
Elvan mengangguk paham. Dia kembali melepaskan ujung ponselnya dan berbicara dengan Revan di seberang sana.
📞 Persis kek ponsel gw!
📞 Warna apa? Btw buat siapa? Tumben!
📞 Hitam!
Tutttt!
Lesya menatap Elvan penuh tanya. "Kenapa? Btw, ngapain lo minta beliin hape? Nanya warna ke gw pula! " tanya Lesya bertuntun.
"Buat lo! " Lesya tercengang tak percaya. "Bu-at gw? Buat apaan? Jangan bilang lo risih kalo gw ngeliat hape lo?! " Elvan menggeleng. "Biar bisa dihubungin! "
Lesya mangut-mangut paham saja mendengarnya. "Serius buat gw? " Elvan mengangguk singkat. "Kenapa? Gak suka?" Lesya mengangguk cepat. "Aaa.. Thank! Gw lagi mager pergi tau-taunya ada elo yang beliin! "
Elvan mengangguk saja mendengarnya. Dia segera bangkit beranjak menuju walk in closet. Lesya hanya mengembangkan senyumnya sedari tadi. "Heran gw! Kayaknya dewi beruntung ada di pihak gw ya hari ini? " gumam Lesya.
Lesya menoleh ke arah pintu walk in closet yang tak lama terbuka. Elvan memang hanya mengganti bajunya saja. Hari masih siang sementara mereka sudah diliburkan tiga hari.
Lesya segera beranjak dan membawa bungkusan cokelat nya yang sudah tandas habis dilahap dirinya sendiri. Segera dia membuang sampahnya di tempat sampah dan masuk walk in closet.
Elvan memakai jam tangan digital miliknya dan pergi dari kamarnya entah kemana akan pergi. Pakaian santai sudah terpasang di tubuh Lesya. Dia berniat akan menghabiskan waktu untuk mengadu mulut dengan Lisa.
Gadis itu celingak-celinguk mencari keberadaan yang dia rasa tak ada. "Eh iya ya! Elvan mana ya? Tapi, biarin lah toh dia udah gede! " gumamnya kecil.
Dengan cepat Lesya mengulurkan tangannya dan mengambil laptopnya. "Udah gw kirim gak ya? " Lesya mengotak-atik laptopnya mencari keberadaan dokumen yang dia cari.
__ADS_1
Jari lentiknya terus menari di keyboard laptop dengan lincah dan gesit. Lesya menghela nafasnya lega karena dokumen yang dia cari ada di sana. "Hufft! Syukur deh masih ada! "
Lesya membaca dengan teliti dan cermat dokumen yang dari Alam tadi. "Tapi, bukannya sampel TW dan LC harusnya gak ada bisa yang ambil selain anggotanya sendiri! '
Lesya merenungkan maksud dari gumaman nya dan teringat sesuatu. "Ey njing! Gw baru nyadar! Papan mana ya? Pion brengs*k kek ta*! " Lesya menyimpan dokumen tadi lalu menutup laptopnya.
Dengan langkah tergesa-gesa, dia berlari menggitari ruangan yang ada di rumah mewah itu. Mayang yang melihat, segera memanggil Lesya. "Sya, kenapa? "
"Bunda, Papan eh maksudnya Elvan mana? " Mayang menunjuk ke arah taman belakang sebelah kiri. "Lapangan basket atau karate mungkin! "
Lesya segera pergi tak lupa dirinya berterimakasih kepada Mayang yang memberikannya petunjuk. "Ketbok! Hufft! Capek njer! "
"Ngapa lo? " tanya Lisa meneguk minumannya. Dia baru saja berlatih memanah sementara Elvan mengasah ilmu bela dirinya. "Minum! "
Elvan dengan cepat melemparkan satu botol yang ada di tangannya kepada Lesya. Beruntung dapat di tangkap dengan baik oleh Lesya dan segera meneguk nya.
Lesya dengan cepat duduk di antara kedua sepupu berbeda gender itu. Dia membuka laptop yang dia bawa sedari tadi, dan mencari dokumen yang dia buka di kamar.
