Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
94: Akur!


__ADS_3

Tak hanya Lesya, orang tersebut juga sangatlah membenci Lesya dengan alasan yang kuat sehingga membuat persahabatan mereka hancur lebur.


Dan jika kalian ingin tahu, orang tersebut juga berpengaruh di dunia gelap. Bahkan dirinya sudah membuat rencana yang sangat matang-matang.


Dia sangatlah yakin jika rencananya kali ini akan membuat Lesya menderita seperti dirinya. Remamber? Episode 88 membongkar orang yang sangatlah Lesya benci, Vion!


"Ngapain? " Lesya terkejut. Dia berjinjit kaget dan berbalik mendapatkan Elvan yang sudah berpakaian rapi dengan gaya khas bad nya.


Sontak Lesya bertanya balik kepada Elvan, "Mau kemana? Eh? Gw gak ngapa-ngapain, cuman nelponan doang" jawabnya.


Elvan menggedik-kan bahunya acuh. Di saat dirinya ingin berjalan dengan cepat Lesya menahannya. Lesya meletakkan kedua tangannya di depan Elvan agar berhenti.


"Stop! Mau kemana? " Elvan mengangkat alisnya ke atas. "Gw perhatiin lo peduli banget sama gw "


Mulut Lesya terbuka lebar. Dengan cepat dia mengelak pernyataan Elvan. "Gw gak peduli! Cumen gw mau nitip cemilan nanti kalo lo pulang! "


"Oh! " Lesya melotot kesal ke arah Elvan.


Pernyataan Elvan yang menyatakan dirinya peduli dia jawab dengan beberapa kata. Sementara elakkan nya hanya dijawab dengan kata 'oh' saja?


"Udah sono pergi! Jangan lupa bawa makanan atau cemilan atau juga minuman sebelum kembali ke sini lagi oke? "


Elvan berdehem pelan saja. Asalkan dia ke luar rumah itu sudah lega baginya. Lesya tersenyum lebar mendengar Elvan memenuhi permintaan nya.


"Jangan lupa baliknya cepet! Gw mau minta makanannya bye! " Lesya langsung menutup pintu apart Elvan begitu melihat Elvan sudah menjauh.


Berbeda dengan Elvan yang menghela nafas panjang karena berhasil lolos dari Lesya. Walaupun ujung-ujungnya Lesya akan meminta kepadanya makanan di saat kembali ke rumah nanti.


...~o0o~...


Hari sudah menjelang malam. Dan Lesya tertidur sangat pulas hingga dirinya tak menyadari jika hari sudah gelap. Bahkan Elvan sudah kembali dengan dua kantung kresek di kedua tangannya.


Kondisi televisi masih menyala namun tidak ada yang menonton sama sekali. Elvan geleng-geleng kepala saja. Dia pergi menuju dapur dan meletakkan dua kantung tersebut di meja dapur.

__ADS_1


Setelah kembali menuju kamar dan memasuki kamar mandi. Setelah membersihkan diri, dia keluar dengan baju yang sudah diganti. Dirinya terkejut melihat Lesya yang bergumam seraya menangis.


"Papi.. " Dengan cepat Elvan merebahkan dirinya di ranjang kasur dan menyibakkan anak rambut Lesya ke belakang.


Dapat dia dengar jika Lesya terus menggumamkan Arga hingga cairan bening meleleh di pelupuk matanya dalam keadaan tidur. "Papi.. "


Mimpi buruk, Lesya segera bangun dan reflek memeluk Elvan dengan erat. Dia mengatur deru nafasnya yang terengah-engah di pelukkan Elvan. "Papi!"


Elvan mengelus anak rambut Lesya dengan lembut. Nyaman, Lesya mendongkak ke arah Elvan. "Papan! "


Dengan reflek dia melepaskan pelukkan nya cepat. Elvan mengusap pucuk rambut Lesya. Dia tahu apa yang disembunyikan oleh istrinya itu. "Sini! "


Butuh kehangatan, Lesya dengan segera memeluk Elvan dengan erat. Suara isakkan tangis menggema di kamar. Lesya yang tak sanggup untuk menahan tangisnya, akhirnya pecah.


