Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
250: Tiba-tiba!


__ADS_3

Elena menoleh dan berhenti tersenyum melihat layar ponselnya. Dia sedang berkomunikasi dengan Alam melalui benda pipih canggih kekinian. "Oh itu, Elvan lagi pergi ke Amerika! " jawabnya.


"Amerika? Ngapain? " molog Letha.


Lisa yang berada di samping Letha menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi yang dia tonton. "Perusahaan Grey ada masalah dan Elvan harus ke sana gantiin om Angga! Gak mungkin dong kan om Angga pergi ke sana? Siapa yang jaga perusahaan di sini? " jawab Lisa.


Letha hanya mengangguk paham saja. Sementara Lesya yang memakan cemilan di ruang keluarga seraya menonton televisi hanya melirik sekilas Letha yang tampak kecewa.


Jika kalian bertanya keberadaan Mayang dan Angga, jawabannya mereka pergi bekerja. Sementara hari ini adalah hari libur dikarenakan sekolah memberi kebebasan setelah ujian.


"Sya, duel yuk! Yang kalah harus rela di make up in sama kak Elen! " tantang Lisa yang mulai bosan menonton televisi.


Lesya hanya mengangguk saja. Dia juga merasa bosan menonton televisi yang hanya berisi drama sinetron saja. Elena melotot mendengar namanya di sebut. "Eh, jangan duel dong! Mending kita nonton film aja nih! Bagus banget filmnya! " tawar Elena.


Lesya juga hanya mengangguk saja. Asalkan bukan drama sinetron, dia hanya ikut saja. Lisa mendengus pasrah dan mengikuti keinginan Elena yang ingin menonton film.


Mereka pergi ke bioskop mini yang terletak di lantai dasar. Elena menutup gorden dan Lisa menutup pintu. Sementara Letha mambawa cemilan ringan dan Lesya mensetting film di layar tancap mini.


"Duduk-duduk! Keep calm, ini film gak horor tapi romantic and comedy! Tinggal nonton diam, makan, nikmatin! Have fun gays! " kata Elena memulai pembicaraan dan perlahan mengaktifkan kedap suara.


Film sudah dimulai dan keempat perempuan muda itu masih fokus menyaksikan film dengan baik. Sesekali berkomentar, mereka juga melahap cemilan ringan yang dibawa oleh Letha.


Gorden tertutup, kedap suara diaktifkan, lampu ditutup, dan mereka duduk di karpet bawah sofa menonton film. Cemilan dan minuman ringan lengkap tersedia. Layar tancap mini milik keluarga Grey itu juga menghasilkan volume cukup besar saat disetting oleh Lesya. Rasanya sama seperti kita berada di bioskop!


Hingga terjadinya adegan kiss di film, dengan cepat Letha menutup matanya menggunakan bantal sofa. Sementara Lesya, Lisa, dan Elena dengan santainya menyaksikan adegan berbau 18+ itu.


"Kurang seru! Gak ada yang lebih menantang! " malas Lisa. Lesya hanya menatap malas Lisa yang berada di sebelahnya. "Idih! Kalau lo digituin palingan takutan lo nanti! " cibirnya.


Elena tertawa receh mendengar cibiran Lesya. "Bener tuh dek! Nanti kalau lo digituin palingan juga om Arya marah haha... Gak ngerasain gak paham sih! " tambah Elena menggoda Lisa.


"Lah bawa nama papa! Lagian kalau kakak emang udah ngerasain nyampe puncak gunung! Kan udah sah, mana kedengeran lagi di luar! " balas Lisa beralih menggoda Elena.


Elena yang di goda wajahnya sudah merah padam karena malu. Kenapa masalah itu kembali diungkit? Padahal dirinya hampir saja melupakan kejadian malu-maluin itu. "Apa sih dek, bilang aja mau kan? "


Lisa menggelengkan kepalanya kuat. "Dih, enggak gw mah! Masih mau nikmatin masa-masa putih abu dulu gw! Gak kayak dia, ahaha... " kata Lisa menunjuk ke arah Lesya yang kembali fokus pada film.


"Gw sih gak papa! Lagian gw juga punya banyak temen ngobrol di sini! " enteng Lesya. Lisa hanya menyenye kecil saja.

__ADS_1


Mereka mulai menonton film hingga akhir film itu. Mereka mulai membuka gorden dan lampu setelah film selesai. Lesya merenggangkan ototnya dan menoleh ke arah Lisa. "Gak nyangka bakalan bahagia endingnya! " kata Lisa.


