Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
170: Informasi!


__ADS_3

Bu bunga mengangguk. "Dari pada kamu yang bawa? Berat-berat loh! Mending Farel yang bawa tas kamu! " Letha menatap kesal arah Lesya dan berlalu begitu saja. "Ck! "


Lesya mengangkat alisnya satu ke atas. Bukan salah dirinya kan? Dia juga tak tahu akan begini! Pikir Lesya berjalan keluar. "Jangan lupa bawain! " ucapnya sebelum turun.


*Kok gw ngerasa diri gw egois yah? Gak papa lah! Toh Letha juga egois bahkan dia gak sadar kalo dia egois! Sedikit egois demi diri sendiri gak salah bukan? * batin Lesya tersenyum tipis.


Lesya menoleh ke arah Leon dan Luna yang dengan cepat menghampiri dirinya. Wajah mereka sangatlah serius hingga Lesya dapat tahu jika ada masalah yang cukup serius. "Sya! " ucap mereka kompak.


Dengan cepat Lesya ditarik oleh kedua sahabatnya. Terkejut? Tentunya! Namun hanya dilihat dari mimik wajah, Lesya sudah tahu jika situasi kini serius. Itu sebabnya dia tak bertanya.


Hingga mereka tiba di belakang pohon lebih tepatnya belakang dari arah titik kumpul kemah mereka. Bahkan tanpa mereka sadari, dua pasang mata mengikuti dan mendengarkan pembicaraan mereka.


Hembusan angin menerpa kedua gadis dan satu lelaki itu. Suasana tampak hening menatap serius satu sama lain. Tarik kan Lesya sudah terlepas bahkan kedua tangan gadis itu terlipat di depan dadanya. "So? What happen? " tanya Lesya membuka pembicaraan.


Luna menghembuskan nafasnya kasar. Perlahan dia menjelaskan walau terlihat basa-basi. "Lo tau gimana sifat bang Cakra? " Lesya mengangguk paham.


Kini giliran Leon yang angkat bicara. "Dan bang Cakra tadi ngirim informasi ke ponsel kita! Bersamaan! " Luna mengangguk. Lesya mengernyitkan alisnya bingung. "Emang ada sinyal? "


Leon dan Luna menggeleng bersamaan. "Sebelum kita berangkat echaaa.. " ucap Leon. Luna mengangguk. "Lo dapet gak? Kalo gak salah waktu kita di mobil bang Cakra kirimnya! "


Lesya merogoh ponselnya di sakunya dan membuka pesan dari Cakra. Benar saja dirinya juga dikabari jika dirinya menemukan satu informasi.


📩Bang Cakra


Dek, gw sekarang udah pulang!

__ADS_1


Selama lo camping, hati-hati karena gw


baru intai pergerakan Sakh yang bertambah anggota, Amanda Norwn!


(read)


Lesya yang melihat nama Amanda disebut bahkan masuk ke dalam geng Gilang dan Mily itu. Sakh! Beberapa informasi jika Sakh adalah kumpulan siswi SMA pada masa nya.


Gilang, Galang, Ericko, dan Mily bergabung akan membalaskan sikap Arga, Angga, dan Arya(Papa Lisa) yang pernah memalukan nama mereka. Dan kini bertambah satu, Amanda Norwn! Anak dari Ericko Norwn!


Dahulu, anggota Sakh itu yang diketuai oleh Galang sering ketinggalan kelas. Berandal? Tentu! Mereka tertinggal kelas dan bertemu dengan Arga, Angga, dan Arya yang merupakan berandalan seperti mereka.


Namun bedanya, mereka selalu naik kelas walaupun sangatlah bandel. Berbeda dengan Galang, Gilang dan Ericko yang selalu tertinggal kelas bukan karena pendidikan. Pintar? Tentu! Mereka tak menggunakan kepintaran yang mereka miliki! Sayang sekali bukan?


Arga, Angga, dan Arya sering bertengkar dengan anggota Sakh yang masih belum dianggotakan oleh Mily. Berawal dari mereka merendahkan Galang yang tak memiliki orangtua di depan umum, berakhir pertengkaran yang hebat di antara mereka.


Memang anggota Sakh saat ini mengincar Lesya dengan alasan mereka dahulu dipermalukan oleh Arga. Bahkan tanpa Galang dan Gilang sadari, Lesya sakit hati dengan sikap mereka.


