Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
234: Kemarahan Lesya!


__ADS_3

Keluarga Grey melakukan acara makan malam saat ini. Angga dan Mayang juga sudah kembali ke rumah setelah menyelesaikan urusan pekerjaan mereka. Dan kini, Lesya dan Elvan hendak kembali ke kamar mereka namun tertahan oleh suara Mayang yang memanggil mereka.


"Tunggu, kalian berdua belum jawab loh yang tadi! " ucap Mayang.


Lesya menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. Dia lupa memberikan jawaban dari pertanyaan Mayang siang tadi. "Kalau masalah itu mah kita gak punya hak buat ngelarang bun! Kan rumah ini buka kita yang punya tapi bunda sama ayah! Jadi kalau mau masukin orang terserah bunda sama ayah dong! " santai Lesya.


Mayang dan Angga mengangguk paham saja dengan penjelasan jawaban Lesya. "Nah, sekarang tinggal kamu! Kamu mau gak terima permintaan ayah? " tanya Angga beralih pada Elvan. Elvan tak menjawab namun dia hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Angga.


"Nah, gini kan enak suasananya! Yaudah kalian belajar gih! Lusa mulai ujian kan? " kata Mayang.


Lesya dan Elvan mengangguk saja. Setelah pamit, mereka kembali ke kamar mereka. Walaupun Elvan mulai belajar dan Lesya hanya membolak balikkan buku catatan Elvan, tetap saja Lesya tak ingin belajar menghafal beberapa materi, kalimat, rumus, hafalan dan sebagainya.


"Belajar yang bener! " sindir Elvan. Lesya berdecak malas. Benar saja pemikiran kalian jika Lesya dipaksa Elvan agar membaca beberapa catatannya sebagai pembelajaran mula-mula mencicil materi.


"Iya-iya! Maksa mulu kerjaan lo! Gak cape apa maksa-maksa orang?! " kesal Lesya malas. Elvan hanya geleng-geleng kepala saja dan fokus kepada pelajarannya.


Lesya yang malas mempelajari ilmu sejarah, kimia, geografi, sosial, bahasa akhirnya memutuskan untuk membaca catatan matematika milik Elvan. Pelajaran yang dia baca sangatlah mudah untuknya karena saat kelas 1 SMP dia memenangkan peringkat pertama dalam kompetisi matematika se-Indonesia. Keren kan? Jelas, Lesya gitu loh!


"Sumbu -X berada pada posisi mendatar atau dapat di sebut dengan garis horizontal! Sementara sumbu -Y berada pada posisi menurun atau dapat di sebut dengan garis vertikal! Aelah gampang gini pelajarannya, mending gw gak usah belajar dah! " malas Lesya merebahkan dirinya di sandaran sofa.


Mereka memang berada di sofa kamar karena Elvan yang menyuruhnya. Jika belajar di ranjang, Lesya akan mudah mengantuk dan tertidur. "Bilangnya gampang tapi nilai matematika lo yang paling minus! " malas Elvan.


Lesya hanya menyengir kuda saja. Memang benar adanya jika dirinya sangat menyukai pelajaran berangka dibandingkan pelajaran bertulisan. Matematika contohnya, dia memang selalu mendapatkan peringkat pertama hingga kelas 1 SMP saja. Semenjak lulus dan berada di kelas 2 SMP, Lesya memilih dirinya menjiwai pelajaran bersenjata.

__ADS_1


Lesya perlahan memejamkan matanya saat dirinya merasakan kantuk yang menyerangnya setelah beberapa menit membaca angka rumus tanpa dia pahami dan masukkan ke dalam otaknya. Buku catatan Elvan dengan sengaja dia letakkan di atas wajahnya. Bisa bayangin kan?


Setelah waktu berlalu cukup lama, tanpa Elvan sadari saat ini jarum jam menunjukkan pukul 10.30 di dindingnya. Elvan menutup buku-bukunya dan melirik ke arah sampingnya. "Lele! " panggilnya.


Hening!


Elvan yang merasakan adanya keanehan, mengambil buku catatan miliknya dan dirinya hanya memutar bola matanya malas melihat Lesya yang tertidur. Bahkan tanpa Lesya sadari, dia hampir terjungkal ke belakang. Untung saja dengan sigap Elvan menahan agar tak terjatuh.


