Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
86: Bukan ditolak!


__ADS_3

Luna dengan cepat menggeleng karena tak tahu dengan maksud Lesya. Lesya menghela nafasnya panjang.


"Kehilangan adik kesayangan itu bagai separuh nyawa yang menghilang dari diri lo sendiri. Gw beruntung kalo Letha masih hidup walau keserempet kemarin! "


Lesya menjeda ucapannya sekilas karena banyak berbicara. "Walaupun gw harus terima kalo dia benci sama gw, setidaknya ngeliat dia bahagia! Ngeliat Letha bahagia gw ikut bahagia kok"


"Sya.. " Lesya menutup mulut Luna agar tak menyela ucapannya. "Lo bayangin kalo mama itu adik lo! Lo pasti bakal bahagia kalo mama lo bahagia bukan? "


Luna mengangguk kecil. "Udah ah! Jangan mewek! Gw gak kuat nahan lelehan bening di mata gw! "


Luna mengusap cairan bening miliknya yang hampir meleleh di pipinya. Lesya tertawa, "Harusnya gw! Ini ngapa jadi elo?" Mereka tertawa bersamaan.


Kedua gadis itu meneguk minuman mereka masing-masing hingga tandas. Mereka kembali bercanda ria hingga kantin serasa ramai karena jam istirahat sudah tiba.


Leon menghampiri Lesya dan Luna dengan wajah yang terlihat lesu bagai orang yang belum makan 5 tahun. Lesya dan Luna berpandangan heran dengan tingkah Leon. "Ngapa lo? "


Leon menatap Lesya dan Luna bergantian. "Gw udah nembak tapi malah ditolak" Lesu-nya.


Bukan sahabat sejati yang tak menertawakan temannya di dalam penderitaan lalu dibantu. Sama seperti Lesya dan Luna yang menertawakan nasib Leon.


"Wkwk, gimana ceritanya Yon? " Leon menghela nafas panjang mendengar ejek kan dari Luna. Walaupun diejek, dirinya tetap menceritakan kronologi kejadiannya.


Flashback on


Seusai pelajaran bu Sumi, Leon menarik pergelangan tangan Lisa menuju rooftop. Lisa yang tak siap, justru terkejut dan memberontak.


"Woy lepasin! " Leon tak bergeming. Mereka menjadi pusat perhatian selama berjalan menyusuri koridor. Setibanya mereka di rooftop, dengan cepat Lisa menepis tangan Leon.


Leon menatap Lisa dengan lekat. Jujur saja dia sudah siap menyatakan perasaannya walaupun dia yakin tak akan diterima.


"Em.. Kenapa ya gw suka sama lo? " Lisa membulatkan matanya tak percaya. Ini pertama kalinya lelaki menyatakan cinta kepadanya.


Leon menatap Lisa santai seolah dia berani mengungkapkan isi hatinya. Remamber? Leon orang yang pemalu. Namun jika masalah perang dan hacker, dia berani mengerjakannya walau terkadang salah.

__ADS_1


"Gw gak butuh jawaban lo sih tapi, gw cuman mau kasih tau kalo gw sayang sama lo! Aneh kan? "


Lisa menatap aneh Leon, "Iya aneh! Di dalam dunia gengster, lo biasa aja sama gw! Bahkan lo sempet liat gw digebuk-kin kan? "


"Kalo itu, gw memang sempet liat lo digebuk-kin sama preman di jalan. Gw baru nyadar aja kalo itu lo waktu gw nyampe apart! "


Lisa mendelik, "Sejak kapan lo suka sama gw? " tanya lisa ragu. Leon mengangkat bahunya acuh, "Sejak. . . Gw udah move on mungkin"


"Ha? " Leon menghela nafas panjang mendengar Lisa yang tak paham. "Gw dulu memang sempet suka sama Lesya! Em.. Maksudnya, sekedar kagum gak lebih! Dan setelah dua hari lo di sekolah ini. . . "


"Mulai dari situ? " Leon mengangguk saja sebagai jawaban. Lisa terdiam kaku mendengarnya.


Sudah 2 menit mereka berdiam diri. Leon yang paham bagaimana perasaan Lisa saat ini, angkat suara.


"Gw gak maksa sih buat lo suka sama gw. Tapi, boleh kan gw temenan sama lo?" Lisa tercengang. Entah ada dorongan apapun, Lisa mengangguk pelan.


