejenak kata-kata apa yang akan dia keluarkan. "Masalah buat lo? " Letha berdecak malas. "Masalah lah! Lo tau kan gw suka sama Elvan! Kenapa lo ganggu rencana gw yang mau pendekatan sama Elvan?! Mirip pelakor tau gak! " kesalnya.


* Hah?! Mirip pelakor? Rupanya gak sadar diri ya? Kalo gw kasih tau yang sebenarnya, kejang-kejang gak tuh?! Hahhh, kesel gw lama-lama!! Hissh masalah belom kelar nambah lagi satu! Arhh! Pengen bundir gw lama-lama!! * batin Lesya kesal.


"Kakak jangan pernah rebut Elvan dari gw! Elvan cuman hanya punya gw! Dan Elvan akan menjadi Ayah dari anak gw nanti kelak! Jadi jangan berharap ataupun coba-coba dekat sama Elvan atau aku yang akan hancurin hubungan kalian!! " tekan Letha sebelum meninggalkan Lesya tajam.


Letha berdecak malas lalu meninggalkan Lesya sendiri di sana dan melanjutkan dirinya yang membersihkan kembali area kemah. Lesya tak mempedulikan ucapan Letha baru saja. "Ck! " gumam Lesya malas.


Lisa yang baru saja tiba dengan kesal duduk di sebelah Lesya dan menatap Luna dan Leon bergantian dengan malas. "Apa kalian ikut-ikut?! " ngegas Lisa.


Luna dengan santai duduk di sebelah Lesya yang masih kosong. "Ge'eran lo! Siapa juga yang ngikutin! Leon noh! " Leon menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. "Gw pamit dah mau ngumpulin kayu bakar! " pamitnya.


Lesya geleng-geleng kepala melihat Luna yang kembali mencari perdebatan dengan Lisa. Akhirnya mereka kembali berdebat hingga kuping Lesya panas mendengarnya.


"Lo tuh yang harusnya beresin! "


"Lo lah! Yang nantang kan elo duluan! "


"Lo! "


"Lo! "


"Lo! "

__ADS_1


"Lo! "


"Lo! "


"Lo! "


"El--- "


Lesya membekap kedua mulut Lisa dan Luna bersamaan hingga kedua gadis yang bertengkar itu terkejut. "SHUTT UP PLEASE! " Kehabisan nafas, kedua gadis yang dibekap oleh Lesya menepuk-nepuk punggung tangan Lesya dan dilepaskan.


"Emmm! Hahhh! Mau mat* gw! " ucap Luna. Lisa menghirup nafas dan melotot kala melihat mata tajam bu bunga yang siap memangsa mereka. "Shhuutt! Ada bu bunga! " bisik Lisa kecil.


Luna dengan santainya tak percaya dan justru mencibir. "Halah bo'ong lo kan? Ketauan dari muka lo! Udah lah gak usah ngeles! Gw tau kalo bu bunga dateng aura negatifnya langsung keluar! Tanduk kerbau nya keliatan! Asep di telinganya udah kedenger---an, eeh ada bu bunga! "


Luna yang mulai menoleh tersenyum manis seolah tak ada masalah apapun. Bu bunga menghampiri dan tersenyum manis lalu menjewer telinga Luna hingga empunya merasa kesakitan. "ADOOHHH!! Sakit sakit aaaa... Sya tolongin gw! "


Lesya tertawa diikuti Lisa saja. Cukup lucu menurut mereka hiburan di depannya ini. "Kamu bilang apa tadi? " Luna meringis. "Adoh sakit-sakit aaaa.. Sya tolongin gw! " ucap Luna mengulangi perkataannya tadi tanpa dosa.


Kesal, bu bunga kembali menjewer Luna hingga Luna kembali berteriak. "ADOOOHH SAKIT-SAKIT!! " teriak Luna berusaha menyingkirkan kedua jari bu bunga dari telinganya.


"Saya gak mau tau pokoknya kamu cari kayu bakar sama Lisa dan Lesya! Sekarang! " tegas bu bunga.


Mata Lisa dan Lesya membulat lebar. Tawa mereka seketika terhenti mendengar tegasan bu bunga. "Lah? Kok gitu sih buk? Saya kan gak ada salah! " protes Lesya tak terima.


