
Lisa yang tak sengaja melihat Lesya berjalan menghampiri mereka karena memang motornya berada di belakang mereka. "Noh Leskacang! "
"Paan? " tanya Lesya memegang satu tas ranselnya di satu pundaknya. "Kunci motor lo! " Lisa mengulurkan tangannya berniat meminta kunci kepada Lesya. "Buat apaan? Malak gw lo ya?! "
Lisa memutar bola matanya malas. "Sial*n! Noh lo pulang bareng Elvan gw yang bawa motor lo elah! " Lesya menggeleng cepat. "No! Lebih baik gw naik motor ngueengg... "
Di saat Lesya ingin pergi melewati mereka, tangannya dicekal oleh Elvan. "Apa lagi sih? " kesel Lesya menatap Elvan. "Masuk! "
Lesya dengan kesal berdecak masuk ke dalam mobil navy Elvan namun sebelumnya dia memberikan kunci motornya kepada Lisa. "Lecet, ganti rugi sama motor favorit lo! "
"Iya bawel! Sama motor aja sayang bener! " Lesya masuk ke dalam mobil dan menutupnya. Beruntung keempat teman Elvan dan Leon sudah pulang.
Letha menghalangi jalan Elvan yang ingin masuk ke dalam mobilnya. "Kamu nerima bunga dari aku aja gak pernah! Sementara dia? Kamu ajak masuk ke dalam mobil kamu? Kenapa? "
"BYEE LESKACANG.. " Lesya membuka kaca jendela kursinya dan berniat membalas teriakkan Lisa. "BYEE JUGA KUTULISA!! "
Lesya menatap mereka dan beralih kepada Letha. Pandangannya terarah kepada tangan yang terkepal memegang rok pendeknya. Bahkan karena kependekan, rok Letha terangkat sedikit.
Elvan melirik jam tangannya dan menatap Letha. Dia pergi begitu saja dan masuk ke dalam mobil tanpa satu kata patah pun kepada Letha. "Udah? Kenapa gak diterima aja bunganya? "
"Ogah gw! " Lesya mencibir. Dia mengambil satu boba yang ada di mobil Elvan. "Eh, masih dingin! Ada kulkas ya? "
"He'em! Tinggal pencet tuh tombol aja" Lesya mangut-mangut paham. Dia mengambil sedotan dan meneguk minuman boba tersebut. "Eum.. Enak! Kek di cafe lo! "
Elvan mengangguk dan segera melajukan mobilnya meninggalkan sekolah. Lesya hanya menatap adiknya yang menatap kepergian mereka dari kaca jendela saja.
Letha membuang bunga yang dia pengang dan pergi dengan taxi yang menunggunya sedari tadi meninggalkan kedua temannya. "Letha.. Tunggu weh! "
__ADS_1
"Susul yok! " Amel berlari menuju mobilnya dan masuk diikuti Nayla. Mereka mengejar Letha yang sudah pergi dengan taxi.
Kembali kepada Lesya yang masih termenung memikirkan adiknya itu. Dia merasa jika dirinya tak berguna menjadi kembaran ataupun kakak yang baik.
Elvan yang melihat istrinya terdiam menghela nafas. Dia tahu apa yang dipikirkan oleh Lesya. "Lele! " Lesya tersadar dan meneguk boba nya kembali. "Ha? Kenapa? "
"Mikirin apaan sih? ' Lesya menggeleng cepat. "Ayah marah gak ya? " Elvan terdiam sejenak. Dia yang menjadi anak kandung Angga tak tahu apa reaksi Angga nanti. "Papaann... Gimana? Ayah nanti marah gak? "
Elvan mengangkat bahunya tak tahu. "Udah turun! " Lesya tersadar dan menatap sekelilingnya. Sudah tiba di rumah? Sejak kapan? Pikir Lesya. "Sejak kapan udah nyampe? "
"Barusan! " Mereka turun dari mobil yang mereka tumpangi dan menatap rumah megah tersebut. Lesya dapat merasakan jika jantungnya berdebar karena gelisah Angga akan marah kepadanya. "Hufft! "
"Gw duluan! " Lesya mengangguk. Dia menatap Elvan yang pergi terlebih dahulu memasuki rumah mewah tersebut. Lesya menghembuskan nafasnya panjang.
