Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
232: Bukan gw!


__ADS_3

Setelah keluar dari kediaman Grey dengan melalui jalan pintas yang Elvan tunjukkan yang tak lain berada di jalan kecil dapur. Mayang sebenarnya pernah menggunakan jalan ini. [Episode 163, ingat? ]


Lesya menghela nafasnya lega dan menaiki motornya diikuti Elvan yang berada di depannya. Mereka mengendarai motor mereka masing-masing menuju tempat dimana Faris berada.


"WOY!! " Tiba-tiba empat motor ikut berjajar di samping mereka. Dua di sebelah Lesya dan dua di sebelah Elvan. Rupanya itu ke empat teman Elvan yang memang hendak pergi ke markas TW.


Lesya menoleh ke sampingnya. Dapat dia tebak jika itu adalah Ken. Rupanya jika hendak ingin pergi atau pulang dari markas TW, mereka akan berjiwa badboy.


Lesya yang ditengah jalan melihat Amanda yang menyetir tenang di jalanan yang cukup sepi, membuat tangannya gatal untuk membalaskan dendamnya. "I comeback Mandel! " smirknya.


Memang mereka berada di jalanan yang cukup sepi. Dikarenakan Amanda hendak ingin pergi ke markas Ice Blue dengan jalanan itu, alhasil bertemu dengan Lesya. Namun Amanda tak mendengarkan teriakan dari Ken karena angin yang begitu kencang. Ditambah posisi Amanda cukup jauh dari mereka.


"BRISIK KEN! " malas Valen membalas teriakan teman absrudnya itu.


Lesya dengan santainya mendahului kelima lelaki itu berada di posisi depan dan menambah gas mesin motornya. "DULUAN WOY!! " pamit Lesya mengangkat sekilas tangannya.


BRUMMMM!!


Keempat teman Elvan terperanjat kaget dengan keberadaan Lesya. Alhasil mereka berhenti sesuai dengan Elvan yang mengangkat tangannya pertanda berhenti. Mereka membuka full face helm mereka dan menyaksikan bagaimana tingkah Lesya terhadap Amanda saja.


"Wihh, seru tuh kek nya! " gumam Ken. Frans geleng-geleng kepala. "Hadeeehh, entah apa yang bakalan terjadi! Insting gw negatif nih! " gumamnya.


Elvan hanya menatap kelakuan Lesya tanpa berniat untuk menghampirinya. Dia tersenyum bangga dengan tingkah Lesya di balik masker yang menutupinya. Impas menurutnya!

__ADS_1


Kembali kepada Lesya yang tersenyum licik memutari Amanda dengan santainya. Reflek, Amanda berhenti dan membuka full face helmnya. "APA-APAAN LO?! " kesal Amanda turun dari motornya.


Lesya tak menjawab. Dia dari jauh berhenti dan tanpa membuka helmnya atau kaca helmnya, dengan mudahnya dia melesat ke arah Amanda. Dengan lihainya dia merosot ke bawah lalu menabrak kuat motor dan Amanda yang ada di sana.


Slaaassh!


Amanda yang tak siaga, memekik kaget dan terjungkal beberapa langkah kebelakang. Dia tertiban motor besarnya sendiri yang memang sangat berat. "Arkh!! " pekiknya.


Lesya tersenyum puas. Masih kurang impas menurutnya. Alhasil Lesya turun dan membuka full face helmnya. Menggelengkan kepalanya hingga rambutnya tambah acak-acakkan, justru Lesya tampak terlihat cool saat ini.


Mendekati Amanda dan berjongkok ke arahnya, Lesya membiarkan motornya berada di jarak cukup jauh mereka berdua. "Woy! Butuh bantuan nona? " tanya Lesya.


Amanda menatap tajam Lesya. Dengan cepat tanpa persetujuan Amanda, Lesya mengangkat motor besar tersebut hingga Amanda tak tertimpa apapun sekarang.


Lesya melempar pistol itu dari tangan Amanda dan membuangnya jauh ke sembarang arah. Lesya mengangkat satu alisnya. "Tarung gak nih? " tanyanya dengan nada datar. Gatal tangannya!


