
Gedubrakkk!
Karena terlalu fokus mengejar, hingga Lesya hampir membentur tembok di koridor. Untung saja Elvan yang di belakang mengulurkan telapak tangannya di jidat Lesya. Alhasil Lesya tak merasakan sakit di jidatnya namun justru dia membentur dada bidang Elvan.
Mereka saat ini berada di koridor kelas 12. Dikarenakan pembatas kaca kelas terbuat dari kaca, banyak siswa-siswi yang membicarakan kedua pasutri itu.
* "Woy liat noh! "
"Apaan? Wait, itukan Lesya sama Elvano kan? "
"Anjerr, baper salting gw! "
"Diliat-liat, mereka serasi ya? "
"No, my baby Elvano hanya punya gw! Itu cewek gatel hempas sono gek! " *
Bak slow motion, Lesya mendongkak dan menatap intens manik mata Elvan. Berbeda dengan Elvan yang justru memegang pergelangan Lesya dan menariknya pelan ke arah kelasnya.
"Woy-woy oy! Lepasin! " berontak Lesya. Elvan tak mempedulikan hal itu. Bukan artinya dia tak peduli! Bu Tita yang baru saja keluar, menghampiri kedua pasutri itu.
"Misi bu, ini orangnya! " ucap Elvan menatap tajam Lesya. Lesya berdecak malas dan melirik jam tangannya. "Tiga, dua, satu! " gumam Lesya.
Kring!
"Yesss! Btw bu, udah istirahat! So, gak bisa hukum saya kan? " polos Lesya.
Bu Tita, selaku guru bahasa Indonesia, guru yang paling lemah lembut bicaranya, hanya mengangguk saja. "Tugas tetap saya minta! Saya kasih kamu waktu 2 minggu ya Sya! " ucapnya tanpa diangguki oleh Lesya langsung menyelenong pergi.
__ADS_1
"Tauk lah! Semua guru neror gw pake tugas! Kalau mau tugas jangan sama gw, sama yang lain sono! " ketus Lesya menatap kesal kepergian bu Tita.
Elvan menarik belakang kerah kemeja Lesya yang hendak pergi ke kantin. "Stop! " ucapnya. Lesya berbalik dan menepis tangan Elvan dari belakang kerah kemejanya. "Apa lagi pak ketoss.... Aelah laper gw! Tadi kan gw belom sarapan! "
"Lusa udah mulai ujian, nanti lo gak boleh main pergi tanpa izin gw! Sekali lo pergi. . . " jeda Elvan sengaja. Elvan mendekatkan mulutnya ke arah telinga Lesya bagaikan orang berbisik. "Gw bakal serius minta hak gw! " bisiknya kecil.
Lesya terdiam kaku. Lagi-lagi itu yang dibahas! Elvan menepuk pundak Lesya hingga Lesya tersadar. "Oy, kalau gitu. . . Bye! " pamit Elvan kembali ke kelasnya.
Lesya hanya diam saja. Telinganya memerah dan untungnya ditutupi oleh rambutnya yang tergerai acak-acakkan. Dirinya sangatlah sensitif berbicara mengenai hal itu bagaikan adanya aliran listrik yang mengalir di tubuhnya. "Auto sint*ng gw lama-lama! " gumam Lesya mengelus dadanya sabar.
____________
Lesya, Luna, dan Lisa sibuk melahap makanan mereka di kantin sekolah hingga suara Lesya membuat Lisa terdiam. "Tumben, pacar lo mana Lis? " tanya Lesya. Luna mengangguk setuju dengan pertanyaan Lesya. Pasalnya, sedari tadi dia tak melihat keberadaan Leon.
"Jangan bilang kalian putus ya? " tebak Luna asal. Lisa memberikan bogemannya ke arah Luna. "Tali tambang lo yang putus noh! Dia itu pamit sama gw karena. . . Dia ada urusan gak tau apaan! " jawab Lisa.
"Ck! Aelah lo pada gak percaya amat sama gw! Taulah, terserah kalian mau apaan gw cuman bilang dia tuh pamit sama gw mau pergi ke luar negri tapi gak tau ngapain! " cerocos Lisa malas melanjutkan makannya.
