
Namun, pandangan mereka teralihkan dengan dering notifikasi ponsel Elvan. Elvan menoleh dan mengecup kening Lesya sekilas lalu pergi keluar toilet.
Tubuh Lesya perlahan kaku menerima-nya. Ini adalah pertama kali tanpa ada nya kejadian jatuh lagi. Dia menyadarkan dirinya dengan rekor yang dia buat, "Inget rekor Sya! "
Elvan membuka ponselnya seraya berjalan keluar dari toilet. Rupanya Farel menanyakan keberadaannya saat ini.
Dia meletakkan botol minum milik Lesya dan memainkan jarinya membalas pesan Farel di ponselnya.
📩Farel
Van, lo di mana?
^^^📩Elvan^^^
^^^Perpus.^^^
📩Farel
Oke
(read)
Farel sengaja tak bertanya karena dia tahu jika Elvan banyak dibutuhkan oleh guru. Membawa buku sisa ke gudang, mengejar Lesya yang bolos, menjaga perpustakaan, dll.
Wajar saja Elvan yang disuruh, karena Elvan yang selalu tertinggal pelajaran, dia masih tetap mendapatkan peringkat pertama.
Bahkan jika Elvan diperintahkan untuk mengejar atau menangkap Lesya yang membolos, dia sangat malas sebenarnya.
Lesya keluar dan langsung mengambil botol minum miliknya. Dia menyimpan dan membereskan sisa makannya tadi.
Bu bunga sudah kembali, dan menghampiri mereka berdua di sana, "Lesya kamu ngapain masih di sini? "
Mereka menoleh. Untungnya semua peralatan sudah selesai dimasukkan ke dalam tas ransel milik Lesya, "Makan bu"
"Udah selesai istirahat ngapain masih makan? " Lesya menjelaskan, "Ya makan kalo laper bu! Lagipula secara saya baik hati, saya menghargai hasil kerja dan masakkan yang masak! " jelas Lesya.
__ADS_1
Bu bunga memijit pelipisnya. Entah kenapa dia merasakan pusing kali ini, "Sya kamu bisa kan jangan cari ribut dulu sama saya? "
Lesya mengangguk kemudian menggeleng, "Iya eh, enggak! Em... Tergantung ibunya! Bye ibukk" Lesya pergi dengan membawa ranselnya keluar dari perpustakaan.
Bu bunga menggeleng kepala saja, "Pusing saya liat kamu sya! " Bu bunga kembali menatap Elvan yang masih ada di sana membereskan barangnya.
"Van, saya minta kamu terus dekat sama dia(Lesya) ya! Jaga dia seperti kamu jaga bunda kamu! Siapa tau dia bisa berubah kalo sama kamu! Saya juga tahu ada banyak yang disembunyikan Lesya selama ini, tapi semua dia tutupin pake topengnya" ucap bu bunga sedikit memohon.
Entah kenapa tak ada angin dan hujan bu bunga berbicara seperti itu bak dirinya sebagai orang tua Lesya. Dorongan dari mana itu, bu bunga tak sadar.
Elvan mengangguk saja, "Tanpa ibu bilang, saya bakal jaga Lesya" Bu bunga mengangguk, "Sudah kamu kembali ke kelas kamu, perpus saya yang jaga"
Elvan mengangguk lagi. Dia meletakkan tas-nya di pundaknya lalu pamit, "Permisi bu"
Berbeda dengan Lesya yang bukannya ke kelas namun ke toilet. Dia mengubah penampilannya kembali menjadi seorang bad girl.
Rambut acak-acakkan, baju di keluarkan dan dasi tak digunakan, "Huh! Enakan kayak gini! Berasa bebas! Semoga aja tuh ketbok kagak nyuruh gw masuk-in baju plus dasi! " oceh Lesya.
Dia kembali keluar dari toilet. Dia berhenti dan mengambil secarik kertas yang ada di depannya itu. Setelah dia buka, dia membaca dengan perlahan.
Lesya menggerak-kan rahangnya keras mengetat. Dia meremas kertas itu dan membuangnya di tempat sampah. Dia langsung kembali ke toilet yang tak jauh.
