
Sudah tiga hari berlalu dan akhirnya sekolah Gregus yang kerap di panggil GG, kembali mempersilahkan muridnya masuk. Elvan sudah berangkat sejak tadi karena memang ada acara perkumpulan OSIS.
Berbeda dengan Lesya yang tergesa-gesa berlari di kamarnya. Bagaimana tidak? Waktu sudah menunjukkan pukul enam kurang lima menit. Sementara jam masuk tepat pukul tujuh.
Rambut acak-acakkan, tas ditenteng di pundak dengan isi satu lembar kertas ditambah satu pulpen saja. Sepatu abu, dasi tak dipasang, celana seragam lelaki dan tentunya acak-acakkan.
Lesya berlari begitu saja melewati Mayang yang memanggil namanya. "Eh? Sya! Sarapan dulu nih! " Lesya terhenti dan berbalik.
Elena dan Alam yang duduk manis menikmati sarapan mereka melirik penampilan Lesya yang jauh dari kata rapi. "Lo kayak gini sekolah? "
"Keburu telat! Bun, pamit ya! " Lesya mengambil satu roti tanpa selai dan melahap nya sekaligus. Mayang, Alam, dan Elena menatap punggung Lesya yang menjauh saja. Angga? Dia berada di... Kepo!
Lesya menaiki motor sport nya dan melirik ke arah jam tangannya. "Mwampu telwat! [Mamp*s telat!] " Mulut Lesya masih penuh dengan roti yang belum dihabiskannya.
Berkendara dengan kecepatan di atas rata-rata, Lesya tak mempedulikan suapan sirene pagi polisi. Lolos? Tentu saja! Hingga dirinya melihat gerbang sudah ditutup, dia beralih menuju gerbang belakang sekolah.
Lesya melepas helmnya dan menitipkan motornya di belakang pohon rindang sekitar gerbang sekolah. "Manjat lagi deh gw! " Lesya memegang gerbang dan memanjat gerbang dengan cepat.
Hap!
"Untung gw jago loncat! Kalo gak? Habis gw jatoh ke bawah! " gumam Lesya. Lesya yang hendak pergi tanpa sengaja mendengar keributan di arah kanannya. "Siapa ya yang ribut? " molognya kecil.
Lesya menghampiri arah sumber suara dan menemukan Lisa, Leon, dan Luna yang sedang dihukum ke empat teman Elvan. "Njem! Telat mereka! Ngumpet deh! " intip Lesya.
Suara bariton yang terdengar membuat sang bad girl tersebut membulatkan matanya melotot. Tak hanya dirinya saja! Keempat kawan Elvan, Luna, Leon, dan Lisa menoleh. "Mau kemana? "
Lesya melirik kearah belakangnya dan mendapati Elvan yang memasukkan kedua tangannya di sakunya. "Ma-mau.. Mau ngumpet hehe.. " cengir Lesya.
Saat Lesya hendak kabur, dengan sigap Elvan menarik kerah belakang Lesya dengan kedua jarinya. Jempol dan telunjuk! "Mau kabur? " tanya Elvan menaik-turunkan alisnya.
__ADS_1
Lesya mengangguk tanpa dosa. "Ya jelas! Siapa sih yang mau dihukum?! " Elvan menunjuk ke arah teman-temannya yang kain dengan dagunya. "Sana! "
"Lepas dulu elah! Kecekek nih gw! " kesel Lesya memegang lehernya. Elvan melepaskan tangannya dan memasukkan kembali tangannya ke dalam sakunya. "Gitu gek! "
Lesya berjalan malas ke arah teman-temannya dan berdiri di samping Luna yang hendak menertawakannya. "Ketawa aja! " malas Lesya.
BWAHAHAHA.....
Baik Lisa, Leon, Luna, Valen, Ken, Frans, bahkan Farel tertawa mendengarnya. Lesya memutar bola matanya malas. Dia menatap tajam Elvan yang berjalan menuju arah mereka. "Ck! "
Luna menepuk-nepuk pundak Lesya dan menghentikan tawanya. "Kita sama-sama telat! Sabarin aja! " Leon mengangguk setuju. "Gw tadi jemput Lisa trus telat deh! Mandinya agak lama! "
"Oh.. Jadi lo gak ikhlas nih? Oke, deal! Gak usah jemput anter gw lagi dah! " galak Lisa tak terima. Leon meringis kecil. "Bukan gitu! Yaudah salah gw dah! " pasrah Leon.
