Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
212: Alasan!


__ADS_3

Sepeninggal sang adik baru saja, Galang berpikir apa mungkin jika Lesya mengirim anak buah atau menyogok satu preman gengster untuk melakukan hal itu? Tapi, apa mungkin? Pikirnya bingung.


"Ck! Taulah! " decaknya.


Galang sibuk berkutat dengan laptopnya dan tanpa sengaja membuka ponselnya yang rupanya mendapatkan notifikasi seputar bisnis besar se-Asia. "Wah, beritanya udah kesebar secepat ini? " molog Galang geleng-geleng kepala.


Benar saja jika berita mengenai kondisi perusahaan turun-temurun milik keluarga Fyo dalam ambang kehancuran. Gilang masih mencari cara agar mengembalikan itu semua. Seharusnya kan tidak!


Entah mengapa Gilang diwajibkan untuk mempertahankan bisnis besar milik keluarga Fyo saat ini. Bahkan, dia tak menyangka jika berita itu sudah tersebar. Belum tiba di gedung perusahaan sudah menyebar luas! Apa lagi sudah tiba!


Dirinya tak habis pikir siapa yang mengirim tentang semua berita ini. Dalam jangka sependek ini? Dia memang pintar namun, jika perkara jangka waktu, memerlukan beberapa waktu karena dia bukan orang yang gesit.


Berbeda dengan Galang yang mungkin saja dapat melakukan hal itu. Karena selain Galang yang lebih pintar dibandingkan Gilang, Galang juga lincah, rapi, dan gesit dalam melakukan pekerjaannya. Itupun kalau punya niat!


____________


Di rumah sakit LC. lyzya, Mayang berniat hendak bertemu menantu kecilnya yang terbaring di brankar rumah sakit. Tanpa ditemani oleh siapapun, dia masuk dengan pakaian yang disediakan pihak rumah sakit. Dia sama sekali tak menyangka jika Lesya akan begini.


"Sya, " panggil Mayang dengan suara kecilnya. Menggenggam tangan Lesya, Mayang mengeluarkan suaranya dengan nada kecil seolah berbicara dengan gadis yang terbaring itu. "Bunda mau kamu bangun! Kalau kamu bangun, bunda kasih apa aja deh buat kamu! Asalkan kamu mau bangun! "


"Mau bunda kasih apa? Mobil? Motor? Pesawat? Mall? Rumah? Atau. . . Mau bunda bebasin buat kamu bergaul dengan anak-anak gengster mu? " tanya Mayang.


"Ayo bangun Sya! Mau bunda kasih tau gak satu rahasia yang disimpan sama mami mu? Yaudah deh, bunda anggap kamu gak mau tau rahasianya! " ucapnya.


Terus berbicara kepada Lesya yang masih tak sadarkan diri, Mayang akhirnya bercerita mengenai permasalahan Mila dahulu saat SMA. "Kamu tau? Bunda tau kamu anak yang kuat sama kayak sahabat bunda, Mila, mami kamu! " ucapnya.

__ADS_1


"Mami kamu kerja di bar buat sekolah tante kamu Mily dulu! Hingga tanpa sadar, mami kamu itu menerima pelecehan dari satu laki-laki yang bunda gak tau! Wajar bunda gak tau, karena saat bunda tanya namanya mami kamu gak mau jawab! " cerita Mayang.


Tes!


Mayang tak sadar saja jika Lesya memberikan respon dengan pelupuk mata yang sedikit basah. "Kamu tau gak? Mami kamu itu nuduh Arga, papi kamu yang melecehkan kamu! Nyatanya enggak! Bunda tau sikap papi kamu gimana! Senakal nya dia, gak mungkin bersikap begitu sama perempuan apalagi Mila! "


"Mily sama sekali gak menyangka kalau orang yang dia suka, yaitu Arga, akan menikah paksa dengan kakaknya sendiri, yaitu mami kamu! Tadinya sih, tante kamu mau bilang sama Arga kalau Mila bukan orang baik-baik karena hamil diluar nikah! Bahkan kejadian pelecehan itu berlangsung saat Mila lulus kelas 9 SMP! "


Tes!


Lagi-lagi Lesya memberikan respon kepada lontaran kata per kata yang dilontarkan oleh Mayang. Tetap saja Mayang tak menyadarinya karena asik menceritakan kejadian yang tak akan pernah dilupakannya. Wajar saja tak akan dilupakannya karena yang terlibat adalah sahabatnya sendiri, Mila!