Dia mencuci tangannya kasar hingga mengeluarkan bekas cakaran. Lesya mengacak rambutnya dan tersenyum sinis, "Aku mau ikut papih! " lirih nya kecil.
Dia menghela nafas panjang dan membiarkan air wastafel mengalir begitu saja. Lesya melanjutkan ucapannya, "Tapi sayang, tugas Lyra di dunia masih belum kelar! Jika semua kondisi kembali seperti semula. . . "
"Lyra mungkin akan menyusul papih ke sana" lirihnya kecil. Dia sama sekali tak menangis. Hanya saja manik matanya terampang kesedihan.
Dengan cepat Lesya kembali mencuci tangannya kasar. Setelah merasa puas, Lesya keluar dengan adanya tas ransel di pundak-nya.
Lesya keluar dengan wajah datarnya. Dia menyusuri koridor dan tiba di kelasnya. Jika kalian ingat, Lesya dapat terlihat di jendela ruangan oleh guru dan siswa.
Lesya menatap depan dan memasang-kan earphones ditelinganya. Dia bersiap akan menendang pintu.
braakkk!
__ADS_1
Tentu saja mereka semua terkejut. Terutama bu Raya yang menahan amarahnya, "Leesyyyaa!!! "
Lesya tak mempedulikan teriakkan bu Raya yang bercampur musik di telinganya. Tampang preman Lesya sudah muncul kembali.
Lisa menatap sinis Lesya yang langsung duduk di bangkunya. Leon berbalik dan menatap heran Lesya. Dia ingin bertanya namun gelengan Luna menghentikan-nya.
Bu Raya semakin geram. Bahkan suasana kelas 12 B sangatlah mencekam karena aura yang dikeluarkan Lesya. Bu Raya menghela nafas nya dan melanjutkan dirinya mengajar.
Letha yang melihat sifat berandal kakaknya kembali, perlahan mengubur rasa pedulinya terhadap sang kakak. Dia tak suka kakaknya bersikap seolah dirinya yang berkuasa.
Lesya menatap jendela luar dengan teliti tanpa mendengarkan penjelasan bu Raya di depannya.
Mata avatarnya menangkap sosok misterius yang terlintas. Lesya menatap tajam di saat sosok tersebut menyodorkan tepat di kepalanya sebuah pistol.
Setelah puas dan merasa batin Lesya akan terganggu, sosok tersebut langsung pergi begitu saja. Lesya menatap kepergian sosok itu dengan mengepalkan tangannya erat.
Tak hanya Lesya, namun Elvan melihat itu dari jendela kelasnya. Namun, dirinya tak tahu jika pistol tersebut disodorkan kepada Lesya.
Dia menatap kepergian sosok misterius tersebut dari jendela kelas dengan perasaan bertanya-tanya.
Frans yang berada di samping Elvan, menyadarkan Elvan. "Van, lo liatin apaan sih? " Elvan menggeleng.
Frans dan Elvan kembali larut ke dalam materi pak Seto. Dalam wajahnya, Elvan memang seperti mendengarkan penjelasan pak Seto.
Namun, tidak dengan pikirannya yang berkenala melihat sosok tadi. Dia bingung mengapa ada sosok misterius di sekolah ayahnya? Apa yang dia mau? Dia mengincar siapa? Pikirnya.
Detik ke detik, menit ke menit, hingga jam berganti jam, pelajaran sudah berakhir. Murid-murid dengan cepat mengemasi buku mereka ke dalam tas mereka.
Setelah selesai mereka pergi ke kelas tim mereka masing-masing sesuai dengan kelompok mereka. Bu Lina sudah membagikan nama kelompok dari kelas ke kelas.
Banyak siswa-siswi yang tak menyangka jika Lisa, Leon, Luna, Letha dkk satu tim bersama most wanted. Terlebih satu tim bersama Lesya si biang onar!
Elvan dkk sudah berada di kelas tim mereka. Bahkan dapat mereka lihat raut wajah Lesya yang tak berekspresi.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗
__ADS_1