Aleesya: My KetBok, My Hubby!

Aleesya: My KetBok, My Hubby!
346: Kode Keras Bapak Valen


__ADS_3

Setelah menyantap pesanan Luna sebagai ganti makanan gosong Alam, mereka masih belum kembali ke rumah mereka masing-masing. Why? Masih betah katanya. Oh iya, jangan lupakan pesanan Luna yang banyak itu dibayar oleh Alam. Kata mereka anggap saja gantinya ikan gosongnya yang tadi, wkwk...


Saat ini mereka berada di ruang keluarga atas perintah Mayang. Kata wanita itu agar lebih nyaman diskusi mereka. Para remaja itu hanya mengangguk patuh saja dan akhirnya kembali serius membahas tujuan mereka masing-masing ke rumah mewah itu. Btw ya Alam dan Elena tak ada di sana. Kedua calon orangtua itu berada di kamar mereka mengerjakan tugas skripsi dan menghabiskan waktu berdua. Biasalah, bucin beda lagi!


"Kelas kalian nanti apaan bro makanannya? " tanya Revan pada Valen yang berada di sampingnya. Valen hanya menggeleng tak tahu. Memang kelas mereka masih belum ditentukan apa yang menjadi tema makanan mereka untuk carnaval nanti.


"Rendang! " sahut Farel memberitahu.


"Widihhh, pakai nasi kotak nih bagi-bagi cokk! " sahut Luna berbinar dengan semangat 45nya setelah mendengar nama makanan khas Sumatera Barat itu. Rendang, salah satu isi populer di nasi kotak membuat siapapun pasti akan membelinya. Haiis, memikirkan itu mungkin saja kelas Elvan dkk ang menang nanti dibandingkan kelas mereka.


"Enak aja nanti kalau bisa beli lah biar banyak pelanggan eaaakk! Yang ada kelas kita nih yang kenang, wkwk... " ledek Ken dengan percaya dirinya. Lesya hanya mendatarkan wajahnya dan memutar bola matanya malas. "Sembarangan! Nanti kalau kelas gw yang menang, gw tandain muka lo Ken! " tajam Lesya datar.


"Wiss hayoloh Ken, muka lo ditandain sama bu boss! " ledek Valen menakut-nakuti. Ken hanya cengo saja. Dia bercanda saja loh dianggap serius. Tau begini lebih baik Ken tetap diam. Toh, dia hanya bercanda kok.


"Eh tapi emang bolah ya gak dimasak gitu? Maksud gw tuh kita langsung beli dari penjual lain? " tanya Lisa membuat mereka semua menoleh ke arah gadis itu.


Elvan menoleh dan mengangguk. "Boleh asal penjualnya yang lo bawa ke carnaval tapi nilai kelas dipotong! " jawab Elvan.


"Berarti nilai kelas kita di potong dong nanti? " tanya Ken memastikan.


Farel, Valen, dan Elvan hanya mengangguk pelan saja. Tentu saja anggukan ketiga temannya membuat wajah Ken berubah masam. Jika dipotong dibandingkan kelas Lesya dkk yang membuat sendiri, dia sudah masuk blacklist pemenang dong? Wah, bisa habis dia kalau bertemu dengan Lesya!

__ADS_1


"Wah, otomatis kita gak masuk pemenang kan? Abis gw! " lirih Ken. Leon dan Luna hanya bersorak meledek nasib Ken. Padahal ya mereka berdua tahu jika Lesya hanya bercanda saja tadi.


"Sya gw balik dulu gak masalah kan? Diskus udah kelar kan? Nyokap gw nyariin gw soalnya." tanya Amel. Sang empu yang ditanya hanya mengangguk saja. Toh diskusi kelasnya sudah selesai sedari tadi. Karena masih betah saja mereka tetap di rumah mewah itu.


"Ngokey kalau gitu, Tha lo nanti ke mansion kan? " tanya Amel lagi beralih pada Letha temannya. Walau Amel tahu letha sekarang sudah berubah, pertemanan mereka tak bisa lenyap begitu saja kan? Letha tetaolah temannya senakal apapun Letha. Sang empu nama hanya mengangguk saja. "Gw nanti sama Nayla, lo duluan aja Mel." ucap Letha tersenyum tipis pada Amel.


"Lah? Gw nanti balik ke rumah Tha, bonyok gw udah balik dari bisnisnya." ujar Nayla berseru. Letha menautkan alisnya. Dia tak terbiasa di rumah sendirian. Butuh satu atau banyak orang agar membuat dia nyaman alias tak takut. Jujur saja Letha takut dengan hal-hal berbau mistis.