Elvan hanya mecoba menenangkan istrinya itu. Dengan elusan di pucuk kepala, punggung dan rambut membuat Lesya merasa tenang setelah beberapa menit kemudian. "Hikss.. Makanannya mana? "


Terbengong, Elvan tak percaya dengan tingkah Lesya yang masih memikirkan soal makanan. Sksk, unik!


pluak!


Lesya langsung memberikan hadiah bogeman ke arah lengan Elvan lumayan keras. "Cantik gini dibilang jelek! But* mata lo? "


Elvan rasanya ingin sekali tertawa mendengar suara Lesya yang sedikit serak dicampur dengan isakkan tangisnya. "Iya cantik! "


Lesya menghentikan tangisnya dan melirik ke kanan kiri guna mencari makanan janjian Elvan. Dia sama sekali tak menemukan makanan di sekeliling nya. "Mana makanannya? "


"Dapur " Dengan cepat Lesya berlari turun dari ranjang hingga dirinya melupakan luka tusuknya yang sedikit terbuka membuat dirinya merintih kesakitan. "Ouch! "


Elvan mengambil kotak P3K di laci nakas yang tak jauh dari dirinya. Dia menarik Lesya yang ingin pergi menuju dapur dan membiarkan lukanya kembali terbuka. "Duduk, diem! "


Lesya memajukan bibir bawahnya. "Ntar aja gw laper oke? " Elvan dengan cepat menggeleng sebagai jawaban.


Lesya duduk dengan malas saja di tepi ranjang. Dia mengambil alih kotak P3K dari tangan Elvan. "Gw aja! "

__ADS_1


Elvan membiarkannya saja. Dia berjalan ke arah dapur guna membawa dua kantung kresek permintaan Lesya tadi. "Nah! "


Lesya yang sudah selesai memperbaiki ulang perban lukanya menoleh ke arah Elvan yang memberikan dirinya dua kantung kresek kepadanya. "Uwooo banyak bener Pan! Lah mana? "


Lesya mengulurkan tangannya berusaha mencapai kresek yang kembali ditinggikan oleh Elvan. "Bilang apa? "


"Iya, mksh! " Dengan gembira Lesya mengambil dua kantung kresek yang berisi banyak cemilan dan makanan di sana. "Gak ada minuman dingin ngapa? "


"Gw taruh di kulkas" Lesya mengangguk. Benar saja jika Elvan mendinginkan kembali di lemari pendingin yang ada.


Lesya mulai membuka satu per satu bungkusan makanan yang ada. Kotak P3K sudah kembali di tempatnya yang semula yaitu di laci nakas.


Bingung mengapa Elvan tak mengambil satu bungkusan makanan sama sekali, Lesya menawarkannya. "Mau pan? "


Elvan yang menatap Lesya melahap sebagian makanan menggeleng kecil mendengar tawaran Lesya. "Gak usah! "


Lesya yang merasa tak enak, berhenti melahap makanannya. Jika kalian dapat berpikir seperti Lesya apa kalian akan berhenti makan?


Lesya berpikir jika tak sopan bukan makan sendiri tanpa mengajak yang lain? Padahal, yang membelinya kan Elvan bukan dirinya.


"Makan gih! Gw jadi gak nafsu liat lo ngeliat gw mulu" Elvan memutar bola matanya malas. "Gw kenyang! "


Lesya meletakkan potongan pizza di tempatnya. Dia melirik jam dinding yang menunjukkan jam 7 malam. "Anggep aja makan malem"


Lesya terus mendesak agar menemani dirinya menghabiskan makanan sebanyak 2 kantong kresek hitam yang lumayan besar. Hingga akhirnya Elvan menghela nafas panjang, "Iya! "


"Gitu gek dari tadi! Nih" Lesya menyodorkan potongan pizza ke arah Elvan agar lelaki tersebut melahap nya.


Elvan yang melihat itu hanya tersenyum kecil di dalam hatinya. Sejak tadi, Lesya tak menyadari jika mereka berdua sangatlah akur. Berbeda dengan di sekolah!


Bahkan Lesya tak menyadari jika dirinya menyuapi Elvan makan. Sepertinya sikap bad girl Lesya hilang saat ini!


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2