Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
202: Sadar?


__ADS_3

Cakra yang berada di samping Luna mengepalkan tangannya kuat. "Sekarang apa keputusan lo? " tanyanya. Luna menggeleng. "Gw gak tau hukum apa! Harus queen yang tanganin se-semua! G-w gak tau hukuman yang pantes buat dia! " lirihnya menunduk.


Sarah mengelus pundak Luna. "Berdo'a aja biar Lesya cepet sadar! " ucapnya dibalas anggukan dari kepala Luna.


Sementara Elena, Mayang, Angga tak paham apa maksud dari markas, queen, dan ketua devisi dari ucapan yang mereka dengar. Apa kaitannya dengan Lesya? Hal tersebut mengapa sangat berkaitan dengan dunia gengster? Pikir mereka.


"Maksud dari queen? Siapa? " tanya Elena tiba-tiba membuat mereka tersentak.


Luna tak menyadari adanya keluarga Elvan di sana. Sementara Elvan menarik tangannya yang menyodorkan ponselnya tadi dan menyimpan ponselnya itu. "Hahh?? Queen? Mung-kin lo salah dengar kali Len! Kita tuh nyebutnya.. Kue! Iya, kue! " gugup Cakra menjawab.


Elena, Cakra, dan Alam adalah teman baik di kampus mereka. Ditambah sepupu Elena yang berstatus pacar Cakra membuat mereka layaknya sahabat. Wajar saja jika mereka memakai logat lo-gw sekarang ini bagaikan teman dekat.


Elena menggeleng. "Jangan lo pikir gw gobl*k Cak! Dari tadi, lo, dia(Leon), Alam pakai jaket logo tangan kanan Lion Claws! Ditambah rumah sakit ini khusus punya anggota LC gimana gw gak bingung?! Gak usah bo'ong lagi deh! Gw udah tau kalau Alam itu tangan kanan LC sekarang gw nanya sama lo! " kesal Elena mendesak agar rasa penasarannya terjawab.


"Kalau gw jawab iya gimana? Apa lo pisahin gw sama Lita? " tanya Cakra balik. Elena mengangkat bahunya. "Gw gak ikut campur! Masalah itu gw gak akan kasih tau sama dia! Tapi beda lagi kalau lo ketahuan! Gw gak salah apa-apa! Semua tergantung dia! " jawab Elena tegas.


Cakra mengangguk kali ini dan menjawab jujur saja. "Oke! Gw, Cakrawala Andrean biasa dipanggil Cakra dan Andre di markas kesayangan gw, Lion Claws! Gw bukan anggota tapi tangan kanan queen Ellion! "


Alam mengangkat wajahnya dan pasrah akan keadaan yang akan terjadi. "Sekarang giliran lo Lam! " ucap Cakra. Alam mengangguk. "Gw Alam Putra Bryson biasa dipanggil Alam adalah tangan kanan queen Allion di markas LC! Sekarang udah kan? Tanya apa lagi? " tegasnya.


"Siapa queen Allion dan queen Ellion? " tanya Elena yang masih penasaran.


Mereka tersentak hingga Leon beranjak berdiri. Dirinya menggeleng cepat mengkode Alam agar tak memberitahukan Elena. "Jangan bang! " bisiknya.


"Yang udah tau diem aja! Gak baik ikut campur! Apalagi masalah ini! " santai Lisa memainkan kuku-kuku panjangnya.

__ADS_1


Elena menoleh dan memicingkan matanya ke arah Lisa, Valen dan Elvan bergantian yang duduk santai di sofa panjang yang ada. "Kalian.. Udah pada tau? " Mereka mengangguk kompak menanggapinya.


"Siapa? Gw penasaran secantik apa dia? Lebih cantik gw apa dia! Siapa tau bisa fotbar! Seganas apa nyampe ditakutin di dunia gengster! " santai Elena seolah tak memiliki beban saat berucap.


Tiba-tiba mereka menoleh dengan suara Luna yang menjawab jujur. "Gw! Gw.. Queen Allion! Dan untuk queen Ellion nya.. " tegasnya yang berakhir dengan nada lirihnya mengingat Lesya.


"Siapa? " kepo Elena yang masih tak percaya jika Luna adalah queen Allion.


Ting! Ting! Detak jantung mulai kembali normal! Ting! Ting! Detak jantung mulai kembali normal! Ting!


Suara gelang dari tangan Elvan membuat mereka menoleh. Elvan dengan cepat beranjak dan melangkah ke arah brankar Lesya yang masih menutup matanya.