Elvan menyusun bukunya dan mengangkat Lesya ke arah ranjang. Meletakkan Lesya secara perlahan, Elvan berputar mengelilingi ranjangnya dan perlahan membaringkan dirinya di ranjang.


Dirinya bernafas berat di saat Lesya justru memeluk dirinya. Biasanya, Lesya sendirilah yang membuat guling pembatas di tengah-tengah mereka. Dan sekarang? Lesya sendiri lah yang melanggar ucapannya saat itu.


"Huftt! "


※ ·❆· ※


Keesokan paginya, Lesya berjalan gontai menuju kelasnya. Saat dirinya hendak berjalan menuju kelasnya, banyak bisikan yang terlontar di koridor kelas namun tak dia hiraukan sama sekali. Tak penting!


Lesya memasang earphonesnya di telinganya walau tak ada suara yang terdengar di telinganya. Saat dia hendak duduk di kursinya, dia melihat meja dan kursinya yang penuh coretan dengan tulisan yang memang sama persis dengan tulisan kertas di lokernya kemarin.


Dengan cepat dia mengangkat meja dan membantingnya hingga seisi kelas terkejut. Siswa-siswi yang ada di kelas B berhamburan lari ke luar kelas dan beteriak histeris termasuk Letha dkk.


* "Woy ngamuk kan devil! "

__ADS_1


"Mamp*s! Siapa suruh mancing keributan! "


"Gil* serem weh! " *


Kebetulan saja Elvan dkk berjalan menuju kelas mereka melihat keributan itu. Mereka memutuskan datang menghampiri mereka dan masuk ke dalam kelas B. Dan betapa terkejutnya mereka melihat Lesya yang sudah acak-acakkan menendangi meja dan kursinya yang sudah terbalik.


Lesya membanting kembali mejanya dengan kasar hingga menimbulkan bunyi yang sangat keras. Bahkan satu koridor itu dan lantai bawah dapat mendengarnya. Mereka bergidik ngeri dan tak dapat membayangkan jika mereka menjadi mejanya. Pengganggu sih!


Brakkkk!!


Penampilan Lesya saat ini sudah acak-acakkan. Rambutnya yang sudah berantakan. Bajunya yang sudah terlepas. Padahal, Lesya sudah memakai seragam sekolahnya dengan rapi. Dan dikarenakan banyak yang mengganggunya, alhasil Lesya kembali turun tangan dan mempertahankan nama baiknya agar tak tercemar. Siapa suruh ganggu dia? Jadi marahkan Lesya! Malah kabur lagi!


Sudah cukup! Sudah! Semua penghinaan untuknya, akan dia tangani. Dia tak ingin nama baiknya tercoreng hanya karena rumor negatif yang tak tahu apakah rumor itu benar adanya atau tidak.


Lesya mengatur nafasnya dan meniup rambut yang menutupi sebagian matanya. "Huftt! " Lesya menendang-nendang kursinya hingga terjungkal ke belakang.


"Woyy, Sya! "


Luna yang baru tiba di kelas, masuk dan menerobos banyaknya kerumunan orang setelah mendengar jika Lesya mengamuk setelah melihat coretan di meja dan kursinya. Luna lupa jika dialah yang selalu membersihkan meja Lesya sebelum sahabatnya itu datang ke sekolah. Dia telat menutupi hal itu!


Lesya tak berbalik menatap Luna. Lesya mengatur nafasnya yang memburu menahan amarah. Dia melirik ke arah isi kelasnya tanpa membalikan badannya. Rupanya hanya ada Elvan dkk dan Luna di dalamnya. Tak hanya itu, bu bunga tiba-tiba datang dan menatap tajam Lesya. "Lesya, kamu ikut ke ruangan saya sekarang! " tegasnya.


Lesya hanya menurut dan mengikuti bu bunga tanpa ekspresi di wajahnya. Elvan yang melihat raut wajah Lesya berjalan mendekati meja Lesya yang sudah dibanting dan sedikit patah di bagian kakinya. Jelas saja dia dapat melihat banyaknya lontaran kata tak pantas yang tertulis di sana. Wajar saja Lesya marah!

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2