Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
278: Amit-amit!


__ADS_3

Kita beralih pada Leon dan Lisa terlebih dahulu. Kedua pasangan ini telah tiba di salah satu jembatan yang tak jauh dari perkemahan mereka dan berdiri menatap sungai di bawahnya. Leon tersenyum manis melihat Lisa yang adem ayem di sebelahnya. "Adem ya? "


Lisa mengangguk dan menatap lelaki di sampingnya. No, sangat tampan menurutnya! Lisa juga tak menyangka jika dirinya bertemu orang yang menerima kebandelannya, kecerewetannya, kebawelannya, kekeras kepalanya, kemanjaannya. Dan orang itu tak lain adalah Leon, kekasih hatinya sendiri.


"Kenapa liatin aku gitu banget? Terlalu ganteng ya? " tanya Leon dengan percaya diri. Lisa menggeleng kecil yang membuat senyum Leon luntur. "Enggak! Kamu gak ganteng tapi manis, hehe.. " ucap Lisa.


"Bisa ae kamu yang! Kan gemes mau nyusul Lesya ke KUA siapa tau kita duluan yang punya keturunan, haha.. " tawa Leon. Lisa tersipu malu mendengarnya. Tangannya bergerak memukul pelan lengan Leon. "Apa sih, aku tuh masih mau jadi pengacara dulu baru nikah sama kamu oke? " tawar Lisa merequest.


"Iya-iya sayang, aku bercanda kok! Tapi untung aja ya Lesya tuh udah ngomong baik-baik sama papa kamu jadi kayaknya kemungkinan sedang, kita dapat restu dari papa kamu! " kata Leon.


Lisa mengangguk kecil saja. "Dulu aku sama temen-temen kamu tuh suka banget ya ribut nyampe tawuran? Tapi sekarang kayaknya enggak deh, biar dapet muka restu haha... " gurau Lisa diikuti Leon.


Tawa Lisa terhenti sejenak dan menatap serius Leon. "Yon, kamu gak akan ninggalin aku kan? Kamu serius kan cinta sama aku? " tanya Lisa. Leon terhenti dan tersenyum tulus kepada Lisa. "Yes, I love you baby. But i don't promise that i will stay beside you okay? (Ya, aku mencintaimu sayang. Tapi aku tak berjanji jika aku akan terus ada di sampingmu oke?) " balas Leon tak kalah serius.


Lisa hanya mengangguk paham saja. Hatinya sangat tergores entah mengapa mendengar hal ini. Dia tak kuasa menahan air matanya di saat Leon berjongkok dan menyodorkan dirinya sebuah kotak yang berisi cincin emas putih murni.



"Aku gak nanya ke kamu kalau aku bakalan lamar kamu di waktu muda ini tapi, aku serius mau nanya sama kamu pribadi. Anggap aja ini cincin sebagai ganti aku yang nyatain perasaan aku main-main waktu kemah sekolah. So, do you want to be my lover, Elisa Vellyna Grizi? " tulus Leon memberanikan dirinya.


Sebenarnya cincin itu adalah cincin pilihan Luna. Dia mau sahabatnya itu bahagia dengan pernyataan cinta dan benar-benar menjadi seorang kekasih tanpa bermain-main. Tahu bukan di waktu camping sekolah Leon menyatakan cintanya kepada Lisa namun tak seserius ini? Itu sebabnya Luna mengajak Leon berkeliling mall dan membeli cincin couple itu tentunya dengan biaya dari dompet Leon ditambahi beberapa angka dari Cakra yang ingin melihat adik angkatnya berbahagia. Begini deh jadinya!

__ADS_1


"Yes I will, thanks youu... " balas Lisa.


Leon memasangkan cincin untuk Lisa dan begitu juga dengan Lisa yang memasangkan cincin untuk Leon. Mereka berpelukan haru penuh bahagia dan melihat ke arah seberang jembatan. Dimana Luna, Valen, Ken, Alam, Elena dan Cakra bermain kembang api lalu menyalakan petasan sebagai hiasan mereka. Memang arah kemah mereka bersebrangan dengan jembatan yang ditempati kedua pasangan romantis itu.


"Haha... jangan bilang kalau ini ide dari mereka? " tanya Lisa. Leon menggeleng dan tersenyum lebar. "Enggak sayang, ini tuh ide dari Luna sama bang Cakra sebenarnya! Cuman kayaknya yang lain ngikut deh! " jawab Leon terkikik kecil.


Lisa hanya geleng-geleng kepala dan kembali memeluk Leon. "Leonard Putra, I very-very-very love you always! " lirih Lisa yang tentunya terdengar oleh Leon. "And I too! " balasnya memeluk Lisa tak kalah erat kekasih hatinya itu. Co cwittt!