Elena mengangguk menyetujui ucapan Lisa. "Gw pikir mereka pisah demi adiknya itu! Eh, malah nyatu! " tambah Elena. Letha yang sedari tadi diam, juga ikut-ikut menyahut. "Kalau aku jadi adiknya sih, ngalah aja! Toh, ujungnya dapet yang cakep juga hehe.. " katanya.


Sontak Lesya, Elena dan Lisa menatap ke arah Letha. "Serius lo? Kalau andaikan cowok itu Elvan dan adiknya itu elo sendiri dan kakaknya itu Lesya, lo ngapain? " tanya Lisa menaik turunkan alisnya bertanya.


Lesya menjitak kepala Lisa keras hingga sang empu meringis kesakitan. "Heh, ngapain lo asal bawa-bawa nama gw?! " kesal Lesya melotot. Lisa hanya meringis kecil mengusap kepalanya. "Aduhhh, sakit beg*! Ya kan itu cuman seperumpamaan! Tinggal jawab aja susah amat! " ngegas Lisa mencebik kesal.


Letha menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. "Kalau itu. . . Selama masih belum sah, boleh kan nikung kak? " polos Letha. Lesya hanya diam saja dengan kepala yang mengarah pada layar ponselnya yang dia nyalakan baru saja.


📩+6228*********


Dimana adik gw Aleesya?!


(read)


"Kakakkk! Liat apaan sih?! " kesal Letha. Lesya hanya melirik sekilas saja dan tangannya menari di layar ponselnya. "Kalau dia nya mau, kalau enggak? Mau maksa juga gak akan mempan! Karena ini soal hati yang gak bisa dibohongin! " jawab Lesya santai.


Elena hanya mengandungkan jempolnya kepada Lesya. Salut dengan jawaban adik iparnya yang tak mengiyakan dan menolak kata ‘penikungan’ dalam kamusnya. Sementara Lisa diam-diam terkikik sinis ke arah Letha.


^^^📩Lesya.^^^


📩+6228*********


Kakak lo, ups! Maksud gw itu


mantan kakak!


Lesya yang dapat menebak dengan mudah siapa orang yang menghubungi dirinya, diam-diam menyungkirkan senyum smirk nya. Sementara Letha hanya terdiam setelah mendengarkan ucapan Lesya baru saja. "Udah woe, gw hari ini ada kelas! Kalian di rumah, bye.. " pamit Elena berjalan keluar dari bioskop mini itu.


Sebelumnya, Elena menepuk-nepuk pundak Lesya dan berbisik kecil. "Pertahankan apa yang seharusnya jadi milik lo Sya! Jangan biarkan satu pun orang yang memilikinya kecuali lo sendiri! Keep strong baby! " bisiknya.


Lesya hanya mendongkak dan terdiam mendengarkan bisikan dan senyum manis Elena. sementara Lisa dan Letha tak lama berjalan pergi meninggalkan ruangan bioskop mini itu. Tidak dengan Lesya yang masih sibuk duduk di sofa dan saling balas membalas pesan orang yang di seberang sana. "Kak Feli berubah! " gumamnya kecil.


📩+6228*********


TTP! Mana adik gw?!

__ADS_1


^^^📩Lesya.^^^


^^^Di lobang semut!^^^


📩+6228*********


Karena lo masih kekeh buat gak


kasih tahu keberadaan adik gw, oke


fine! Gw akan buat perhitungan lewat. . .


Markas kesayangan lo itu!


(read)


Lesya hanya tersenyum penuh arti setelah membaca pesan dari orang yang dia sebut sebagai Kak Felicia. Sebenarnya banyak orang yang terkait masa lalu Lesya, bukan hanya Vion, Dila, Rio, Gilang, Galang dan lainnya. "I will wait for that time! " gumamnya kecil.


Lesya hanya kembali menscroll ponselnya dan tanpa sengaja melihat pesan Elvan yang masuk. Dirinya mengernyit bingung dengan maksud Elvan itu. Tak masuk akal!


📩Ketbok kutub❄


Jangan keluar rumah!


^^^📩Lele troublemaker^^^


^^^Why? Apa ada masalah?^^^


📩Ketbok kutub❄


Lo sama adik lo lagi diincar Sakh!


Maybe suruh temen lo juga jangan


keluar rumah seharian ini!


Lesya terdiam dengan pertanyaan di benaknya. "Apa karena masalah? Tapi soal apa? Akhir ini perkara Sakh hampir lolos deh gw, sekarang kok tiba-tiba gini ya? " gumam Lesya bingung seraya menerka.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2