Amanda berdecih dan terlebih dahulu mengangkat satu kakinya untuk menendang Lesya. Namun pergerakkan nya itu sudah diketahui oleh Lesya dan dengan cepat Lesya menahan sebelah kaki Amanda. "Hah? Se-lincah i-ni? " gumam Amanda tak percaya.


Lesya melempar kaki Amanda ke atas hingga tanpa aba-aba Amanda terjungkal salto. Bukannya membantu, Lesya tertawa dengan raut wajah Amanda. "Pfuutt! "


"Aaakkh!! "


Amanda yang tak tahan dengan kelakuan Lesya mencoba bangkit dan mengambil pisau lipatnya yang dia simpan di belakang jaketnya. Cukup tajam, besar, dan panjang! Lesya hanya memiringkan kepalanya tanpa rasa takut. "Lo mau potong sayur? Mending di dapur dah, jangan di sini! " ledeknya.

__ADS_1


Amanda perlahan mulai mengayunkan pisaunya itu ke arah Lesya dan dengan cepat Lesya terus menghindar tanpa goresan sedikit pun di tubuhnya. Amanda sempat salut dengan kemampuan Lesya namun, dia tahu dan sadar jika Lesya adalah musuhnya membuat dia mengurungkan kesalutannya.


Dari jarak jauh Elvan dkk yang menunggu permainan berakhir, mulai merasa tak enak. "Susul gak nih? " tanya Valen yang mulai was-was. Ken menggeleng singkat. "Tunggu ae lah, tanggung nih! Ya gak Van? " jawab Ken kembali bertanya kepada Elvan.


Elvan hanya mengangguk singkat. "Mulai besar baru kita maju! " ucapnya. Farel dan Frans hanya menyimak saja dan mereka kembali menyaksikan permainan yang mulai dikendalikan oleh Lesya perlahan.


Mulai lelah dan bosan dengan permainan, Lesya mengambil alih permainan dan maju mengambil pisau lipat milik Amanda. Dia menodongkan ke arah Amanda dan maju berkali-kali menggoreskan banyak luka di tubuh Amanda.


Sreng! Arkh! Slengg! Shhst!


Lesya berhenti tiba-tiba entah mengapa. Dengan anehnya dia melemparkan pisau lipat milik Amanda ke arah sang pemilik—Amanda. Amanda yang sudah terduduk lemas di tanah juga sedikit tersentak dengan Lesya yang justru tak kembali menyerang dirinya kembali.


"Alasan apa yang lo buat hingga lo punya dendam sama gw? " Walau sudah tahu mengapa Amanda memiliki dendam padanya, Lesya tetap bertanya sebagai pemastian dari ucapan di mulut.


Amanda menatap tajam Lesya. Walau kepalanya sudah dibanjiri darah, Amanda tetap masih memiliki dendam oleh Lesya. Berdiri dengan tegap walau sedikit miring, Amanda menatap penuh dendam Lesya. "KARENA LO UDAH BUNUH VANNYA ADIK GW!! Lo tau? DIA KELUARGA GW SATU-SATUNYA YANG GW SAYANG SELAIN NYOKAP GW!! Puas? "


"Gw peringatin sama lo, bukan gw yang bunuh adik lo itu! " bantah Lesya yang tetap tak ingin dipersalahkan.


Amanda berdecih sinis. "Gak ada maling ngaku! Jadi, lo orangnya kan?! Gw udah baca diary Vannya kalau dia benci sama lo! Di bukunya juga cuman tertulis nama lo! Berarti selain lo, gak ada yang Vannya benci! Itu artinya lo yang perlahan buat Vannya jadi pergi! " amuk Amanda mulai tak dapat mengontrol emosinya.


Lesya menendang motor Amanda hingga kembali jatuh hingga hancur. "Bukan hanya karena diary lo bisa nuduh gw sembarangan ya! Bukan gw yang buat Vannya pergi tapi--- " ucap Lesya terpotong.


Amanda dengan cepat menyela ucapan Lesya. "Udah lah gak usah ngeles! Lo licik, gw tau itu! Pengecut! " decih Amanda. Lesya terkekeh sinis bak seorang psikopat. "Sorry ya, ngaca lo bro! Mau sampai abad ke seribu juga gw bukan penyebab adik lo meninggal! " sinisnya.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2