"Berani berbuat, berani menerima resiko Sya! Kalo lo gak berani terima resiko apapun itu, lo cupu! " Jiwa pemberontak Lesya kembali bangkit.
"Sya, duduk sini! " Mayang menepuk sofa sebelahnya dan dengan cepat Lesya duduk di tempat itu. Alhasil Lesya duduk di antara Angga dan Mayang di sofa panjang. "Hayoloh! "
Lesya menatap tajam Lisa yang berbisik tanpa suara kepadanya. Angga berdehem kecil lalu memulai percakapan. "Gimana sekolahnya? "
"Biasa aja Yah! " Lesya berusaha tetap tenang dan menjawab pertanyaan Angga dengan santai. Jiwa pemberontaknya sudah aktif dan akan menerima dengan lapang dada apapun hukumannya nanti.
Angga mengangguk paham. "Tadi, di sekolah ada masalah ya? " Lesya mengangguk kecil. "Ayah udah tau kan? " Angga mengangguk. "Ceritain kejadiannya jujur! "
Lesya menceritakan kejadian dengan detail tanpa ditambah kurangi olehnya. Jujur saja Angga sudah melihat rekaman CCTV hanya saja dia ingin menguji kejujuran Lesya.
"Gitu Yah ceritanya! Tamat deh" Mayang mengkode Angga agar tak memberikan hukuman yang berat kepada Lesya. "Ya tetap aja kamu gak boleh melakukan itu di sekolah! "
__ADS_1
"Salah dia nusuk orang Yah! " Angga menghela nafasnya. "Tetap aja enggak boleh Sya.. Tau kan fungsi sekolah itu buat belajar bukan buat nusuk-nusuk orang echa! "
Lesya dengan polosnya bertanya. "Jadi kalo di luar sekolah boleh dong Yah? " Angga dan Mayang menepuk jidatnya bingung. "Gak gitu konsepnya echa.. " greget Mayang.
"Iya bun.. " Lesya beralih menatap Lisa yang memutar bola matanya malas. "Ha? Apa? Gak sesuai sama ekspetasi lo kan? "
Lisa membulatkan matanya dan menatap Lesya melotot. "Heh tetap aja! Om Angga, gimana pun juga dia(Lesya) tetap salah! " Angga mengangguk. "Dan masalah hukuman, Lesya tidak diperbolehkan menggunakan motor tiga hari kedepan! "
"Yah.. Ayah jangan dong! Nanti kalo mau pergi gimana dong? " Angga menunjuk Elvan sekilas. "Minta anterin sama Elvan! " Lisa tertawa bahagia mendengarnya. "Haha.. Rasain lo! '
" Tapi Yah, hari ini masih boleh kan? " Lesya menyatukan kedua tangannya menatap Angga berharap permintaannya dituruti. "Em.. Gimana ya? "
"Boleh lah Yah! Kalo enggak mana bisa Lesya ke arena! " Lesya dengan reflek menutup mulutnya. Angga mengerutkan keningnya bingung. "Arena? "
"Arena balap kah? Ngapain? " sahut Mayang buka suara. Di saat Lisa hendak buka suara, dengan cepat Lesya menginjak kakinya. "Arrgh! "
"Iya Yah! Ke arena balap diajak kutulisa eh maksudnya Lisa! Nonton pertandingan doang kok serius! " Lisa memukul lengan Lesya dan menunjuk ke arah bawah.
Dengan cepat Lesya melepaskan injakkan nya dan menyengir tak berdosa sekilas saja kepada Lisa. "Lisa! Bisa gak usah ajak Lesya ke arena balap? " tanya Mayang.
Lesya menggeleng. "Gak papa kok bun serius! Lagi pula siapa tau kan makin akrab bun! " Lesya berpura merangkul pundak Lisa. "Iw! Siapa yang mau akrab sama lo hah?! "
Lesya menatap tajam Lisa. "Diem biar bisa balapan! " bisik Lesya. Lisa menyenye saja dan tersenyum kepada Mayang dan Angga yang menatap heran mereka.
"Terserah deh! Tapi besok gak boleh ya! Mau mobil atau motor gak boleh dipake! " Lesya mengacungkan tangannya dan membentuk huruf 'O'. "Lepas! Tante kamarku masih yang dulu kan? " tanya Lisa.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
__ADS_1