Sementara Cakra membuka gorden penutup antara Lesya dan Luna dan Leon berlari memanggil Candra agar memeriksa keadaan Lesya setelah mendengar peringatan suara gelang Elvan. "Suara apa itu? " molog Lisa tak paham.


Luna yang hendak bergerak ke arah sahabatnya tertahan mendengar peringatan keras dari Sarah dan Henny. Alhasil dia mengangguk dan hanya menatap sahabatnya saja dari brankarnya.


"Jangan gerak dulu atau uang jajan mama potong?! " tegas Henny.


Mayang berjalan dan berdiri di samping Elvan untuk melihat kondisi Lesya. Tak lama Leon dan Candra datang dengan keadaan yang tergesa-gesa. "Gimana bang keadaannya? " tanya Luna penasaran.


Cakra menatap sekelilingnya takjub. Dengan cepat Lesya dapat kembali seperti semula dengan jangka waktu singkat yang berbeda dengan perkiraannya yang beberapa minggu. "Aaa.. Gak nyangka gw kalau Lesya bakal sadar secepatnya! "


Mereka melotot tak percaya. Bahkan Leon, Lisa,Valen, Elena membulatkan mulutnya. Berbeda dengan respon Luna yang tanpa sengaja menggerakkan tangan kirinya. "Ser--- ADUUHHHH!!! SAKITT!! " ringisnya memegang tangan kirinya.


"Gw bilang jangan gerak malah nyolot lo ya! Serius gw bakal kasih tau nanti biar lo dimasukin ke kandang Lion! " galak Sarah perlahan meletakkan tangan kiri Luna pelan ke arah brankar.

__ADS_1


"Tau nih! Mau mama jahit mulutnya hem?! " ancam Henny yang tak habis pikir. Lisa tertawa receh saja. "Gw cuman bisa ketawa aja dah! Haha! "


Luna memasang muka julidnya. "Ya maap kan gak sengaja! Parah bener masa nyiksa gw gini sih?! Kalau gw gak bisa ngemall lagi sama Lesya gimana?! Padahal kita tuh udah janjian besok! " cebik Luna.


"Batalin aja! Toh kamu sama Lesya masih sakit! Ya kali dipaksain! Nanti tambah sakit! " ucap Mayang yang diangguki Luna. "Asiyap! Yang penting nambah waktu plus duit hihi! " tawa Luna.


Valen masih bingung dan akhirnya bertanya saja untuk memastikan. "Bentarr!! Ini gw masih gak percaya! Serius nih? " tanyanya. Lisa mengerutkan keningnya bingung. "Serius apaan? "


"Serius kalau.. Elvan sama Lesya tuh udah.. Ni-kah? " cicit Valen di akhir katanya. Luna melotot. "Lo udah tau?! Dari siapa? " tanyanya balik. Leon menunjuk dirinya sendiri. "Dari gw! Udahlah Lun, kalau dia bocorin ke yang lain kan gampang! " santai Leon.


Luna menggerakkan tangan kanannya dan menggeserkan nya ke arah lehernya. "Death? " Leon mengangguk. "Yaiyalah! Gampang kan? " tanyanya dibalas anggukan antusias dari Luna.


Valen melotot tak terima. "Eeyyy! Enak bener! Gw cuman mastiin doang bukan ngebocorin! Serius gak bocor dah gw! " ujar Valen mengangkat kedua jarinya.


"Bener lah! Mau bukti apaan? Surat nikah? Status KTP? Cincin kawin? " tanya Elena malas. Valen menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal. "Gw kok gak diajak sih waktu itu? Jahat lo pada! Kan gw pengen liat gitu! Sepasang rasa benci berubah menjadi cinta! " drama Valen.


"Jiakkkhh!! "


"Hiyakk! "


"Cepek cepek jdarrr! "


Baik Luna, Leon, dan Lisa bersorak mendengar kalimat terakhir Valen. "Bac*t!" kata Elvan yang malas disoraki. Angga berdehem seolah memperingati cara bicara Elvan barusan. "Ekhemm!! "


Setelah perbincangan kecil terdengar, membuat Candra akhirnya menutup kembali gorden agar tak mengganggu tidur dan masa pemulihan Lesya.

__ADS_1


Sekarang ini, Elvan yang menjaga Lesya yang masih belum sadarkan diri sendirian dengan posisi gorden yang tertutup. "When you wake up? " tanya Elvan menopang wajahnya dengan satu tangannya menatap wajah pucat gadis itu.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2