Luna dan Lesya memandang satu sama lain dan mengangkat satu alisnya. "Pacaran mulu! Berdiri yang bener! " omel Ken.
Akhirnya mereka berdiri dengan pengawasan anggota intim OSIS tentunya. Elvan dkk hanya berdiri mengawasi di belakang mereka. "Capek njem! Pengen makan! " keluh Luna.
"Sabar oy! Kalo gak mau dihukum makanya jangan telat! " Lesya mencibir Leon yang asal berucap. "Heleh! Gw yakin pasti lo juga kan? Belom sarapan?! "
Leon menggeleng. "Salah besar queen! Gw udah makan! Bahkan disuapin sama bidadari cantik! " Lesya mengerutkan keningnya bingung. "Ha? Maksudnya? "
"Ya gini mereka Sya! Kalo mereka di depan gw, gombal mulu! Lo gak tau ya gw pengen muntah setiap liat mereka uwu-uwuan! " Lesya kini paham dengan maksud Luna.
Memang dijalan tadi Leon melahap rotinya disuapi oleh Lisa karena memang hampir telat. Lisa yang jadi topik pembicaraan, mengalihkan pandangannya ke arah yang lain. "Ciee malu! " goda Lesya menunjuk ke arah Lisa.
"Yang bener! " datar Elvan. Pasalnya tadi mereka saling berbisik satu sama lain. Dan di saat Lesya menggoda Lisa, suaranya bukan nada berbisik. "Iya-iya elah! "
Mereka semua berdiri walau sedikit bergerak karena merasakan pegal di kaki mereka. Lesya menghela nafas panjang dan protes sendirinya. "Woy masih lama gak? " tanyanya.
__ADS_1
Elvan melirik jam tangannya dan menunjuk Lisa, Leon dan Luna. "Kalian boleh pergi! " Lesya melotot tak terima. "Gw? "
"Bentar lagi! " Luna, Lisa dan Leon sudah pergi terlebih dahulu karena mereka memang sudah capek.
Lesya yang masih menjalani hukumannya, menendang-nendang batu kecil yang berada di depannya. "Hisssh! Dasar pilih kasih! "
Kring!
Lesya mendongkak dan menghela nafasnya lega. "Gimana tuh? Udah bell pula! " tanya Valen berbisik ke arah Elvan. Elvan melirik Lesya sejenak dan menjawab. "Biarin balik! "
"Udah sana balik! Udah bell! " ucap Frans kepada Lesya. Lesya mendengus malas. "Udah tau duluan! Bye! " Lesya melangkah kan kakinya menuju arah kantin.
"Van, kita ke ruang guru sekarang dipanggil pak Rio! " Elvan mengangguk saja mendengar penuturan Frans. "Kita? Atau kalian aja? " tanya Ken menunjuk dirinya sendiri.
Valen memutar bola matanya malas. "Ya kita semua lah Kennettthhh! " Ken hanya menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. "Yaudah ayo! "
Sesampainya di kantin, Lesya duduk dengan menenteng satu porsi mie ayam di tangannya. Dia tak mengantri karena penjual mie ayam tersebut masih sepi pembeli. "Oy! "
Luna menyodorkan satu gelas berisi dengan es alpukat. "Noh! " Lesya mengangguk saja lalu mengambil sumpit yang ada. "Gil*! Gw laper beneran! "
Lesya dkk melahap makanan mereka masing-masing. Keadaan kantin sudah sangatlah ramai dipenuhi siswa-siswi sekolah Gregus.
Lesya terpikir dengan satu nama yang terlintas sekilas dipikirannya. "Oh iya! Tiga hari yang lalu gw ketemu Rio! " datarnya.
Slaak!
Suara sumpit terjatuh dari tangan Leon dan Luna terdengar. "WHAATT?! HAH?! " Baik Luna dan Leon sama terkejut mendengarnya.
Lesya yang sudah menutup telinganya karena tahu akan berakhir seperti ini. Sontak mereka menjadi pusat perhatian sekitar mereka walau hanya sekilas.
__ADS_1
Luna yang pasalnya sudah jengkel bahkan geram dengan nama Rio, dengan cepat berceloteh hingga Lisa dan Lesya menutup telinga mereka walau masih terdengar celotehannya.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