Bahkan, di lubuk hati yang paling dalam, hatinya sakit mengingat hal itu. Namun, mau bagaimana lagi? Lesya harus tahu kebenarannya jika dia bukanlah anak kandung Arga. Dan ini adalah kesempatan nya untuk bercerita jujur seolah berbicara dengan Lesya saat kondisi menantu kecilnya itu dalam keadaan tak sadar.


"Bun, " Mayang menoleh ke asal sumber suara. Rupanya sudah ada Elvan yang berada di belakangnya mendengar semua ceritanya barusan. "Vano? S-sejak kapan? Kenapa gak panggil bunda? " tanya Mayang.


Dapat Elvan lihat jika mata Mayang, bunda nya sudah berkaca-kaca yang dia yakini hendak menangis. "Apa bener yang bunda bilang tadi? " tanya Elvan. Mayang mengangguk kecil. "Mungkin! Bunda gak yakin karena cuman satu yang tau semua itu! " jawab Mayang.


"Siapa bun? "


"Mila! Karena dia sendiri yang alamin semua itu! Itu artinya, hanya dia yang tau jawaban dari pertanyaan kamu! Sekarang, kamu jangan kasih tau ke siapapun termasuk Lesya! Anggap aja, semua ucapan bunda itu rahasia! Dan yang tau hanya bunda dan kamu! " ucap Mayang.


Elvan terdiam dan berpikir sejenak. Manik matanya menatap ke arah brankar yang menampilkan sosok gadis cantik dengan wajah pucatnya. Tubuh gadis itu dilengkapi alat-alat rumah sakit untuk gadis itu dapat bertahan hidup.


"Elvan gak janji! " jawab lelaki itu dengan nada bicara seperti biasanya. Mayang mengangkat satu alisnya bingung. "Kenapa gak bisa janji? Kamu mau bocorin semua ini kepada Lesya? Kalau Lesya gak terima bagaimana? Apalagi adiknya, Letha! B-bunda, hiks-- "

__ADS_1


Elvan menenangkan Mayang yang mulai terisak. "Bunda tuh gak mau kalau Lesya sampai terluka lagi! Kamu tau? Kalian berdua itu sengaja kami jodohin karena apa? " tanya Mayang.


Elvan menggeleng sebagai jawaban. Perlahan Mayang menatap wajah putra bungsunya dan mendudukkan nya agar duduk di kursi samping brankar. "Mila, mertua kamu udah nyerah sama keadaan! Dan dia tahu banyak yang benci bahkan teramat benci dengan Lesya sekarang! Karena dia ingat kalau ayah kamu dan mendiang papi Lesya pernah menjodohkan kalian, Mila minta bunda agar jaga Lesya! " jelas Mayang.


"Mila tau kalau ayah itu Ketua dari Tiger Wong, dan kamu sebagai penerusnya! Jadi bunda harap, kamu jaga Lesya sesuai janji bunda sama mertua kamu! Buktiin kalau kamu punya tanggung jawab yang lebih besar dari pada yang sebelumnya! " tutur Mayang.


Elvan mengangguk pelan mendengar penjelasan Mayang. "Elvan gak bisa janji buat rahasiain ini! " ucap Elvan yang membuat Mayang terdiam sejenak. "Kenapa? "


"Bunda tau kedudukan Lesya sekarang? "


Mayang mengangguk pelan. "Berarti kamu udah tau kalau Lesya itu queen Ellion? " tanya Mayang dengan raut wajah ragunya. Elvan mengangguk mengiyakan pertanyaan wanita yang melahirkannya itu.


"Mungkin, dia udah tau soal itu! "


Hening!


Baik mayang ataupun Elvan terdiam. Ralat, hanya Mayang saja karena Elvan masih menunggu jawaban bunda nya. "Bun, " panggil Elvan.


Mayang tersadar dari lamunannya. "Kamu tetap diam aja! Biar waktu yang tentuin semuanya! " jawab Mayang yang dibalas anggukan kepala oleh Elvan.


"Bunda tinggal baik-baik di sini! " ucap Mayang yang ingin membiarkan anaknya bersama Lesya.


Di saat Mayang sudah keluar, hanya keheningan yang tercipta. Elvan menatap langit rumah sakit dan mengelus anak rambut Lesya. "Kenapa gelang kita gak berhubungan di saat lo begini? " molog Elvan.


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗

__ADS_1


__ADS_2