"Ngapa nanyain sampel TW? Mau minta lo ya? " Lesya menempelkan jari telunjuknya di bibirnya. "Huustt! Liat nih ya! "
Lesya membuka dan memperlihatkan dokumen yang Alam berikan. Elvan dan Lisa dengan teliti membaca diikuti Lesya yang waspada jika bacaan yang dia baca terdapat kesalahan.
Seusai membaca dokumen tersebut dilengkapi dengan satu vidio yang ada, Elvan paham dengan maksud Lesya kali ini. Dia tetap tenang walau rahangnya mengetat melihatnya.
Berbeda dengan Lisa yang tak paham maksud dari dokumen tersebut justru bertanya. "Bentar! Maksudnya apa ya? " Lesya menyenggol Elvan yang berada di kanannya. "Gini anggota intim TW? "
"Pa maksud?! " Lesya menggedik-kan bahunya acuh. "Katanya anggota intim TW tapi gini aja gak paham! " Lisa mendengus sebal dan berusaha tetap tenang. "Gimana mau paham! Tuh mak-mak siapa sih?! Apa hubungannya sama TW?! '
__ADS_1
Lesya memukul pundak Lisa pelan karena dia tak ingin ribut saat ini. "Lo liat? Ini mamanya Luna! Dan lo liat vidionya! Enak bener ngomongnya?! " Lesya kembali memutar vidio yang berisi di mana mama Luna mendapat paket di depan rumahnya.
Luna pernah meminta Lesya untuk memasang CCTV di depan halaman rumahnya sementara Luna akan mengalihkan pandangan mamanya itu. Dia takut ada sesuatu yang ganjal di mulai dari halaman rumahnya. Benar saja!
Luna memang salah satu orang yang berada di kalangan atas namun tak seatas Lesya. Sepeninggal papanya, sementara waktu perusahaan diambil alih oleh asisten papanya dahulu hingga Luna siap mengambil alih perusahaan.
Mama Luna tak paham dengan hal-hal yang berbau perusahaan. Pekerjaannya adalah pemilik butik ternama. Dan mama Luna mengidap penyakit jantung semenjak ditinggal oleh mendiang suaminya.
"Iya terus maksud lo apa? Minta bantuan TW buat nyari pelaku dari dalang dibalik semua ini? Gitu? Sorry ya LC mau lo kemanain kalo gak di pake? " cerocos Lisa.
Lesya memutar bola matanya malas. Sudah tiga kali vidio di putar, Lisa masih saja tak paham dengan maksudnya. "Diem dulu bagong! Liat nih paketnya ada sampel TW! Katanya sampel TW hanya digunakan untuk anggota TW aja?! '
Lisa menatap kembali layar laptop yang terhenti dengan baik. Dia tak dapat melihat jelas sampel TW karena sangatlah kecil bentuknya di vidio.
Lesya yang paham dengan Lisa yang mendekatkan wajahnya di layar laptop, segera mengotak atik laptopnya dengan jari-jari tangannya dengan lincah. "Noh! Lambang TW kan? "
"Gak mungkin! Tapi masa iya sih?! " Lesya mengangkat bahunya tak tahu. "Kalian bilang kalo LC juga nerror TW, bener bukan? " Mereka dengan kompak mengangguk.
Lisa tiba-tiba saja berbicara dengan ragu. "Ada 2 kemungkinan besar! Pertama sampel itu palsu dan yang kedua... " Lisa berpikir apa kemungkinan yang kedua yang menyebabkan hal itu terjadi.
"Mata-mata! " Lesya dan Lisa menatap Elvan yang baru saja angkat suara. Sebenarnya Elvan sudah tahu permasalahan kali ini namun dia menyembunyikannya sendiri. "Mata-mata? " ulang Lisa.
Lesya mengangguk kecil menyetujui maksud dari ucapan Elvan. "Maksudnya ada mata-mata di TW dan LC untuk mengambil sampel lalu mengecok kedua belah pihak agar adu domba" jelas Lesya.
"Dan dalang tersebut melakukan agar kedua belah pihak tersulut ego akhirnya masuk perangkapnya untuk menyerang satu sama lain yang dimana King TW dan Queen LC memiliki nilai yang seri! " lanjut Lesya berpikir kembali.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
__ADS_1