Amanda ikut bergabung dengan dua alasan. Balas dendam Vannya dan merebut cinta Elvan. Sebenarnya dia sudah cukup menjadi anggota Ice Blue. Namun rasa obsesi tingginya tuk memiliki Elvan segera membuatnya ikut terjerumus geng Sakh.


Lesya menghembuskan nafasnya kasar. "Gw baru dapet! " Leon menghela nafasnya. Itu artinya dia tak perlu menjelaskan panjang kali lebar bukan? Pikirnya lega.


Luna mengeluarkan tiga benda kecil yang dapat terhubung satu sama lain dan menyodorkan nya kepada Leon dan Lesya. "Kebetulan kemaren gw entah kenapa bawa ini! Pake gih! "


Leon dan Lesya menerima benda kecil tersebut dan memasangkan di telinga mereka. "Woah mantep lah lo Lun sekarang! " puji Leon. Luna membanggakan dirinya. "Gw gitu loh! " bangganya.

__ADS_1


Lesya mengangguk dan menghela nafas. "Siap? Sekarang kita balik keburu dicari! " Mereka mengangguk dan kembali ke pusat kemah mereka barusan.


Tampak ricuh dan siswa-siswi mulai berbaris atas perintah dari pak Rio. "SUDAH SEMUA? JIKA SUDAH, BUAT KEMAH KALIAN YANG AKAN DIISI TIGA ORANG! " ucap pak Rio sedikit keras agar semua siswa-siswi dapat mendengar ucapannya.


"DAN INGAT LELAKI DAN PEREMPUAN DIPISAH! JIKA KEDAPATAN SATU LELAKI SETENDA DENGAN PEREMPUAN, DENGAN TEGAS SAYA MEMBERI HUKUMAN YANG BERAT! SEKIAN DARI SAYA, SILAHKAN MEMBUAT TENDA KALIAN! " lanjut pak Rio.


Lesya dan Luna sudah berbaris dan hendak memasang kemah mereka namun tak tahu bagaimana caranya. "Bentar, kita kurang satu! Mana harus cewek pula! " ujar Luna.


Lesya mengarahkan pandangannya dan tak sengaja melihat Lisa yang masih berdiam diri. Dengan cepat dia menghampirinya dan mengajak Lisa ke arahnya. "Kenapa? " tanya Lisa saat tiba di hadapan Luna dan Lesya.


"Nah, sekarang kan cukup! Yok diri-in tenda! " ajak Lesya. Luna melotot tak terima. Saat hendak protes, Lesya menghela nafas dan menyela ucapannya. "Kalian kalau masih mau brantem, jangan sekarang! "


Luna dan Lisa menatap tajam satu sama lain dan mulai mendirikan tenda mereka dengan arahan yang Lisa berikan. Yap! Lisa mengerti dan sering melakukan acara camping seperti ini. "Eh? Tas gw mana? " tanya Luna teringat.


"Nah tas lo! " Tiba-tiba saja suara Valen membuat mereka menoleh dan berhenti. Tenda mereka sudah terpasang dengan rapi saat ini. "Makasih! " kata Luna tersenyum simpul. Valen mengangguk.


Lesya celingukkan mencari Elvan yang membawa tasnya. "Nyari Elvan? Tadi dia pamit ke gw mau belakang kemah! " Lesya menautkan alisnya lalu mengangguk. "Bentar gw susul! Lo pada jangan berantem! "


Luna dan Lisa berdecak malas mendengarnya dan mengangguk saja. Lesya pergi dan menemui Elvan di belakang kemah mereka. Saat tiba di belakang kemah, betapa terkejutnya dia menghirup asap rokok di indra penciuman nya. "Emmm! Pan, lo ngerokok ya? "


Elvan menoleh dan segera mematikan asap rokoknya. Dengan cepat dia meneguk air putih di botolnya dan menghampiri Lesya yang matanya sudah memerah. "Ngapain ke sini? "


Masih menutupi hidungnya, Lesya menatap kesal Elvan. "Mau ngambil tas gw! Di dalemnya ada barang gw! " Elvan melirik tas Lesya yang dia tenteng dan menggeleng. "Gak usah, biar gw bawa! "


Lesya akhirnya membuka hidungnya dan menatap malas Elvan. "Gak usah! Oh iya lo ngapain ke sini? Pake bawa tas gw segala! Ngerokok ya?! " kesalnya terjeda.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2