Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
319: Kebongkar


__ADS_3

Penungguan para reader's terkabul nih~


85% narasi dan 15% dialog. Maybe~


...Happy Reading Gays(ू•ᴗ•ू)...


...———...


Lesya dan Letha yang sudah tiba di kediaman Grey seketika menjadi lebih renggang. Letha lebih banyak diam karena mengingat percakapan keluarganya tadi di restoran Ert. Ah, omong-omong dia seketika lupa menanyakan bagaimana Galang dapat menjadi ayah kandungnya. Sekarang giliran letha yang bertanya mengenai pernikahan sang kakaknya.


"Kak, gw denger tadi lo sama mommy Sella bahas pernikahan ya. Emang lo udah nikah? Sama siapa kok gw gak tau? " tanya Letha menahan kegugupan nya. Sekarang kedua saudari kembar itu sudah berada di depan kamar mereka saat menginap di rumah mewah itu.


Lesya terdiam. Dia berjalan secara perlahan ke arah kamar Elvan dan mengetuk pintu kamar. Dia tahu saat ini Elvan tak bisa diganggu. Apalagi kerjaannya menumpuk. Lesya dapat tebak dari nada bicara lelaki itu yang terdengar lelah tadi.


"Masukk! "


Lesya membuka knop pintu dan hendak menutupnya. Namun Letha yang menghentikan hal itu. Yah, Letha sangat penasaran dengan jawaban Lesya. Alhasil gadis itu menahan di saat Lesya akan menutup pintu. Berdecak malas, Lesya membuka pintu dengan lebar hingga Letha dapat melihat dengan jelas isi kamar Elvan. Ahh, bukan itu. Justru Letha hanya fokus pada satu bingkai besar yang menampilkan dimana kakaknya dan lelaki idamannya menggunakan baju pengantin.


DUAR?!


Sakit? Iya!


Perih? Iya!


Nusuk? BANGETT!


Sayangnya tak berdarah...


Lesya mengangkat alisnya bingung dengan Letha yang justru terdiam. Padahal dia akan menjawab pertanyaan adiknya. Melihat arah pandang Letha, mata Lesya terbelak lebar. Dengan cepat menutup pintu dan menguncinya. Jantungnya seolah dipacu cepat oleh perkataan menusuk Letha dari dalam.


"KAKAK JAHAT! LETHA BENCI! "


Letha sudah tak tahu harus bagaimana lagi. Dan akhirnya dia pergi ke kamarnya saja. Menangis, hanya itu yang dapat dia lakukan sekarang. Sementara Lesya merasakan tangannya bergetar. Tersenyum kecut, Lesya setidaknya menghembuskan nafasnya lega karena setidaknya rahasia yang dia jaga sudah kebongkar.


Hufttt!


Udah tau ya~


Berbalik, Lesya justru mendapatkan Elvan yang diam di tempatnya seraya mengerjakan tugasnya. Sepertinya lelaki itu tak sadar atau memang sadar namun tak ingin melihatnya? Ah, Lesya semakin bersalah sekarang.

__ADS_1


"Pann, " lirih Lesya.


"Jangan ganggu gw! " tegas Elvan.


Berjalan dan duduk di samping Elvan, Lesya tahu jika Elvan benar-benar marah maka dia memang sangat keterlaluan. Memeluk Elvan dari samping hingga pergerakan Elvan  terhenti, Lesya mencoba berpikir bagaimana cara meluluhkan lelaki di benaknya.


"Lepas Le! "


"Gak mau sebelum maafin gw! "


"Lepas! "


"Enggak! "


"Lepas atau. . . "


"Atau apa hah?! Kan gw minta maaf beneran sama lo ngapa jadi beneran marah sih?! Gak enak tau dicuekin gini, kayak ada yang kurang. " gumam Lesya jujur. Elvan dapat mendengar namun dia hanya menguji gadis itu saja peduli atau tidak dengannya.


"Lepas! " ucap Elvan lagi.


Lesya sontak menatap tajam Elvan. Melihat sorot mata Elvan yang menatapnya datar, mata Lesya berkaca-kaca begitu saja. Cengeng memang, tapi dia benar-benar tak ingin dicueki begini. Lesya sudah terbiasa dengan sikap Elvan yang menggoda ataupun berbicara santai dengannya. Perasaannya mengapa sensitif begini sih?!


"Papan.. Maapin ya.. " ucap Lesya memelas.


Elvan masih tetap diam. Karena kesal ucapannya tak diyanggapi, Lesya melepaskan pelukannya dan mengambil tisu yang ada. Kembali duduk lagi, Lesya tanpa sadar justru duduk di atas pangkuan Elvan. Lelaki itu tentu saja terkejut dengan kelakuan Lesya sekarang.


"Bagian mana yang dicium Letha? " tanya Lesya. Elvan hanya menunjuk pipi kirinya saja tanpa menjawab. Sementara Lesya mengambil tisu basah yang dia bawa tadi dan mengelap di sekitar tunjukan Elvan.


Cupps!


