Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
145: Kenapa harus gw?


__ADS_3

Lesya yang baru saja usai menyanyikan salah satu lagu favorite-nya, melirik ponselnya yang berbunyi notifikasi. Dengan cepat dia meletakkan gitarnya dan mengambil ponselnya.


đŸ“©+62**********


∅Pesan ini sudah di hapus


"Lah? Siapa sih? " gumam Lesya. Karena penasaran, Lesya mengambil laptopnya dan mengotak atik laptopnya guna mencari pemilik nomor yang tak dikenalnya. "Amanda?! "


Lesya terdiam dan memutuskan membaca ulang kembali data diri Amanda dengan teliti. "Sksk, kita senasib! Tapi cara lo salah Amanda! " lirih Lesya membaca artikel data Amanda kembali.


"Hadeuhh.. Rupanya dia salah satu anak buah Ice Blue? Bahkan tangan kanannya?! Gak tau aja dia kalo adeknya dilindes sama Ice Blue atas perintah bosnya! " gerutu Lesya kecil.


Lesya beralih memainkan laptopnya dan mengecek perkembangan kemajuan hotel yang dia kelola sekaligus perusahaan Fyo. Walaupun Lesya tak dapat mengambil alih perusahaan, bukan berarti dia tak dapat mengawasi perkembangan perusahaan mendiang Arga.


"Huftt! Syukur deh kalo tua bangka itu masih berguna majuin perusahaan! Emm.. Gabut! Ngapain ya? " Lesya berpikir sejenak untuk mencari kesenangan tersendiri. "Oh iya! Njem gw lupa transfer ke Luna! "


Lesya mengirim hasil transferan Lisa saat jogging yang lupa dia kirim. "Mudah-mudahan dengan gini mama cepet sembuh! " gumam Lesya. Lesya memainkan laptopnya untuk guna mengecek kondisi Mila melalui CCTV yang dipasang di ruangan Mila.


Masih ingatkah? Dimana Lesya yang mengenc*p sekilas pipi Mayang? Tangannya terulur ke bawah dan menempelkan satu CCTV kecil dilengkapi penyadap suara yang amat kecil.


Lesya memasang headphone nya dan mendengar percakapan Mila dan Letha di seberang sana. Tak ada suara yang mencurigakan yang di dengarnya. Hingga terdengar satu suara yang membuat Lesya serius mendengarkan pembicaraan.


Letha: Mami gak usah mikirin yang aneh-aneh dulu! Yang penting mami pikirin kondisi kesehatan mami sekarang! Oke?


Mila: Ta-pi, gima-na nanti ma-mi ja-jalan?


Letha: Mami istirahat aja dulu! Stop mikirin yang enggak-enggak! Nanti Ara yang bantuin Oke? Sekarang mami tidur aja dulu! Ara mau ke kantin sebentar dulu.


Lesya dapat mendengar suara pintu terbuka terdengar. Lesya mengeraskan suara setelah suara pintu kembali terbuka kembali. "Siapa yang masuk? Apa Letha? Gak mungkin! Terlalu cepat! "

__ADS_1


Someone: Hai kakak! Apa kabar? Ups! Sepertinya kondisimu tak baik-baik saja ya?


Mila: Mi-mily? Apa ini ka-mu? Ka-kakak kangen sama ka-mu!


Mily: Haha.. Kangen? Setelah lo menikah dengan pujaan hati(Arga) gw lo bilang kangen? Dimana otak lo kak?! Karena lo, gw gak suci! Karena lo juga gw but* cinta! Gw gak bisa merasakan bagaimana rasa kembali disayang!


Mila: Apa ka-mu masih menyim-pan dendam de-ngan Lyra?


Mily: Tentu saja! Karena dia, gw dihina di saat dia memanggil gw dengan sebutan mami! Padahal lo nyokapnya kan?! Karena dia juga kita sempat diusir 3 kali dari rumah?! Dan karena dia juga, gw gak bisa ngomong yang sebenarnya dengan Arga siapa kedua anak lo itu! Arga keburu ke bunuh bukan?!