Leon tersenyum manis dan mengulurkan tangannya berniat bersalaman. Lisa membalas uluran Leon dengan ragu. "Teman! " ucap Leon.


Leon segera melepaskan uluran-nya lalu pergi begitu saja dengan jantung yang dipastikan seperti setelah maraton. Lisa terdiam sejenak di sana.


"Heh! Sadar kalo dia sekedar teman! Mari kita liat perjuangan dia mendapatkan my heart" gumam Lisa kecil.


Flashback off


"Gitu! " Lesya dan Luna tertawa ngakak mendengarnya. Luna bahkan menghapus air mata saking lucunya. "Adeh! Gak kuat sumpah! "


"Udah gw gak kuat! Ngapa gw banyakkan ketawa ya hari ini? " ngakak Lesya heran.


Tawa mereka yang lumayan keras membuat sekeliling mereka heran. Bahkan Elvan dkk yang berada di samping belakang mereka aneh sendiri.


Jangankan teman-teman Elvan! Elvan saja heran melihat nya. Bagaikan tak punya masalah hidup saja bukan? Pikirnya.


Leon mendengus malas. Lebih baik dia tak bercerita kepada kedua gadis di depannya ini bukan?

__ADS_1


Lesya memberhentikan tawanya karena tak kuat lagi untuk tertawa. "Udah elah! Lo sih Yon! " Leon mendelik aneh menunjuk dirinya sendiri.


"Kok gw? Salah gw apa sih? Harusnya kalian bantuin gw elah" Luna menepuk-nepuk pundak Leon. "Lo salah Yon! "


Leon menatap bingung mereka, "Bentar, maksud nya apaan? Gw kagak mudeng serius" Luna geleng-geleng kepala, "Sksk, ciri-ciri orang pendek akal ya gini"


Leon tak menganggapi ejek kan Luna padanya. Dia hanya butuh penjelasan dari maksudnya tadi saja. Luna menghela nafas sebelum bicara.


"Itu bukan ditolak Yon, but lo sendiri yang kagak menanti jawaban dari dia! Awokawok"


Leon menatap Lesya penuh tanya. Sorot matanya seolah bertanya 'Apa itu benar? ' kepada Lesya. Lesya mengangkat bahunya acuh.


"Maybee~ Ngapa lo gak nunggu jawaban aja? " Leon menggaruk tenguk lehernya yang tak gatal itu. "Em.. Gw tau dia gak suka sama gw! Makanya gw deketin dia lewat berteman aja ye kan? "


"Trus? " Leon berpikir sejenak. "Mungkin dia ada rasa setelah berteman sama gw"


"Yakin? " tanya Lesya sedikit menggoda. Leon menganggukkan kepalanya mantap. "Cie.. But, lo harus inget! Gw, Echa, Lisa gak bakal bisa bersatu! "


"Iya... Gw mau nanya ngapa kalian kagak temenan aja sih? " Lesya menggeleng cepat. "Dia pernah cari masalah sama gw! Dan kita berdua seri! Gak menang, gak kalah! "


"Iya dah serah lo pada gw ngalah dah" Luna terkikik mendengarnya, "Btw gw boleh mintol gak? "


Suasana kembali serius mendengar ucapan Luna barusan. Leon mengangguk sebagai jawaban, "Mintol apaan? "


Luna melihat sekelilingnya. Dia memajukan wajahnya dan berbisik. "Cari tau siapa Amanda Norwn! "


"Why? " Luna memundurkan kembali wajahnya. "Gw agak curiga aja sama dia! Pokoknya kalo udah kirimnya jangan ke gw tapi ke echa"


Leon menatap Lesya seolah bertanya. Lesya memutar bola matanya malas, "Kapan-kapan gw ceritain dah! Intinya lo kerjain aja! Inget, jangan dikit harus lengkap! "


Leon mengangguk saja. Seraya melahap makanannya, mereka berbincang santai di kantin.


Di ujung dinding kantin, terlihat wajah yang menahan marah. Dia sama sekali tak dapat mendengar percakapan Lesya, Luna, dan Leon tadi.

__ADS_1


Orang itu mengepalkan tangannya kuat-kuat dan berlalu pergi turun dari kantin. Dia berambisi akan melenyapkan Lesya dengan tangannya nanti.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2