Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
364: Mimpi


__ADS_3

Matahari sudah memancarkan sinarnya keluar. Walau masih belum sepenuhnya, suara alarm dari sebuah kamar mewah terus berdering nyaring seolah membangunkan para majikannya membuka mata.


Dan ini untuk pertama kalinya seorang gadis cantik terbangun tidurnya dalam jangka waktu yang bertepatan munculnya sirna matahari. Padahal sekolah kali ini memberi waktu hingga jam 09.00 pagi untuk datang ke sekolah. Itu artinya seluruh siswa-siswi sekolah itu mendapatkan 2 jam waktu bersiap sebelum memasuki acara carnaval nanti.


Gadis itu adalah Aleesya. Sebenarnya dia terbangun karena reflek. Sebut saja dia bermimpi buruk. Wajah sang papi dan maminya yang bersimbah darah membuatnya gemetar.


Bukan itu masalahnya. Dia melihat sosok lelaki tinggi namun wajahnya sangat berbayang. Postur tubuh sosok lelaki itu dapat dia kenal namun wajahnya membuat dia ragu. Dan lebih anehnya lelaki itu menunjuk ke arah Letha dan juga lelaki itu menunjuk ke arah dua orang yang tak dia kenal. Bukan tak kenal namun wajahnya berbayang.


"Hufftt, " desisnya menetralkan deru nafasnya.


Melihat jarum jam yang berputar, gadis itu menghela nafasnya, lagi. Beralih menoleh ke sebelahnya, Lesya sedikit tersentak melihat keberadaan Elvan yang tetap terlelap namun memunggungi dirinya. Seketika dia merutuki kebodohannya yang semalam tak bisa terjaga hingga Elvan kembali ke kamar.


Fyi, semalam setelah makan malam itu Elvan tak langsung pergi ke kamar. Lelaki itu justru pergi ke ruang karate. Dan itu tak bertepatan dengan Lesya yang bersembunyi di balik tembok. Dapat di sebut Elvan meluapkan kekesalannya dengan mengasah kemampuan bela dirinya tanpa sepengetahuan siapapun.


Dapat di bilang juga Elvan semalam dapat tertidur saat pukul dini hari dengan keringat yang membanjiri nya. Tentu saja saat dia masuk, lelaki itu melihat jika Lesya sudah lebih dahulu memasuki alam mimpi. Setelah kembali mandi malam lagi, baru lah Elvan ikut tertidur di sebelah Lesya namun mereka sama sekali tak berhadapan alias dia yang memunggungi.


* Baru jam segini dan sekolah masih tutup. Ck, lagian mata gw aneh bener sih?! Giliran sekolah jam 7 pengen tidur, sementara diizinin tidur nyampe jam 9 malah bangun! Kayak *** emang nih! * batin Lesya kesal pada matanya sendiri.


Dengan perlahan gadis yang baru terbangun tidur itu turun dari ranjang dan beralih berjalan ke arah balkon kamar. Dia mendesis kecewa di saat Elvan sama sekali tak terbangun. Padahal dia tahu jika selama ini Elvan selalu dapat merasakan keadaan di sekitarnya. Bukan diberitahu oleh Elvan sendiri namun dia dapat menangkap suatu kelebihan itu.


Di balkon, Lesya duduk di bawah lantai tanpa mempedulikan dinginnya hawa pagi yang semalam pukul dini turun hujan. Menikmati semilar angin yang berhembus, Lesya menoleh pada ponselnya yang berada di kamar.


Dengan cepat dia berlari kecil dan mengambil ponselnya. Kaki jenjangnya juga kembali mengarah pada balkon setelah mengambil ponselnya yang berada di kamar. Dia tak mau mengganggu kegiatan tidur Elvan sekarang walau hanya karena deringan ponselnya saja.


Luluna is calling you...


📞 Halo, tumben jam segini nelpon Lun?


📞 Harusnya gw yang nanya kenapa lo tiba-tiba bangun jam segini? Gw di balkon kamar aja kaget, gw kira gw lagi halu.


Mendengar hal itu dengan cepat Lesya memicingkan matanya ke arah balkon kamar Luna. Benar saja rupanya sahabatnya itu berada di sana dengan piyama tidur pandanya. Memang kamar Luna di rancang oleh sang empu menghadap ke arah kamar Elvan. Tahu alasannya mengapa? Luna hanya khawatir saja dengan sahabatnya yang memiliki sifat introvert alias tertutup.


Di sebrang sana Luna melambaikan tangannya pada Lesya. Sang empu yang melihat tak membalas. Dia hanya menghela nafasnya dan satu tangannya berpegang pada pagar balkon. Ponselnya masih tergenggam namun tak ada satu kata patah pun yang terdengar.


📞 Sya, Lun?! *kompak


📞 Hahh, lo dulu Lun.


📞 Are you oke? Masalah kemaren ada yang bikin lo gak nyaman kah?


📞 I'm okay, no worry!


📞 Jujur Sya, gw bukan temen asing lo tau! Gw tuh udah lama bahkan dari SMP jadi sahabat lo dan gw pasti tau gimana lo, dan lo bangun jam segini tuh ajaib banget tau gak! Atau emang ada yang ganggu pikiran lo gitu?

