Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
211: Berita!


__ADS_3

Sementara di RS LC. lyzya, Lesya yang entah mengapa kondisinya turun segera kembali masuk ruang operasi. Sepertinya Lesya tahu ini karena apa, Mila! Masih ingat jika Lesya memiliki hubungan batin dengan Mila?


Darah terus keluar dari mulutnya ditambah dengan kondisinya yang malah menurun. Luna, Mayang, dan Henny duduk menatap pintu operasi yang tertutup.


"Ini kenapa mendadak Lesya begini? Bukannya udah normal? " tanya Henny tiba-tiba. Luna mengusap satu matanya yang mulai berkaca-kaca. "Hubungan batin! Lesya dan tante Mila punya hubungan batin! Kalau tante Mila sakit, echa bisa rasain itu! " cicit Luna.


Berbeda dengan Mayang yang berdiam diri tanpa membuka suaranya. Tiba-tiba saja terdengar langkah kaki mendekat ke arah mereka. "Gimana Lun? " tanya Leon.


Pasalnya, baik Leon dan Lisa yang hendak masuk ke ruang inap sahabatnya tak menemukan keberadaan mereka. Dan di saat mereka bertanya pada satu suster, mereka diberitahukan jika Lesya kembali masuk ruang operasi lagi.


Luna menggeleng kecil tanpa menjawab. Henny yang melihat anak semata wayangnya tak menampilkan ekspresi apapun hanya mengelus pundak anaknya itu. "Pasti selamat! " ucapnya.


"Tapi mah, Lesya tuh janji sama Luna! Dia mau besarin nama LC di seluruh dunia bareng aku! Gimana dia mau besarin nama kalau dia begini! " ucap Luna tanpa sadar.


Mayang yang mendengar itu bertanya bingung. "LC? Maksudnya Lesya juga ikut gengster? " tanya Mayang yang membuat Luna tersadar dari ucapannya.


Hening!


Tak ada yang ingin membuka suaranya. Henny juga yang tahu, sama sekali tak ingin membuka suaranya. Mayang yang tak kunjung mendapat jawaban, kembali bicara. "Jawab saya! " tegas Mayang.


Berbeda dengan Elvan dan Valen yang bertanya mengapa tak ada orang di ruangan itu satu pun. "Permisi mbak, ini orangnya kok gak ada ya? " tanya Valen.


"Oh, mereka! Kalau yang satu masuk ruangan operasi karena tiba-tiba kondisinya drop! " ucap suster itu.


Valen mengangguk paham dan pamit lalu mengajak Elvan menuju ruang yang dibicarakan. Elvan berpikir mengapa sama sekali tak terhubung dengan gelangnya Seharusnya kehubung bukan? Apa ada yang salah? Pikirnya bingung.


Setibanya di depan ruang operasi, rupanya masih dalam keadaan yang sama. Hening! Mayang sudah tahu jika Lesya adalah queen Ellion dari pe jelasan Luna dan Leon tadi. Dan mereka menoleh ke arah kedua lelaki yang baru saja tiba.

__ADS_1


"Kalian ke sini? " tanya Lisa. Valen mengangguk dan mengatur nafasnya yang sedikit memburu. "Kalau gak di sini, kenapa gw si sini! " jawab Valen.


Ting! Ceklek!


Candra keluar seraya melepas m,asker putih dan membenarkan kaca mata miliknya. Itu bukan kaca mata minus, melainkan kaca mata anti radiasi!


Sontak mereka beranjak dan menghampiri Candra yang baru saja keluar. Sarah? Dia memiliki pasien lain! Candra menggeleng kecil. "Dia. . . Kritis! "


Ucapan itu membuat keadaan terdiam membeku. Atmosfer sekeliling mereka berubah menjadi begitu dingin. Mereka mendengarkan dengan baik penjelasan Candra walau otak mereka tertuju dengan kata ‘kritis’ dari Candra.


"Saat ini, kami masih belum tahu apa yang di alami oleh Lesya! Kami akan berusaha mencari apa penyebab, obat, dan kondisi ini! Yang terpenting saat ini, Lesya tak boleh sembarangan mengkonsumsi obat-obatan di luar dosisnya! Demi keamanan, biar kami yang mengatur jenis obat yang akan dikonsumsi nanti! " jelas Candra.


"Tapi masih bisa dijenguk kan? " tanya Luna berusaha tegar. Candra mengangguk kecil. "Setelah dipindahkan ke ruangan, hanya maximal batas 5 orang yang masuk ke dalam ruangan karena Lesya membutuhkan banyak istirahat! Permisi, saya pamit cek pasien lain! "


Mereka menghela nafas mereka lega. Setidaknya, Lesya masih dapat bernafas saat ini walau dengan bantuan alat pernafasan. Tiba-tiba di saat bertepatan Cakra pamit, datanglah satu pria tubuh tegap memanggil nama Luna. "Queen! " panggilnya sopan.


