
Begitu juga dengan Lesya yang menganggap bu bunga orang tuanya. Namun, karena Lesya yang nakal dan bu bunga yang galak sering dijadikan bahan bully-an Lesya ketika gabut.
Mereka dapat dibilang dengan Tom and Jerry! Banyak murid memberi julukan bahwa Tom adalah bu bunga sementara Jerry adalah Lesya!
Mereka bagaikan sepasang sahabat yang tak pernah akur. Pak Rio tak mempermasalahkan itu! Bahkan dia mendukung karena menurut pemikiran nya, jika mereka dipertemukan, Lesya akan mengeluarkan candaan nya.
Pak Rio yang pasrah memijit pelipisnya pening, "Udah! Pulang bereng Elvan sono! Bukannya kalian udah sah? " Lesya terbelak kaget, "Bapak tau dari mana? "
Pak Rio menghela nafasnya, "Dari mertua kamu! Udah sono balik, hati-hati di jalan"
Pak Rio langsung menggandeng bu bunga meninggalkan Elvan dan kingdom Lesya di sana. Lesya mengerucutkan bibirnya, "Ah bapak gak asik! Ibu juga gak seru! "
Lesya menatap kepergian dua orang itu dari pandangan matanya. Mereka tak mendengarkan ucapan Lesya karena memang sudah jauh.
Elvan beranjak dan menggandeng Lesya ke mobilnya. Lesya yang terkejut walau hanya sebentar saja. Mereka membelah jalanan padat kota Jakarta.
Lesya terpikir dengan pelaku penabrak-kan Vannya tadi. Secara tak sengaja, dirinya melihat tato di kening pelaku bergambar es warna biru dengan tulisan 'IB' di sana.
Persis dengan sosok misterius di sekolah waktu itu bukan? Tak hanya Lesya namun Elvan dkk juga melihat itu. Jangan lupakan Luna dan Leon yang menatap tak percaya dengan identitas pelaku.
Elvan menatap Lesya yang bergulat fokus dengan pemikirannya. Dia juga bisa melihat Lesya yang menghembuskan nafasnya gusar.
"Kenapa? " Lesya menoleh ke arah Elvan yang bertanya. Dia menggeleng kikuk karena tertangkap basah memiliki banyak pemikiran, "Gak papa kok! "
Elvan paham saja. Walau dia agak aneh, namun dia tak bisa memaksakan kehendak Lesya untuk cerita kepadanya bukan? Jadi biarkan hingga dia benar-benar punya rasa untuk Lesya.
Elvan dan Lesya sama-sama keluar dari mobil navy kesayangan Elvan setelah tiba di perkarangan kediaman Grey.
Lesya langsung bergegas melangkah ke kamar. Begitu juga dengan Elvan. Mereka tak nyaman jika tertidur dengan kondisi seperti itu.
__ADS_1
Setelah berganti dengan baju tidur hijau lumut yang sepasang. Di antara mereka ada 3 bantal guling yang dijadikan pembatas.
Lesya tertidur tanpa mengerjakan tugasnya yang menumpuk. Sementara Elvan tertidur dengan tugas yang sudah kelar sejak tadi.
...~o0o~...
Lesya dan Luna berjalan menyusuri koridor. Mereka akan pergi ke kelas 12 A sesuai permintaan bu bunga.
Setibanya mereka di sana dengan kondisi lesu karena belum sarapan. Ditambah mereka berlari karena tak ingin telat lalu dihukum.
Tok! Tok! Tok!
Pembelajaran bu bunga di kelas 12 A terhenti. Semua pasang mata melihat ke arah pintu, "Masuk! "
Ceklek!
Banyak siswa-siswi bertanya mengapa dua trouble maker ada di sini. Tapi Luna dan Lesya tak peduli, "Kenapa bu? " tanya Luna.