Bu bunga melepaskan jarinya dari telinga Luna hingga Luna bernafas lega seraya mengelus telinganya itu. "Sshhh! Sakit tauk bu! " Bu bunga menatap tajam ketiga gadis di depannya ini. "Karena kalian tidak ikut membereskan area kemah, kalian harus mengumpulkan kayu bakar untuk nanti malam! "


Lisa mendelik. "Kan udah ada yang nyari buk! " Bu bunga tampak berpikir sejenak. "Oke deh! Kalo gitu kalian cari daun yang panjang mirip-mirip daun pisang, cari juga satu botol dan beberapa paku! Sekarang! "


Dengan berat mereka mencari sesuai dengan ucapan bu bunga. Beberapa menit mereka mencari namun tak kunjung menemukan benda yang mereka cari. "Dapet gak Sya? "

__ADS_1


Lesya menggeleng dan menatap Lisa. "Lo dapet gak? " Lisa menunjukkan beberapa paku yang dia temukan di permukaan tanah. "Paku doang! Botol ada gak? "


Luna mengangkat satu botol bekas yang mirip dengan besar botol wine. "Sisa daun kan ya? " tanya Luna. Lesya mengangguk dan menatap aneh Luna dan Lisa bergantian. "Kok kalian ketemu sih? Gw aja kagak tuh! "


"Makanya mata dipake bwahaha! " kompak Luna dan Lisa. Lesya menjulidkan wajahnya malas. "Serah kalian lah! "


...~o0o~...


Lesya, Lisa, dan Luna kembali dan melotot justru melihat dimana Elvan dkk sudah membawa ketiga benda yang mereka cari. Otomatis Lesya yang mengambil alih botol menjatuhkannya hingga pecah.


Pyarr!


Pasang mata melihat ke arah mereka. Termasuk Letha dkk, Elvan dkk dan bu bunga. Baik Lesya, Luna dan Lisa terdiam menatap botol yang pecah. "Pe-cah? "


Lesya tak sengaja melangkah dan mengenai pecahan kaca tersebut. "Eh anj*m! Tajem juga ya! " Luna menoleh dan melirik kakinya. "Wajar kaca! "


"Kalian ngapain jatuhin botol? " tanya bu bunga heran. Lisa menggulungkan lengannya sedikit karena gerah. "Salah ibuk sendiri ngapain nyuruh kita nyari botol ujung-ujungnya udah ada! " protes Lisa sedikit jengkel.


Bu bunga justru menautkan keningnya bingung. "Kapan saya suruh kalian? " tanyanya tanpa dosa. Mulut mereka menganga lebar. Bahkan paku yang mereka kumpulkan jatuh begitu saja.


Lesya memegang kepalanya. "Ibuk masih muda udah pikun! Apalagi tua nanti! Udah stres! " gumam Lesya kesal masih terdengar. Mata bu bunga melotot mendengarnya. "Apaa?! Saya denger! Coba ulang sekali lagi! "


"Ibu udah tau buat apa diulang? " polos Lesya tanpa beban.


Melihat bu bunga yang kesal, Lisa dan Luna tampak puas dan memanasi suasana. "Hiyaakk! Troboss! Jangan kasih kendorr Sya! " Lesya menahan tawanya mendengar ucapan Lisa dan Luna yang merasa puas.


"Kalia--- " Terhenti, pandangan mereka mengarah kepada pak Kevin yang memakai toa dan menyuruh semua berbaris.


Bu bunga mendengus kesal saja. Di saat dirinya hendak menceramahi dan memberi hukuman, pak Kevin datang dan mengacaukan ceramahannya. Kesal! Pikiran bu bunga.

__ADS_1


"Ekhemmm! Tess dua tiga! Hemm, semua harap berbaris karena pemberitahuan jadwal kita akan dimulai! Pasang, catat dan simak baik-baik kegiatan kita satu hari ini! Saat pagi, kita akan muka senam dan pemanasan! Sementara siang kita akan berjalan-jalan dan mengamati sungai yang ada! Sementara sore, akan kita gunakan untuk jadwal istirahat! Dan malam, kita akan melakukan pencarian bendera di tengah hutan dengan peta yang sudah disediakan! Sekian terimakasih! Ada yang mau bertanya? " ucap pak Kevin lantang disertai toa yang dia arahkan pada depan mulutnya.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2