"Yaudah kalau gitu gw di sini aja, boleh kan Van? " tanya Letha menatap penuh harap Elvan. Lelaki itu hanya berdehem pelan saja tanpa melirik ataupun menoleh sekilas Letha. Tentu saja hati Letha bersorak senang walau hanya dibalas dengan deheman. Terpenting baginya, Elvan masih menanggapinya. Berbeda dengan Lesya yang terdiam mendengar jawaban Elvan. Ah, lebih tepatnya hatinya bergemuruh pelan. Dalam benaknya, dia menyusun rencana agar sang adik dengan suaminya tak saling berdekatan.


* Mau deket? Heh, jangan harap dengan gampangnya lo deket-deket bapak KetBok gw! * batin Lesya tersenyum smirk.


Author be like: Adehh, gak sadar mbak panggilannya udah ngecap bapak KetBok kita punya dia lagi, sksk..


"Yuu, aku antar beb! " tawar Leon.


"Emang berani nyampe rumah? " ledek Luna menaik turunkan alisnya.


Pandangan Leon beralih menatap Luna datar. "Jangan sembarangan lo Lun! Walau gw gak nganter nyampe depan gerbang, yang penting gw nganter dengan selamat dan nyaman! " bangga Leon. Luna hanya terkekeh pelan mendengarnya.


"Yaudah ayokk beb, dah-daahhh! " pamit Lisa lalu menggandeng tangan Leon yang sudah beranjak berdiri membalas gandengannya. Lesya hanya geleng-geleng kepala melihat kedua punggung sepasang kekasih itu.

__ADS_1


"Hati-hati woy nanti banyak setand yang ganggu iman lo pada nanti! " pesan Lesya sedikit berteriak agar mereka mendengar.


"Iyaa! " jawab Leon membalas sedikit berteriak.


"Yaudah kalau gitu gw juga ikut balik duluan ya gayss, ayok Nay! " ajak Amel karena rumah mereka satu arah. Tadi saja mereka berangkat bersama.


Frans menoleh kearah sang kekasihnya itu. Entah mengapa dia tiba-tiba menyukai sosok gadis tomboy tanpa blacklist. Intinya hatinya tergerak menjadikan gadis itu kekasihnya. Fyi, juga gays, Frans dan Amel satu arah juga dengan Nayla bedanya sepasang kekasih itu berbeda komplek rumah.


"Gak bareng yang? " tawar Frans.


"Emang kamu udah kelar tugasnya yang? Kalau kau yaudah ayok bareng! " ajak Amel menawar. Frans hanya mengangguk saja dan membereskan peralatannya.


Berbeda dengan Luna yang menatap datar sepasang kekasih itu setelah Leon dan Lisa. "Yang ying yang! Dikira bayang hah?! Gak Leon gak lo pada, bab beb yang yeng mulu! Kapan gw tenang tanpa mejadi nyamuk pendiam baik hati?! " kesal Luna dengan panggilan kedua pasangan itu.


"Kode keras Val! " ledek Ken menyenggol sikut Valen. Sang empu hanya menoleh dan merangkak ke arah Luna. "Sini beb sini! Kalau mau bilang aja elah gak usah iri sana sini." kata Valen merangkul pundak Luna. Gadis itu hanya menatap aneh ke arah Valen dan menghempaskan lengan lelaki itu. "Idih, ogah sama lo gw! Mending gw sama Lee Jong-Suk, lebih adem." tolak Luna mentah-mentah dengan sewotnya.


"Nah salah di elo nya bambang! Gw romantisin gak mau, liat orang romantis ngiri, maunya apa sih lo?! " kesal Valen karena merasa jawaban Luna sangatlah plin-plan. Lesya yang berada di sebelah Luna hanya tertawa receh saja. "Maunya lo nikahin biar halal ngapain aja! " bisik Lesya pelan pada Valen.


"Enak aja, gw gak kayak lo ya yang asal nikah sana sini! " jawab Valen mendengus sebal. Lesya menatap datar Valen dan memanjangkan tangannya agar memberikan hadiah bogem pada tenguk leher lelaki itu walau tak keras.


"Enak aja lo, gw nikah gak sana sini ya! Jangan sok tau braderr, gw gak murahan kayak temen lo yang hobbynya gonta-ganti pacar! " ketus Lesya. Valen hanya mengaduh kesakitan saja. Berbeda dengan Ken yang dibawa seret oleh Lesya bahkan di cap murahan oleh gadis itu. "Woy gw udah diem juga masih keseret mulu dah! " malas Ken mendengus.

__ADS_1


"Gak ada yang nyeret lo! Lo sendiri kali yang kesindir dan ngerasa gw bawa-bawa lo." ketus Lesya. Ken hanya menghela nafasnya pasrah saja. Sudah dipastikan jika Lesya tak akam membiarkan dirinya kalah. Apalagi masalah perdebatan. Ehh, bukan Lesya saja namun semua perempuan. Jadi, sebagai lelaki sejati dan sehati, Ken pasrah saja. Eakkk~


Jangan lupa like, komen, vote, rate, gif🤗


__ADS_2