Mila: Ka-kak tau pera-saan ka-mu saat i-ini! Tapi, ka-kak mohon, ja-ngan simpan den-dam ka-mu kepada Ly-ra!


Mily: Oh kalo soal itu... Tak bisa! Udah ya sekarang diam aja! Anak har*m tetaplah anak har*m! Pembawa si*l buat kita! Dan kedatangan gw ke sini adalah balas dendam!


Mila: Mil---


Mila: Eng-gak! Mere-ka gak bersa-lah!


Mily: Gw belom selesai! Kalo anak bungsu lo, gw liat lumayan polos ya? Gw juga denger kalo kedua anak lo berantem! Kalo yang satu, gw bunuh aja gimana? Secara dia dalang dibalik penderitaan gw selama ini bukan?!


Mila: Ja-jangan sa-kiti me-reka!


Mily: Gw ke sini cuman mau nanya dua pilihan! Lyra or Lara? Lo tinggal jawab siapa yang lo lindungi!


Mila: La-lara!


Mily: Haha.. Pilihan lo tepat! Dari dulu Lara memang mirip dengan Arga bukan? Sedangkan pembawa si*l itu? Justru sama sekali tidak! Karena kebetulan Lara anak lo itu sama sekali tak mengusik gw, gw gak akan ganggu dia!


Mila: I-iya! Ja-jangan gang-gu dia!

__ADS_1


Mily: Sebaliknya, gw akan ganggu anak sulung lo itu! Karena dia pantas mendapat itu! Eum.. Sepertinya gw masih ada urusan, bye! Semoga cepat sehat!


Ceklek! [suara pintu kebuka]


Mila: Ma-maafin ma-mi Ly-ra! Ma-mi gak pan-tas jadi mami ka-mu!


Lesya yang mendengar semua itu menetaskan setetes lelehan bening tanpa sadar. "Kenapa? Ke-kenapa harus gw? Du du du! Sial*n! " gumamnya mengusap setetes lelehan beningnya.


Lesya membuka headphone milik nya dan meletakkannya di meja sofa. "Fi fi fi! " Lesya terdiam menutup mulutnya. Pandangan matanya melirik kanan kiri dan mendapati Elvan yang sibuk berkutat dengan tugasnya.


"Libur kok ngerjain tugas? Oh iya! Gw lupa dia OSIS! " Lesya mengetuk-ketuk meja sofa dan akhirnya mengulurkan tangannya guna mengambil remote TV.


Bingung, akhirnya Lesya menyimak tontonan film kesukaan Luna yang bergenre romansa dan komedi. Sebenarnya Lesya pernah menonton ini namun ketiduran hingga tak tahu ending dari ceritanya.


Film kesukaan Luna kebanyakkan besar drama Korea. Entah dari mana Luna menyukai hal itu, yang pasti Lesya merasa aneh dengan pemikiran Luna yang mengidolakan Lee Min-Ho yang menurutnya biasa saja.


Lesya beranjak dan membuka lemari pendingin yang ada di sana. Mengambil beberapa cemilan menemani dirinya, Lesya kembali duduk di sofa dan mengganti film dengan genre sedikit action, romansa, dan komedi.


"We're are you sleeping! Ini film lama kan? Kayaknya pernah di tonton Nayla deh waktu dikelas! " gumam Lesya. Akhirnya Lesya terbawa dengan suasana film. "Njem! Mata gw tolong! "


Lesya yang seolah masih polos dan suci, menutup matanya yang ternodai dengan adanya adengan panas yang ditontonnya.


Lesya justru mengintip sedikit dan berpura mengambil keripik bertepatan usainya adegan itu. Tertawa, serius, bahkan gregetan hanya sekedar menonton film.


Mulai dari awal hingga akhir, Lesya terus mengomentari dan bergumam ria. "Haha! Temen santa! " gumam Lesya tertawa kecil.


Elvan yang berada di balkon menghela nafasnya panjang. Terganggu? Tentu saja! Namun, mau bagaimana lagi? Dia hanya dapat bersabar dan kembali fokus kepada aktivitasnya.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gifđŸ¤—

__ADS_1


__ADS_2