"Ada apa? " tanya Leon sebagai perwakilan Luna dikarenakan Luna tak menjawab panggilan orang itu. Orang itu menoleh ke arah Leon dan menjawab pertanyaan Leon. "Ada yang buat rusuh di markas! Beberapa orang ingin mundur dari markas karena kerusuhan itu! " jawabnya.


"Semuanya, kami pamit! " sopan Leon berpamitan lalu pergi menyusul Luna. Henny hanya berdo'a saja jika anak semata wayangnya tetap baik-baik saja.


"Yonn, gw ikutt! " ucap Lisa dan menyusul setelah berpamitan dengan Mayang, Henny, Elvan dan Valen.


____________


Sementara itu, setelah kejadian yang ia tak dugai berlalu, dua lelaki tegap dengan wajah yang sedikit mirip, duduk berhadapan dengan tatapan tajam mereka. Itu, Gilang dan Galang!


Santai saja, Galang dan Gilang berada di ruangan kerja milik Galang tentunya. Gilang sudah menceritakan perkara paket yang tertera nama Lesya di sana kepada kakak lelakinya itu. Galang sedikit aneh dengan cerita adiknya.

__ADS_1


"Jadi, maksudmu Lyra mengirim paket itu secara sengaja? Sebentar, kok kayak ada yang aneh! " ucap Galang.


Gilang mengangguk setuju. Dia juga merasakan ada hal lain dari balik semua itu. "Mana mungkin bocah sial*n itu dapat seganas ini! " umpat Gilang.


Galang menatap datar adiknya itu. Mulutnya sama sekali tak pernah dijaga ataupun dibersihkan sejenak. "Mau ku jahit mulutmu?! " ancam nya.


"Oke, sorry! Jadi gimana masalahnya nih? " tanya Gilang. Galang menggeleng tak tahu. "Gw bakal coba cari tau! Dan sekarang lo pu--- " Ucapan Galang terpotong begitu saja karena panggilan dari sekretaris milik Gilang adiknya.


"Maaf mengganggu tuan, namun kita harus kembali karena saham perusahaan turun drastis seketika! " ucapkan sekretaris Gilang.


Sontak Gilang beranjak berdiri dan menatap tajam sekretaris nya itu. "Kok bisa?! " tanyanya dengan nada tak bersahabat. Sekretaris Gilang hanya menunduk saja. "Maaf tuan! Perusahaan RVL mendadak melakukan pemutusan hubungan kerjasama dengan kita! "


Gilang melotot. Permasalahannya adalah di bagian saham! Perusahaan itu adalah pemegang saham terbesar di dalam dunia bisnisnya. Jika bisnis milik keluarga Fyo bangkrut, otomatis saham tersebut milik perusahaan RVL sebagiannya.


Selain itu, jika bisnis turun temurun milik Fyo bangkrut, dia juga ikut terseret dan publik akan banyak mencari dirinya.Bahkan hal itu akan mencoreng nama baiknya nanti! Baik publik ataupun nonpublik.


Mudah saja dia meminta bantuan dari Galang, kakaknya yang merupakan salah satu pembinis yang tersohor namanya. Namun, dia bertekad agar lepas dari kendali kakak lelakinya itu. Dia tak ingin begitu tergantung dengan Galang.


"Gw pamit! Duluan, " pamit Gilang kepada Galang dan tergesa-gesa berjalan keluar. Galang menautkan kedua alisnya. "Gak mau bantuan dana Gil? " tanya Galang.


"Nanti aja! " jawab Gilang yang masih dapat mendengar pertanyaan Galang.


Sepeninggal sang adik baru saja, Galang berpikir apa mungkin jika Lesya mengirim anak buah atau menyogok satu preman gengster untuk melakukan hal itu? Tapi, apa mungkin? Pikirnya bingung.


"Ck! Taulah! " decaknya.


Galang sibuk berkutat dengan laptopnya dan tanpa sengaja membuka ponselnya yang rupanya mendapatkan notifikasi seputar bisnis besar se-Asia. "Wah, beritanya udah kesebar secepat ini? " molog Galang geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Benar saja jika berita mengenai kondisi perusahaan turun-temurun milik keluarga Fyo dalam ambang kehancuran. Gilang masih mencari cara agar mengembalikan itu semua. Seharusnya kan tidak!


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2