__ADS_1


Lesya terdiam. Benar kata Luna jika mereka tak lagi teman baru melainkan sahabat karib. Dari balkon kamar Lesya dapat menangkap raut wajah Luna yang sepertinya berharap dia bercerita.


📞 Kita jogging aja Lun! Gw tunggu di taman komplek nanti, gak nyaman kalau gw cerita tapi gak langsung.


📞 Okey, gw tunggu di taman komplek ya Sya!


📞 Hem,


Tutttt!


Lesya memutuskan sambungan ponselnya lalu menatap sekilas Luna yang mulai menghilang dari seberang. Mungkin sahabatnya itu ingin bersiap-siap.


Berbalik, Lesya juga memasuki walk in closet agar berganti baju. Tak lupa dia juga mencuci muka dan menggosok gigi di kamar mandi, barulah Lesya hendak pergi sepagi ini. Catattt, ini rekor pertama bangun terpagi padahal pihak sekolah mengundur waktu sebanyak 2 jam.


Saat membuka pintu kamar mandi, Lesya terdiam melihat seorang lelaki yang hendak sedang merapikan tempat tidurnya. Ya, dia Elvan. Siapa lagi memangnya selain Elvan? Kamar milik lelaki itu saja di desain sendiri oleh sang pemilik kamar, bukan pemilik rumah ya.


"H-hai? " canggung Lesya.


Elvan tak membalas. Mengusap wajahnya kasar, dengan langkah cepat dia berjalan melalui Lesya dan masuk ke dalam kamar mandi. Lesya terdiam antara kaku, canggung, merasa bersalah, dan sendu yang tercampur menjadi satu.


Selama ini Elvan belum pernah mengacuhkannya hingga begini. Bahkan saat mereka belum 'menikah' saja Elvan juga belum pernah bersikap begini. Hal ini sangat mengusik mood pagi Lesya. Tentu saja moodnya sudah sangat hancur sekarang walau sekedar disikapi begini. Jika yang lalu karena sikapnya yang tak tegas dengan Letha, maka kali ini karena dia sendiri yang tak jujur dari awal.


Tok.. Tok.. Tok..


Dan selama dia hendak keluar tak ada halangan karena kedua mertua dan iparnya belum terbangun. Hanya ada pak satpam, bodyguard khusus, dan tukang kebun yang melakukan aktivitasnya sepagi ini. Para ART? Hanya beberapa saja yang tampak sedang bersih-bersih.


...〰〰〰〰〰〰〰✍...


Semilar angin yang berhembus di sekitar taman menerpa halus kulit kedua remaja yang baru saja bertemu sepagi ini. Mereka adalah Aleesya dan Aluna, namanya. Ya, sepasang sahabat itu baru saja bertemu.


Dan sudah dua menit berlalu, sedari tadi hanya terisi sebuah keheningan tanpa sapa menyapa. Lesya masih diam seolah melupakan ucapannya yang akan menceritakan keadaannya pada sang sahabat dekatnya selain Leon.


Taman masih sepi. Dan hanya berlalu pengendara motor saja yang akan segera pergi ke tempat kerja ataupun sekolah mereka. Ada juga ibu-ibu yang bersiap berbelanja kebutuhan rumahnya. Haiss, melihat sang sahabat yang terdiam dengan inisiatifnya Luna lebih dahulu angkat suara. Oke, sabar ya Luna :)


"Lo bangun sepagi ini? " tanya Luna.


Lesya terkekeh pelan. "Lo juga bangun sepagi ini? Biasa juga jam enam-an lewat." canda Lesya karena tak ingin suasana terasa canggung. Luna mendengus malas mendengarnya. Sangat receh dan dia yakini kekehan Lesya adalah sebuah paksaan tersendiri oleh sang empu.


"Dih kalau gw masih wajar karena gw emang harus ngecek kondisi mama ya Sya! Harusnya gw yang nanya sama lo kenapa bangun sepagi ini? " tanya Luna jengah.


"Gw mimpi! " ucap Lesya tiba-tiba.


"Mimpi? " ulang Luna bingung.

__ADS_1


Lesya mengangguk.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


>>><<<


Mimpi apa hayo? Ini alurnya gak terbelit kok, tapi ini ada hubungannya sama penyelesaian masalah novel ini. Btw ada yang mau visual Lesya, Elvan, sama Letha versi barat?



Zelyra Aleesya Michella Fyo (Grey)



Pawang KetBok bukan KeTos nih lewat~


×Aleesya: 'Hidup tuh kejam jadi banyakin syukuran di rumah lo biar gw dapet nasi kotak!'




Zioner Elvano Gregorius Grey



Nah ini baru pak KetBok kita nih!


×Elvano: 'sikap gw tergantung diri lo sendiri! Jangan banyakan mimpi kalau gw orang baik tanpa cela!'




Zelara Aleetha Michelle Fyo



Nahh, kalau ini pastinya adik kembarnya Lesya nih. Lahir beda 10 menit tapi beda hari. Inget ya gays, mereka gak identik.


×Aleetha: 'Gw pengiri bukan penganan, apalagi tentang idola kesayangan gw sama Lesya gw pengiri garis keras!'


__ADS_1


Ini versi haluan author. Kalau kurang suka dengan visualnya gak masalah kok gays. Kalau kalian ada visual masing-masing juga bisa dipakai buat kalian. Jangan lupa dukung terus gays, makasih🌻


__ADS_2