Lesya tak percaya dengan alasan Lisa. Berbeda dengan Luna yang justru meledek Lisa. "Gw kira lo sama Leon putus! Ya habisnya tuh anak tumbenan gak nampakin batang hidungnya dari tadi! "
* Luar negri? Apa ini ada kaitannya dengan pencarian keluarga Leon? Tapi kan, Leon tuh gak mau nyari keluarganya lagi kan ya? Ntar deh tanya bang Alam! Eh, jangan deh! Gw yakin bang Alam gak akan kasih tau soal ini! Kita cari sendiri aja Sya! Dari pada dibohongin, mending cari sendiri lebih bagus! Oke, pulsek gw langsung ke rumah bunda! * batin Lesya.
Lisa mencibir. "Heleh! Kalau gw sama Leon mah hubungannya awet-awet bae! Gak kayak lo! Pacar aja gak punya, awokawok! " ledek Lisa. Luna mengangkat sendoknya. "Gaya lo punya pacar tapi LDRan! Jiakkh! " balas Luna mengejek.
Braak!
Tiba-tiba saja dari ujung meja terdengar suara gebrakan yang membuat mereka menoleh seketika. Rupanya itu Chatrin yang mulai emosi menghadapi Letha hingga menggebrak meja. Sebenarnya, Letha hanya memperingati Chatrin sebagai murid baru agar menjauhi Elvan.
__ADS_1
"Lo siapa sih ngatur-ngatur gw?! " bentak Chatrin. Letha tak biasa dibentak begitu mengepalkan tangannya erat. "Gw. . . Aleetha! " jawab Letha tegas.
Chatrin hanya menatap sinis Letha saja. "Oh, lo adeknya si Lesya? Mana kakak lo yang peng*cut itu? " sinis Chatrin.
Lesya yang hendak membuang sampahnya angkat bicara dari jarak yang cukup jauh. "Nyari gw? " tanyanya membuang sampahnya lalu menatap Chatrin datar.
Chatrin tertawa sinis. Tak sedikit siswa-siswi yang menyiarkan live di forum sekolah. Tak ada anggota OSIS di sana karena memang mereka terdapat rapat dadakan. "Oh, jadi lo itu Lesya? Cantikan gw sih karena lo terkesan laki! " cibirnya.
Lesya duduk santai di kursinya dan menyeruput es jeruknya sedikit. "Gak masalah dong? Dari pada lo? Penampilan lo lumayan lah, tapi sayang jelmaan l*nte! Baru dicolok berapa ronde kemarin? " pedas Lesya tak kalah sinis dari Chatrin.
Jleebb!
Ancungan jempol terlihat untuk Lesya dari Lisa dan Luna. Sangat pedas namun menusuk hingga mengenai hati! Chatrin mengepalkan tangannya erat tak terima dihina seperti itu. Dirinya berjalan ke arah Lesya tanpa mempedulikan tatapan yang mengarah pada dirinya dan Lesya.
Letha saja tetap diam di tempatnya karena yakin jika mereka dapat menyelesaikan masalah mereka sendiri. Selain itu, dia melihat beberapa anggota anak OSIS perlahan masuk ke kantin karena rapat dadakan mereka sudah selesai.
Chatrin menarik rambut Lesya ke belakang hingga banyak ricuhan terdengar. Lesya tak tinggal diam saja. Dia menahan tangan Chatrin yang menarik rambutnya dan menekankan pergelangan tangan Chatrin yang di dalamnya terdapat urat nadi. Sebelah tangannya tak tinggal diam saja. Sebelah tangan Lesya membalas tarikan Chatrin hingga dirinyalah yang menarik rambut Chatrin.
"Arrkkhhh! " pekik Chatrin.
Lesya menghempaskan tangan Chatrin dari rambutnya dengan kasar. Tatapan tajamnya mengarah ke segala penjuru kantin. Ketemu! Rupanya Amanda dengan santai menyaksikan dirinya seraya memasang senyum smirknya sedari tadi.
Luna yang melihat tatapan tajam Lesya kepada Amanda, ikut melihat ke arah Amanda. Tangannya terkepal kuat mengingat jika Amanda yang membuat mereka celaka saat itu. Di saat dirinya hendak beranjak, Lisa menahannya dengan gelengan di kepalanya. "Jangan! "
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
>>><<<
__ADS_1
Nih gays author balik lagi, jangan lupa dukungannya sebanyak-banyaknya yah! Kebetulan ada waktu luang, akhirnya author nulis lagi deh! Semoga suka yah semua! Jangan lupa jejaknya yah biar author makin semangat ngetiknya🌹