Lesya tanpa ragu mengencup pipi kiri Elvan yang berbekas kecupan singkat Letha adiknya di kantin tadi. Sedikit lama sih, karena Lesya sengaja melakukannya agar Elvan luluh. Lihat saja bola mata Elvan yang hampir loncat dari sarangnya. Wkwk, maapkeun author bercanda..


Mengerjap polos setelahnya, Elvan kini beralih memojokkan tubuh Lesya menjadi di bawahnya. Sofa yang cukup besar dapat menampung keduanya. Laptop yang menyala juga menjadi saksi bukti bahwa kedua bibir pasangan itu sudah bertaut.


* My fifth kiss! * batin Lesya terdiam.


Gabut gak sih ngitungin keberapa kalinya berci*uman? Namun tidak bagi Lesya, itu bukan gabut namanya. Hanya saja... Memang tak boleh menghitung ke berapa kalinya mereka saling menautkan bibir dan saling menyesap lembut? Galak Lesya.


...———...

__ADS_1


Berbeda dengan Lesya, justru sang adik kali ini sedang menangis tersedu-sedu di bawah guyuran shower. Dinginnya air tak dia pedulikan. Menurut Letha yang penting kali ini adalah menumpahkan segala sesuatu yang sakit di lubuk hatinya. Mengingat kejadian tadi ah, pantas saja Elvan secara kasar mengatainya gi*la atau juga murahan. Ternyata perempuan yang layak hanya kakaknya saja. Untung juga sih kejadian tadi berlangsung. Untung saja tadi dia mengencup sekilas pipi Elvan. Haha.. sepertinya dia sudah gi*la sekarang.


Nikah?


Suami istri?


Jadi benar yah~


KENAPA HARUS LESYA?!


PENGKHIANAT BAJING-AN!


MUSUH DALAM SELIMUT RUPANYA?!


Letha benci. Sangat benci. Lelaki idamannya, lelaki kesukaannya, lelaki yang menjadi idolanya, lelaki yang dia kejar TIGA TAHUN lamanya. Dan ternyata, sekarang perjuangannya sia-sia bukan?! Lesya, nama kakaknya yang sudah dapat dia yakini mendapat gelar istri dari Elvan. Ah, sangat benci!


Pepatah pernah bilang 'perjuangan tak akan sia-sia begitu saja' namun nyatanya? APA INI?! Perjuangan... Yah, Letha harus tetap berjuang bukan? Pokoknya harus, mereka. . . Tak mungkin saling mncintai satu sama lain bukan? Letha tahu jika Elvan tak semudah membalikkan telapak tangan untuk sekedar membuka hati.


Perjuangan~


Merebut kakak iparnya sendiri?


Mampu kah dia?


Yah, pokoknya harus!


Elvan hanya untuk dia!


HANYA DIA SAJA YANG PANTAS!


Katakan saja Letha sudah tak waras. Mata dan hatinya seolah tertutup oleh cinta. Ah, lebih tepatnya obsesi. Cinta tak saling menyakiti bukan? Rasa ingin memiliki. Itu yang Letha rasakan sekarang. Letha merasa hanya dia saja satu-satunya perempuan yang sangat pantas untuk Elvan miliki. Bukan Lesya!


Masa bodo jika kakaknya akan marah ataupun kecewa nanti dengannya. Bagi Letha, Elvan jauh lebih pantas dengannya. Sikap Letha dan Lesya berbanding jauh sangat beda. Dan, mungkin lebih baik Letha bukan? Letha pintar, juara kelas, cantik, tubuhnya juga bagus, putih, dan dicap malaikat baik oleh teman-temannya.


Sementara Lesya? Tukang bolos dan pembuat onar saja di kelas. Itu adalah salah satu tingkah yang tak pantas untuk Elvan menurut Letha. Tak tahu saja jika Lesya juga termasuk. Hanya saja soal juara. . . Lesya sudah bosan mendapat piala saat kecil. Jadi, kali ini dia bukanlah juara kelas. Toh Elvan juga anak nakal dulunya! Dan kedatangan Lesya adalah suatu karma dari sikapnya yang dahulu sangat bandel dengan Mayang dan Angga.


"Hufttt, ayo Tha bangkit lagi! Usaha pasti akan membuahkan hasil nanti! Semangat, kejar Elvan lagi kalau perlu. . . Kak--- Eh Lesya pergi dari dunia bukan? " gumam Letha tersenyum licik dan memberikan semangat pada dirinya sendiri. Bahkan tanpa ragu gadis itu tak menggunakan embel-embel 'kak' lagi untuk Lesya.


"Kayaknya mereka lagi berantem deh! Kan tadi gw gak sengaja cium pipi Elvan! Oh iya, kalau Lesya dicium sama laki-laki lain, apa kabar ya nanti Elvan? Hemm, rencana bagus Tha! Tinggal tunggu orang sewa buat cium cewek sial-an itu! " lanjut Letha kembali bergumam. Kali ini Letha sudah berubah. Rasanya, seperti bukan Letha. Ah, ada yang mau rukiyah Letha? Berani sekali mengatakan Lesya cewek sial-an?! Jika di dengar lansung oleh Lesya, sudah pasti mereka berdebat.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2