
Sedetik dia terkejut dengan keberadaan jaket berlogo tersebut. Dia memastikan bahwa matanya tak salah melihat kali ini. "Nyata? "
"Kenapa? " tanya Elvan aneh melihat arah pandang Lesya. Lesya menoleh dan menggelengkan kepalanya kikuk.
Dia mengalihkan pandangannya ke belakang agar Elvan tak menaruh curiga kepadanya. "Jangan kepo! Haiss, tapi gw penasaran! "
Aneh, Elvan bertanya sekali lagi kepada Lesya untuk memastikan. "Ngomong aja! " Lesya menoleh dan tersenyum paksa.
Tanpa sengaja, mulutnya keceplosan bertanya dan menunjuk arah jaket di atas mesin cuci. "Itu jaket apaan? Kok ada logo harimau? " Lesya reflek menutup mulutnya yang asal menyeplos.
Elvan melirik arah yang ditunjukkan Lesya. Dia tersadar dan langsung pergi ke arah mesin cuci. Dengan cepat dia memasukkan jaket tersebut ke dalam mesin cuci.
Jaket tersebut sudah lama tak dicuci setelah melakukan kegiatan luar Elvan. Dan jaket tersebut sudah tak dicuci selama 3 bulan terakhir. Dan itu bertepatan dengan dirinya dan Lesya dijodohkan.
Lesya menghampiri Elvan dan bingung sendiri karena melihat jaket tersebut sudah masuk ke dalam mesin. "Kenapa dimasukkin? Emangnya itu jaket apaan? "
Elvan menggeleng pelan. "Kotor" Lesya mengangguk saja. Namun di lubuk hatinya, dia masih penasaran dengan pemilik jaket.
"Itu punya siapa Pan? " Elvan menatap Lesya. "Gw lah! Kepo bener" Lesya menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal itu. "Nanya doang gak boleh ya? "
Elvan menggedik-kan bahunya. Lesya memayunkan bibirnya sekilas karena dirinya tak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Elvan.
Karena dirinya bosan, Lesya mencuci piring bekas makan dan masak nya tadi. Jangan heran dengan gaya bad girlnya yang mampu membersihkan rumah.
Walaupun dia bagaikan preman jalanan, dalam pembersihan apart miliknya sangatlah rapi. Itu juga jika Lesya tak malas membersihkannya.
Elvan yang melihat Lesya sibuk mencuci piring, segera mengangkat jaketnya dan di selipkan di satu lemari pakaian rahasianya. Banyak barang yang tersusun rapi di sana.
Akhir ini, Elvan tak dapat bergabung di tongkrongan biasanya. Dia tahu jika dia bergabung, Lesya akan mudah curiga dengannya.
Setelah menyimpannya dengan baik, Elvan langsung pergi ke kamar yang ada. Ada 2 kamar yang tersedia di sana. Elvan mengunci kamar yang satu karena berisi barang pentingnya.
__ADS_1
Dengan langkah biasa, Elvan merebahkan dirinya di kasur dan mengambil laptopnya. "Haiss.. Apa gw harus ke sana ya? "
Dengan kasar, Elvan menggaruk kepalanya frustasi. Dia berencana akan pergi menongkrong bersama ke-empat temannya ditambah Revan dan yang lainnya.
"Ada masalah apa sebenarnya? " molog Elvan. Lesya yang sudah berada di sana langsung meloncat dan merebahkan dirinya di kasur. "Masalah? Apa? "
Sedikit terkejut, Elvan menutup layar laptopnya. "Bukan apa-apa! " Lesya memayunkan bibirnya. "Kasih tau ngapa masalah apaan! "
"Urusan laki! " Lesya berpikir sejenak. Urusan lelaki? Seperti apa? Pikirnya bingung. "Urusan apaan? "
Elvan menatap lekat Lesya yang bertingkah bagaikan anak kecil saat ini. Sikap dan tingkahnya membuat dirinya aneh sendiri. "Kepo! "
Lesya mencibir, "Heleh! Lo kira lo doang ya yang punya urusan? Gw juga ada kali! " cibirnya mengambil ponsel di nakas.
Benar saja ponselnya tiba-tiba saja berdering. Dengan segera Lesya mengangkat telefon dari Alam di sebrang sana.
Dengan segera dia bangkit dan pergi ke depan pintu dan menutupnya erat-erat agar Elvan tak dapat mendengar ucapannya dengan Alam.
๐ Halo Sya!
๐ Gw denger lo dikeroyok ya sama anak buah bokap lo?
๐ Hm, btw dia bukan bokap gw ye!
๐ Iya tau, trus gimana keadaan lo?
๐ Masih nafas gw! Jantung gw juga aman! Tenang aja
๐ Kampvvreet! Gw serius nanya Sya!
๐ Gw juga duarius jawab bang...
__ADS_1
๐ Serah lo dah! Btw, Leon udah cerita kan soal markas?
๐ Hm, dia udah bilang. Gw curiga bang Tiger Wong beneran ngajak gelud.
๐ Kita pantau dulu Sya! Jangan gegabah oke? Ingetkan waktu kita gegabah apa yang terjadi?
๐ Inget, gw koma kan?
๐ Iya, makanya jangan gegabah! Gw takut ada sangkut pautnya sama dia. Bukan hanya gw doang yang ngeliat dia. Tapi Leon juga! Waktu itu, gw lagi mau ke apart Elen tapi gak sengaja ketemu dia yang lewat ngendap-ngendap kayak maling.
๐ What the fck? Dia masih hidup? Dugaan gw bener dong?
๐ Hem! Dan yang dikubur itu mayat orang lain. Dia dipindahin setelah semua bubar!
๐ Jnck! Kapan-kapan gw urus, lo jangan lakuin apapun! Soal dia biar gw yang urus bang!
๐ Oke, udah ya kak Elen manggil.
๐ Hem.
Tuttttt!
Lesya menggigit jarinya geram mendengar kabar dari Alam jika musuhnya itu masih hidup. Menurut Lesya, dirinya dan dia bukanlah sekedar musuh. Namun lebih dari kata musuh!
Lesya memiliki alasan yang kuat untuk membenci orang tersebut. Hingga dia menempatkan orang tersebut di rumah tua tengah hutan. Lebih tepatnya di negara Prancis!
Tak hanya Lesya, orang tersebut juga sangatlah membenci Lesya dengan alasan yang kuat sehingga membuat persahabatan mereka hancur lebur.
Dan jika kalian ingin tahu, orang tersebut juga berpengaruh di dunia gelap. Bahkan dirinya sudah membuat rencana yang sangat matang-matang.
Dia sangatlah yakin jika rencananya kali ini akan membuat Lesya menderita seperti dirinya. Remamber? Episode 88 membongkar orang yang sangatlah Lesya benci, Vion!
__ADS_1
"Ngapain? " Lesya terkejut. Dia berjinjit kaget dan berbalik mendapatkan Elvan yang sudah berpakaian rapi dengan gaya khas bad nya.
Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif๐ค