"Kenapa gak di ruang guru aja sih bu? " Bu bunga menggeleng, "Karena ibu habis ini mau pergi dan gak ada waktu udah mana"
Lesya memberikan satu buku tebal berisi tugas-tugasnya. Sementara Luna memberikan buku tipisnya yang berisi tugas kemarin yang belum sempat dia kerjakan.
Lesya menarik Luna cepat untuk segera kabur. Namun suara tegas bu bunga menghentikan langkahnya, "Luna boleh keluar! Lesya tetap di sini! "
Lesya melepaskan Luna yang melambaikan tangannya sedikit mengejek ke arahnya. Banyak siswa-siswi yang pintar merengek untuk segera dilanjutkan.
"Bu... soalnya gak dilanjutin? " tanya salah satu siswi pintar. Bu bunga mengangkat satu tangannya, "Sabar! "
Bu bunga mengecek semua tugas-tugas milik Lesya. Dia melongo mengapa berbeda dengan tugas yang dia berikan? Pikirnya.
__ADS_1
Luna asik memainkan spidol. Dia asik melempar balikkan spidol. Bahkan dia dengan sempat nya mengambil lima spidol dan mengacaknya bagai seorang pesulap yang handal.
Siswa-siswi melongo dengan gaya kece Lesya. Bahkan mereka sejenak melupakan materi yang diberikan bu bunga. Bu bunga menatap tajam Lesya, "Lesyaa! "
Semua spidol jatuh berserakan di bawah. Lesya memungut dan meletakkan kembali spidol milik bu bunga, "Udah kan bu? " tanya nya polos.
Bu bunga menggebrak meja hingga Lesya mengelus dada sabar. Anak-anak kelas 12 A juga beranjak kaget dan mengelus dada mereka, "Mony* bambang! " latah Lesya kaget.
"Ibu ngapain sih gebrak meja? Untung ibu gak serangan jantung! Kaget aku tuh! " Bu bunga memijit pelipisnya pusing, "Ini tugas apa? "
"Matematika lah bu! Noh soalnya semua angka beranak! " Bu bunga memberikan tugas tersebut kepada Lesya, "Ini pelajaran kelas dulu sya! "
Lesya mengecek kembali tugasnya. Dia menggaruk kepala nya yang tak gatal, "Ya ini juga kan tugas saya yang belum bu" bela Lesya.
Sontak semua murid-murid tertawa dengan jawaban ngawur Lesya. "Adeh-adeh... Udah lewat sya, ngapain masih di kumpul? " tanya Valen main nyahut.
Lesya menatap tajam Valen, "Kan ini termasuk tugas yang belum gw kerjain! " jawabnya polos. Farel geleng kepala, "Kalo tugas kagak kelar ngapa naek kelas? " tanya nya.
"Jelas karena pengen gw cepet lulus biar kagak bikin onar lagi di sini! Gak tau deh! " Bu bunga memijit pelipisnya, "Udah-udah! Kali ini kalo tugas gak beres ngak bisa lulus! "
Lesya mengangguk santai saja, "Ya gak papa lah! Bisa godain pak Rio kan seru bu" pancing Lesya mengambil bukunya.
Hawa sekitar kelas menjadi panas. Ken kembali dengan celetuk kan aneh khas dirinya, "Kok panas ya? "
"Gw gerah! " lanjut Valen mengibaskan tangannya ke arah wajahnya. Bu bunga menggeram marah, "Lesyaa.. Balik kelas! Ketahuan bolos, nilai kamu merah semua! "
Lesya mengangguk, "Bolos aja lah bu! Kalo bolos, nilai saya merah! Dan kalo merah berarti tinggal kelas! Kalo tinggal kelas berarti... "
"Lesssyyyaa... " pekik bu bunga. Lesya langsung lari terbirit-birit dari kelas 12 A, "Bye ibuk bunga"
__ADS_1
Siswa-siswi kelas 12 A mati-matian untuk menahan tawa mereka. Tatapan horor bu bunga membuat mereka kembali serius larut dalam pelajaran.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