~o0o~


Valen, Ken, Luna, Alam, Elena dan Cakra membuang kembang api mereka dan memicingkan mata mereka. Luna mengambil ponselnya dan memotret dari jauh kedua pasangan yang sedang berpelukan itu. "Huwaaa, bang Cakra pelukan yuu.. Gak nyangka rencana kita berhasil! " ucap Luna dengan melow nya.


Cakra menyentil kening Luna. "Jangan melow kan nanti gw ikutan melow! " balas Cakra. Luna terkikik kecil mendengarnya. Padahal dia hanya berpura-pura saja.


"EH MONY*T KODOK?! " latah Luna mengelus dadanya karena terkejut. Saat dia menoleh ke arah sumber suara yang membuatnya kaget, dia menatap tajam Valen yang tertawa mengejek dirinya. "VALEEENNNNNNNN?!! " pekik Luna hingga membuat sekitarnya menutup telinga walau masih terdengar.


Sontak saja Valen lari terbirit-birit dan tentu saja Luna mengejar lelaki jahil itu. Sementara Ken hanya bergumam lirih mengusap telinganya. "Palingan juga nembus gendang telinga nih suara ekstra toanya! " lirih Ken bergumam.


"Levelnya #BUKANMAEN noh! " balas Cakra tak kalah sebal mengusap telinganya yang pengang. Sementara Elena hanya meringis kecil saja. "Gak putus apa tuh pita suara? " lirihnya.


"Biasa dia mah teriak gitu! Ya jadinya pita suaranya gak bisa putus! " balas Alam dengan nada kecilnya. Cakra mengangguk setuju mendengarnya. Sementara Ken pamit menemui temannya Farel.

__ADS_1


Kembali lagi dengan Valen dan Luna yang masih saja bertengkar satu sama lain. Luna yang menangkap Valen memukul-mukul pelan lelaki itu. Masa bodo jika Valen merasa sakit yang terpenting lelaki itu harus merasakan imbasnya. Enak saja asal mengagetkan dirinya! Jika dirinya tiba-tiba pingsan bagaimana? Koma? Bahkan pikiran Luna terlalu jauh membahasnya! Koma? Ada-ada saja bahasannya itu!


Puk! Puk! Puk!


"Aduhh, iya-iya maap elah Lun gak sengaja serius dah! " kata Valen berusaha memberhentikan pukulan kecil bertubi-tubi yang diberikan Luna. Luna tertawa puas tanpa menghentikan pukulan kecilnya. "Haha.. Mamp*s rasain lo! Siapa suruh ngagetin gw hah?! " sebal Luna tak sengaja menendang baru kecil di depannya. Alhasil mereka berdua jatuh dengan posisi Luna yang berada di atas dada bidang Valen.


Bruukk!


"Aww! " ringis Luna.


Sontak saja mereka menjadi pusat perhatian oleh teman-teman mereka. Cakra hanya tertawa meledek keduanya. "Jhahaha... Mamp*sss rasain lo berdua! Orang yang bengkakin telinga akhirnya dapet karma juga! " ledek Cakra puas.


Luna beranjak duduk dan merenggangkan ototnya yang terasa sakit karena jatuh tadi. "Aduhhh, sakit! Akh, gara-gara lo sih jatuhkan gw?! " kesal Luna menyalahkan Valen. Tentu saja Valen melotot tak terima mendengar namanya disalahkan. "Enak aja nyalahin gw?!Siapa suruh lo jatoh duluan? Ikutan jatoh kan gw?! " kesalnya.


Elena geleng-geleng kepala dan bersorak meledek kedua remaja berbeda gender itu. "Hati-hati kalian berdua! Gw pernah denger kalau orang yang gak sengaja jatoh di atas lawan jenis bakalan jatoh hati, awokawok... " ledek Elena ngakak.


Valen dan Luna berpandangan dan saling bergidik ngeri satu sama lain membayangkan jika mereka sama-sama saling jatuh cinta. "Hueekk, amit-amit gw mah! " kompak mereka serempak.


"Amin-amin lah! " sahut Ken tertawa kecil.


Luna dan Valen beranjak berdiri dan pergi dari arah yang berlawanan seolah tak ingin melihat keberadaan mereka. Apalagi dengan kondisi digoda oleh Ken, Elena, dan Cakra mereka bertambah sebal mendengarnya. Bertanya keadaan Revan, Farel, dan Frans? Mereka main catur yang dibawa. Nayla dan Amel? Sibuk bercerita. Letha? Gadis itu masih belum kembali.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2